DIMENSION GUARD

DIMENSION GUARD
situasi buruk


__ADS_3

Memasuki hari ke dua, Askar dan Sea sudah mendapatkan lima belas gelang batu kristal, cukup mudah bagi mereka berdua mengalahkan keroco-keroco yang coba melawan, karena mengetahui jika kelompok lima sekolah Elementor tiga hanya tersisa dua orang.


"Aku merasa kasihan kepada mereka semua karena melawan mu Askar." Ucap Sea dengan nada santai.


"Untuk apa kasihan, mereka yang datang sendiri dan menyerahkan gelangnya kepadaku, tentu aku tidak akan menolak." Balas Askar berlagak masa bodoh.


"Karena mereka hampir tidak ada perlawanan berarti, dan tergeletak tidak sadarkan diri."


"Sudahlah, jangan jadikan ini sesuatu yang merepotkan, selama kita mendapatkan dengan mudah untuk apa cari yang sulit." Jawab saja Askar seakan tidak perduli.


"Ok, aku mengerti."


Bergerak dengan langkah santai menyelusuri hutan, sedikit rasa canggung ketika berdua untuk suasana santai tanpa pertarungan, tapi tiba-tiba saja, dirasakan ada kekuatan energi tenaga dalam yang muncul dalam sebuah pertarungan.


Askar mengarahkan pandangan ke tempat pertarungan itu, dimana dia merasakan sensasi akrab yang jelas tahu, siapa sosok pengguna kekuatan di sana.


"Askar, apa kita perlu mengambil jalan yang lain dan menghindari pertarungan mereka." Balas Sea yang memberi pilihan.


"Sepertinya tidak perlu, karena salah satu yang bertarung di sana adalah orang dari sekolah kita." Jawab Askar.


"Bagaimana kau tahu."


"Ya, sebelumnya aku juga pernah bertarung dengannya." Sea penasaran akan sosok yang Askar bicarakan.


"Siapa ?."


"Senior Silka." Jawab Askar menyebutkan namanya.


"Cih...." Berdecak lidah Sea dengan perasaan tidak suka.


Melihat ekspresi Sea yang kusut, Askar pun bertanya... "Kenapa kau sea ?."


"Tidak bukan apa-apa, hanya aku bingung, kenapa kau ingat aura energi milik wanita lain dengan mudah." Nada bicara yang tidak enak di dengar.


"Itu bukan hal aneh, jadi jangan berpikiran rumit, sea."


"Baiklah, baiklah." Sea coba menerima karena tidak ada alasan untuk marah.


Semenjak kejadian malam itu, Sea jadi lebih sensitif untuk mengurusi setiap hal yang berhubungan dengan Askar, terlebih lagi jika itu bertuju kepada seorang wanita.


Kejadian yang membuat Askar terkejut itu adalah sebuah pernyataan dimana Sea menunjukan diri untuk menerima kehadiran Askar.


Ya Askar merasa senang dengan kehadiran Sea, entah itu dulu, saat dia menganggap hubungan mereka adalah kepura-puraan saudara, atau sekarang dimana Askar merasakan sensasi lain yang jauh berbeda.


Lepas dari permasalahan hubungan yang keduanya miliki....


Dari atas pohon tempat Askar dan Sea bersembunyi, mereka melihat senior Silka dan beberapa orang dalam kelompoknya sedang bertahan untuk saling tukar serangan.


Lencana sekolah yang di gunakan oleh lawan berasal dari sekolah menengah Elementor empat, Majapahit. Sekolah peringkat 3 dari 16 sekolah Elementor di seluruh Indonesia memang menjadi saingan sekolah Elementor tiga.


Tapi untuk saat ini, pertarungan yang terjadi antara sekolah Elementor tiga dan sekolah Elementor empat, tidak terlalu nyaman dilihat, dimana Silka dipaksa bertahan dan terpojok oleh serangan yang tidak berhenti.


"Memang sangat kebetulan bertemu kelompok dari sekolah Elementor tiga, tapi sangat disayangkan pula, dalam empat tahun ini, kalian tidak menunjukkan perkembangan apa pun." Ucap sosok murid yang melawan Silka dipenuhi kesombongan.


"Maaf saja kalau begitu, memang kami bukan kelompok yang terbaik di sekolah, tapi aku yakin tahun ini bukan sekolahmu yang akan menjadi juara." Balas Silka dengan berani.


"Sungguh sebuah kepercayaan diri yang tidak berdasar, hanya dengan melawan kami saja kalian sudah kewalahan, jadi apa jadinya jika melawan top ranking dari sekolah kami." Ditunjukkan senyum mengejek kepada Silka.


Seakan tidak memberi sedikit kelonggaran, satu langkah yang mereka ambil mengeluarkan sejumlah kekuatan energi dan siap menghantam ke arah Silka.


Tapi dalam jarak yang cukup dekat untuk menjatuhkan Silka, secara tiba-tiba energi di tangan murid sekolah Elementor empat lenyap dan mudah bagi Silka bertahan.

