DIMENSION GUARD

DIMENSION GUARD
Recovery


__ADS_3

Di dalam ruang pengawas....


Sebuah bola energi terbentuk diantara orang-orang dan berada tepat di dalam, terdapat sesosok wanita yang membawa lelaki di pelukannya.


Tampak jelas jika kondisi lelaki yang dia bawa tidak bisa dibilang baik-baik saja, dimana sebilah belati hitam dengan ukiran pegangan berupa tulisan aksara kuno yang memiliki kekuatan energi menancap di dadanya.


Kepala sekolah Gustav dan tuan Susuhunan Prabu Anyakra, sangat terkejut ketika tahu jika lelaki yang Nura bawa adalah Askar. Memanggil para ahli medis, dan segera membawa Askar untuk melakukan pemeriksaan.


"Nura, apa yang terjadi..." Bertanya kakek Anyakra dengan khawatir.


"Setsu dan seorang lelaki bertopeng Tengkorak adalah dalang dari semua kejadian ini, mereka mengendalikan para predator yang menyerang Askar." Jawabnya.


"Lantas bagaimana mungkin Askar sampai mengalami hal buruk." Tentu tidak bisa Gustav bayangan jika seorang Overlord sampai kalah.


"Itu karena dia melindungi Sea yang di sandera oleh Setsu."


"Apa kau yakin jika dia adalah Setsu, bukan orang lain yang menyamar." Gustav kembali bertanya karena masih ragu dengan apa yang dia dengar.


"Aku yakin, sebab aku sendiri mengenali jenis aura yang Setsu miliki." Nura merasa kesal akan pertanyaan Gustav.


Satu orang yang benar-benar tidak bisa menerima kenyataan adalah kepala sekolah Gustav, dimana dia sangat membanggakan mantan murid sekolah Elementor tiga dan segala hal untuk prestasi besar untuk kemajuan sekolah.


Tapi apa yang terjadi saat ini, berbanding terbalik jika Gustav ingat bagaimana sikap dan perilaku Setsu selama menjadi murid di sekolahnya.


"Aku tidak percaya jika Setsu melakukan hal sekejam ini." Berkata Gustav dengan wajah rumit.


"Jika memang kepala sekolah tidak percaya, silakan pergi dan lihat sendiri, Sea masih dibawa Setsu entah kemana." Di Jawab oleh Nura dengan kesal.


"Tapi apa tujuan Setsu." Bertanya Gustav.


"Dia mengatakan ingin mendapatkan kembali hal yang paling berharga di dalam hidupnya." Jawab Nura.


"Apa itu." Sekali lagi Gustav bertanya.


Dengan penuh emosi Nura pun membalas. .."Jangan bertanya kepada ku, aku sendiri masih bingung untuk semua yang terjadi."


Tuan Susuhunan Prabu Anyakra melihat bagaimana Nura begitu emosi, tapi kondisi yang terjadi sekarang adalah hal penting untuk dirinya selesaikan, dimana masih banyak murid-murid peserta Pesta Nusantara terjebak di kaki gunung Merapi.


Kakek Anyakra bertanya...."Gustav, bagaimana dengan panggilan kepada pasukan Raynor Avya."


"Mereka sudah bergerak menuju tempat ini."

__ADS_1


"Baguslah, aku juga akan mengirim orang-orang klan Mataram untuk membantu evakuasi."


"Itu sangat diperlukan tuan Anyakra." Gustav penuh harapan agar bisa menyelesaikan masalah.


Tapi tidak berselang lama, satu orang yang menjadi ahli medis ketika membawa Askar, berjalan cepat ke hadapan mereka semua. Terlihat jelas wajah panik menggambarkan suatu hal buruk terjadi.


"Tuan Gustav, tuan Anyakra, lelaki itu tidak bisa di selamatkan, pisau yang ada di tubuhnya menyerap habis energi kehidupan, kami...."


Tanpa perlu menunggu menunggu ahli medis memberi laporan secara lengkap, Nura berlari cepat menuju ruang perawatan yang menjadi tempat Askar.


Melihat tubuh lelaki itu tergeletak di atas ranjang, darah yang mengalir jatuh ke lantai dan tidak lagi terdengar suara nafas dari mulutnya.


Ini adalah pemandangan tragis untuk Nura lihat, dimana Askar di khianati oleh temannya sendiri, dan dikorbankan demi tujuan pribadi.


Langkah perlahan berjalan mendekat ke ranjang Askar, Nura memiliki penyesalan karena belum berterimakasih secara benar untuk semua yang Askar lakukan setelah menyelamatkannya.


Orang-orang berdatangan, para ahli medis menunduk layu karena tidak berhasil menyelamatkan nyawa Askar. Termasuk juga Susuhunan Prabu Anyakra, dia memiliki hutang besar kepada lelaki yang berjasa besar dalam hidupnya.


Nura perlahan menyentuh belati yang masih tertancap di dada Askar dan mencabutnya.


Tapi saat itu juga, cahaya kemerahan keluar dari lubang bekas tusukan belati, menyelimuti seluruh tubuh Askar dalam kobaran energi merah dengan kekuatan tidak biasa.


