
Tak lama setelah mendengar kabar bahwa
Daniel sudah siuman, kami pun menjumpai Daniel keruangan nya yang tak jauh dari ruangan ku.
Di dalam perjalanan menuju ruangan tempat Daniel dirawat, mataku hampir tidak bisa berkedip karena teknologi teknologi di dimensi ini jauh lebih maju dari pada teknologi di dimensi ku.
“kenapa muka mu Ric?” tanya Loretta padaku.
“tidak apa apa kok.” ku pada Loretta sambil melihat lihat sekitar.
“Pasti kamu takjub bukan melihat kemajuan
teknologi di dimensi ini.” Evic padaku.
“Ehhh… begini aja takjub.” Sindir Arion padaku “dasar kampungan.”
“Apa kau bilanggg...” ucapku pada Arion dengan kesal.
“sudah-sudah jangan bertengkar…” Ucap Evic pada kami berdua.
Di dalam hatiku, aku pun mulai kesal melihat perilaku bicara Arion yang terus menghina Aku.
***
Tak lama kemudian kami pun sampai keruangan
tempat Daniel dirawat. Aku pun bergegas membuka pintu kamarnya dan Aku terkejut melihat kedua kaki dan tangan kirinya di perban dan di tangan kanannya menempel selang infus dan donor darah.
Aku menghampiri dia di tempat tidurnya. “Maafkan aku Daniel, karena tidak bisa melindungi mu.” Aku menangis.
”Tak apa-apa. Ini terjadi karena aku lemah.”
Daniel tersenyum pada ku.
“Bukan…bukan kamu yang lemah, tetapi Akulah yang lemah karena tidak bisa melindungi temanku.” Alaric
“Sudahlah memang kelian sudah dari dasarnya
lemah kok.” Sindir Arion pada kami berdua.
Mendengar perkataan Arion yang menyindir kami Loretta pun memukul Arion dengan sangat keras. Tak terima Loretta memukul dia, Arion pun menyindir Loretta juga. Hingga akhirnya mereka berdua pun berantem aduh mulut.
“sudah..sudah jangan berisik.” Evic pada Arion dan juga Loretta.
“Tapi dia duluan yang memukulku.” Arion dengan wajah kesal.
“kamu sih… jangan hanya menghina mereka berdua.” Loretta.
“Sudahlah….Sekarang lebih baik kita pergi makan siang.” Evic memegang perutnya.
__ADS_1
“Baiklah..” jawab kami bertiga.
Kamipun pergi dari ruangan tempat Daniel
dirawat ke kantin rumah sakit. Tak butuh waktu yang lama kami sudah sampai ke kantin dengan teleportasi (pengalihan materi dari satu titik ke titik lain tanpa melewati jarak antara kedua titik). Melihat apa yang terjadi tadi saya sangat kagum pada dimensi ini.
“Loretta, mengapa kita tak menggunakan teleportasi aja ke ruangan tempat Daniel dirawat.” Kataku pada Loretta.
“kalau kita menggunakan teleportasi keruangan tempat Daniel di rawat takutnya kita akan mengejutkan dia.” Kata Loretta menjawab pertanyaan ku.
***
Setelah kami sampai ke kantin, Aku melihat
perempuan yang memberitahu bahwa Daniel sudah sadar, yang sedang duduk di kantin sendirian yang terlihat seperti sedang menunggu seseorang.
“Kakak… sini” perempuan itu memanggil kami.
“ohhh…Rupanya kamu sudah disini Lauren.” Kata Evic pada perempuan itu.
“Hah…kakak.” Tanyaku dengan muka kebingungan
“Iya, dia adalah adikku.”Jawab Evic padaku.
“Perkenalkan nama saya Lauren, adik dari Evic.” Ucap perempuan tersebut padaku dengan tersenyum. Mendengar hal tersebut membuat aku terkejut.
“Alaric namaku Alaric.”Jawabku pada perempuan tersebut.
“Iya memang benar, aku adalah adik tirinya Kakak Evic.” Jawab Lauren.
