DIMENSION GUARD

DIMENSION GUARD
kekuatan lain


__ADS_3

Jam sekolah pun berakhir....


Askar tidak segera pulang, dia berniat mengikuti Erdu yang dimana akan melakukan pertemuan dengan Setsu, meski bukan hal aneh bagi seorang senior memberi sedikit konsultasi kepada adik kelas. Tapi kejadian kali ini jelas tidak menjadi hal wajar, dimana Askar mengawasi setiap pergerakan Setsu yang bersangkutan dengan hilangnya Dimensional Cube.


Meski untuk keadaan pertahanan negara cukup tenang dan damai, tapi karena masalah yang dilakukan oleh Setsu, mengakibatkan Badan Pengawas Sumber Energi Nasional harus melakukan penanggulangan dalam sektor Sumber daya energi listrik.


Askar sudah mendapatkan kabar tentang masalah ini, dia tidak bisa asal bergerak, meski bukan hal sulit menangkap Setsu, tapi masih ada perasaan pribadi yang membuat Askar ragu dalam bertindak. Sedikit keinginan untuk mengetahui tujuan Setsu dengan Dimensional Cube.


Melihat kepergian Erdu setelah jam sekolah berakhir, Askar pun segera bergerak mengikuti dari belakang, tapi semua tidak seperti yang diharapkan oleh Askar. Karena tepat di depan ruang guru, tanpa sengaja bertemu pak Agus, ini jelas menjadikan pertemuan di waktu yang tidak tepat.


"Askar... Askar... Mau pergi kemana kau." Panggil pak Agus cepat.


"Pulang pak, jam sekolah sudah berakhir." Balas Askar dengan alasannya.


"Baguslah kalau begitu." Ditarik tangan Askar untuk mengikuti.


"Memang apa yang bagus, aku masih memiliki urusan lain."


"Urusanmu itu bukan hal penting, kau ikut bapak ada yang perlu di bicarakan."


"Kata siapa pak, apa yang aku lakukan termasuk urusan penting." Askar coba mencari alasan untuk menolak.


"Selama tidak menyangkut perdamaian dunia, bagi bapak urusanmu itu tidak penting." Pak Agus tetap tidak mau perduli.


"Tapi ini benar-benar menyangkut perdamaian dunia pak."


Jelas tidak mungkin percaya dengan balasan Askar...."Bicara apalah kau bocah, sudah ikut saja."


Askar tidak bisa membantah apa pun, dia mengikuti kemana pak Agus membawanya pergi menuju atap gedung sekolah. Ini menjadi tempat santai pak Agus ketika jam makan siang.


Terlihat wajah dengan ekspresi serius dari pak Agus ketika membuka kacamata dan membersihkannya.


"Jadi apa yang ingin bapak bicarakan." Bertanya Askar.


"Ini menyangkut batu kristal energi yang aku jual." Memang benar jika menyangkut permasalahan bisnis, pak Agus selalu serius untuk membahasnya.

__ADS_1


"Apa ada masalah dari itu pak ?."


"Aku tidak bisa mengatakan masalah, karena semua sudah terjual, tapi ada keanehan dari dalam batu kristal." Perjelas Pak Agus.


"Keanehan seperti apa pak ?." Askar pun penasaran.


"Kandungan energi di dalam batu kristal itu tercampur oleh kekuatan lain yang mendominasi secara menyeluruh." Itu terdengar cukup penting.


Hal ini membuat Askar tertarik karena informasi yang diberikan pak Agus sama artinya ada kejanggalan dari kehadiran para predator ketika mereka muncul di sekolah Elementor.


Kekuatan predator adalah energi murni yang dihasilkan oleh batu kristal sebagai inti kehidupan mereka, tapi jika ada kekuatan lain tercampur di dalamnya, maka sama artinya dengan alasan kesengajaan.


"Bagaimana bapak tahu jika batu kristal memiliki kekuatan lain." Balik Askar bertanya.


"Orang yang membelinya mengatakannya semua itu."


"Kepada siapa sebenarnya bapak jual."


"Hanya seorang teman pengepul batu yang akan di jualnya kembali ke guild dagang." Balas pak Agus untuk sekedar alasan.


Lebih dari itu, alasan kenapa Askar terkejut adalah kekuatan lain yang ada di dalam batu kristal, bagi siapa pun kejadian ini bukan hal aneh, tapi Askar tahu, bahwa kehadiran para predator tidaklah sekedar kebetulan.


