DIMENSION GUARD

DIMENSION GUARD
Ikan bakar


__ADS_3

Sosok yang Askar lihat sekarang jelas berbeda dari Wei Cho atau peserta lain di festival ini, dia memang kuat, aura energi tenaga dalam yang dimilikinya, berada di atas rata-rata para murid sekolah Elementor menengah atas.


Tapi bagi Askar ini bukan waktu yang tepat untuk bertarung sedikit serius, dimana Sea berada cukup dekat dan mungkin saja terkena Efek dari setiap serangan pertarungannya.


"Dari sekian banyak peserta yang ada, aku cukup bosan karena mereka tidak bisa membuatku senang untuk bertarung." Berkata sosok lelaki yang jelas Askar tidak kenal.


"Jadi kau datang kesini hanya untuk alasan tidak berguna itu ?, Kau menganggu waktuku, pergi saja sana." Tapi dibalas oleh Askar dengan nada kesal.


"Apa kau juga merasa ragu, dan takut kalah ?." Jelas Remure ingin memprovokasi.


Tapi dibalas oleh Askar sebuah senyum yang mengejek..."Kalah ?, Tidak juga, tapi karena niat mu itu, mungkin orang lain yang sedang beristirahat akan terganggu."


"Disini tempat pertarungan, tidak perduli kau sedang beristirahat atau sedang sibuk, apa pun bisa saja terjadi."


"Kau benar-benar tidak memiliki toleransi, apa pantas kau disebut sebagai manusia ?." Jawab Askar.


Sedikit berubah raut wajah lelaki asing itu atas ucapan Askar, dia sendiri menyadari jika tekanan aura yang keluar dari tubuhnya, tidak memberikan efek intimidasi kepada Askar.


Remure tentu memiliki keinginan untuk bertarung secara serius, dimana setelah semua yang terjadi dalam kehidupannya, tidak banyak orang mampu memberi hasrat kuat untuk mengeluarkan seluruh kekuatan tanpa harus menahan diri.


Seakan keinginan lebih mendominasi di dalam kepala, Remure mengambil satu langkah maju dengan aliran gelombang energi tenaga dalam yang dilepaskan menuju Askar.


Sebuah uji coba untuk membuktikan apakah memang benar, lelaki yang di akui oleh Wei Cho cukup kuat melawannya.


Tapi siapa yang menyangka, bahkan Remure pun terkejut, ketika gelombang energi tenaga dalam itu dia singkirkan hanya dengan satu ayunan tangan, berbelok jauh dan terhempas ke langit.


Ledakan yang cukup kuat pecah di kegelapan malam dan suara yang keras pun menggema, terdengar hingga seluruh wilayah kaki gunung Merapi. Askar melihat ke tempat Sea, dia sedikit terbangun setelah merasakan gangguan yang terjadi, dan kembali tidur untuk semua rasa lelah di hari ini.


Askar kehilangan kesabaran, dan menunjuk ke arah Remure dengan tatapan tajam...."Jika kau melakukan serangan sekali lagi, aku akan membuatmu menyesal."


"Aku ingin tahu penyesalan seperti apa yang akan aku dapat." Sedangkan Remure seakan berhasil membuat Askar ingin bertarung.


Dia tidak perduli untuk ancaman dari Askar, dalam satu lompatan, Remure memotong jarak yang dimana kini antara mereka berdua tidak lebih satu meter saja.


Remure mempersiapkan serangan energi tenaga dalam yang terkumpul di tangan, itu sangatlah kuat, konsentrasi energi cukup mampu melawan predator tingkat tinggi sekali pun.

__ADS_1


Berayun lurus dengan kecepatan tinggi menuju bagian wajah Askar, senyum penuh makna dianggapnya pasti menjadi pukulan telak tanpa bisa di hindarkan.


"Aku sudah memperingatkan mu, dan kau adalah orang yang tidak mau mendengarkan orang lain." Ucap Askar.


Dalam sepersekian detik itu, bahkan belum sempat pukulan Remure menyentuh kulit, tangan Askar bergerak maju, mencengkram kepala Remure dan mendorong jatuh ke bawah.


Remure terkejut, dia tidak tahu apa yang terjadi saat energinya lenyap dan menghilang dari dalam tubuh, di dorong oleh Askar jatuh hingga berlutut di atas tanah.


