
Di dalam dunia Elementor, ada dua jenis tipe kekuatan untuk manusia gunakan, pertama adalah tenaga dalam atau Energi nyata yang berasal dari tubuh mereka sendiri. Dan jenis kedua adalah menggunakan bantuan makhluk astral supranatural, bisa disebut juga energi Roh, atau kekuatan spiritual.
Dari hasil yang di dapat dalam penelitian para ilmuwan tentang rahasia penciptaan manusia dan jagat raya, kehadiran makhluk Astral sudah ada sejak awal terciptanya kehidupan. Sosok mereka sebenarnya sangat dekat, namun tidak bisa di sentuh atau pun terlihat oleh mata manusia biasa.
Sebuah Relik batu prasasti sejarah kerajaan di berbagai negara, disebutkan bahwa manusia menggunakan tubuh mereka sendiri untuk berkomunikasi dengan para makhluk Astral, bahkan saling berhubungan satu sama lain dan melakukan semacam simbiosis mutualisme.
Manusia melakukan kontrak dengan mereka, dimana manusia meminjam kekuatan dan makhluk-makhluk itu meminta imbalan berupa energi yang menjadi makanan pokok.
Tidak semua makhluk astral mudah untuk dikendalikan, semakin kuat sosoknya, maka semakin mahal harga demi mendapatkan bantuan kekuatan. Karena hal itu, sebagian besar orang hanya melakukan kontrak dengan makhluk astral tingkat rendah hingga sedang.
Itulah yang saat ini di jelaskan oleh seorang guru kepada murid-muridnya....
"Jadi meskipun kalian tidak memiliki bakat dalam melakukan pengolahan kekuatan energi menggunakan Elemenstator. Melakukan kontrak dengan makhluk astral menjadi alternatif lain agar bisa bertarung." Perjelas ibu guru atas jadwal pelajaran ilmu astral.
Satu orang mengangkat tangan untuk bertanya...."Tapi bagaimana jika ada seseorang yang bisa melakukan keduanya."
"Itu bisa dianggap sebagai sosok Spesial, karena tidak banyak orang mampu melakukan dua jenis kekuatan dalam waktu bersamaan."
"Kenapa bisa begitu ?." Sekali lagi dia bertanya.
"Penggunakan kekuatan dengan Elemenstator sudah cukup menyerap energi tenaga dalam jumlah banyak, jika ditambah kekuatan Astral maka penyerapan energi hampir 3 kali lipat, ini membuat kalian kehabisan energi, dan resiko terburuk akan mengakibatkan kerusakan sistem jaringan aliran darah."
Sosok wanita pengajar itu adalah guru Nadia, seorang ahli dalam bidang ilmu astral supranatural yang bisa dibilang sangat berbakat. Usia muda baru menginjak 26 tahun tapi mendapatkan gelar sebagai seorang master of spirit.
__ADS_1
Semua orang di dalam kelas merasa aneh, begitu tenang dan sangat fokus, jika selama ini mereka tidak perduli, bahkan malas untuk mencermati pelajaran dari para guru lain, tapi berbeda ketika Guru Nadia datang.
Alasannya sederhana, guru lain begitu membosankan, hanya sibuk dengan rumus, nilai, kedisiplinan dan sebagian besar dari mereka lelaki, tanpa ada sesuatu yang menarik untuk di lihat. Membuktikan bahwa Gender memang menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi semangat para murid dalam giat belajar.
Ibu guru Nadia melihat setiap murid, tapi perhatiannya berada tepat kepada satu lelaki yang duduk tegak lurus dari bangku barisan belakang dan dia tersenyum lebar dengan mata penuh semangat hingga lupa untuk berkedip. Satu lelaki itu memiliki tatapan mata seakan-akan menyaksikan suatu hal luar biasa di depannya.
"Saudara Askar, apa kau mengerti penjelasan tentang ilmu astral supranatural." Bertanya Nadia
Askar berdiri siap dengan tubuh tegak lurus, ini sudah menjadi kebiasaan dalam kesehariannya ketika ada komandan mengajak bicara...."Maaf untuk sebelumnya ibu guru, aku tidak tahu kalau kita adalah saudara."