"Apa ini ?, Darimana datangnya suara ini." Ucap Gustav yang jelas memiliki pertanyaan sama seperti orang lain.


Suara asing yang menggema di seluruh ruangan membuat siapa pun kebingungan, dimana jelas mereka tidak tahu darimana asalnya, namun secara itu semua yakin berkaitan dengan Askar.


Tidak berselang lama setelah suara asing berkumandang, lapisan energi merah pun lenyap dan jari tangan Askar mulai bergerak. Nura dengan cepat melihat wajah Askar yang sudah membuka mata, memang menjadi hal ajaib, ketika seorang manusia yang tertusuk tepat di bagian jantung masih mampu hidup kembali.


Termasuk para ahli medis pun terkejut, bahkan ada sedikit rasa takut, mana kala mereka yakin jika Askar sudah dinyatakan telah tewas.


"Senior Nura, terimakasih kau sudah mencabut benda itu dari tubuhku." Ucap Askar.


"Tapi kenapa... Bagaimana mungkin kau masih hidup, sedangkan sebelumnya jantungmu sudah berhenti." Balas Nura masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


"Ya aku memiliki tubuh yang unik, dan benda milik Setsu itu berhasil menghentikan semua aliran energi yang aku miliki, sehingga proses penyembuhan ku tidak bisa aktif." Balas Askar menjelaskan, meski pun tidak semua orang bisa memahaminya.


Secara garis besar, hanya dengan luka parah, atau pun jantung yang tertusuk tidak sampai membuat Askar tewas, dimana dalam tubuhnya memiliki kekuatan lain untuk memperbaiki setiap kerusakan sel dan akan aktif jika Askar mengalami kondisi kritis.


Setsu mengetahui kekuatan Askar, karena mereka berdua bersahabat begitu dekat satu sama lain, menyadari akan hal merepotkan yang membuat Askar mustahil di kalahkan.


'Sistem recovery otomatis' itu terlalu mengerikan, bahkan jauh lebih kuat dari regenerasi para predator tingkat Unknown.

__ADS_1


"Kenapa kalian tidak berpikir untuk melepaskan benda itu." Kakek Anyakra marah untuk tindakan ahli medis.


Tapi mereka tahu bagaimana harus menjawab...."Tuan Anyakra, kami pikir jika kami melepas belati yang ada di dada Askar, pendarahan akan semakin besar, dan kerusakan pada organ jantung menjadi lebih parah."


Askar turun dari ranjang dan berdiri untuk melemaskan otot-ototnya, semua dirasakan sudah kembali normal, sistem recovery memulihkan semua luka, meski meninggalkan bekas.


Kini kepala sekolah Gustav mendekat dan bertanya...."Bagaimana kondisi mu Askar."


"Aku baik-baik saja, jangan khawatir." Santai Askar menjawab.


"Meski kau bilang begitu, aku hampir pingsan ketika tahu kau tewas." Alasannya dia akan disalahkan oleh pemerintah jika harta Nasional seperti Askar harus tewas.


"Ya aku juga sudah mengalami kejadian ini beberapa kali. Jadi bukan hal baru untukku." Balas kembali Askar.


Semua orang kebingungan untuk Askar yang menjawabnya dengan santai. Bagaimana mungkin ada orang masih bisa tenang setalah mengalami kejadian mengerikan seperti itu.


Memang benar jika julukan Overlord dimiliki oleh Askar. Dia sangat kuat, bahkan terlalu kuat untuk seorang manusia, tapi siapa pun jelas bersyukur karena Askar tidak menjadi musuh, bisa dibayangkan seberapa besar bencana yang mampu Askar datangkan.


"Kepala sekolah, bagaimana kondisinya sekarang."


"Para predator yang ada di kaki gunung Merapi masih melakukan serangan, tapi kami sudah menghubungi komandan Zam." Jawab Gustav.


"Lantas apa yang Setsu lakukan setelah aku dibawa kesini."


"Setsu membawa Sea pergi, kami tidak tahu kemana tujuannya." Yang menjawab adalah Nura.


"Dia tidak melepaskannya." Geram Askar mengepalkan tangan.


Askar berjalan sedikit menjauh dan membuka baju yang sudah berlubang dari tubuhnya... "Pak Kepala sekolah apa kau punya baju lain."


"Ada, tapi apa kau akan pergi." Gustav kembali bertanya, dimana dia masih khawatir hal buruk terjadi kepada Askar.


"Tentu saja, karena bajuku sudah tidak layak di gunakan." Itu yang Askar jawab.


"Sebenarnya bukan itu yang aku maksud, apa kau yakin akan bertarung setelah pemulihan dari lukamu."


"Tentu saja, karena aku harus menghentikan tujuan Setsu." Jawab Askar penuh keyakinan.


Askar merasakan sesuatu yang besar dan sangat berbahaya akan datang, seperti halnya tertulis dalam gulungan lontar di klan Mataram.


Dimana saat sang Surya ditelan kegelapan, sebuah gerhana matahari, dan itu akan terjadi hari ini.

__ADS_1


__ADS_2