
Aku segera memberinya pertolongan pada
perempuan tersebut dengan mengalirkan mage ku padanya. namun usahaku gagal dan membuat dia semakin memburuk. Melihat dia yang semakin memburuk aku tak berhenti bertindak walaupun tindakan pertamaku gagal.
Daniel menyuruh aku untuk menggunakan velos energeia (panah energi) pada perempuan tersebut. Tanpa rasa ragu aku pun mencoba melakukan yang di katakan Daniel.
Tak lama setelah aku menggunakan velos
energeia perempuan tersebut mulai membaik. Luka-luka kecil mulai menutup, detak jantungnya mulai membaik dan begitu pula nafasnya yang sudah mulai membaik.
Aku pun merasa legah melihat luka-lukanya yang sudah tidak mengeluarkan darah lagi. Kami memutuskan membawa dia ke dimensi teknologi untuk mengobati secara penuh luka-lukanya.
Ditengah kami ingin membawa perempuan tersebut ke dimensi teknologi, tiba-tiba kondisinya memburuk seperti semula waktu kami melihatnya pertama kali. Nafas dan denyut jantungnya mulai melemah kembali dan luka-lukanya juga Kembali mengeluarkan darah.
“Sudah kuduga bahwa velos energeia tak
dapat menyembuhkannya. Hanya gen SPACE-TIME PART lah yang dapat menyembuhkannya.” Evic melihatku
“Apa…Tapi bagaimana cara memasukan genku
pada dia?” Aku bertanya pada Evic.
“Masa kamu tak tahu Alaric.” Kata Daniel
pada ku.
“Yah cara memasukkan gen mu pada perempuan itu hanya dengan ciuman saja.” Ucap Evic menyambung perkataan Daniel.
“Apa ciuman." Teriak ku "Tak adakah cara yang lain selain ciuman.” Tanyaku pada Evic.
“Tak ada. Walaupun kau membawa dia ke D-6 dia
tak akan bisa di obati.” Jawab Evic padaku
“Tak mungkin aku mencium orang yang tidak ku kenal.” Ucap ku pada mereka
“Sudahlah dia itu sedang memerlukan ciuman
dari seseorang pangeran.” Kata Daniel yang sedang merayu aku, agar aku mencium
perempuan tersebut.
“Baiklah… aku akan mencium dia.” Ucapku
dengan rasa kesal melihat daniel.
Aku pun duduk di dekat perempuan tersebut
dan mulai mencium dia. Ditengah aku mencium perempuan tersebut, Daniel mengeluarkan gadgetnya dan memfoto aku yang sedang mencium perempuan yang tidak kukenal dengan gadgetnya,
“Sedang apa kau Daniel.” Ucapku dengan
suara kesal padanya.
“Oke sudah terkirim.” Kata daniel yang sedang memainkan gadgetnya “Oh, aku sedang mengirim fotomu yang sedang berciuman ke media sosialku.” Ucap Daniel sambil memperlihatkan gadgetnya padaku.
“Apa…. Cepat hapus itu.” Teriakku Pada Daniel dengan nada marah.
Mendengar kami yang sedang bertengkar, Evic pun memarahi kami dan menyuruh kami agar tidak ribut.
Tak lama kemudian setelah aku mencium perempuan tersebut Evic mengeluarkan dan menembak perempuan tersebut dengan velos energeia.
“Mengapa kamu menembak dia dengan velos
energeia, Evic?” Tanya ku pada Evic.
“Agar proses penyembuhannya lebih cepat
pastinya.” Jawab Evic padaku.
Setelah Evic memberi tembakan dengan velos
energeia luka-luka yang ada di tubuh perempuan tersebut tidak lagi mengeluarkan darah dan organ-organ tubuhnya mulai membaik. Tak lama kemudian kami pun langsung membawa dia ke D-6 untuk mendapatkan pertolongan medis yang
sesungguhnya.
