
Tidak lama setelah pertemuan tidak sengaja dengan makhluk astral tanpa nama itu, Setsu pun memutuskan untuk keluar dari militer. Kawan-kawan satu perjuangan tidak mungkin menghentikan pilihan Setsu, termasuk juga Askar, terlebih lagi para petinggi menganggap Setsu telah kehilangan ketajamannya di dalam militer dan membiarkan pergi begitu saja.
Di sisi lain, Setsu mengundurkan diri dari militer adalah untuk mencari satu benda bernama kompas nirwana yang di sebutkan oleh makhluk astral itu.
Setsu tahu tentang kunci dimensi yang makhluk astral tanpa nama itu maksudkan, Dimensional Cube, benda artefak kuno peninggalan zaman prasejarah di tempat penyimpanan Badan Pengawas Sumber Energi Nasional.
Tapi satu hal pula yang membuat Setsu tidak bisa mendapatkannya dengan mudah, kehadiran sang Overlord, atau Askar sebagai penjaga, oleh sebab itu, mustahil untuk Setsu mendapatkan Dimensional Cube selama masih ada Askar di sana.
Sehingga Setsu mulai bergerak, ketika dia mengetahui jika Askar tidak lagi menjadi bagian dari militer, dan kesempatan itu pun akhirnya datang, segera saja dia bergerak untuk mendapat Dimensional Cube walau pada akhirnya harus melawan Roi.
Dan kompas nirwana, Setsu mencari semua informasi tentang kompas nirwana, Setsu menemukannya ketika dirinya berkunjung di kediaman klan kerajaan kuno Mataram, sebuah penghargaan karena telah membanggakan wilayah klan Mataram di kancah internasional. Dimana saat itu, tanpa sengaja dia melihat artefak bulat dengan delapan arah mata angin dalam bahasa kuno, semua terlihat mirip seperti dalam keterangan buku.
Tentu bukan hal mudah mendapatkan benda yang tersimpan dari kediaman klan Mataram, tapi masih terbilang mudah dari pada harus melawan Overlord.
Biar pun Setsu membawa sepuluh batalion pasukan tempur terbaik milik negara Indonesia, Askar sang Overlord masihlah sangat kuat, dia hanya perlu menggunakan separuh kekuatan yang dia miliki, lenyap pasukan itu semua tanpa sisa.
Namun untuk sekarang Setsu sudah mendapatkan dua benda yang dibutuhkan, memandangi dengan tatapan sendu karena tujuannya selama empat tahun telah tercapai.
"Kau membutuhkan cukup banyak waktu untuk dua artefak ini Setsu." Ucap satu kehadiran yang tiba-tiba saja muncul dari balik bayang-bayang.
"Bukan hal mudah mendapatkan Dimensional Cube, karena aku sendiri tahu seberapa berbahaya jika harus melawan Askar."
"Askar kah ?, Aku merasakan ada yang tidak biasa dari sosok manusia itu."
Sedikit senyum Setsu dikeluarkan..."Aku sudah tahu itu sejak awal bertemu, dia terlalu kuat untuk ukuran seorang manusia, bahkan aku berpikir, apa benar dia adalah manusia ?."
"Kau harus berhati-hati Setsu, dia bisa saja menghalangi tujuanmu."
"Aku mengerti."
Tanpa banyak bicara lagi, sosok samar itu pun lenyap, sampai sekarang antara Setsu dan makhluk astral tanpa nama, hanya untuk saling membantu. Meski pun dia tidak tahu pasti keinginan makhluk astral darinya.
Setsu hanya ingin membawa kembali Zifa dari kematian, karena disudut lain Ruang brangkas penyimpanan miliknya, terdapat satu wujud humanoid yang menyerupai sosok wanita bernama Zifa. Ketika dia mendapatkan kembali Jiwa itu, Setsu akan membangkitkan Zifa dalam hidupnya.
__ADS_1
*******
Keesokan harinya....
Erdu Panatagama berjalan pergi menuju salah satu gedung dari Universitas Elementor tiga. Tujuannya adalah mencari keberadaan Setsu yang dimana telah berjanji untuk membantunya melakukan kebangkitan kekuatan tenaga dalam.
Tidak terlalu jauh dari gedung Sekolah Menengah Atas Elementor tiga, kehadiran Erdu di gedung universitas cukup menjadi perhatian banyak orang.
Mereka mulai berbisik-bisik....
"Hei bukankah itu anak ketiga dari ketua Wira."
