DIMENSION GUARD

DIMENSION GUARD
uang saku


__ADS_3

Memang tidak ada yang mengetahui tentang Makhluk Astral tingkat surgawi, karena arsip itu sangat rahasia, dijaga oleh pemerintah sebagai harta Nasional. menggambarkan kekuatan dari sosok Omen piger feles qui vult ad coitum feminas dan sudah bisa dipastikan tingkat surgawi berada diatas segala makhluk astral yang ada di dimensi maya.


Jika dianggap oleh orang lain ini adalah hal bodoh, tentang bentuk makhluk astral milik Askar bernama Omen, jelas darimana pun mereka lihat adalah seekor kucing, binatang peliharaan, atau sekedar tukang maling ikan pindang, nyatanya itu bukan wujud nyata yang dia tunjukkan.


Askar meminta Omen untuk mengubah wujudnya itu karena sangat besar dan terlalu menyeramkan, tentu, Askar tidak ingin membuat keributan di depan publik.


Tanpa perduli atas sikap semua orang yang mencemooh dirinya, Omen menghadap Askar dengan patuh ... "Tuan Askar, sudah cukup lama anda tidak memanggil ku keluar, jadi apa yang bisa aku lakukan untuk anda."


"Tidak, bukan hal penting, guruku ingin melihat makhluk Astral yang menjalin kontrak denganku."


"Apa hanya itu saja tuan. Aku pikir ada perintah seperti membungkam mulut semua orang yang sedang menertawakan anda."


"Jangan lakukan, aku tidak ingin menjadi masalah nantinya."


"Dimengerti tuanku."


Askar mengarahkan pandangan ke Nadia, dimana dia membenahi diri setelah terjatuh karena suara Omen membuatnya terkejut. Bersikap seperti tidak ada yang salah, Nadia menunjukan sikap penuh wibawa lagi.


"Apa ini sudah cukup ibu guru ?."


"Ya sudah cukup, jadi kembalikan Makhluk Astral itu ke tempatnya."


"Baiklah ibu guru."


Tidak perlu hal-hal merepotkan seperti membaca mantra yang cukup panjang, atau gerakan-gerakan memalukan untuk Askar lakukan, sebuah jentikan jari, melenyapkan sosok Omen beserta lingkaran prasasti pemanggilan diatas meja.


Nadia masih belum bisa berpikir dengan tenang, dimana kehadiran sosok makhluk yang dikatakan oleh Askar sebagai tingkat surgawi benar-benar nyata. Tapi cukup beruntung karena itu bukan musuh atau hal berbahaya.


"Baiklah, kita sekarang pergi ke aula pelatihan, dan bagi siapa pun yang belum mampu menggunakan kekuatan Elemenstator, kalian akan kembali mencoba pemanggilan makhluk astral."

__ADS_1


Walau dikatakan bahwa sekolah ini tidak mengutamakan kekuatan Elemenstator bagi para muridnya, tapi kemampuan bertarung memang sangat diperlukan oleh siapa pun.


Perihal tentang penyerangan makhluk bernama predator dari dimensi noir, menjadikan kehadiran para predator bisa datang setiap waktu dan mungkin membahayakan keselamatan, karena hal itu para murid atau pun Masyarakat umum siap dalam bertarung, setidaknya mampu menjaga diri mereka sendiri.


Dari tiga puluh murid dalam kelas reguler kategori D, memiliki dua puluh murid sebagai penguasa Elemenstator, dan ada Lima orang yang mampu menggunakan kemampuan pemanggilan makhluk astral, lima lain tidak menjadi apa pun.


Faktor kemungkinan kegagalan lima orang dalam mengolah kekuatan Elemenstator ada tiga hal, Kelainan secara fisik, lemahnya aliran energi tenaga dalam, dan pemahaman yang kurang untuk membangkitkan potensi. Tapi yang membuat Askar terkejut adalah Erdu termasuk diantara lima orang tanpa kekuatan di dalam tubuhnya.


Di dalam ruang ganti, para murid mempersiapkan diri dengan pakaian khusus untuk memulai praktik pelatihan.


Askar melihat Erdu yang saat ini di sibuk dengan semua kawan-kawan mengelilingi dirinya, dia tampak tidak senang, hanya tersenyum-senyum seperti orang bodoh dan memberikan beberapa lembar uang kepada mereka, kemudian orang-orang itu pergi dengan wajah gembira.


"Terimakasih Erdu, akan aku kembalikan ini nanti." Ucap satu temannya.


Lemas Erdu menghembuskan nafas, tapi ketika tahu bahwa Askar sedang memperhatikan, dia tersenyum lebar dan melambaikan tangan, berjalan mendekat ke tempat Askar, ditunjukan seakan tidak terjadi masalah apa pun.


