DIMENSION GUARD

DIMENSION GUARD
kerja sama


__ADS_3

Di dalam laboratorium penelitian universitas Elementor tiga, klub Dimensi.


Malam kini semakin larut masih membuat satu orang terjaga, disibukan oleh benda-benda ciptaannya sendiri untuk menyelesaikan projek seperti yang dia inginkan.


Tangan yang tidak berhenti untuk merakit setiap komponen, satu demi satu terpasang, obeng berputar mengunci baut dan mengambil kunci benda lain.


Tidak ada orang lain di sekitarnya, para mahasiswa lain sudah pergi untuk pulang ke rumah atau kembali ke asrama. Hanya dirinya sendiri menuangkan segala kerja keras demi satu tujuan atas kepentingan pribadi.


Tapi dalam sebuah tempat terkunci, suara langkah kaki berjalan mendekat melewati bayangan dari sisi ruangan yang gelap. Sosok dengan topeng tengkorak menampakan diri.


Setsu menyadari dan berhenti memutar obeng yang masih di pegang erat oleh tangan. Membalik pandangan untuk diarahkan ke belakang, melihat ke tempat makhluk itu berdiri.


"Kau melakukan semuanya dengan sangat baik Setsu, apa ini yang di katakan bahwa, ketika manusia memiliki tujuan maka mereka akan berusaha semaksimal mungkin." Ucap sosok itu terdengar akrab.


"Kau tahu Craneo, jika aku melakukannya setengah hati, tujuanku tidak akan pernah tercapai." Balas setsu.


"Itu benar sekali."


"Dan kau harusnya sadar, satu orang yang mungkin menjadi penghalang terbesar untuk rencana ku bukan makhluk sembarangan, dia adalah lawan yang mustahil dikalahkan, monster nyata dari manusia." Setsu menggambarkan jelas bagaimana sosok Askar.


Terdengar suara tawa yang tidak nyaman didengar mulai menggema ke seluruh ruangan, dari sorot pandangan mata itu sendiri menunjukkan tatapan kuat penuh permusuhan.


"Askar..." Diucapkan olehnya satu nama dengan nada keras.


Tersenyum Setsu dan berkata...."Dialah orangnya, tanpa persiapan yang matang, aku sendiri tidak mungkin menyentuh tubuhnya jika harus bertarung."


"Aku masih ingat dengan jelas dengan kekuatannya yang mampu menghancurkan pasukan predator dalam kendaliku."Dengan marah Craneo mengingat Askar.


"Itu baru 30% dari kekuatannya yang nyata."


"Aku tahu, jika bukan karena kehadirannya saat itu, klan Mataram sudah lenyap dari dunia ini."


"Kau terlalu percaya diri, Craneo, klan Mataram bertahan selama berabad-abad, generasi ke generasi, membawa nama kerajaan hingga sekarang, mereka tidak akan musnah begitu saja." Setsu jelas sekali merendahkan makhluk bertopeng itu.


Craneo seakan tidak menyukai ucapan Setsu, dia berjalan mendekat dengan aura hitam pekat seperti kabut dari atas kepalanya.


"Sebenarnya kau berada di pihak siapa Setsu."


"Aku tidak berada di pihak siapa pun, kita berdua hanya menjalin kerja sama, kau ingin mengalahkan Askar dan melenyapkan klan Mataram, sedangkan aku ingin membuka Dimensi Astral dan membawa kembali jiwa Zifa ke dunia ini." Jawab Setsu sebagaimana mestinya.


Langkah Craneo berhenti setelah mendengar ucapan Setsu, dia kemudian tertawa sendiri sembari membuka topeng tengkorak yang menutupi wajah.


"Ya aku tahu, kau adalah orang yang rela mengorbankan teman mu sendiri, kau sama seperti kami." Ucap Craneo tertawa kembali.

__ADS_1


"Jangan samakan aku dengan mu, aku tidak mengorbankan temanku, aku hanya memberikan bantuan agar kau mendapat kesempatan, sedangkan mampu atau tidak, itu urusanmu."


"Apa itu artinya kau hanya mempermainkan ku."


"Tidak juga, karena dengan alat yang aku kerjakan ini akan membuat semua makhluk kehilangan energi mereka." Cukup santai Setsu menjawab.


"Apa termasuk dengan Askar ?."


"Harusnya begitu, karena aku sudah pernah mencoba dengan predator tingkat Unknown, mereka tewas kehabisan energi dalam 10 menit."


"Oh, kau memang sangat jenius Setsu."


"Tidak perlu kau memujiku, aku tidak butuh, selama kau membantuku membuat kesempatan saat membuka gerbang dimensi astral, itu sudah cukup, selanjutnya, kita lupakan kerja sama ini." Setsu memberi tambahan dengan tegas.


"Aku mengerti, jangan khawatir Setsu."