Seakan tidak menyukai cara Askar menjawab terlihat ekspresi tajam darinya... "Terserah kau mau bilang apa, jadi apa kau mengerti Askar."
"Aku hanya mengetahui sedikit perihal ilmu astral supranatural."
"Coba kau jelaskan sejauh mana pengetahuan mu mengenai makhluk astral."
"Jika memang terpisah, lantas apa kau tahu kenapa mereka bisa hidup di dunia kita dan saling berkomunikasi." Bertanya kembali guru Nadia dengan tegas.
"Makhluk astral terbentuk oleh sekumpulan energi alam yang hanya ada di wilayah dimensi Astral, dan ketika manusia ingin menjalin hubungan, energi yang mereka berikan itu bukan untuk dikonsumsi, melainkan demi menjaga kestabilan bentuk fisik agar bisa bertahan di dimensi manusia, karenanya, tempat yang tepat bagi mereka adalah tubuh dari manusia." Kembali Askar menjawab tanpa ada masalah.
Ibu guru menerima penjelasan Askar, dia mengangguk perlahan karena apa yang diucapkan olehnya memang benar, meski Askar katakan 'sedikit mengetahui' tapi bagi ibu guru, itu adalah pemahaman lebih jauh perihal ilmu astral.
"Kau benar Askar, bagi yang akan memulai kontrak dengan makhluk astral, mereka harus memenuhi beberapa syarat, pertama adalah usia diatas 14 tahun, fisik yang sehat, tidak memiliki riwayat penyakit berat dan sudah disetujui oleh orang tua." Ucap Nadia menjelaskan lebih terperinci.
__ADS_1
"Dan setelah semua syarat di penuhi, kalian bisa melakukan pemanggilan kontrak dengan alat khusus, dimana para makhluk astral akan datang sendiri jika memang tertarik dengan kalian."
Satu tangan murid terangkat ke atas dan bertanya "Lantas bagaimana jika tidak ada makhluk astral yang berminat."
"Itu artinya kalian tidak beruntung." Singkat saja jawaban Nadia.
Menunjukan satu buah gelang berwarna hitam dengan mata batu merah yang ada di tengah kepada semua siswa.
"Ini adalah alat bernama Astralistator, dengan bantuan alat ini kalian mengendalikan kekuatan makhluk astral yang sudah melakukan kontrak."
Berjalan kembali ke depan kelas, guru Nadia berniat menunjukkan metode dari penggunaan kekuatan ilmu Astral supranatural.
Berawal dari sebuah gelang Astralistator diaktifkan, satu tangan yang dia angkat maju ke depan, mulut mulai berkomat-kamit melafalkan sebuah mantra sebagai bentuk metode pemanggilan makhluk astral. Seketika itu juga tiga lingkaran terbentuk atas semua tulisan kuno berbahasa Sansekerta, berputar-putar dan mengeluarkan beberapa sosok makhluk dengan wujud yang jelas bukan manusia.
Lima ekor kupu-kupu bersayap merah menyala, terbang mengelilingi Guru Nadia dan hinggap di tubuhnya.
"Di dalam dunia Maya, makhluk astral ini bernama Ignis Solis (kupu-kupu matahari) siapa pun yang menyentuh Ignis mereka akan terbakar."
Meski pun makhluk astral milik Nadia tampak kecil dan indah, bukan berarti mereka tidak berbahaya. Dalam jumlah sedikit tentu mudah untuk di hindari, tapi jika Nadia berniat mengeluarkan hingga ribuan ekor ledakan api dari Ignis mampu membakar ratusan seluruh gedung sekolah ini.
"Diantara kalian berapa banyak yang sudah melakukan kontrak dengan makhluk astral."
Dari 30 murid di kelas reguler kategori D hanya ada lima orang yang mengangkat tangan, itu pun dengan Askar dan Sea. Jika bukan karena mereka tentu jumlah pengguna makhluk astral disini hanyalah tiga orang.
__ADS_1
Nadia tidak akan terkejut karena Sea, tapi ketika dia melihat Askar yang ikut mengangkat tangan, sedangkan dari informasi data murid, disebutkan bahwa Askar adalah pengguna Elemenstator, bukan Astralistator.
"Apa kau tidak salah Askar." Bertanya Nadia dengan bingung.