
Hari yang di tunggu pun akhirnya datang....
Acara Festival Pesta Nusantara begitu meriah dengan semua orang berdatangan dari sekolah lain, ya seragam warna warni dan lencana serta lambang sekolah Elementor seluruh Indonesia berkumpul di halaman.
Tentu semua keramaian ini sudah di perkirakan oleh pihak sekolah, murid-murid lain, tukang parkir dan pedagang dadakan yang ikut memeriahkan upacara penyambutan dalam membuka Festival Pesta Nusantara.
(Note : maaf.... Karena lupa jumlah sekolah Elementor yang ada di Indonesia, tentu dalam karya ini, dan lupa pula tulisannya ada halaman berapa, jadi saya konfirmasi berjumlah 16 sekolah.)
Enam belas sosok kepala sekolah yang membawa perwakilan murid dari tempat mereka pun berkumpul untuk saling menyapa. Ini bukanlah hal aneh, dimana satu sama lain memiliki hubungan baik, kecuali persaingan dalam rangking nasional.
Untuk peringkat pertama Rangking nasional masih di pegang oleh sekolah Elementor 7 Sriwijaya, di peringkat ke dua sekolah Elementor 9 samudera pasai dan ke tiga adalah sekolah Elementor 4 Majapahit.
Sedangkan sekolah Elementor tiga Mataram sendiri berada di peringkat 6, jelas pencapaian yang sangat buruk jika harus dibandingkan dalam tiga tahun lalu ketika Setsu masih menjadi murid.
Tapi terlihat senyum lebar dari kepala sekolah Gustav ketika menyambut setiap kepala sekolah, jika sebelumnya, dia sangat tertekan karena penurunan peringkat sekolah sangat drastis.
Tentu alasannya sederhana, dimana kepala sekolah Gustav memiliki sosok murid yang menjadi andalan dan dipastikan membawa nama sekolah Elementor tiga ke puncak rangking tiga besar.
"Aku merasa jika kau dalam suasana hati yang baik Gustav, apa kau mendapat izin memiliki istri baru ?." Ucap satu kepala sekolah dengan senyum lebar diwajahnya.
"Suasana hati memang sedang baik, tapi bukan karena mendapat izin mencari istri baru, bahkan mustahil untuk di izinkan, hanya saja... Ya bisa kau anggap, aku cukup yakin memenangkan festival ini, Samroji." Balas Gustav dengan tersenyum pula.
"Hahahaha, kau sekarang cukup pandai dalam bercanda..."
"Aku tidak bercanda, karena kau akan melihat sosok murid yang benar-benar luar biasa dari sekolahku, sekolah Elementor 4 harus berhati-hati." Itu pernyataan penuh rasa yakin dari Gustav.
"Aku menantikan murid mu itu, Gustav." Ada sedikit ekspresi meremehkan dari Samroji.
Dirasakan ada kobaran aura panas dalam persaingan antara Gustav dan Samroji, bagiamana pun hal ini sangatlah wajar, sewajarnya manusia dalam bernafas. Terlebih lagi sekolah Elementor tiga dan empat selalu bersaing, bahkan jika itu berbeda 1 poin saja, mereka bisa saling menyombongkan diri dengan dagu terangkat ke atas.
__ADS_1
Dan secara langsung, dua sosok menampakan diri dengan aura kuat penuh kewibawaan yang luar biasa besar, mata semua orang tertuju kepadanya. Lelaki paruh baya dan kakek tua itu melangkah masuk.
Kepala klan Mataram, Wira Panatagama dan leluhur klan Mataram, Susuhunan Prabu Anyakra. Siapa yang tidak kenal dua sosok lelaki dengan pengaruh besar di central java ini.
"Tuan Wira dan tuan Anyakra, selamat datang." Sambut Gustav dengan penuh hormat.
"Oh Gustav, kau sudah terlihat tua." Balas kakek Anyakra.
"Anda juga sama, tuan Anyakra."
Susuhunan Prabu Anyakra tertawa keras dengan nada senang untuk berbicara kepada kawan lamanya. Dianggap saudara pun adalah hal wajar bagi kakek Anyakra, Banyak hal terjadi antara mereka, menjadi pejuang di medan perang, dan membantu satu sama lain ketika harus berhadapan dengan musuh-musuh.
