DIMENSION GUARD

DIMENSION GUARD
banyak alasan


__ADS_3

Kehebohan terjadi di sekolah....


Sebuah pengumuman untuk dua puluh peserta Event Festival Pesta Nusantara telah diumumkan, tentu semua berasal dari 19 peringkat terbaik dalam top ranking dan juga para kelas elite. Tapi hanya ada satu orang sebagai bentuk pengecualian yang membuat seluruh murid di sekolah terkejut.


Nama Askar tercantum dalam daftar peserta, jika itu adalah Sea, bukan hal yang aneh, dimana dia masih berada dalam top ranking, meski saat ini di pindahkan ke kelas Reguler.


Tapi bagaimana dengan Askar, seorang murid baru yang datang tiga Minggu lalu, kelas reguler paling dasar dan tidak mendapat prestasi apa pun sebagai bahan pertimbangan.


Ini jelas menjadi permasalahan yang dituntut oleh kelas Elite dan kelas Reguler lainnya, dimana mereka merasa tidak adil dan meragukan keputusan dewan sekolah, dianggapnya sebagai bentuk kecurangan.


Berkumpul di halaman sekolah, ada lebih dari tiga ratus murid yang berdemo meminta penjelasan dari keputusan pihak sekolah.


Masing-masing berteriak memberi komentar....


"Apa yang sekolah ini pikirkan, seorang siswa kelas reguler dan baru masuk kemarin di pilih sebagai peserta, jangan bercanda."


"Ini seperti sebuah lelucon, kami yang berusaha mati-matian demi menjadi kandidat, harus tersingkirkan oleh orang seperti dia."


"Bagaimana denganku, aku adalah peringkat 20, harusnya aku yang terpilih bukan sampah dari kelas Reguler."


Semua teriakan itu adalah bentuk kekecewaan mereka atas keputusan pihak sekolah, dimana untuk pertama kalinya, seorang siswa kelas reguler terpilih untuk acara yang sangat penting.


Tapi semua orang terdiam ketika satu orang datang dari dalam gedung sekolah, sosok yang sangat disegani karena pencapaian besar di masa kejayaannya, kepala sekolah Gustav.


"Kalian semua diam, aku sudah tahu apa yang menjadi masalah di sini, tapi aku jelas lebih tahu siapa yang pantas untuk menjadi peserta dan tidak." Ucap Gustav dengan aura kewibawaan yang di lihat semua siswa.


"Bicara apa kau pak tua, apanya yang layak dari seorang murid kelas reguler." Satu balasan tidak menyenangkan dari seorang murid di tengah keramaian.


Dan Gustav pun mendengar perkataan itu dengan jelas, tentu ini membuat suasana hati sang kepala sekolah menjadi kesal.


"Kau anak muda, kemari lah." Tepat ditunjuk oleh Gustav ke seorang siswa diantara kerumunan.


"Aku ?."


"Ya kau yang mengatakan itu sebelumnya." Balas Gustav tahu jika dia asal bicara.


Tapi setelah mendengar panggilan itu, wajah lelaki yang baru saja mengejek Gustav, kini menjadi pucat pasi, dia tentu tidak berani lagi mengatakan hal sama seperti sebelumnya.

__ADS_1


Berjalan maju dengan ragu-ragu, dan menunduk malu ketika berada di hadapan Gustav.


"Anak muda, dari perkataan mu kau menganggap jika dirimu itu lebih baik dari Askar. Benar begitu ?." Ucap Gustav yang bertanya dengan tegas.


"Ti... Tidak juga pak, aku hanya ..." Jawabnya perlahan dan pelan.


"Jawab yang tegas." Ucap Gustav dengan nada tinggi.


"Siap, tidak pak." Balas kembali dengan suara keras.


"Apa benar tidak ?, Jika kau memang merasa lebih hebat dari Askar, aku akan memanggilnya sekarang untuk kau menguji sendiri, kau pantas atau tidak." Gustav pun menjelaskan isi pikirannya.


"Jika memang begitu, maka biar aku mencoba pak." Dia pun terlihat percaya diri.


"Baiklah.... Tolong kalian panggil Askar kemari."


Tidak berselang lama, Askar dibawa ke tempat Gustav oleh beberapa orang, hanya saja, Askar masih membawa mangkok mie yang ada di tangan.


