DIMENSION GUARD

DIMENSION GUARD
Bosan hidup


__ADS_3

Sesaat setelah kejadian terbangnya Doom menghantam samsak tinju dan pingsan, dia segera dibawa pergi oleh semua temannya ke ruang perawatan.


Ini membuat semua orang terkejut, dimana tidak ada yang bisa mereka jelaskan, tentang bagaimana mungkin seorang Doom bisa dengan mudah terlempar ketika berhadapan satu murid reguler, terlebih lagi nama Doom naik ke top 3 hasil pengukuran kekuatan fisik.


Ze masih tidak percaya dari apa yang dia lihat, dia sempat takut ketika tahu jika Doom berniat memukul Askar, tapi nyatanya Doom sendiri pingsan setelah menghantam samsak tinju, tanpa bisa dia ketahui penyebabnya.


"Askar apa kau yang melakukannya." Bertanya Ze karena bingung.


Askar berlagak bodoh dan balik bertanya...."Melakukan apa ?."


"Soal Doom."


Sedikit Askar memalingkan wajah... "Tidak aku tidak melakukan apa pun."


"Lantas kenapa dia sampai terlempar."


"Kau salah Ze, bukan Doom terlempar, tapi dia melemparkan dirinya sendiri secara sadar, tanpa ada rekayasa sama sekali." Tegas jawaban Askar membodohi Ze.


"Aku tidak yakin, jika dia akan melakukan hal kurang kerjaan seperti itu."


Tapi senyum Askar jelas sedang mengejek...."Entahlah, mungkin dia sudah lelah dengan semua masalah dalam hidupnya, terkadang ketika manusia sudah bosan hidup selalu melakukan hal tidak wajar. Jadi tidak perlulah kau pikirkan."


"Mungkin kau ada benarnya." Mengangguk kepala Ze naik turun untuk semua penjelasan Askar.


"Tentu saja aku benar, percuma kau memikirkan tentang Doom, dia tidak lebih orang aneh."


Sedangkan Askar secara sengaja mengarang semua cerita itu untuk menyembunyikan diri, dia tidak ingin orang lain tahu jika Doom terlempar karena perbuatannya. Bagi sebagian besar orang tentu menjadi hal hebat dan menakjubkan, sedangkan untuk Askar ini sama saja membuatnya dalam masalah, seperti yang dikatakan oleh Sea.


Sea tahu kejadian seperti apa yang Askar lakukan, mengingat bahwa tidak ada satu orang pun di sekolah ini mampu mengalahkannya, tentu akan sangat tidak masuk akal jika Askar dapat di kalahkan oleh Anak baru kemarin yang berlagak sombong karena ada di kelas Elite.


Tapi kegaduhan lain terdengar, dimana para wanita mulai berteriak-teriak histeris dan berlari menuju pintu aula karena ada seseorang yang datang. Sosok lelaki tampan dengan rambut pirang, berhidung mancung dan melangkah masuk dengan senyum indah saat membalas sapaan dari setiap wanita.

__ADS_1


Ze sendiri tahu ketika dia melihat siapa lelaki itu, dan memang ada kejutan kecil tergambar di wajahnya. Tapi ada yang berbeda dari Ze karena cukup jarang bagi dirinya memberi tanggapan untuk seorang lelaki.


"Tuan muda Setsu." Ucap Ze lirih.


Mendengar ucapan Ze, Askar merasa aneh dan memiringkan kepala.... "Tuan muda ?, Setsu ?, Setsu menjadi tuan muda ?, Kenapa kau memanggilnya tuan muda."


"Kenapa kau tidak tahu apa pun tentang informasi penting Askar." Ze membalas dengan suara keras.


"Apa yang membuatnya menjadi penting ?, Bagiku ini adalah hal aneh."


"Bagaimana bisa kau menganggap tuan muda Setsu itu menjadi sesuatu yang aneh." Ze semakin keras untuk membalas jawaban Askar.


"Ya karena aku mengenalnya, dan dia bukan tuan muda atau pun tuan-tuan yang lain."


