DIMENSION GUARD

DIMENSION GUARD
Episode 4 Kisah Dunia Pararel


__ADS_3

Sudah lebih duaminggu Aku tidak bertemu dengan pria yang tidak ku kenal di kantin rumah sakit. Dan Daniel pun sudah sembuh dari sakitnya.


Pada saat itu Aku dan Daniel sedang bermain video game di rumahku. pada saat bermain video game Aku melamun memikirkan sesuatu.


Aku masih ke pikiran apa maksud perkataan pria tersebut padaku, dan apa hubungan Evic dan Arion pada pria yang tidak kukenal tersebut.


Melihat aku yang sedang memikirkan sesuatu,


Daniel pun bertanya padaku, “Alaric kamu sedang memikirkan apa sih."


“Tidak ada kok.”


"Serius. Beritahu aja padaku mungkin aku bisa membantumu.” Ucap Daniel dengan penasaran.


Mana mungkin aku memberitahumu tentang apa yang ku alami di dimensi teknologi tentang pria tersebut. Oh iya, kenapa aku tidak bertanya pada


Lauren saja, pikirku di dalam hati ku.


Aku pun bergegas pergi kerumah Evic untuk bertanya pada Lauren.


”Mau kemana kau Alaric…” tanya Daniel.


“Aku mau keluar sebentar membeli minuman ke minimarket” Jawabku yang sedang tergesa-gesa pada Daniel.


"Kenapa kau tidak menyuruh pembantu mu saja." sebelum Daniel selesai berbicara, aku sudah menutup pintu kamarku dan pergi meninggalkannya.


Aku pun berlari ke taman dan membuka lubang pararel ke dimensi Magic.


***


Setelah aku sampai di D-4, aku pun bergegas


menemui Lauren yang sedang berada di kebun dekat rumahnya. Aku pun menemuinya dan langsung bertanya padanya.


Mendengar perkataan ku Lauren tiba-tiba saja menangis. Aku tidak tahu apa yang membuat dia menangis.


Tanpa kusadari tiba-tiba Daniel datang dan mengajak Lauren untuk masuk ke rumah dan mencoba menghibur Lauren. Melihat hal tersebut Aku tidak lagi bertanya pada Lauren.


Tak lama kemudian Evic pun datang dan bertanya, “Mengapa Lauren menangis?” Ucap Evic pada kami berdua.


Aku pun menundukkan kepalaku. Melihat aku yang sedang menundukkan kepala ku Evic pun berhenti bertanya dan mencoba untuk menenangkan Lauren.


Aku pun keluar dari rumah Evic untuk menenangkan diriku. Tak lama kemudian, Daniel pun juga ikut keluar dan mendatangi aku. Aku pun bertanya pada dia.


"Bagaimana kau tahu aku pergi ke dimensi ini?” tanyaku pada Daniel.


“Aku mengikuti kau ke taman dan melihat kau membuka portal ke dimensi ini.” Jawab Daniel pada ku.


“Ohh,,, jadi rupanya kau adalah seorang penguntit yah.” Sindirku pada Daniel.


“Bukan. Aku hanya penasaran mengapa kamu pergi tergesa-gesa dan meninggalkan aku di rumahmu sendiri dan ini kunci kamarmu. ” Jawab Daniel dengan suara agak kesal dan memberikan kunci kamarku.

__ADS_1


Tak lama kemudian Evic pun keluar dari rumahnya dan menghampiri kami. Mungkin dia sudah selesai menenangkan Lauren.


“jadi kelian kesini ingin bertanya siapa pria yang kita temui pada saat kita di rumah sakit bukan.” Tanya Evic pada kami berdua.


mendengar pertanyaan Evic, Aku pun mengangguk-anggukkan kepala ku.


“Dia adalah Nathan, kakaknya Loretta. Dia


sama seperti mu yang memiliki takdir SPACE-TIME PART, dari dimensi teknologi.


Dan dia adalah anak didik ayahku, sebelum ayahku mati tepatnya.


Ayahku dulu adalah seorang ilmuwan dari dimensi ini, dia memiliki impian yaitu melakukan perjalanan antar ruang dan waktu, Karena cita- citanya tersebut dia disebut sebagai ilmuwan gila. Walaupun dia disebut ilmuwan gila dia masih saya untuk membuat cita-citanya menjadi nyata.


Hari-harinya pun berlalu, siang berganti malam, dan malam berganti siang ayah ku hanya di laboratorium saja untuk membuktikan bahwa


cita-citanya itu tak gila.


Pada suatu hari ada seorang teman ayah ku laki-laki yang tertarik dengan cita-cita ayahku. Laki-laki tersebut bernama Samuel, mereka bekerja sama dalam mewujudkan cita-cita mereka menjadi kenyataan.


Impian mereka pun tercapai, ayahku dan Samuel pun sangat gembira, karena berhasil menemukan portal antar ruang dan waktu. Namun portal ini hanya dapat membuka 3 portal saja.


Yaitu portal di mana semua teknologi sudah maju (Dimensi Teknologi/D-6), portal dimana semua manusia memiliki kekuatan (Dimensi Megic/D-4) dan portal diman teknologi itu belum maju dan semua manusianya tidak ada memiliki kekuatan (Dimensi Normal/D-N).


Walaupun mereka berhasil menemukan portal


antar dimensi tetapi mereka tidak mempublikasikan penemuan mereka pada khalayak umum.