"Kepala sekolah apa yang anda perlukan." Ucap Askar setelah menelan mie di dalam mulutnya.


"Aku ingin.... Hei perhatikan jika aku bicara." Kesal Gustav dengan sikap Askar.


"Jadi Askar, ada orang yang meragukan kemampuanmu, dan ingin membuktikan bahwa dia lebih pantas sebagai peserta."


"Jika memang begitu kenapa tidak berikan saja pak ?." Jawab Askar tidak keberatan.


"Bicara apa kau Askar, aku sudah mengajukan mu karena ini menjadi hal penting dan aku ingin kau memenangkan pertandingan nanti."


"Tapi bukankah ini menjadi hal merepotkan."


"Jangan berkata merepotkan ?, Kau harus melawannya, dan jika sampai kau kalah, semua tunjangan dari beasiswa mu akan aku lepas." Gustav masih kesal untuk sikap Askar ini.


"Baiklah." Balas Askar yang juga sudah menyelesaikan sarapan mie dengan bersih beserta kuahnya.


Dengan perut kenyang, Askar kini berjalan maju mendekati seseorang yang dikatakan oleh Kepala sekolah Gustav. Dan ketika melihat lencana di baju sekolahnya, dia adalah seorang di angkatan yang sama dengan Askar.


Hanya saja Askar bisa melihat ekspresi tidak ramah dari lelaki di hadapannya, seakan marah atau pun terkena sembelit, dia cukup kuat untuk ukuran siswa kelas elite tingkat satu.

__ADS_1


"Jadi siapa namamu." Bertanya Askar.


"Kita pernah bertemu di aula pelatihan."


"Maaf, aku tidak terlalu berbakat untuk mengenali seseorang dalam satu pandangan." Balas Askar.


"Aku Doom, kau harusnya ingat." Dia pun menyebutkan nama.


"Sepertinya memang begitu, tapi itu tidak penting sekarang."


"Kau bilang tidak penting... Untuk ukuran kelas reguler, kau sangat sombong sekali Askar." Doom pun menjadi kesal.


Askar ingat sekarang..."Tapi aku ingat kau terlempar olehku."


"Jangan merasa menang Askar, Jika waktu itu aku sedang tidak enak badan setelah banyak berlatih, bertarung melawan lima orang selama latihan, merasa kasihan melawan murid reguler seperti mu, dilihat banyak orang, kurang makan, gelisah memikirkan masa depan, dan terganggu karena sariawan, aku yakin bisa mengalahkan mu dengan satu kali pukul." Ucap Doom mencari alasan seadanya.


"Kebanyakan alasan kau." Gumam Askar dengan tatapan lemas melihat kesombongan Doom.


"Kalau begitu biar sekarang aku buktikan."


"Ok, ok, aku akan melawan mu." Balas Askar dengan santai.


Pak kepala sekolah Gustav pun berjalan maju, ini jelas hanya sebuah pertaruhan pembuktian apakah Askar pantas atau tidak sebagai kandidat peserta Event Festival Pesta Nusantara nanti.


"Baiklah, aku akan menjadi jurinya, hanya boleh melakukan tiga kali serangan dan tiga kali pertahanan saling bergantian, siapa pun yang tumbang atau menyerah dia kalah." Gustav pun memberi syarat dalam pertarungan ini.


"Bagaimana dengan Elemenstator ?." Bertanya Doom.


"Kau bisa menggunakannya, tapi hanya 50% kekuatan tidak boleh lebih." Ucap Gustav.


"Lantas untukku ?." Giliran Askar bertanya.


"Kau pun sama, tapi jangan sampai memberikan luka fatal."


Antara Askar dan Doom melakukan tiga serangan saling bergantian. Satu menyerang dan satu bertahan, jika Askar kalah maka Doom berhak menggantikan Askar.


"Tapi.... Askar jika kau kalah, aku tidak akan mengampuni mu." Ancam kepala sekolah Gustav .

__ADS_1


"Aku akan mencobanya sekuat tenaga." Jawab Askar dengan senyum lemas, dimana dia jelas tidak bisa berpura-pura karena Gustav akan tahu itu.


Bagi Askar sendiri, ini tidak bisa dikatakan pertarungan, dimana dia harus menggunakan kekuatan yang sangat dibatasi.


__ADS_2