Ze jelas tidak percaya, terlebih lagi dia mengenal sosok Askar sebagai orang yang udik dan norak.... "Jangan bercanda Askar, kau mengenal tuan muda Setsu, itu terlalu berlebihan. Dia adalah sosok luar biasa karena mampu membawa nama sekolah Elementor 3 berjaya di puncak nasional."


"Aku baru mendengar ini."


"Ya ... Jika kau tahu, tempatku sebelumnya hampir tidak pernah menerima informasi tidak penting." Kecuali permasalahan mengenai serangan para monster dan musuh negara yang harus dia hadapi.


"Baiklah, biar aku ceritakan tentang tuan muda Setsu."


Kedatangan Setsu di sekolah elementor ini adalah tiga tahun lalu, dia dimasukan ke kelas Elite tingkat 2 dan dalam beberapa bulan Setsu menempati posisi puncak top rangking setelah mengalahkan para senior.


Itu menjadi awal nama Setsu terkenal di seluruh Sekolah, hingga ketika Festival peringkat sekolah Elementor nasional berlangsung, dia melibas semua peserta dari sebelas sekolah Elementor yang ada di Indonesia.


Dalam dua tahun Setsu menjabat sebagai murid sekolah Elementor 3 terkuat, dia membawa banyak prestasi besar hingga ke kancah internasional. Meskipun tidak sampai mendapat peringkat 10 besar dunia, itu sudah cukup menjadikan nama Setsu terkenal.


Sekarang Setsu melanjutkan pendidikan ke Akademi Elementor internasional dengan status kehormatan dan beasiswa hingga dia lulus.


"Itu cukup hebat...." Mengangguk paham Askar dari apa yang menjadi kebanggaan Ze tentang Setsu.

__ADS_1


"Cukup katamu ?, tuan muda Setsu itu sangat luar biasa, spektakuler dan menakjubkan, jika dibandingkan denganmu, kau sama sekali tidak mendapat nilai apa pun."


Selagi Ze menyombongkan diri dengan pencapaian Setsu, Askar melambaikan tangan untuk membalas sapaan akrab dari lelaki yang sekarang menjadi pusat perhatian.


Setsu segera mendekat dan menjabat tangan Askar .... "Lama tidak bertemu Askar."


"Ya sudah tiga tahun, dan kau sepertinya hidup dengan baik Setsu."


"Seperti yang kau lihat Askar, ini adalah jalan dari pilihanku, bagaimana pun juga harus aku nikmati." Jawab Setsu penuh semangat untuk bertemu Askar.


Ze yang baru saja selesai menjabarkan semua hal penting mengenai Tuan muda Setsu, kini dia seketika diam di tempat, ketika tahu bahwa sosok yang dia kagumi berada tepat di sampingnya.


"Tu... Tu... Tu...." Tergagap suara Ze seakan nyangkut di tenggorokan dan jatuh seketika dengan tubuh kejang-kejang.


"Kenapa dia Askar."


"Entahlah, aku pikir dia kena penyakit Sawan." Asal saja menjawab.


"Kasihan sekali, mana masih muda lagi."


"Sudahlah lupakan saja, nanti juga sadar sendiri."


"Baiklah jika kau bilang begitu aku tidak khawatir." Setsu menerima cukup mudah karena sejak awal dia memang tidak perduli.


Orang-orang di sekitar Askar terkejut entah mereka adalah kelas reguler atau pun kelas Elite terlihat bingung, syok, dan menolak percaya ketika melihat Askar berbicara akrab dengan sosok luar biasa seperti Setsu, semua ekspresi yang ditunjukan tercampur menjadi satu di wajah rumit dan sulit untuk di gambarkan.


"Apa aku tidak salah lihat, bagaimana mungkin tuan muda Setsu bisa akrab dengan murid kelas Reguler."


"Aku pun bingung, kenapa tuan Setsu bersama orang itu, sedangkan tidak ada informasi apa pun jika mereka saling mengenal."


"Ini sangat aneh, apa latar belakang orang bernama Askar itu cukup tinggi sampai mendapat perhatian dari Tuan Setsu."

__ADS_1


Semua komentar mulai mengarahkan pandangan ke sosok Askar yang berjalan keluar dari aula pelatihan, menganggap bahwa ada hal khusus sehingga Setsu menunjukkan rasa akrab kepada seorang murid reguler.


__ADS_2