__ADS_1
***
Sesampainya di rumah sakit D-6 perempuan
tersebut langsung mendapatkan pertolongan yang signifikan dari dokter selama 30 menit. Tak lama kemudian dokter yang sedang mengobati perempuan tersebut keluar dari ruangan pemeriksaan dan memberi kabar bahwa perempuan tersebut sudah mulai membaik.
Mendengar kabar tersebut Evic pun merasa
senang dan gembira bahwa perempuan itu sudah mulai membaik walaupun belum sadarkan diri. Melihat hal tersebut aku pun bertanya-tanya siapa perempuan itu, dan apa hubungannya dengan Evic, tanyaku di dalam pikiranku.
Tak lama kemudian Daniel bertanya pada Evic
tentang siapa perempuan yang kami tolong tadi. Evic pun menjawab tentang siapa perempuan tersebut, dia menjawabnya bahwa perempuan yang tadi kami selamatkan bernama kesya. Dia
sama seperti Arion yaitu dia adalah objek penelitian Ayahku dan Samuel.Mendengar hal tersebut aku bertanya pada Evic.
”Bukankah hanya Arion yang selamat?” Tanyaku pada Evic.
“Yah, hanya Arion lah yang selamat pada hari
pembantaian di labolatorium ayahku.” Jawab Evic menjawab pertanyaan ku.
“Tapi bagaimana bisa dia selamat.” Tanya
Daniel memotong aku yang ingin bertanya hal yang sama pada Evic.
“Kalau itu aku tidak tahu bagaimana bisa dia selamat.” Ucap Evic menjawab pertanyaan Daniel.
"Kalau itu aku tau jawabannya" potong Loretta yang datang menghampiri kami "Nathan lah yang menyelamatkannya dan membawa dia pergi ke dimensi lain."
"Apa Nathan." teriak kami semua yang berada di ruang tunggu.
"Oh, iya Evic ada yang ingin ku bicarakan tentang kesya pada mu." Loretta menarik Evic dan berbicara menjauhi kami berdua.
***
Tak lama kemudian aku mendengar suara Langkah kaki orang lain menuju tempat kami yang sedang berbicara. Suara Langkah kaki tersebut rupanya adalah Lauren yang baru siap mengurus administrasi rumah sakit.
Lauren langsung datang ke tengah-tengah pembicaraan mereka sedangkan kami di hiraukan mereka. Mereka berbicara hanya bertiga saja tanpa mengikutkan Aku dan Daniel dalam pembicaraan tersebut.
Setelah mereka berdua selesai berbicara, mereka datang menghampiri aku dan Daniel dan menyuruh kami untuk pulang ke dimensi kami. Karena di dimensi kami sudah malam tentunya.
Aku dan Daniel pun pergi ke toilet untuk membuka portal dimensi kami. Sebelum kami pergi, kami
sudah mengatakan pada Evic dan juga pada Loretta bahwa kami akan datang kesini lagi.
***
Keesokan harinya aku dan Daniel pergi ke dimensi teknologi untuk memeriksa keadaan kesya. Kami membuka portal menuju toilet rumah sakit dimensi teknologi.
Setelah kami sampai di dimensi teknologi aku melihat Loretta dan Lauren sedang Terburu-buru sedang mencari sesuatu. Aku dan Daniel pun menghampiri mereka.
“Apakah kelian melihat kesya.” Loretta bertanya
pada aku dan Daniel dengan suara tergesa-gesa dan cemas.
“Tidak. Kami baru saja sampai.” Jawab Daniel.
“Apakah dia kabur.” Tanya ku pada Loretta dan Lauren.
“Yah.” Jawab Lauren.
“Apa…Bagaimana bisa dia kabur, dengan
lukanya yang begitu parah.?” Tanya ku pada mereka berdua sambil menyala perkataan Lauren.
“Pelupa…Apa kah kau lupa Alaric, gen dari
SPACE-TIME PART kan dapat menyembuhkan luka-luka yang parah dalam 1 hari bukan.”
