
Lima makhluk predator itu memiliki tubuh tinggi besar, buntal, bermata empat, tangan empat, jari dua puluh dan dua kaki yang sekali melangkah menggetarkan tanah. Ini termasuk dalam kategori predator kelas tinggi, dimana tingkat kehancurannya sangat berbahaya, dibutuhkan tiga pleton pasukan militer berkekuatan khusus untuk menyingkirkan kelima predator.
Hanya saja memanggil pasukan militer dibutuhkan waktu cukup lama, sedangkan saat ini, lima predator mulai meraung-raung dan bergerak menghancurkan setiap bangunan yang ada di sekitar mereka.
"Pak, bagaimana dengan tuan Gustav, aku yakin dia bisa melawan dua predator." Askar tahu jika kepala sekolah adalah sosok yang bisa membantu.
Tapi kepala pak Agus menggeleng...."Itu mustahil, karena saat ini kepala sekolah sedang pergi dalam rangka pertemuan sekolah Elementor."
"Kalau begitu, ibu Nadia, dia memiliki makhluk astral yang terbilang kuat untuk bertarung."
"Dia juga sedang pergi keluar bersama kepala sekolah Gustav." Balas kembali pak Agus dengan gelengan kepala.
"Bagaimana dengan guru lain."
"Aku tidak yakin, sebagian besar dari mereka sudah pulang." Jawabannya santai.
Sedikit kesal Askar memikirkan pengabdian guru untuk sekolah...."Kenapa semua yang dibutuhkan selalu tidak tepat, mau bagaimana lagi, pak Agus saja yang bertarung melawan mereka."
"Apa kau bercanda, aku belum menyelesaikan makan siang ku." Alasan yang aneh untuk Askar terima.
"Kenapa bapak lebih mementingkan makan siang, sedangkan para predator itu akan menghancurkan sekolah ini."
"Ya kau tahu, jam kerja ku sudah habis, sekolah tidak memberikan uang lembur atau jaminan keselamatan, jadi aku tidak berkewajiban untuk bertarung." Masih saja pak Agus beralasan.
"Terserah bapak saja." Pasrah Askar melihat sikap pak Agus.
Askar sebenarnya tidak ingin menunjukkan diri dengan kekuatan sejati dalam pertarungan setelah tugas militer, tapi melihat para predator merusak lingkungan sekolah, Askar tidak bisa membiarkan itu terjadi.
Tapi tidak jauh dari lokasi turunnya para predator melalui retakan dimensi, ada dua sosok lelaki dan wanita berdiri menghadang sebelum Askar datang.
Setsu dan Sea, keduanya bersiap menggunakan kekuatan Elemenstator, ini membuat Askar sedikit tenang, karena dia tahu bahwa Setsu bisa mengatasi kelima predator sekaligus tanpa bantuan siapa pun.
__ADS_1
Dari tangan Setsu mengeluarkan sebuah tongkat panjang dengan bola kristal yang menjadi alat Elemenstator miliknya. Di dalam anggota pasukan Raynor Avya, Setsu menyandang gelar 'Witch of destruction', sang penyihir kehancuran.
"Nona Sea, aku akan menghentikan mereka dan kau yang membunuhnya." Ucap Setsu.
"Baik senior." Sea pun mengangguk paham.
Setsu tidak kenal takut, berjalan maju ke depan dengan tatapan santai dan senyum mengejek ke arah para predator. Tidak banyak orang yang mampu bersikap tenang menghadapi makhluk pembunuh berkekuatan tinggi dari dekat.
Tapi Setsu sudah banyak melihat kematian di dalam hidupnya sendiri, setiap hari bertarung dengan nyawa sebagai taruhan, entah kapan waktunya dia bisa saja tewas ketika harus melawan para predator yang muncul. Askar mengenal betul siapa Setsu, karena bertahun-tahun menjalani kehidupan keras dalam anggota pasukan Raynor Avya. Askar pula meyakini bahwa Setsu masih kuat seperti dulu.
Melihat bagaimana Setsu mengetuk tongkat Elemenstator ke tanah dan muncul tiang-tiang batu dari elemen tanah untuk menghentikan gerakan lima predator secara bersamaan.
"Sea lakukan sekarang." Perintah Setsu.
Sosok Sea dari bawah melakukan serangan lanjutan, dimana Elemenstator yang dia miliki kini mengeluarkan cahaya hijau kebiruan dan menyebar ke seluruh tubuh.
Pemilik kekuatan element air dan roh kontrak kelas tinggi dimana Sea menjadi salah satu orang yang bisa menggunakan keduanya secara langsung, roh kontrak itu diberi nama Baruna. Nama dari dewa laut dalam bahasa sansekerta.