Pak Agus yang mempelajari ilmu sains tentu menyadari bahwa batu kristal dari para predator menjadi kejanggalan. Ada orang lain mengendalikan para predator dengan kemampuan khusus, dan dilepaskan ketempat yang diinginkan. Bisa Askar simpulkan bahwa ada orang lain ikut campur dari munculnya pada predator secara sengaja.


"Askar apa perlu kita laporkan ini ke pihak kepolisian." Pak Agus sudah memikirkan langkah cepat.


"Aku pikir itu tidak perlu, karena jelas akan menjadi hal merepotkan jika mereka meminta barang bukti, sedangkan batu kristal sudah kita jual."


"Ya kau benar, tapi bagaimana jika orang yang mengendalikan para predator masih mengincar tempat ini."


"Tidak perlu khawatir pak, mereka tidak akan melakukan hal yang sama."


"Kenapa kau bisa yakin Askar."


"Itu karena mengendalikan predator kelas tinggi bukan perkara mudah, jadi mereka tidak akan melakukan hal yang sama dalam waktu dekat." Askar memberi penjelasan.

__ADS_1


"Baiklah..." Meski pak Agus setuju tapi dia sendiri penasaran untuk spekulasi dari Askar.


Askar segera menyelesaikan bisnis dengan pak Agus, dan dia pula lekas pergi menuju tempat Setsu, meski cukup banyak waktu terbuang untuk membahas tentang batu kristal, tapi Askar mendapatkan informasi lain.


Setsu tidak melakukan pekerjaannya sendiri, ada orang lain yang membantu, dan Askar yakin jika mereka bukan sosok biasa. Sekilas dia pun mengingat tentang satu musuh dengan kemampuan mengendalikan predator.


"Ini akan menjadi masalah merepotkan, jika kelompok mereka bergerak sekarang." Gumam Askar menyebutkan sosok lain yang mungkin ikut berkontribusi dalam masalah Setsu.


Berdiri di samping gedung utama kampus, Askar menyentuh permukaan dinding, dia memejamkan mata dan menyebarkan sedikit Energi tenaga dalam ke setiap sudut.


Gambaran denah lokasi kampus terbentuk secara langsung di dalam pikiran, Askar dengan cepat menemukan lokasi keberadaan Erdu dan Setsu, dimana mereka berdua sudah mulai melakukan kegiatan.


*******


Di ruang penelitian dimensi astral.....


Setsu mulai mengaktifkan alat yang sudah disiapkan untuk digunakan kepada Erdu, tabung-tabung besar menunjukkan adanya aliran energi dan bergerak memasuki setiap kabel menuju tubuh Erdu.


Setiap manusia tentu memiliki titik-titik syaraf yang terhubung ke bagian tubuh penghasil energi untuk bergerak dan beraktivitas. Hanya saja tidak semua manusia bisa menghasilkan tenaga dalam dari aliran energi itu sendiri.


Seperti halnya Erdu, dia termasuk manusia dengan tubuh yang berbeda dari kebanyakan. Tapi alat ciptaan Setsu bertujuan memberi energi eksternal untuk memasuki tubuh Erdu.


Erdu yang masih berbaring merasakan ada sesuatu hal memasuki tubuh, setiap otot menyesuaikan diri dengan energi tenaga dalam, aliran darah bergerak semakin kencang dan memompa jantung untuk bekerja lebih cepat.


Dalam beberapa menit, alat itu pun nonaktif secara otomatis, sedangkan Setsu terlihat percaya diri bahwa semua akan berhasil tanpa kendala.


Erdu perlahan bangkit, melepaskan setiap kabel detektor yang ada di tubuhnya, sebuah senyum terpahat jelas di wajah, menunjukan perasaan kuat dan tidak terkalahkan.


"Bagaimana perasaan mu Erdu." Bertanya Setsu.


"Ini luar biasa Senior, aku merasa bisa melakukan banyak hal dengan tubuh yang disini tenaga dalam."


"Tapi kau tidak boleh berlebihan, karena apa yang aku lakukan barulah tahap awal, aku hanya merangsang agar tubuhmu bisa menerima energi tenaga dalam, dua atau tiga kali percobaan, kau akan bisa menghasilkan energi dari kekuatanmu sendiri." Perjelas Setsu kepada Erdu.


"Aku mengerti senior." Jawab Erdu yang menunjukkan senyum penuh rasa terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2