"Apa .... Yang kau lakukan." Bertanya Remure karena tidak pernah dialami kejadian seperti ini.


"Memberikanmu pelajaran agar mendengarkan perkataan orang lain." Balas Askar.


Bayangan hitam besar dengan sorot mata merah menyala Remure lihat jelas di depan wajah. Itu adalah sosok Askar yang menunjukkan aura kekuatan dari dalam tubuhnya.


Merasakan sensasi ketakutan yang tidak pernah dia alami, kengerian akan kematian dan tekanan mental penuh keputusasaan, Remure mengeluarkan keringat dingin, wajahnya pucat pasi dan gemetar.


"Lepaskan temanku." Seseorang melepaskan satu serangan panah energi ke tempat Askar.


Tapi tangan Askar menangkapnya dengan mudah, dan seorang wanita bersiap melepaskan serangan lain untuk menyelamatkan Remure. Askar menekan kembali aura yang keluar dari dalam tubuh, melemparkan Remure untuk ditangkap oleh teman wanita itu.


"Kau cukup beruntung, karena aku bukan orang yang suka membuat wanita khawatir, jadi untuk kedepannya, jangan memancing kemarahan ku." Ucap Askar.


"Untuk apa kau bertanya, setelah festival ini berakhir kita tidak akan bertemu lagi."


"Tolong sebutkan namamu."


"Baiklah.... Aku Askar, kalian pergi, jangan ganggu aku." Tanpa perlu perduli hal lain Askar merebahkan diri di sebelah Sea.


*******


Keesokan harinya....


Langit cerah dengan matahari yang sudah beranjak naik perlahan, alam seakan menunjukkan suasana nyaman dengan kehangatan Surya, rindang pepohonan dan suara gemericik aliran sungai.


Askar terbangun dari tidurnya setelah mencium aroma ikan bakar yang di rasakan oleh hidung, ini jelas cukup memikat perut, dimana dalam festival segala kebutuhan harus mereka penuhi sendiri dan berasal dari alam.

__ADS_1


Melihat Sea yang sudah terbangun dan duduk santai di depan perapian..."Oh, apa kau yang menyiapkan ikan bakar ini sea."


"Tidak bukan aku." Jawab Sea yang menggelengkan kepalanya.


"Lantas siapa." Askar pun bingung, karena jelas Endru atau Rudy sudah dibawa keluar dari festival.


Ditunjuk oleh Sea ke belakang, dan setelah Askar menoleh, empat sosok yang kini berdiri di belakangnya membuat suasana menjadi aneh.


Mereka adalah Remure, Wei Cho dua lelaki yang dia lawan semalam, satu wanita yang datang menyelamatkan Remure, dan seseorang baru dia lihat sekarang.


"Apa yang kalian lakukan." Bertanya Askar.


"Aku ingin berlatih bersama dengan mu." Jawabnya dengan tegas.


"Huh ?, Apa ?."


"Aku ingin berlatih ber....." Ulang saja Remure merasa kurang jelas mengatakannya.


Tapi tangan Askar celah menghentikan..."Tidak bukan itu, tapi kenapa kau ingin berlatih denganku. Kau adalah murid sekolah lain dan bagaimana mungkin meminta ku yang tidak kau kenal."


"Di sekolah aku berada di atas semua murid, bahkan para guru pun merasa tidak memiliki hal lain untuk diajarkan, tapi bertemu denganmu, aku merasakan bahwa ada yang jauh lebih kuat dan aku seperti menemukan tujuan baru."


"Apa kau tahu tujuanmu itu akan membuatku kerepotan." Tentu Askar tidak ingin melakukannya.


"Itu tidak akan terjadi, aku akan membantumu dalam segala hal."


"Kau keras kepala sekali." Gumam Askar yang melihat Remure begitu antusias.


"Lalu bagaimana dengan mereka bertiga."


"Mereka hanya menemaniku, tidak ada niat untuk berlatih."


"Ah jadi begitu, akan jauh lebih merepotkan jika harus mengurus kalian berempat."


"Jadi, akan aku putuskan, setelah festival ini berakhir."

__ADS_1


"Aku benar-benar berharap." Di tunjukkan wajah penuh semangat karena di beri kesempatan.


"Aku tidak." Jawab Askar dengan lemas.


__ADS_2