"Tapi aku belum pernah melihat dia." Alaric
"Lauren ini adalah gadis yang suka berpetualang." sambung Arion.
"Yah, karena hal tersebutlah membuat aku jarang pulang dan bertemu dengan kak Evic."
“Sebenarnya Ibu saya telah meninggal pada saat saya berusia 9 tahun. Namun setelah beberapa tahun kemudian ayah saya menikah lagi dengan Ibunya Lauren. Dan yang membuat kami menjadi saudara.”Ucap Evic menyambung perkataan Lauren dan mengakhiri ceritanya.
***
Setelah Evic selesai bercerita tentang keluarganya, kamipun lanjut memesan makanan. Di dimensi ini cara memesan makanan sangat berbeda dengan di dimensi kami yaitu dimensi normal.
Cara memesan makanan di dimensi sangat unik yaitu dengan hanya mengetok ujung meja dan menyebutkan makan yang kita inginkan. Makanan di dimensi ini hampir sama dengan makanan di dimensi normal.
Hanya saja proses dan bahannya yang agak berbeda. Tak butuh waktu yang lama hanya sekitar satu menit makanan yang kita pesan langsung muncul dari dalam meja.
Setelah semua makan yang kami pesan sudah
datang, kami pun langsung memakannya.
__ADS_1
Pada saat kami makan, datanglah seseorang pria yang tak kukenal menghampiri meja kami. Pria tersebut langsung duduk di samping Loretta dan mengobrol dengannya.
Aku mendengar mereka sedang mengobrol tentang diriku. Setelah selesai mengobrol dengan Loretta, pria tersebut langsung menatap aku dengan pandangan sinis.
“Jadi kamu yah, seorang SPACE-TIME PART (seorang penjelajah ruang dan waktu yang memiliki kekuatan yang sangat kuat).” Tanya pria tersebut padaku.
“Yah…. mungkin.” Jawab ku pada pria yang baru saja ku jumpa.
Melihat Aku dan pria yang tak kukenal berbicara tiba tiba Evic dan Arion berdiri dan mendekat pada kami.
“Mengapa kau ada disini.” Tanya Evic pada
pria yang tidak kukenal dengan suara tinggi.
“Jika hanya untuk membuat keributan sebaiknya kamu pergi saja.” Ucap Arion dengan kasar.
“Tidak bolehkah aku mengunjungi taman-teman
lamaku.” Jawab pria tersebut.
“Pergilah dari sini.” Ucap Arion dengan suara merah.
“Baiklah aku akan pergi.” Ucap pria tersebut sambil berdiri dan meninggalkan kami “Aku pastikan bahwa kita akan bertemu lagi SPACE-TIME PART.” Bisik pria tersebut di telinga kananku dan pergi meninggalkan kami.
Setelah pria tersebut meninggalkan kami, Arion pun langsung pergi entah kemana. Dan Evic pun juga pergi ke toilet.
Aku Pun bertanya-tanya di dalam hatiku siapa pria tersebut? Dan karena apa Arion dan Evic sangat membenci pria tersebut? Dan juga yang paling membebani pikiranku adalah apa maksud perkataan perkataan pria tersebut "Kita akan bertemu lagi Alaric.”
Melihat aku yang sedang memikirkannya, Lauren dan Loretta memberikan aku sebuah benda seperti kartu ATM dan menyuruh aku untuk membayar makanan yang kami makan ke kasir.
Setelah aku selesai membayarnya, Aku Kembali ketempat kami makan dan aku melihat bahwa Evic sudah Kembali ke tempat kami makan.
Aku Pun bertanya pada Evic siapa pria yang baru saja kami temui tadi. Evic menjawab bahwa dia adalah SPACE-TIME PART dari dimensi ini. Aku Pun terkejut mendengar jawaban Evic tersebut.
***
Biodata
Nama : Evic
Umur : 25 tahun
Pekerjaan : Guru Sihir
Tinggi badan : 170 cm
Warna mata : HItam
Warna rambut : Putih
__ADS_1
Warna kulit : Putih.