"Ya seperti yang kau lihat Askar, mereka meminjam uang dan aku tidak bisa menolak, karena mereka adalah temanku."


"Aku tidak akan melarangmu tentang perilaku mereka, selama itu adalah uangmu bukan uangku, tapi ingat Erdu, terkadang meminjamkan uang kepada orang lain akan menjadi masalah di kemudian hari."


"Mungkin kau benar, tapi....." Sejenak Erdu terdiam, dia tidak menyangkal apa pun dari perkataan Askar.


"Tapi apa ?, Kau merasa jika tidak memberi mereka uang, kau akan dikucilkan."


"Hehehe." Erdu tertawa lemas, Askar seakan paham untuk masalah yang terjadi antara dia dan teman-teman sekelas.


"Cobalah untuk menolaknya, jika mereka adalah teman, hanya sekedar uang tidak membuat mereka membencimu."


Askar berjalan pergi meninggalkan Erdu karena semua teman sudah memasuki aula pelatihan. Dia masih berdiri diam di tempat untuk memahami ucapan Askar, kenyataan ini memang benar, tapi sulit bagi Erdu lakukan.

__ADS_1


Di dalam kediaman klan Mataram, kehadiran Erdu hampir tidak dianggap oleh anggota keluarga yang lain, selayaknya sampah tidak berguna dan membuat nama baik klan mereka tercemar. Hanya di kelas ini saja orang-orang mau menganggapnya sebagai teman, meski pun dia sendiri sadar beberapa diantara mereka sekedar memanfaatkan uang saku milik Erdu.


Di dalam aula pelatihan....


Nyatanya tidak hanya kelas reguler tingkat 1 D saja yang memiliki jadwal praktik pelatihan, ada satu kelas lagi yaitu kelas elite tingkat 1 D, karena sama dalam kategori D membuat jadwal penggunaan aula selalu sama.


Tidak ada batasan atau pun perbedaan antara kelas elite dan kelas Reguler untuk menggunakan fasilitas sekolah, hanya saja murid-murid kelas Elite selalu saja mendominasi. Sedangkan para murid kelas Reguler tidak berani mengusik kesenangan mereka.


Erdu dan empat murid lain yang belum membangkitkan kekuatan Elemenstator atau pun melakukan kontrak dengan makhluk Astral, Satu persatu murid dibawa oleh Nadia memasuki ruangan khusus.


Tempat itu di sebut 'Portal dimensi astral', meski tidak membawa mereka pergi ke Dimensi Astral, tapi dari ruangan yang digunakan, para makhluk astral akan terpanggil dan melakukan percobaan untuk menjalin ikatan kontrak.


Karena orang lain tidak diperbolehkan masuk ke dalam ruangan selagi portal dibuka, hanya orang berkepentingan saja yang harus berkomunikasi demi menciptakan sebuah hubungan khusus dengan makhluk astral.


Empat murid telah masuk, dua orang gagal, dan dua lainnya berhasil menjalin kontrak, meski pun itu adalah makhluk astral tingkat rendah, sudah menjadi kebanggaan karena tidak lagi dianggap pecundang.


Kini giliran Erdu, dia tampak gugup, karena berulang kali mencoba hasilnya selalu nihil, dan ini percobaan ke 4 kali ketika dia memasuki Sekolah Elementor. Berdiri menghadap ke sebuah lingkaran besar dengan goresan simbol bahasa sansekerta. Erdu pun meletakan tangan ditengah-tengah.


Lingkaran mulai berputar, terbentuk lubang kecil sebesar bola sepak yang dimana itulah portal untuk menghubungkan kedua dimensi, Erdu berusaha tetap tenang, menarik nafas dalam-dalam kemudian dihembuskan perlahan.


Tangan menyentuh permukaan portal, titik-titik cahaya biru keluar, bergerak mengelilingi lengan Erdu dan masuk ke dalam tubuhnya. Dia bisa merasakan efek luar biasa dari energi makhluk astral secara langsung.


"Berikan aku kekuatanmu, aku mohon, aku mohon..." Erdu berdoa, dia jelas berharap kali ini akan menerima hasil nyata.


Tidak lama setelah titik-titik cahaya itu memberi nyala terang kebiruan di sekitar Erdu, tiba-tiba saja energi makhluk astral menjadi tidak normal, tidak stabil dan pecah.


Erdu gagal, keras tangan mengepal erat, dia jatuh dan memukuli lantai dengan penuh emosi.... "Kenapa ini sangat sulit, apa yang salah dariku."


Dia tidak pernah mengharapkan untuk menjadi orang yang gagal, tapi keras Erdu berjuang semua hasilnya adalah kegagalan.

__ADS_1


__ADS_2