Pusaran air bergerak naik di depan Sea, muncul sebuah senjata trisula yang berasal dari pembentukan roh kontrak dalam wujud nyata. Kemampuan Sea ini memang berasal dari genetik kedua orang tuanya.
Sea melepaskan tombak trisula, melesat lurus dan menghantam tubuh predator hingga berlubang, dua dari lima telah tewas. Sedangkan tiga lain mencoba memberontak dan menghancurkan tiang element batu milik Setsu.
Tombak trisula bergerak kembali menuju tangannya, satu predator datang melawan, berhadapan secara langsung, tidak ada rasa takut dari wajah Sea. Menangkis pukulan dari tangan predator, dia coba bertahan meski sudah di dorong mundur oleh kekuatan fisik yang jelas sangat kuat.
Tapi Sea ahli dalam pertarungan, hanya menggeser posisi, pergerakan tubuh predator menjadi tidak seimbang. Dia pun melihat kesempatan membalas serangan, berayun tombak trisula memotong satu tangan.
Raungan penuh kesakitan terdengar keras, tapi fisik predator jelas berbeda dari manusia, dimana luka tangan yang terpotong itu cepat tertutup, regenerasi makhluk dimensi Noir sangatlah mengerikan. Sedangkan manusia membutuhkan waktu berhari-hari untuk bisa menyembuhkan luka mereka.
Cara bertarung predator adalah dengan mengandalkan insting ibarat binatang, tidak perduli soal nyawa, hanya hasrat membunuh yang begitu liar.
"Di belakang mu." Teriakan itu terdengar memberi peringatan.
__ADS_1
Sea terpojok ketika ada predator lain datang dari arah lain, mati langkah, Sea tidak bisa menghindar atau pun bertahan. Tapi tepat sebelum pukulan predator datang, tubuhnya berhenti bergerak.
Setsu datang membantu, melihat gerakan predator yang terhenti dia segera melepas element batu untuk mengunci tubuh mereka kembali. Ini menjadi kesempatan untuk Sea pergi, dia segera melompat kebelakang menuju tempat Setsu.
"Apa kau baik-baik saja." Ucap Setsu mengkhawatirkan kondisi Sea.
"Ya aku masih selamat, terimakasih senior."
"Jangan lengah, mereka belum dikalahkan."
"Aku mengerti, tapi aku tidak yakin kita akan bertahan jika melawan mereka." Balas Sea.
Perlawanan belum berakhir, ada tiga predator yang masih hidup dan mulai memberontak kembali dengan menghancurkan tiang batu.
Satu predator yang lepas, melompat tinggi untuk menyerang ke tempat mereka. Tidak ada kesempatan bagi Sea pergi, kecepatan predator sangat mengerikan, bahkan Setsu hanya diam ketika tahu bahwa posisi mereka dalam bahaya.
Tapi dalam sekejap mata sosok Askar muncul dan berdiri tepat di depan mereka. Satu tangan mengarah maju, tiba-tiba saja tubuh kedua predator berhenti bergerak.
"Kau melakukan semua ini dengan baik Sea." Ucap Askar yang menunjukkan senyum sebagai rasa bangga atas tindakannya.
Tangan Askar meremas, tubuh semua predator seperti di putar dan ditekan oleh kekuatan kasat mata hingga hancur, menjadi gumpalan daging hitam berserakan di tanah.
Tidak ada yang tahu jenis element milik Askar untuk mengalahkan predator. Bahkan bagi Setsu, sosok Askar masih menjadi misteri akan kekuatan luar biasa besar tertanam di tubuh itu.
"Kau masih saja membuatku terkagum Askar." Ucap Setsu dengan senyum rumit.
Sedangkan Askar membalas dengan sorot mata tajam... "Setsu, apa yang sebenarnya kau lakukan ?, harusnya dengan kekuatanmu itu mereka tidak mungkin lepas, tapi kau..."
"Apa kau pikir aku berniat mencelakakan Sea ?."
"Aku tidak pernah melihat mu seperti ini." Suara Askar keras dan marah.
__ADS_1
Setsu beranjak pergi, tapi sejenak diam dan berkata...."Asal kau tahu saja Askar, aku tidak sama denganmu yang memiliki kekuatan besar, aku manusia, bukan monster, sudah lama aku tidak melawan predator, jadi jangan seenaknya sendiri menyalahkan ku."
Sea tahu jika hubungan Askar dan Setsu adalah teman sesama anggota pasukan Raynor Avya, tapi baru pertama kali dia melihat kemarahan Askar yang ditunjukkan kepada temannya.