
Setsu membawa Sea menuju puncak gunung Merapi, tidak ada yang bisa dia lakukan, dimana Setsu menggunakan rantai khusus untuk meniadakan segala bentuk kekuatan energi.
Termasuk juga alat Elemenstator milik Sea pun Setsu ambil untuk mencegah kejadian yang tidak perlu dalam rencana Setsu sekarang.
"kenapa kau melakukan semua ini senior Setsu." Berteriak Sea yang di bawa oleh setsu di atas pundaknya.
"Askar tidak akan mati hanya karena tusukan jantung itu, aku ingin mengulur waktu sampai tujuanku selesai." Balas Setsu dengan tenang.
Mengetahui penjelasan Setsu, tentu Sea merasa tenang, karena kekhawatiran kepada Askar tidak lagi menjadi masalah. Sejak dia mengenal Askar memang banyak hal terjadi, termasuk melakukan hal-hal berbahaya yang mengancam nyawa.
Sedangkan sampai sekarang, Askar tetap sehat walafiat, dan Setsu pula meyakinkan bahwa Askar tidak akan mati hanya karena jantungnya tertusuk, lelaki itu memang bukan manusia biasa.
"Tapi...."
"Kau ingin bertanya kenapa aku sampai melakukan, apa tidak bisa bicara baik-baik dengan Askar, tanpa harus mengorbankan banyak orang, termasuk menusuk jantungnya." Jawabnya sebelum Sea selesai bicara.
"Apa kau seorang dukun." Itu jelas membuat Sea terkejut.
"Tidak, tapi aku bisa melihat raut wajahmu ingin mengatakannya."
"Lantas kenapa kau tidak melakukan itu semua." Sea tentu menjadi bingung.
"Karena apa yang aku lakukan ini sama saja dengan menentang hukum alam dan takdir, Askar tidak akan membiarkanku melakukanya, karena dia adalah titisan dari sang penjaga dimensi." Jawab Setsu seakan menyadari fakta dari kehadiran Askar.
"Apa yang ingin kau lakukan."
"Mengambil kembali, sisa jiwa milik Zifa dari sungai Akheron di alam dimensi astral."
Sea tidak tahu dengan pasti apa yang sedang Setsu jelaskan, tapi dari ucapannya segala hal tentang dimensi astral begitu mendalam. Memang tidak banyak orang tahu bagaimana seluk beluk tentang dimensi bagi para makhluk astral. Sehingga bisa dikatakan jika Setsu ingin melakukan sesuatu yang sangat besar.
"Lantas kenapa senior membawaku, apa yang akan kau lakukan ?, Bukankah Askar sudah tidak bisa menghentikan rencana mu." Bertanya Sea tetap tenang.
"Tidak, aku masih membutuhkanmu sea." Jawab Setsu.
"Untuk apa ?."
"Menjadi wadah bagi jiwa Zifa." Itulah tujuan Setsu kepada Sea.
"Tidak akan, meski kau meminta senior, aku tidak akan melakukannya." Jelas Sea menolak.
"Dari semua orang yang aku kenal hanya kau satu-satunya manusia dengan kecocokan 90% untuk menjadi tubuh baru Zifa." Setsu sudah mencocokkan semua DNA dan karakteristik antara mereka berdua.
__ADS_1
"Meski begitu, aku tidak ingin melakukan keinginan mu."
"Ini hanya sementara sampai aku membentuk tubuh lain yang lebih cocok."
"Sekali tidak, tetap tidak."
"Memangnya kau bisa menolak." Satu tangan hinggap di kepala sea, dan aliran energi memasuki tubuhnya.
Seketika itu, kesadaran Sea lenyap dan pingsan karena terlalu banyak bicara. Dia pun terus berjalan menyusuri jalan setapak di tengah hutan menuju puncak gunung Merapi.
Setsu berdiri di sebuah tanah lapang di tengah hutan gunung Merapi.
Dengan kompas nirwana yang adandi tangannya, arah jarum energi menunjuk lurus tepat di tengah-tengah tanah lapang. Ini menjadi tempat pertama dari tujuannya.
Semua yang terlihat hanya tanah kosong, tanpa ada apa pun, karena sejak awal wilayah ini sudah di selimuti oleh kekuatan energi besar agar tidak bisa di temukan.
Hanya dengan bantuan kompas nirwana Setsu bisa memasuki kabut energi yang menyesatkan siapa pun ketika memasuki wilayah kosong ini.
Berjalan lurus dan ternyata ada dinding tidak terlihat menjadi pembatas antara bagian hutan dan bagian dalam tanah kosong. Setelah Setsu memasukinya, disitulah terlihat sebuah kuil batu usang dan separuh runtuh berdiri tanpa diketahui oleh siapa pun.
