DIMENSION GUARD

DIMENSION GUARD
hubungan


__ADS_3

Tentu saat ini Redia menaruh rasa curiga terhadap Askar, dimana untuk seorang murid sekolah Elementor kelas reguler, terdengar aneh ketika mengenal anggota pasukan militer berkekuatan khusus.


Lelaki bernama Askar memang misterius, keahlian bertarung silat harimau setingkat para ahli dan nama yang cukup terkenal setelah melawan senior Silka. Redia bukan orang bodoh karena tidak menyadari itu semua. Tapi Askar jelas merahasiakan indentitas cukup besar dan menjaganya agar tidak diketahui oleh publik.


"Memang tidak pernah aku sangka, aku belajar ilmu silat harimau dari letnan Roi, dan aku berlatih tanding dengan adik anda, Takdir tidak pernah bisa ditebak." Ucap Askar yang tertawa-tawa sendiri.


"Tapi aku merasa jika takdir ini tidak terlalu buruk." Balas Letnan Roi.


"Anda benar letnan."


Setelah semua pembicaraan yang tidak lebih sekedar basa basi, Red beranjak untuk pergi ke toilet, hanya saja setelah pintu tertutup, ekspresi Letnan Roi dan Askar berganti serius.


"Askar, terima kasih, karena kau aku bisa selamat. Jika kau tidak merobek kendali ruang itu, aku yakin tubuhku sudah hancur." Ucap Roi dengan melihat semua luka yang masih baru di tubuhnya.


"Bukan hal penting letnan, kebetulan saja aku berada tidak jauh dari tempat anda." Balas Askar.


"Tidak mungkin aku percaya jika itu hanya kebetulan, tapi biarlah...."


"Lantas apa Letnan tahu sesuatu dengan tujuan para penyusup yang mencuri Dimensional Cube itu."


"Aku secara sengaja merahasiakan ini dari komandan Zam, aku ingin kau mendengar kenyataannya terlebih dahulu, karena berhubungan denganmu, jika Setsu lah yang mengambil Dimensional Cube." Balas letnan dengan nada serius.


"Ini seperti yang aku kira." Gumam Askar.


"Jadi kau sudah tahu sejak awal Askar."


Askar menganggukkan kepala...."Mungkin bisa dibilang begitu, setelah merasakan jenis energi dari kendali ruang, aku yakin kekuatan itu adalah milik Setsu."


"Aku juga sangat terkejut, bagaimana bisa dia melakukan semua ini."


"Entahlah, tapi penyerangan di gedung utama BPSEN, setelah dia tahu, jika aku sudah bebas tugas dari anggota militer." Pikir Askar seakan tujuan Setsu sudah di rencanakan.


(Note :BPSEN singkatan dari Badan Pengawas Sumber Energi Nasional.)


"Jika memang begitu, seharusnya aku tidak memberitahu Setsu jika kau telah keluar." Ada penyesalan tersirat di wajah Roi.


Jarak kejadian itu sendiri hanya berselang satu hari setelah mereka bertemu, tapi karena Setsu sangat mengenal dirinya, sehingga sadar, selama Overlord masih ada, Dimensional Cube mustahil untuk didapatkan.


"Pertemuanku dengan Setsu di sekolah, dia sudah menunjukan perubahan sikap yang sangat berbeda, Tidak... dia berubah setelah kematian Zifa, seakan di dalam hidupnya sekarang terombang-ambing pada keputusasaan." Berkata Askar memikirkan tentang Setsu tentang dirinya di masa lalu.

__ADS_1


"Tapi apa ini berhubungan dengan Dimensional Cube."


"Itu sudah pasti." Askar yakin.


"Apa mungkin dia akan menjualnya ke pihak luar."


"Aku tidak yakin letnan, Setsu bukan orang yang gila akan kekayaan, dan dia pula lebih mementingkan sebuah hubungan...." Seketika Askar diam.


"Itu benar juga." Letnan Roi pun setuju.


"Hubungan ?... Setsu ingin menggunakan Dimensional Cube untuk mendapatkan sesuatu dari sebuah hubungan dalam hidupnya sendiri." Ucap Askar lirih.


Meski semua masih samar, tapi Askar seakan tahu tujuan Setsu, Dimensional Cube tidak hanya menjadi sumber energi saja, banyak hal bisa dilakukan ketika mampu memahami cara kerja benda keramat itu.


"Letnan apa bisa aku meminta sesuatu ?." Bertanya Askar.


"Apa yang bisa aku bantu Askar ?."


