DIMENSION GUARD

DIMENSION GUARD
Kendali ruang


__ADS_3

Hal seperti ini memang sudah biasa terjadi, alasannya cukup sederhana, mendapatkan Dimensional Cube karena memang itu menjadi harta Nasional yang sangat berharga.


Tapi semua mudah untuk diatasi oleh Sang Overlord, tidak perduli jika jumlah mereka hingga ratusan bahkan ribuan orang, mustahil menang melawan senjata terkuat di negara Indonesia.


Roi tidak mau dianggap gagal hanya karena sang Overlord sudah dibebastugaskan oleh komandan Zam, harga diri sebagai sosok letnan pasukan khusus akan dipecundangi jika kalah melawan para penyusup.


Melihat sosok berjubah hitam dan topeng putih itu datang, Roi pun sudah siap untuk melawan, meski tanpa Sang Overlord, dia sudah termasuk sebagai salah satu yang terkuat.


"Kalian berempat lawan tiga orang disana, aku akan mengurus lelaki satu ini." Perintah letnan Roi memberi arahan kepada empat penjaga di belakang.


"Siap letnan." Tidak ada bantahan atas tugas yang harus mereka lakukan.


Bersiap dengan pisau ditangan, Roi mengaktifkan Elemenstator yang dia gunakan sebagai ikat pinggang. Aliran energi tenaga dalam mengalir deras di seluruh tubuh.


letnan Roi barulah menggunakan peningkat kekuatan fisik dan masih menyimpan kemampuan khusus untuk mencari informasi terkait lawan yang akan dia hadapi sekarang. Ini menjadi cara sederhana dalam mengatur rencana meminimalisir terjadinya kemungkinan terburuk.


Sosok berjubah pun bergerak cepat dalam satu serangan lurus di depan Roi, sebilah pedang tipis datang, maju ke arah kepala. Tapi jabatan sebagai letnan bukan sekedar status kedudukan saja, dimana gerakan Roi lincah menghindar, berbalik membalas dengan ayunan pisau.


Semua terjadi dalam sepersekian detik, mata manusia biasa mustahil mengikuti pergerakan dua orang ini selagi beradu serangan jarak dekat, saling tangkis dan saling membalas. Pukulan demi pukulan, ayunan pedang dan pisau tidak henti-hentinya memercikkan api ketika kedua senjata bersentuhan.


Tapi untuk satu serangan yang akan Roi tangkis, ada kekuatan lain datang dari bawah, dimana tanah dalam pijakan kakinya seakan mendekat ke arah lawan dan mengakibatkan gerakan Roi terhambat untuk menghindar.


Luka sayatan terbentuk di depan dada, Roi masih beruntung karena dia menjatuhkan diri agar tidak tertusuk pedang itu, jika terlambat mengambil keputusan sudah pasti tubuhnya akan berlubang.


Menghentak satu tangan ke lantai dan melempar tubuhnya sendiri agar bisa menjauh sebelum serangan lain datang, Roi kembali bangkit, setelah sekian banyak beradu kekuatan, dia sadar bahwa lawannya sekarang sangat ahli dalam pertarungan jarak dekat.


Seperti kejadian ini, karena tidak memiliki informasi atas kemampuan musuh Roi terlalu santai dan lengah sehingga mendapat luka yang cukup lebar.


'Kemampuan apa yang dia miliki, mengendalikan elements tanah kah ?, Atau magnet ?.' Roi memikirkan tentang cara yang musuh lakukan.

__ADS_1


Jarak serangan Roi sebelumnya terbilang jauh, bahkan mustahil untuk lawan melepas serangan langsung, tapi ada kekuatan lain yang dia miliki sehingga jarak antara mereka berkurang.


Terpikir tentang elements tanah, dimana lantai pijakan kaki di kendalikan agar menjadi dekat, tapi perasaan Roi menolak percaya, karena kemampuan elements tanah terlalu biasa untuk digunakan oleh seorang ahli.


Lelaki berjubah hitam melihat sekeliling, dua orang anggota penyusup telah di kalahkan, hanya tersisa satu yang masih bertarung dengan pasukan penjaga, tapi dua pasukan itu pula mengalami luka berat yang tidak mungkin melanjutkan pertarungan membantu Roi.