Pada saat itu Nathan dan Loretta mengemis di


pinggir jalan sambil meminta-minta uang, namun tidak ada yang memberi uang pada mereka. Ayahku pun mengajak mereka pergi ke dimensi magic. Sejak saat itu Nathan dan Loretta pun tinggal bersama kami di dimensi magic.


Setelah beberapa bulan  mereka tinggal di dimensi ini mereka dapat menggunakan kekuatan. Ayahku pun terkejut melihat mereka yang dapat menggunakan kekuatan sehingga mereka di jadikan sebagai objek penelitian ayahku dan


Samuel.


Mereka juga mengambil beberapa anak jalanan di dimensi normal dan di dimensi teknologi untuk di jadikan objek penelitian. Namun sayang anak jalanan yang mereka ambil dari perjalanan dimensi tak mampu bertahan lama di dimensi ini.


Berbeda dengan Nathan dan Loretta yang mampu bertahan berhari-hari ataupun berbulan-bulan ataupun bertahun-tahun mereka dapat hidup di setiap dimensi. Pada saat melakukan penelitian pada Nathan, tak sengaja Nathan dapat membuka portal antar dimensi tampa menggunakan pintu Teleportasi sama sekali.


Hal tersebut membuat ayahku dan Samuel terkejut. Yang membuat mereka memfokuskan meneliti Nathan. Hari-hari mereka pun, mereka lewati dengan meneliti Nathan.


Pada suatu Ketika mereka berpendapat bahwa gen Nathan lah yang dapat membuat Loretta dapat bertahan hidup di setiap dimensi. Dan mereka pun menguji pendapat mereka dengan mengambil gen Nathan.


Setelah  gennya Nathan di ambil mereka memasukkan gennya Nathan ke dalam tubuh anak-anak jalanan, salah satunya adalah Arion.


Pendapat mereka pun berhasil, dengan sampel pada anak-anak yang sudah dimasukkan gennya Nathan melalui suntikan dan anak-anak jalanan tersebut dapat bertahan hidup di setiap dimensi.


Setelah mereka berhasil membuktikannya, ayahku dan Samuel  langsung menyuntikkan gennya Nathan ke dalam tubuh mereka dan juga ke dalam tubuh keluarga mereka. Tak cukup hanya disitu mereka terus meneliti Nathan, hingga akhirnya mereka menemukan bahwa gennya Nathan dapat menyembuhkan luka lebih cepat dari pada menggunakan sihir maupun menggunakan alat medis di dimensi teknologi.


Namun pada suatu hari ayahku dan Samuel

__ADS_1


bertengkar, aku tidak tahu apa yang membuat mereka bertengkar hingga sampai menggunakan sihir.


Mereka saling melemparkan kekuatan mereka hingga hampir mati. Namun mereka dapat Kembali pulih dalam satu hari dengan menggunakan gennya Nathan.


Namun ayahku, ibu tiri ku dan juga anak-anak jalanan yang di jadikan objek penelitian oleh ayahku juga ikut terbunuh semua kecuali Arion. Pelaku pembunuhan tersebut adalah Nathan dan juga Samuel. mereka juga membunuh Ibuku karena ikut membantu ayahku, mereka semua terbunuh di laboratorium ayahku.


Sebelum ayahku mati dia menyuruh aku untuk


mengajak pulang Nathan Kembali ke rumah. Namun jika aku gagal membawa Nathan pulang, aku disuruh untuk mencari SPACE-TIME PART dari dimensi normal, untuk menghentikan kejahatan Samuel.” Evic pun mengakhiri ceritanya sabil meneteskan air mata.


***


Mendengar cerita Evic tersebut aku menyadari bahwa yang membuat Lauren menangis mungkin karena aku bertanya tentang masa lalu keluarganya.


Dan Aku juga bertanya-tanya di dalam hatiku mengapa ayahnya menyuruh Evic untuk mencari aku yaitu mencari seorang SPACE-TIME PART.


Aku pun ingin menanyakan hal tersebut pada Evic namun Daniel menghentikan ku sehingga akhirnya aku tak jadi Menanyakannya pada Evic.


Tak lama setelah Evic menceritakan semua


tentang Nathan terdengar suara Lauren berteriak dari dalam rumah sambil lari keluar dengan rasa ketakutan dan langsung bersembunyi di belakang diriku.


“Ada apa Lauren, mengapa kamu lari dan berteriak?” Tanya Evic pada Lauren.


“Kakak.. ada seseorang yang terbunuh didalam kamar mandi.” Jawab Lauren pada Evic.


Kami pun langsung berlari masuk kedalam rumahnya Evic dan melihat ke kamar mandinya. Setelah kami berada di pintu kami melihat seorang perempuan yang tergeletak di lantai kamar mandi dengan luka tusukan di dalam perutnya.


Aku pun mendekati perempuan tersebut dan mencek dia. Aku memegang nadi yang ada di tangannya untungnya dia masih berdetak dan aku


juga memeriksa nafasnya dengan menaruh tanganku di depan hidungnya, untungnya dia masih bernafas. walaupun masih dapat hidup namun nafasnya sudah mulai melambat


Waktu aku membalikan tubuh si perempuan, untuk memberi tindakan pertolongan pertama. Tiba-tiba Evic memanggil nama perempuan tersebut.


“Kesyaaa…” Teriak Evic.


***


Biodata


Nama : Arion


Umur : 20 tahun


Pekerjaan : pengangguran


Warna rambut : Hitam


Warna Mata : Biru


Warna kulit : Kuning langsat

__ADS_1


__ADS_2