"Tolong jangan beritahu kepada Komandan Zam atau orang lain tentang Setsu."


"Apa kau yakin Askar ?, perbuatan Setsu sudah menjadi tindakan kriminal dan harus menerima hukum yang sepadan."


"Baiklah jika kau memintanya, Askar. Bahkan aku memang berpikir hanya kau yang bisa menyelamatkan Setsu dari perbuatan jahat." Letnan Roi pun paham atas keinginan Askar tentang sahabatnya itu.


"Terimakasih letnan, aku akan mencoba yang terbaik."


Tidak lama Redia pun kembali setelah tiga puluh menit menghabiskan waktu di kamar mandi. Wajahnya masih terlihat kusut saat dia pergi dan tetap sama ketika selesai menuntaskan urusannya.


"Kau cukup lama Red, Apa kau terkena sembelit ?, Sebaiknya banyak-banyak makan sayur berserat." Asal saja Askar berkata.


"Bisa-bisanya kau mengatakan itu kepada seorang gadis."


"Aku hanya memberi sedikit saran."


"Aku tidak butuh saran darimu." Marah Redia untuk saran Askar.


Jarum jam sudah menunjukan pukul 21.00, dimana waktu jenguk pasien pun sudah berakhir, sehingga ini saatnya bagi Askar dan Redia untuk pulang ke asrama.


"Baiklah Letnan, aku akan pulang, semoga lekas sembuh."

__ADS_1


"Tentu saja Askar, dan tolong jaga adikku di sekolah, meski pun itu merepotkan, tapi aku yakin kalian bisa akrab." Balas letnan Roi.


Merah wajah Redia malu dan kesal...."Hei siapa yang kakak panggil merepotkan ?."


"Akan aku lakukan, jadi jangan khawatirkan apa pun." Askar pun menyanggupi.


Askar dan Redia pun beranjak pergi meninggalkan rumah sakit, menggunakan kereta malam, keduanya lebih banyak diam karena semua kejadian di hari ini cukup membuat Redia merasa canggung.


Selagi menunggu pemberhentian mereka di stasiun sekolah, Redia mulai memperhatikan Askar yang kini berada tepat di sampingnya.


Sosok lelaki yang dia kenal kurang dari 24 jam lalu ini memiliki banyak rahasia, dia tampak seperti orang biasa pada umumnya. Tidak akan ada satu pun percaya, jika murid sekolah mengenal anggota pasukan militer khusus sebagai teman.


"Askar siapa sebenarnya kau ini, seorang pasukan militer yang menyamar sebagai murid sekolah kah ?, Atau hanya murid biasa yang tanpa sengaja mengenal kakakku ?." Bertanya Redia.


"Aku hanya anak sekolah biasa, tidak kurang, tidak lebih, bahkan jika kau bertanya di supermarket mereka akan mengenalku sebagai murid sekolah." Jawab Askar mengalihkan pembicaraan.


"Siapa juga yang bisa kau ajak kenalan di supermarket, tukang parkir ?." balas Redia dengan wajah kesal.


"Jangan salah kemarin kasir supermarket, tanya nama dan alamatku."


"Itu mereka lakukan untuk menghipnotis mu agar mau daftar member."


"Kau sepertinya kurang paham Red, member hanyalah kedok, tapi ketampanan ku adalah sesuatu yang mutlak." Balas Askar cukup yakin dengan jawabannya.


"Terserah kau saja." pasrah Red untuk membicarakan tentang apa pun kepada Askar.


Sejenak terdiam dan mengalihkan pandangan ke luar jendela, suasana malam memang cukup ramai dengan segala macam aktivitas manusia yang belum berakhir.


"Askar, apa kau tahu pasukan Raynor Avya ?." bertanya Red dengan tiba-tiba.


"Sedikit, tapi kenapa kau bertanya ?." Balik Askar bertanya.


"Aku pernah membaca arsip milik kakakku, dan di sana menyebutkan nama Raynor Avya."


"Raynor Avya adalah pasukan khusus yang di bentuk oleh militer sebagai senjata terkuat pertempuran negara dan itu terbilang sangat rahasia." Perjelas Askar.


"Bagaimana mungkin itu rahasia, kau saja mengetahuinya." Balas Red yang semakin penasaran.


"Hanya kebetulan..... Hmmm iya itu hanya kebetulan."

__ADS_1


Askar melihat ke arah Redia, gadis berambut merah itu tampak murung, duduk melemaskan pundak dan dihembuskan pula nafas panjang, setelah semua pembicaraan yang tidak ada artinya.


__ADS_2