"Aku dengar jika, Askar terpilih sebagai peserta dari sekolah ini, apa itu benar Gustav." Ucap kakek Anyakra dengan berbisik.
"Darimana tuan Anyakra tahu ?."
"Erdu mengatakannya."
"Apa kau yakin Askar mampu melakukannya." Kakek Anyakra bertanya.
"Apa tuan Anyakra ragu dengan kemampuan Askar ?." Balik Gustav bertanya.
"Soal kekuatan Askar aku tidak ragu, tapi aku merasa kasihan jika murid lain harus berhadapan dengan Askar."
"Aku pikir juga begitu, tapi ini demi sekolah ini, anda tentu tidak mau kalah saing dengan sekolah Elementor 4 kan tuan ?." Jawab Gustav.
"Tentu saja."
"Tapi tenang aku sudah memberi Askar peringatan agar bisa menahan diri."
__ADS_1
"Baguslah kalau begitu." Merasa paham kakek Anyakra untuk tujuan Gustav yang mengandalkan Askar demi kemenangan sekolah Elementor tiga.
Waktu sudah beranjak siang, kini tepat jadwal pembukaan acara festival pesta Nusantara untuk di mulai.
*******
Halaman luar, sekolah Elementor tiga, Acara sambutan di festival pesta Nusantara pun dipersiapkan.
Tuan Susuhunan Prabu Anyakra menjadi tamu kehormatan yang memberikan beberapa petuah dan kata-kata bijak sebagai motivasi bagi para murid setiap sekolah.
Berdiri tegak dengan badan kekar berotot seakan tidak terpengaruh oleh usia, Susuhunan Prabu Anyakra memang menjadi panutan bagi semua murid, dimana kisah pahlawan yang mengagumkan sangatlah terkenal.
Dengan lantang kakek Anyakra pun berpidato....
"Untuk semua orang, kepala sekolah, guru-guru, staf TU, staf kebersihan, staf sarana prasarana, dan satpam yang bertugas... Aku secara pribadi mengucapkan terima kasih atas kerja keras kalian yang membuat acara ini berlangsung dengan baik....
Untuk murid-murid dan generasi muda penerus bangsa yang telah berjuang dan bersusah payah demi memajukan Indonesia agar menjadi lebih baik, aku Susuhunan Prabu Anyakra merasa bangga, dimana kalian telah membuktikan diri sebagai kebanggan sekolah untuk ikut ambil bagian dalam festival pesta Nusantara ini.
Sebuah persaingan adalah hal wajar, karena persaingan pula, kita berusaha untuk menjadi lebih baik lagi dan lagi. Berusaha agar tidak kalah, tidak merasa puas dengan hasil yang di dapat, dan menunjukkan harga diri sekolah yang kalian pegang.
Aku tidak ingin bicara panjang lebar, kalah dan menang hanya menjadi dua sisi untuk membuat kita semakin berkembang, jadi apa pun yang di dapat dalam festival pesta Nusantara ini, kita harus menerima dan menjadi pelajaran di masa depan nanti...
Dengan ini, aku nyatakan festival pesta Nusantara, dimulai...."
Sorak sorai suara teriakan semua orang pecah dengan penuh semangat, dimana untuk hari pertama, hanya melakukan pengecekan fisik dan tenaga dalam, karena dalam beberapa syarat harus terpenuhi sebagai peserta.
Di hari kedua, semua peserta akan dibawa ke kaki gunung merapi, sebuah tempat yang telah dibatasi untuk digunakan dalam perebutan gelang batu kristal.
Selama tiga hari, dua malam, setiap kelompok yang berisi empat orang akan saling bertarung, berebut dan menjaga gelang batu kristal sampai batas waktu.
__ADS_1
Penilaian poin berasal dari jumlah gelang batu yang terkumpul, tapi bagi para peserta, ada hal-hal lain untuk dipatuhi.
Yaitu, tidak boleh membunuh, tidak boleh melanjutkan pertarungan jika salah satu kelompok menyerah, jika terjadi bencana, atau serangan predator, mereka diwajibkan untuk saling membantu, dan tidak melakukan serangan di luar batas penggunaan kekuatan Elemenstator.