__ADS_1


Silka tidak melepas kesempatan ini, dimana dia segera menarik tangan lawan dan melepaskan satu teknik beladiri dinding besi milik keluarganya. Serangan tidak terelakkan, dimana hantaman keras melempar lawan hingga terpental jauh kembali ke tempat kelompoknya.


Setiap orang yang melihat tentu merasa aneh, dimana kejadian dalam satu serangan energi untuk menjatuhkan Silka dapat di patahkan dengan mudah.


"Wein, apa yang terjadi." Temannya bertanya.


"Entahlah, kekuatanku tiba-tiba saja hilang, dan ini sangat aneh." Balasnya dengan bingung.


"Apa yang harus kita lakukan."


"Kita pergi saja dulu, aku pikir akan merepotkan jika kejadian ini adalah kemampuan khusus dari kelompok lain yang membantu mereka." Wein lebih memilih untuk mundur karena kewaspadaan terhadap sosok yang mungkin lebih kuat dari kelompok mereka.


"Baiklah, kita pergi."


Dan memang benar adanya, jika seseorang yang tengah bersembunyi di atas pohon itu, melepas sebuah kekuatan khusus untuk menekan energi murid Elementor tiga.


Askar dan Sea, dimana saat ini masih memperhatikan kondisi pertarungan, dan membuat murid-murid yang melawan Silka pergi.


Hanya saja di atas pohon, Askar mendapat satu cubitan keras di pinggang ...."Sea kenapa denganmu."


"Tidak bukan apa-apa." Jawab Sea dengan nada kesal.


Melihat kondisi senior Silka dan teman satu kelompok yang cukup memprihatinkan, Askar dan Sea pun turun dari atas pohon untuk memberi sedikit pertolongan.


Silka terkejut karena tidak menyadari apa pun jika Askar muncul secara tiba-tiba... "Askar, Sea apa yang kau lakukan di atas sana."


"Merasakan sensasi aura yang akrab, aku menjadi penasaran, jadi aku datang kemari, ya mungkin itu jawaban yang tepat." Jawab Askar yang memang tidak salah dalam ucapannya.


"Tunggu, apa kau yang membantuku tadi...." Bertanya senior Silka.


"Apa maksud senior, aku dan Sea baru saja datang." Askar merahasiakan tindakannya, karena tahu jika harga diri Silka terlalu tinggi, dan merepotkan untuk melihatnya kesal.


"Lantas, bagaimana mungkin kekuatan Wein, tiba-tiba saja lenyap." Masih menjadi pertanyaan di hati Silka dimana serangan terakhir menjadi lebih mudah untuknya menghindar.


Setelah Silka selamat dari serangan murid-murid sekolah Elementor empat, Askar merasakan sesuatu telah terjadi, sensasi kuat yang membuat perasaannya tidak nyaman.


Dalam hal apa pun Askar terbilang selalu menenangkan pikiran dan stress agar bisa mengendalikan kekuatan. Tentu sangat berbahaya, jika dia terbawa emosi, kejadian seperti semalam, ketika Remure membuat masalah dan hampir saja Askar membunuhnya.


Sedangkan perasaan yang Askar rasakan sekarang adalah sebuah kehadiran dari aura kuat dan memiliki niat buruk, ini biasa dia temukan dalam medan pertempuran ketika masih berada di pasukan Raynor Avya.


Tapi di sini adalah acara festival pesta Nusantara yang hanya berisi murid-murid sekolah, mustahil bagi mereka memiliki aura kuat dipenuhi keburukan.


"Sea, senior Silka.... Sebaiknya kalian berdua pergi dari tempat ini." Berkata Askar memberi peringatan dengan nada suara serius.


"Kenapa ?, Apa yang terjadi ?." Balas Sea bingung, dimana ekspresi di wajah Askar begitu serius.


"Ada sesuatu yang buruk akan datang." Jawab Askar.


Tentu tidak berpikir jika murid-murid sekolah sampai membuat Askar begitu serius, bahkan selama ini dia hampir tidak mengeluarkan satu kekuatan pun untuk membalas serangan dari murid yang datang ingin bertarung.


"Apa itu retakan dimensi, para predator ?." Bertanya Sea.


"Sepertinya memang begitu, tapi ini jelas sangat tidak biasa, mungkin retakan dimensi ini sangat besar." Jawab Askar.


Sea tidak pernah melihat ekspresi Askar yang begitu khawatir, dia memiliki insting kuah untuk mengetahui hal-hal buruk dan berbahaya, sehingga Sea pun percaya atas keputusan Askar.


"Seharusnya tidak mungkin Askar, tempat ini sudah terpasang penghalang anti predator, jadi mustahil bisa menerobos masuk kedalam penghalang." Silka yang tahu tentang kondisi dan persiapan Pesta Nusantara menolak percaya.


