DIMENSION GUARD

DIMENSION GUARD
Jarak jauh


__ADS_3

(maaf untuk acara kencan Askar Dan Sea, saya benar-benar lupa, mungkin nanti di chapter depan akan menjadi extra chapter.)


Dari masing-masing sekolah Elementor membawa 20 murid sebagai peserta, kemudian dibagi menjadi lima kelompok, sehingga jumlah keseluruhan ada 320 peserta dari 64 kelompok.


3.000 hektar wilayah yang akan menjadi tempat festival pesta Nusantara di kaki gunung merapi, semua telah dipersiapkan, dari kamera pengawas, para penjaga di setiap titik untuk mengatasi masalah dadakan, dan ahli medis jika pun ada peserta yang terluka dengan parah.


Dalam acara besar ini, segala upaya telah di lakukan oleh Gustav agar berjalan lancar tanpa hambatan, termasuk mempersiapkan murid-muridnya sebelum bertanding.


Askar, Sea, Rudy dan Endru ada dalam satu kelompok, tapi sebagai pemimpin, Gustav memberi kepercayaan itu kepada Sea, dimana dia cukup mengakui, jika putri dari komandan Zam memiliki jiwa kepemimpinan dan cerdas dalam mengatur jalannya sebuah kerja sama.


Rudy Hadi suwa, murid kelas elite tingkat dua pemegang rangking 12 dalam rangking sekolah. Atau pun Endru Wetan, sebagai murid kelas elite tingkat satu, pemegang rangking 19, dan cukup menjanjikan.


Kedua tokoh tambahan yang tidak penting-penting amat ini, mau tidak mau harus bekerja sama dalam kelompok lima dengan Askar. Tentu ada ketidakcocokan saat menilai kehadiran Askar karena dianggap sebagai beban saja.


Sedangkan Sea sudah diakui oleh keduanya dengan semua prestasi sebagai murid tingkat satu yang mencapai top Ranking.


"Askar, kau jangan menyusahkan kami, jika kau terlalu lambat, kami tidak akan segan-segan meninggalkan mu." Ucap Rudy dengan peringatan tegas.


"Ya aku akan berusaha." Jawab Askar yang masih menghormati Rudy karena dia adalah seorang senior.


"Meski pun kita berada di tingkat angkatan yang sama, tapi aku hanya menghormati keputusan pak kepala sekolah Gustav, sedangkan menurut ku kau masih terlalu lemah untuk mengikuti festival pesta Nusantara." Endru menambahkan .


"Jika kau bilang begitu pun, aku sebenarnya tidak mau melakukan hal merepotkan di festival ini, tapi mau bagaimana lagi, kepala sekolah itu memaksa." Askar dengan wajah lemas mengakui ucapan Endru.


"Aku benar-benar tidak habis pikir, kenapa pak kepala sekolah memasukan mu sebagai peserta." Berkata Rudy.


"Aku juga memikirkan hal yang sama,. senior Rudy." Balas Endru dengan penuh rasa hormat.


"Begitu juga denganku." Askar ikut menjawab.

__ADS_1


Sedangkan Sea yang berjalan di depan, hanya mendengar ocehan dari dua orang penuh dengan kesombongan. Bukan hal aneh karena tidak pernah melihat kekuatan Askar secara nyata. Tapi ada sedikit rasa kesal karena Askar hanya mengikuti alur pembicaraan saja.


"Nona Sea, jika kau butuh sesuatu jangan sungkan untuk bicara, aku siap melakukan apa pun." Ucap Rudy yang berlagak keren demi menarik perhatian Sea.


Sayangnya Sea tidak lebih menganggap Rudy atau pun Endru sebagai pelengkap kelompok, berharap apa pun terasa aneh, karena jelas dengan kehadiran Askar, semua masalah akan terselesaikan.


"Untuk sekarang aku tidak membutuhkan apa pun senior, jadi sebaiknya kita fokus dalam mengatur rencana." Balas Sea yang masih menghormati Rudy sebagai seorang senior.


"Sungguh sangat mengagumkan, nona Sea memang tahu mana yang lebih penting dan mana yang tidak." Ucap Rudi yang menjadi pujian.


'Sebenarnya kalian berdua itu tidak penting, jadi diam saja mulai sekarang.' pikir Sea dengan kesal.


Berada di pintu perbatasan wilayah luar dan zona festival, semua dibatasi oleh pagar kawat dan dipantau pula oleh para penjaga.