"Kalau begitu kau pergilah, jangan ganggu aku, alat ini akan selesai dalam dua hari, dan tujuan kita dimulai." Balas setsu yang tidak menyukai kehadiran Cronus.


"Kalau begitu, aku akan pergi."


Langkah Cronus, berbalik memasuki bayangan dan lenyap dari dalam ruangan.


*******


Askar duduk diam di bangku taman, dalam lamunan dia memikirkan semua yang baru saja dia ketahui.


Askar sudah membaca dua gulungan lontar yang menjadi arsip sejarah kerajaan kuno dari klan Mataram. Semua menjadi semakin jelas, dimana tujuan Setsu dengan Dimensional Cube adalah membuka kembali jalan penghubung antar tiga dimensi.


Ini jelas bukan masalah sederhana, karena dengan terhubungnya ketiga dimensi secara langsung, itu akan mengulang kembali bencana besar seperti di jaman kerajaan dulu.


"Surya yang terlahap oleh kegelapan.... Gerhana matahari, saat itu batas ketiga dimensi sangat lemah dan jelas Setsu mengincar waktu seperti dalam arsip." Gumam Askar sendirian.


Notabenenya, Surya atau matahari adalah Sumber kekuatan alam terbesar yang memberikan dunia dan tata surga energi agar tetap stabil.


Tapi ketika energi itu terhalangi oleh bulan dan gerhana mulai terbentuk. Energi yang menuju dunia menjadi lemah bahkan lenyap, perbatasan dimensi akan rentan untuk dihancurkan.


Ketika semua lamunan itu semakin jauh, sebuah lingkaran pemanggilan makhluk astral terbentuk dengan sendirinya, dan sesosok kucing pun melompat keluar.


"Omen, kenapa kau keluar...." Ucap Askar.


Omen adalah salah satu makhluk astral agung dari dimensi Astral yang menjadi partnernya, dengan kekuatan sedemikian besar itu, cukup mudah bagi Omen membuka pintu untuk keluar tanpa perlu menunggu dipanggil.


"Tuan aku ingin membicarakan soal Setsu." Ucap Omen.

__ADS_1


"Apa itu..."


Segala hal yang Askar lihat dan lakukan tentu Omen tahu, karena jiwa mereka saling terhubung, begitu pula dalam perjalanan hidupnya selama ini, bersama dengan Setsu atau pun Zifa.


"Aku pikir tujuan Setsu adalah membawa kembali ekstraksi jiwa Zifa dari dimensi Astral." Ucap Omen yang berspekulasi tentang Setsu.


"Jika itu Setsu lakukan, maka penguasa dimensi astral akan marah." Askar tahu konsekuensi dari mereka.


"Tapi aku sendiri cukup kenal dengan Setsu, dia tidak perduli untuk masalah apa pun selama Zifa bisa kembali." Omen yang mengetahui mereka dari ingatan Askar, tentu tidak salah.


"Aku tahu Omen."


"Jadi apa perlu kita menghentikannya."


"Entahlah, aku serasa seperti ingin menghancurkan hidup Setsu untuk kedua kalinya, ini sangat berat." Balas Askar semakin lemas.


Askar mengetahui perihal ekstraksi jiwa yang dilakukan makhluk astral bagi para pengguna kekuatan mereka. Ketika kedua makhluk saling berbagi tubuh, jiwa mereka pula akan terbagi pula.


Dan ketika pengguna itu tewas, separuh jiwa yang memiliki kesadaran akan lenyap, dan sisa jiwa yang telah melekat dalam makhluk astral dibawa kembali ke dimensi astral.


Setsu ingin membawa sisa jiwa Zifa dan membangkitkan jiwanya dalam tubuh baru, dia akan melawan hukum takdir, dan membuat penguasa dimensi astral marah.


"Askar..... " Sebuah suara memanggil.


Askar menoleh dan melihat Nura berjalan mendekat ke arahnya...."Ada apa nona Nura."


"Tidak, aku hanya ingin bicara denganmu." Balas Nura.


"Apa itu nona."


"Aku pikir kau terlihat frustasi setelah membaca gulungan lontar, jadi aku pikir kau butuh teman mengobrol." Jawabnya dengan senyum.


"Sebenarnya tidak perlu, karena aku sudah memiliki teman bicara." Balas Askar.


"Nura merasa malu untuk jawaban Askar..."Siapa ?."


"Dia..." Tunjuk Askar ke arah kucing yang ada di depannya.


"Kenapa ada kucing disini, aku tidak ingat jika disini memiliki binatang peliharaan." Berkata Nura bingung.


Dan Omen pun menjawab.... "Nona, maaf tapi aku bukan binatang peliharaan."


Semakin terkejut Nura mendengar suara Omen...."Askar, sejak kapan ada kucing yang bisa bicara."

__ADS_1


"Dia bukan kucing sembarangan, dia adalah makhluk astral yang menjalin hubungan denganku." Jawab Askar.


__ADS_2