"Tidak ada satu orang pun yang bisa menghentikan ku, bahkan jika itu adalah sahabat ku sendiri."
Sepintas kemudian, sesosok makhluk keluar dari balik bayangan Setsu, dialah awal segala rencana ini, makhluk astral tanpa nama yang menceritakan semua hal tentang mengambil kembali sisa jiwa dari pemilik kekuatan roh kontrak.
"Apa pun untuk Zifa, jika harus berkorban nyawa, aku tidak akan ragu."
"Melihat Emosi dari seorang manusia memang sangat menyenangkan, kami para makhluk astral hanya mementingkan diri pribadi, tidak bisa melihat hal menyenangkan seperti cinta dan kebencian."
"Aku tidak perduli soal itu, aku berterimakasih karena kau sudah memberikan solusi untukku." Setsu memikirkan hal lain.
"Aku pun berterimakasih, karena saat kau membuka Dimensi Astral, aku bisa kembali ke tempatku." Jawabnya.
"Selama itu saling menguntungkan aku tidak masalah."
Memang hal ini belum pernah di lakukan oleh siapa pun, tapi dengan penjelasan mengenai sisa jiwa yang menjadi bayaran untuk melakukan kontak bagi para makhluk dimensi Astral. Tentu ada satu kemungkinan jika saja Setsu mampu mengambil kembali jiwa milik Zifa.
Setsu melihat ke jam tangan, dan menunggu satu waktu yang menjadi titik temu dimana matahari akan ditelan kegelapan, itulah gerhana matahari.
Energi alam besar dari matahari yang menjaga keseimbangan dunia manusia akan menjadi lemah, dan disaat itulah pintu dari ketiga dimensi bisa dibuka secara penuh.
*******
__ADS_1
Tapi di sisi lain.....
Askar berlari cepat mengejar dan mencari keberadaan Setsu, kemampuan dari zona pencari keberadaan mereka seakan dilenyapkan dengan sengaja.
Jika itu Setsu, Askar tidak mengatakan mustahil, dia adalah sosok jenius yang melalui berbagai pengalaman dalam bertarung, begitu juga memahami seluk beluk tentang dirinya sehingga bisa saja melakukan trik khusus agar dia tidak bisa di ketahui.
Di sekeliling Askar, dia bisa melihat sisa-sisa kerusakan akibat predator milik Craneo memberikan dampak buruk karena banyak pepohonan tumbang dan korban jiwa dari beberapa murid sekolah Elementor dalam Pesta Nusantara tidak terhindarkan.
Tapi tiba-tiba saja Askar dihentikan oleh seorang lelaki yang dia lihat sedang bertarung dengan satu predator tingkat tinggi. Perlawanan cukup sengit, hingga sosok lelaki itu terpojok di tepian jurang.
Askar sadar dan mengenal sosok lelaki yang menggunakan jubah putih hijau, termasuk lencana emas dari sekolah Elementor tujuh.
Tepat sebelum serangan Predator membuatnya jatuh, sebilah pedang melayang tepat ke kepala predator dan membakarnya dengan cahaya merah.
Askar berdiri tepat di belakang tubuh predator yang perlahan musnah, dan menarik kembali pedang setelah jatuh ke tanah.
"Tu... tuan Askar ....." Ucapnya begitu sendu.
Seakan melihat sosok pahlawan yang muncul ketika nyawanya terancam, tidak bisa di pungkiri jika kehadiran Askar kini membuatnya berhutang nyawa.
"Remure, apa kau melihat Sea ?." Bertanya Askar tergesa-gesa.
"Tuan Askar, terimakasih karena kau menyelamatkan ku, aku akan membalas apa pun yang bisa aku lakukan." Remure menunjukkan wajah dengan segala kebahagiaan.
"Lupakan itu, aku hanya ingin bertanya, apa kau melihat Sea."
"Sea ?, Siapa dia ?." Balas Remure bertanya.
"Kau tidak mengenalnya ?."
Remure menggelengkan kepala, dan Askar menghembuskan nafas berat karena tidak mendapatkan informasi tentang keberadaan Sea.
"Tapi aku melihat seorang gadis dengan jubah Elementor tiga dibawa oleh seorang lelaki." Ucap Remure lain.
Kepala Askar terangkat, karena jelas sekali jika itu adalah Setsu dan Sea...."Kemana dua orang itu pergi."
"Ke puncak gunung, lebih tepatnya memasuki hutan ke arah barat."
"Terimakasih, Remure."
"Tapi tuan Askar...." Remure tidak bisa banyak bicara dengan Askar, dimana dia segera pergi dan lenyap dari hadapannya.
__ADS_1
(Maaf untuk sebelumnya, mungkin selama puasa jarang Up, karena banyak kerjaan, dan cukup sulit membagi waktu, maaf, sekali lagi saya minta maaf.)