Jawab Daniel dengan menyindir aku.
“Jadi bagaimana mungkin dia kabur. Apakah
tidak ada yang menjaga ruangannya?” Tanyaku lagi pada mereka.
__ADS_1
“Akulah yang menjaga ruangannya. Tapi aku
sempat meninggalkannya sebentar karena
aku ingin ke toilet untuk buang air kecil. Setelah aku selesai dari toilet aku melihat pintu kamarnya terbuka dengan dia tidak ada di sana.” Jawab Lauren padaku.
“Baiklah. ayo kita cari dia.” Ucap daniel pada kami.
Kamipun memutuskan untuk mencari Kesya
dengan berpencar. Aku mencarinya di taman rumah sakit, daniel mencarinya di kantin rumah sakit, Loretta dan Lauren mencari di toilet wanita.
Tak lama kemudian Daniel menghubungi kami bahwa kesya sedang berada di kantin sedang
duduk. Aku pun bergegas berlari ke kantin, di sana sudah ada Loretta, Lauren dan juga Evic beserta Arion serta dokter yang merawatnya.
Dokternya pun mengajak kesya untuk Kembali keruangan ya. Setelah sampai ke ruangannya, dokter yang merawat kesya berkata bahwa besok kesya sudah bisa pulang. Kami pun merasa senang mendengarnya.
Tak lama kemudian dokter tersebut meninggalkan kami dan pergi menuju ruangan lain untuk memeriksa pasien lain.
Setelah dokter tersebut meninggalkan kami, aku bertanya pada Evic. "apakah kamu sudah bertanya pada kesya mengapa dia terluka.”tanyaku. “Sudah, tapi dia tidak dapat mengingatnya. Dokter bilang dia hilang ingatan setengah hidupnya.” Jawab Evic.
" Hilang ingatan setengah hidup?" tanya Daniel.
"Hilang ingatan setengah hidup adalah dia hilang ingatan secara random (acak). Hilang ingatan ini terjadi jika suatu peristiwa buruk membekas di pikiran seseorang dan ingin melupakannya." Jelas Loretta.
"Tak mungkin."
"Hilang ingatan ini sangat jarang terjadi." Lanjut penjelasan Loretta.
"Jadi dia tak ingat siapa yang membuat dia menjadi terluka." Tanya Arion.
"Iya lah goblok." jawab Daniel.
Mendengar jawaban Daniel tersebut membuat Arion marah dan menghina kembali Daniel, hingga akhirnya mereka bertengkar saling mengejek.
Melihat hal tersebut Evic menyuruh mereka berhenti bertengkar dengan suara kesal.
“Tidak mungkin. Jadi bagaimana kita tahu siapa yang membuat dia terluka parah.” Ucap Daniel.
“kita harus menunggu sampai ingatannya Kembali pulih.” Jawab Evic menjawab pertanyaan Daniel “Tapi untuk sementara waktu kau yang akan
mengurusnya Alaric.” Kata Evic pada ku.
“Apa.” Ucapku dengan suara keras. “Kenapa
harus aku?”
“Yah..siapa lagi.” Ucap Evic “Rumahku hanya memiliki dua kamar sedangkan Arion itu tidak memiliki rumah, Terlebih lagi dengan Loretta. Loretta selalu banyak tugas sehingga dia tidak sempat untuk pulang kerumahnya.” Jawab Evic pada ku.
“Daniel bagaimana.” Kataku.
“Tak mungkin aku, aku akan di marahi oleh
orang tua ku kerena membawa seorang perempuan ke rumahku.” Jawab Daniel padaku
“Sudahlah di rumahmu aja, inikan lagi libur sekolah.”
“Kenapa harus aku.” Teriakku.
***
Biodata
Nama : Loretta
Umur : 18 tahun
Tinggi : 165 cm
Pekerjaan : Dokter dan Ilmuwan
Warna rambut : Emas kekuningan
Warna mata : Biru muda
__ADS_1
Warna kulit : Putih