"Oh, kalau tidak salah dia bernama Erdu, anak yang menjadi aib bagi klan Mataram."
"Meski begitu, kau tidak boleh membicarakannya, dia tetaplah anak klan Mataram, kau akan mendapat masalah jika dia sampai mengadu."
"Hanya mengandalkan nama klan, dia tidak lebih seperti sampah di tempat ini."
Erdu tidak bisa membantah apa pun yang dikatakan oleh mereka semua, karena memang kenyataannya adalah benar. Tapi tujuan Erdu datang ke gedung universitas ini adalah untuk mengubah nasib.
Ruang penelitian dimensi astral menjadi lokasi yang di tuju oleh Erdu sebagai tempat untuk mereka bertemu. Sama seperti saat sekolah menengah atas, Setsu menghabiskan waktu dalam penelitian terhadap dimensi Astral.
Tepat ketika Erdu berjalan mendekati ruang penelitian, sosok Setsu sudah menampakkan diri di balik pintu, dia seakan tahu jika Erdu datang dan memberi sedikit sambutan kepadanya.
"Masuklah Erdu jangan malu-malu." Ucap Setsu menyambut Erdu.
"Terimakasih senior."
"Kau mau minum apa ?, Kopi hitam, kopi susu, teh tubruk, teh tawar, teh manis, hangat, dingin, atau bajigur, sekoteng, wedang jahe...."
"Apa semua itu ada senior." Erdu merasa tidak nyaman dengan segala tawaran Setsu.
"Tidak juga, hanya formalitas." Balasnya santai.
__ADS_1
"Air putih saja kalau begitu."
"Baiklah."
Melihat sekeliling, semua yang ada di pandangan mata Erdu tampak menakjubkan, alat-alat penelitian milik Setsu jauh lebih hebat dari tempat di Sekolah Menengah Atas.
Setsu mendapatkan semua perhatian khusus dari para dosen dan juga Rektor universitas karena kontribusi yang telah dia dapatkan, meski pun tidak ada orang lain tahu apa tujuan Setsu meneliti alam dimensi Astral.
Segelas air putih di suguhkan oleh Setsu, dia pun mengambil kursi untuk membicarakan maksud dan tujuan kedatangan Erdu.
"Jadi senior bagiamana dengan janji anda." Bertanya Erdu.
"Soal itu, kita bisa melakukannya kapan pun kau mau, aku sudah mengembangkan alat yang akan merangsang tubuh menerima dorongan energi eksternal dan menyimpannya." Jawab Setsu.
"Bagaimana dengan efek samping senior."
"Tidak ada efek samping yang berbahaya, karena aku hanya menanamkan kekuatan energi dari luar agar bisa membuatmu menggunakan kekuatan tenaga dalam, setelah dua atau tiga kali percobaan maka kau akan terbiasa mengolah energi dari tubuhmu sendiri." Setsu menjelaskan cukup terperinci meski pun Erdu tidak benar-benar paham maksud dan tujuannya.
"Aku mengerti, jadi bisa kita mulai sekarang."
"Tentu saja Erdu."
Tepat di bagian tengah ruang penelitian, Erdu bisa melihat sebuah alat dengan bentuk kursi panjang dan segala macam kabel detektor terhubung ke tabung besar di samping.
"Kau tidur lah di kursi itu." Perintah Setsu.
"Baik senior." Erdu pun tidak perlu pikir panjang dan banyak bertanya soal standar keamanan produk yang Setsu gunakan.
Erdu sudah berusaha keras melatih tubuh untuk mengeluarkan kekuatan tenaga dalam dengan semua jenis Elemenstator, tapi hasilnya nihil, atau juga melakukan perjanjian kontrak makhluk astral, tetap tidak membuahkan hasil.
Dia sudah lelah dan marah untuk menerima segala penghinaan, bahkan jika itu terbilang berbahaya, Erdu tidak akan berpikir dua kali, selama hasil yang akan dia terima sesuai dengan keinginannya.
Setsu mulai menyiapkan segala alat, menempatkan kabel detektor yang dihubungkan ke setiap titik syaraf dalam metode akupuntur. Tujuan Setsu adalah menanamkan energi eksternal melalui titik-titik tertentu yang bertujuan agar merangsang tubuh Erdu dalam menerima kekuatan energi.
__ADS_1
"Baiklah, aku akan memulainya." Ucap Setsu dan menekan tombol 'enter' dari komputer yang dia gunakan.