"Aku tidak bisa membiarkan ini terlalu lama, bantuan mereka tentu akan segera datang." Gumamnya dengan semua perhitungan.


"Jika kau berpikir untuk kabur, tidak bisa aku biarkan." Roi pun menanggapi ucapan itu.


"Tidak perlulah aku kabur, aku hanya ingin menyelesaikan ini." Balas sosok berjubah dengan suara buatan.


"Kau terlalu percaya diri bisa mengalahkan ku."


"Tentu saja."


Roi mengaktifkan kemampuan Elemenstator sejati miliknya, kobaran api biru menyelimuti seluruh tubuh, letnan pasukan khusus yang berjuluk 'Blue flame' benar-benar serius untuk bertarung.


Kejutan terlihat di wajah Roi, dia sadar akan kemampuan khusus dari Elemenstator yang sedang di aktifkan itu, tatapan mata tajam dengan penuh rasa marah, mengarah satu jari menunjuk ke depan lawan.


"Kemampuan kendali ruang, pantas saja aku merasa tidak asing untuk pertarungan kita." Ada yang Roi sadari ketika dia melihat kemampuan dari sosok itu.


"Sudah terlambat untuk menyesal letnan."


Di kendali ruang yang sudah menyebar ke seluruh bagian gedung, lelaki berjubah mulai menggerakkan tangan, dan segala sesuatu dalam wilayah kemampuannya adalah kekuasaan mutlak tanpa siapa pun lawan.


Tanpa perlu bergerak, tanah mulai bergeser, dinding gedung pun terbelah, dan Roi terlempar ke udara. Coba melawan, selimut api menyebar menutupi wilayah kendali ruang, benturan dua energi Elemenstator tingkat tinggi pecah, ledakan besar menghancurkan tempat mereka berdua.


*******

__ADS_1


Markas besar komando pasukan militer Indonesia....


Zam yang duduk dengan semua berkas laporan di atas meja, mendengar kegaduhan dari luar, dimana langkah kaki berjalan cepat dan membuka pintu tanpa mengetuk terlebih dahulu.


Dia seorang anggota militer yang dikirim untuk menjaga gedung utama Badan Pengawas Sumber Energi Nasional, tapi melihat kondisi yang dipenuhi luka komandan segera berdiri.


"Apa yang terjadi." Suara tegas dan keras memastikan alasan atas kehadirannya.


Zam melihat kondisi yang jelas tidak baik-baik saja, tapi dia berusaha bangkit untuk menjawab.... "Komandan gedung penyimpanan Dimensional Cube diserang."


"Bukankah letnan Roi sedang melakukan pengawasan ke sana."


"Satu musuh yang kami hadapi sangat kuat, letnan Roi berhasil selamat, tapi dia mendapat luka besar dan tidak sadarkan diri." Jawabnya dengan nafas naik turun.


Alasan komandan Zam khawatir..."Lantas bagaimana dengan Dimensional Cube."


"Para penyusup itu mendapatkannya dan mereka pula berhasil kabur dari kami."


Keras hentakan kaki menunjukan bahwa Komandan Zam marah .... "Lakukan pengejaran, cari mereka sampai dapat."


"Aku sudah meminta bantuan dan lima pleton pasukan pencari di kerahkan untuk mengejar mereka." Jawabnya dengan cepat.


Ini adalah masalah besar bagi Zam, dimana baru pertama kali para penyusup yang berniat mencuri Dimensional Cube mampu mendapatkannya.


"Bagaimana mungkin letnan Roi berhasil di kalahkan." Komandan Zam seakan tidak percaya, namun itulah yang laporkan oleh bawahannya ini.


"Saat kami melihat sosoknya, dia menggunakan kemampuan Elemenstator khusus dimana tingkat kekuatannya di atas Letnan Roi." Perjelas lagi soal penyusup yang dia hadapi.


"Baiklah, kau segera pergi ke ruang perawatan dan obati semua lukamu itu, aku juga ingin melihat kondisi letnan Roi."

__ADS_1


"Siap komandan."


Satu gebrakan tangan menghancurkan meja menjadi berkeping-keping, jelas sekali bahwa Komandan Zam marah, dia tidak menyalahkan Letnan Roi yang gagal menjaga Dimensional Cube, tapi dia marah bahwa kekuatan Asksr masih dibutuhkan.


__ADS_2