DIMENSION GUARD

DIMENSION GUARD
Episode 2 Perkenalan Dengan Malaikat


__ADS_3

Mimpi Buruk


“Ric…Ric…Ric….” Hard membangunkan ku dari tidurku “Ric..bangun…Ric… bangun…”


“Ehhh…. Dimana ini." aku melihat sekitar.


“kamu ini kenapa sih, Ric." kata Daniel  sambil bermain gadget.


“mungkin dia amnesia nih karena terlalu lama tidur di taman.” Sindir Hard padaku.


“Di taman…???” sambil mencoba mengigat.


“lya kita di taman. Dasar pelupa.“ sindir Daniel.


“Yuk, kita pulang sekarang.” kata Daniel sambil menyimpan gadget nya.


“Lari berpencar.“ ucapku sambil ketakutan.


“Alaric…Alaric…” Hard memanggil ku


dari belakang dengan suara terpatah patah. Aku Pun melirik kebelakang dan melihat Hard yang terluka di bagian perut dan tangannya yang berlumuran darah di sekujur tubuh yang sedang berbaring di lantai. Aku Pun langsung menghampiri dia.    


“Hard kamu kenapa." Sambil mencoba membantunya.


“Ric…. Lari …. lari Ricc.” Dengan napas yang terpatah-patah.


“Kamu kenapa Hard.” Aku berusaha menghentikan


pendarahan Hard.


“Lari Ric… kalua tidak kamu akan sama seperti aku.” Ucap Hard Sambil mendorong aku dengan tenaga yang kecil.


“Tidak ….Tidak ….Aku tidak akan meninggalkan mu.” Ucapku Sambil menangis.


“Lari……Ric…..” Teriak Hard padaku


Teriakannya tersebut membuat Alaric terbangun dari mimpi buruknya secara tiba tiba.


***


Tak lama setelah terbangun dari mimpi buruknya,

__ADS_1


Alaric mulai sadarkan diri dan mulai bertanya-tanya dimana dia sekarang.


“Ehhh…dimana ini?” Alaric melihat sekelilingnya


“Oh, kamu sudah bangun yah.” Ucap orang yang baru dia lihat yang sambil mengganti Infus Alaric.


“Dimana aku sekarang?“ Alaric yang mencoba untuk berdiri.


“Kamu jangan dulu berdiri.” ucap orang yang tidak ku kenal sambil membaringkan Aku kembali ke tempat tidur, “Kamu sekarang sedang berada di rumah sakit D-6 (Dimensi teknologi).”


“Apa D-6.” Dengan suara terheran.


”Iya, kamu sekarang ada di dimensi D-6, Alaric” ucap perempuan yang tak Ku kenal.


Aku pun melihat perempuan tersebut. Dia bagaikan malaikat perempuan yang turun ke bumi. Dengan suaranya yang lembut bagaikan kapas, rambut Panjang berwarna emas kekuningan (pirang),berkulit putih, bar bola mata biru langit, dan juga beraroma parfum wangi, yang tingginya kurang lebih 165 cm, apakah ini Namanya cinta pandangan pertama.


“ Siapa yang membawaKu kesini..? Aku bertanya pada perempuan yang tak kukenal.


“Evic lah yang membawa mu kesini.”


Tak lama kemudian aku mendengar suara kaki  yang ingin masuk ke ruangan Ku. Rupanya itu adalah Evic dan Arion datang untuk menjengukku.


“Kamu sudah bangun Alaric?” kata Evic yang berjalan kearah Ku. Aku Pun mengangguk -anggukkan kepala ku.


“Dia sekarang baik baik aja kok.” Jawab Arion sambil menepuk- nepuk punggungKu.


“Arion jangan menepuk-nepuk dia. Dia itu sedang luka loh.” Ucap perempuan yang tidak Ku kenal dengan suara halusnya.


“Hmmm... dasar cerewet” Arion menyindir perempuan yang tidak Ku kenal.”


Apa kamu bilang..,?" ucap perempuan yang tidak Ku kenal dengan suara marah.


“Iya…., aku tidak akan menepuk-nepuk dia lagi kok.” Arion yang terlihat ketakutan melihat sifat marah perempuan tersebut.


“Aku baik baik aja Lo……..?” Sambil mengigat nama perempuan yang baru kulihat.


“Oh, Iya. Perkenalkan nama saya Loretta.” Perempuan itu mengayunkan tangannya ke depan untuk salam perkenalan.


“Alaric. Nama saya Alaric.” sahutku sambil bersalaman dengan Loretta.


”Salam kenal Alaric” Loretta tersenyum padaku.

__ADS_1


“Salam kenal juga Loretta. “ Aku pun tersenyum untuk membalas senyumannya.


Tak lama kemudian Evic berbicara kepada Arion. “Arion, apa ada yang ingin kau sampaikan pada Alaric?“ Tanya Evic pada Arion.


“Tidak… Tidak ada kok.” Ucap Arion sambil menolehkan kepalanya.


“Arionnnn….” Ucap Loretta dan Evic dengan nada tinggi.


“Baiklah..Baiklah..," dengan suara kesal "Alaric maafkan aku karena sudah membuat kelian berdua terluka parah waktu Latihan.” Arion menundukkan kepala pada ku.


”Tak apa apa kok, Semua itu memang sudah terlanjur terjadi. Jadi tidak usah dipikirkan.” Ucapku sambil menegakkan tubuh Arion.


“Sekali lagi aku meminta maaf kepada kelian berdua.” Ucap Arion sambil memelukKu.


“Oh,iya. Dimana Daniel, apakah dia sudah sadar?” Aku bertanya kepada mereka.


"Kalau Daniel sih…” Tiba tiba Loretta  berhenti berbicara  karena suara pintu kamarku di buka secara kasar oleh seseorang dari luar.


“Kakak….” panggil seseorang gadis yang tiba-tiba datang keruangan ku.


“Ada apa Lauren.” Evic.


“ kakak, Daniel….” dengan suara terengah -engah. ”Kenapa dengan Daniel?.” jawab ku dengan cepat.


 “ Dia ………….”


***


Biodata


Nama : Daniel


Umur : 17 tahun


Pekerjaan : Pelajar


Tinggi : 165 cm


Warna rambut : Coklat tua


Warna mata : Coklat

__ADS_1


Warna kulit : putih ke coklatan


__ADS_2