Tapi Sea tidak pernah meragukan Askar ... "Senior Sea, sebaiknya kita mendengar ucapan Askar, dan....."


Belum sempat Sea menyelesaikan perkataan, seketika langit yang sebelumnya biru cerah kini berubah gelap, itu tidak seperti mendung, karena terdapat kepulan asap hitam pekat yang dipenuhi kilat.

__ADS_1


Tidak berselang lama, retakan terjadi, langit terbelah dua dan terbukalah sebuah dimensi hitam yang menjadi pintu masuk bagi para predator menuju dunia manusia.


Sesaat setelah menggunakan penglihatan masa depan, Askar melihat kilas gambaran dimana ada dua puluh predator tingkat tinggi dan lima predator tingkat Unknown, jatuh dari atas langit, diantara para predator itu pula ada sesosok makhluk berjubah dengan kepala tengkorak.


Tapi dia sebelum itu.....


"Senior, Sea menunduk lah....." Ucap Askar cepat memberi peringatan.


Melepaskan segel yang menahan kekuatan sejatinya, Askar mengeluarkan lapisan kubah energi berwarna merah dan menutupi tempat mereka semua.


Kilat merah menyambar jatuh ke bawah, menghantam kubah merah milik Askar dan ledakan besar yang datang, ******* habis pepohonan disekitar hingga terbakar.


"Askar sebenarnya apa yang terjadi...."


"Sesuatu yang buruk, benar-benar buruk, sangat buruk ...." Ucap Askar tanpa bisa menggambarkan dengan jelas tentang situasi yang mereka alami sekarang.


Sedangkan dari luar kubah merah itu, sesosok manusia yang muncul dari dalam retakan dimensi bergerak turun dan mendekat ke tempat Askar.


"Lima tahun, aku ingin membayar semua yang telah kau lakukan kepadaku Askar...." Suara menggelegar terdengar jelas hingga ke dalam kubah merah.


" .... Craneo." Ucap nama itu dari mulut Askar.


**********


Di ruang pusat pengawas pesta Nusantara....


Terjadinya retakan dimensi di atas gunung Merapi membuat semua orang terkejut, bagaimana tidak, segala persiapan untuk mengantisipasi munculnya para predator sudah dilakukan.


Namun alat anti predator yang terpasang di sekeliling gunung Merapi seakan tidak berguna untuk menghalangi retakan dimensi super besar di atas langit.


Dua sosok berjalan masuk kedalam ruang pengawas dengan wajah rumit, dimana kemunculan para predator ini akan menjadi masalah besar.


"Apa yang terjadi, kenapa retakan dimensi muncul...." Bertanya kepala sekolah Gustav dengan serius.


"Kepala sekolah Gustav, tuan besar Susuhunan Prabu Anyakra kami sedang mencari tahu, karena semua alat masih terpasang dan aktif, tapi retakan itu seakan mampu menerobos penghalang yang kami pasang." Jawab seorang kepala pelaksana.


"Kalau begitu....."


Satu orang yang menjadi salah satu pegawai berteriak keras memberi informasi lain dari kemunculan retakan dimensi.


"Tuan Gustav, tuan Anyakra, ini buruk, kemunculan lima belas predator dan diantara mereka ada lima yang berada di tingkat Unknown, ini akan menjadi bencana tingkat nasional." Ucap seorang petugas.


Mata Gustav terbuka lebar...."Ini buruk, segera hubungi pasukan khusus untuk memberi bantuan."


"Baik tuan..."


Dengan begitu banyak predator dengan kekuatan tinggi dan tidak diketahui, maka bencana besar mungkin akan terjadi. Tidak hanya keselamatan para murid sebagai taruhan, tapi juga wilayah sekitar bisa hancur oleh makhluk dimensi Noir itu.


"Gustav, sebaiknya kita menghubungi Askar, aku yakin dia bisa melakukan sesuatu." Ucap kakek Anyakra dimana dia pula tahu tentang kekuatan sang OVERLORD.


"Hanya dia satu-satunya harapan agar situasi ini tidak menjadi lebih buruk, dengan kekuatannya akan menyelamatkan banyak orang." Gustav pun memikirkan hal yang sama.


"Tapi bagaimana kita pergi ke tempat Askar, untuk menggunakan kekuatannya tanpa perlu menahan diri, sedangkan retakan dimensi sudah muncul." Kakek Anyakra merasa ragu untuk kondisi sekarang.


Seorang wanita berjalan masuk dari belakang, dia adalah Nura, dimana mengikuti kakek Anyakra untuk melihat kondisi di ruang Pengawas.


"Biar aku saja kakek."


"Nura, aku tidak mungkin membuatmu pergi ke tempat berbahaya." Balas kakek Anyakra.


"Tidak itu bukan masalah, karena kemampuan ku adalah perpindahan ruang." Jawab Nura.

__ADS_1


( Note : besok libur dulu, karena banyak kerjaan di kantor, terimakasih.)


__ADS_2