64 kelompok ada di pintu lain dan itu cukup jauh dan tidak akan langsung bertemu untuk saling bertarung antar kelompok, sistem dari rencana mereka adalah satu juru kunci yang membawa gelang kristal harus dilindungi, bahkan jika kelompok mustahil untuk menang melawan kelompok lain, juru kunci harus pergi dan melindungi gelang batu kristal.


"Apa kalian siap ?." Penjaga bertanya karena waktu festival akan dimulai.


"Kami siap." Jawab Sea.


Suara gong berbunyi keras, itu menandakan bahwa semua kelompok harus memasuki hutan. Pintu perbatasan tertutup kembali, dan akan dibuka ketika festival berakhir.


Tiga hari, dua malam, sampai waktu yang di tentukan mereka harus melakukan segala cara demi mendapat sebanyak-banyaknya gelang batu kristal dari kelompok lain.


Langkah cepat Askar, Sea, Rudy dan Endru berlari memasuki hutan lebih dalam, tapi baru 30 menit setelah festival dimulai, suara keras ledakan dari arah Utara terjadi. Itu adalah dua kelompok yang saling bertarung.


Berlari dalam kecepatan tinggi, Askar dan Sea melaju di depan, sedangkan Endru dan Rudy terlihat cukup kesulitan dalam mengimbangi langkah mereka berdua.


Ditambah lagi dengan zona wilayah yang dipenuhi pohon besar, akar menghalangi, tanah lumpur, batu-batu, dan dataran menanjak, ini sangat sulit bagi siapa pun. Tapi melihat Askar dan Sea, keduanya cukup mudah melompati setiap halangan yang ada.

__ADS_1


"Bagaimana mungkin kita berdua kesulitan dengan tempat ini, sedangan bocah itu sangat lincah." Ucap Rudy dengan kesal karena sebelumnya dia begitu sombong.


Rudy menggunakan kekuatan Elemenstator, menambah kecepatan untuk berlari melewati Askar dan Sea.


Tapi untuk sebuah kebetulan pula, Askar bisa merasakan kekuatan energi tenaga dalam melesat cepat menuju ke tempat kelompoknya. Ini jelas menjadi sebuah serangan dari kelompok lain yang mengincar mereka.


"Sea... Apa kita perlu memperingatkan Senior Rudy agar tidak terlalu jauh di depan." Bertanya Askar kepada Sea.


"Kenapa kau perduli Askar, wilayah ini cukup aman untuk dia berlarian."


"Tapi, ada serangan jarak jauh mengincar kita." Balas Askar menunjuk ke arah cahaya kuning yang muncul di langit.


"Apa !!?."


Baru saja Askar mengatakannya, ledakan besar menghantam di tempat Rudy berlari, sedangkan Askar melindungi sea agar tidak terkena Efek gelombang kejut. Rudy tergeletak pingsan, serangan itu sendiri begitu cepat, dan tidak bisa di rasakan oleh Sea karena penggunaannya terlalu jauh.


Tidak hanya satu, ada serangan lain memborbardir di tempat kelompok Askar, memang itu masih standar, sehingga tidak membunuh mereka, tapi cukup untuk menghilangkan kesadaran petarung sekelas Rudy dan Endru.


Askar segera mengangkat tangan dan mengayunkannya, semua serangan hancur di atas langit sebelum mencapai tanah. Dia tentu melindungi Sea agar tidak terluka apa pun yang terjadi.


"Sepertinya, pengguna serangan jarak jauh ini cukup merepotkan." Ucap Askar selagi mengangkat tubuh Sea.


Dalam sepersekian detik itu, ada kehadiran lain muncul di belakang tubuh Askar, melepaskan satu ayunan pedang dari cahaya merah. Tapi Askar sudah mengantisipasi dengan tangan untuk menangkap pedang merah dari lawan.


Dengan terkejut, sosok itu melompat ke belakang...."Oh, ini sangat mengejutkan, kau bisa mengetahui keberadaan ku."


"Hanya kebetulan saja, karena aku sudah terbiasa di tusuk dari belakang." Asal saja Askar menjawab.


Tapi Askar mengakui cara yang dia lakukan sangatlah cerdik, dimana orang ini bertindak sebagai pengintai dan memberikan arah kepada orang yang menyerang dari jarak jauh untuk melepas ke tempat lawan.

__ADS_1


__ADS_2