DIMENSION GUARD

DIMENSION GUARD
Kalah ?


__ADS_3

Jelas ini tidak seperti yang di harapkan oleh beberapa orang, seperti Gustav atau pun Sea, dimana mereka berdua merasa ingin tahu bagaimana cara Askar melawan serangan Silka.


Tapi pada akhirnya Askar tidak mau menunjukan diri dengan kekuatan yang bisa digunakan dalam menghadapi Silka. Menerima serangan langsung hingga membuatnya terpental jauh menghantam dinding aula pelatihan.


"Askar keluar arena, Silka pemenangnya." Teriak wasit dengan keras.


Semua orang mendengar pengumuman atas kemenangan Silka, tapi ekspresi yang Silka tunjukan berbanding terbalik, tidak ada selebrasi atas pertarungan ini.


Semua penonton yang awalnya terkagum melihat pertarungan antara Silka dan askar, kini tertawa, dan menganggap kalau ekspetasi tentang kekuatan Askar hanyalah omong kosong.


Raut wajah gadis tomboi itu benar-benar kesal, dia sadar dengan perbuatan Askar yang sengaja mengalah untuk menyelesaikan ujian tanding.


Sadar jika di sepersekian detik terakhir, tepat sebelum teknik beladiri lengan besi mengenai tubuhnya, Askar segera melepaskan semua energi dan menonaktifkan kekuatan yang ada.


Tanpa ada niat untuk melawan atau bertahan, dia menerima dengan tubuhnya secara langsung, itu adalah tindakan bodoh, dimana manusia tanpa energi Elemenstator yang melindungi, bisa membuat nyawanya terancam.


Sedangkan untuk Sea, dia tidak terlalu terkejut dengan perbuatan Askar yang dengan sengaja mengalah. Melihat bagaimana cara Askar bertarung, tentu bukan hal mustahil jika sejak awal akan menjadi kekalahan.


"Kenapa dia selalu melakukan hal seperti ini." Gumam Sea yang menghembuskan nafas berat.


Tapi ada yang membuat Sea kesal, itu adalah ketika Askar memberi perhatian lebih wanita lain, sedikit orang saja yang menyadari, bahwa semua perlawanan Askar sebelumnya tidak satu pun memberi luka kepada Silka.


Dengan santai Sea melepaskan lencana yang terpasang di bajunya dan melemparkan lencana kelas elite kepada tiga murid yang bertaruh atas pertarungan Askar dan Silka .


"ini untuk kalian." Berkata Sea seakan tidak perduli akan lencana itu.


Ketiga murid reguler itu saling berebut untuk mendapatkan lencana yang di berikan Sea. Satu lencana, dan mereka ada tiga orang, beradu pukul demi mendapat kehormatan agar masuk kedalam kelas elite.


Siapa pun tahu besar keuntungan bagi mereka yang mampu mendapatkan kehormatan kelas Elite, sumber daya melimpah, status terpandang, dan segala hal untuk mereka sombong kan di kalangan masyarakat.

__ADS_1


Tapi Sea tidak terlalu memikirkan tentang kedudukannya di kelas elite, lebih sederhana adalah Sea bisa dengan mudah mendapatkan kembali lencana kelas elite itu dalam waktu singkat.


Melihat tindakannya, dua teman di sebelah memperhatikan sikap Sea yang dengan mudah menyerahkan kedudukan di kelas Elite.


"Sea, apa kau yakin dengan ini."


"Janji adalah Janji, akan sangat buruk jika aku tidak menepatinya."


"Ya aku tahu itu, tapi aku merasa kau tidak terlalu terkejut, seperti sejak awal kau tahu bahwa Askar akan kalah." Ucap satu kawannya dengan bingung.


"Entahlah, ini bukan hal penting, jadi jangan terlalu di pikirkan." Santai Sea menjawab dan berjalan pergi keluar aula.


Askar yang sudah di nyatakan kalah segera berdiri dan melangkahkan kaki ke tempat Gustav berada, senyum di wajah itu menunjukan seakan-akan dia tidak memiliki dosa karena membohongi banyak orang.


Bahkan jika itu seorang top rangking di sekolah ini, menerima serangan langsung tanpa pertahanan energi, dipastikan tulangnya akan patah dan membutuhkan waktu berminggu-minggu untuk bergerak lagi.


Gustav yang melihat perilaku Askar sudah tidak kuat menahan emosi kepada lelaki satu ini. tapi setelah menyaksikan Askar terkena serangan Silka dan masih bisa tersenyum bodoh, kepala sekolah Gustav sadar kalau tindakan Askar tidak lebih untuk berpura-pura kalah dan menutupi kekuatannya.


"Sudah, ok, sudah cukup, aku lelah untuk menanggapi semua tingkah mu." Jawab Gustav saat memalingkan wajah.


Askar bernafas lega setelah mendengar kepala sekolah Gustav menyetujui syarat yang ditentukan dalam tes, hanya sebuah pertarungan dan dinilai untuk kelayakan Askar di dalam persetujuan Kepala sekolah.


Mengarahkan pandangan kepada Silka yang turun dari atas arena, mengistirahatkan tubuh dan mengatur kembali aliran energinya. Askar melambai kearah Silka, menujukan senyuman polos.


"Nona terima kasih untuk hari ini, senang bisa bertarung denganmu." Teriak Askar dari kejauhan.


Hanya saja apa yang Askar lakukan seperti menyiramkan minyak kekobaran api, Silka tidak terima dengan apa yang dilakukan oleh Askar. Tangan keras mengepal, menghancurkan botol minum yang dia genggam dengan penuh kemarahan.


"Apanya yang pertarungan, kau seperti sedang bermain-main denganku Askar." Gumam Silka sendiri.

__ADS_1


Melihat Askar pergi bersama Gustav, orang-orang di sekitar Silka ketakutan, bagaimana mereka merasakan aura kuat di penuhi emosi memberi tekanan yang menakutkan.


"Nona Silka, apa anda baik-baik saja." Bertanya satu orang dengan khawatir.


"Ini tidak bisa di bilang baik-baik saja, lelaki itu benar-benar menghancurkan harga diriku."


"Tapi dia kalah nona, bukankah itu artinya anda jauh lebih kuat." Mereka coba menenangkan emosi Silka.


"Kalah, aku tidak berpikir seperti itu." Jawab Silka yang memiliki niat untuk membalas perbuatan Askar.


*******


Di dalam ruang kepala sekolah...


Gustav duduk dengan raut wajah rumit ketika memperhatikan Askar dari ujung rambut hingga ujung kaki. Dimana dia tahu tentang asal usul Askar, tapi kenyataannya semua masih membuat Gustav bingung.


"Askar katakan kepadaku, apa jenis Elemenstator milikmu."


"Tuan Gustav, bukankah sudah aku tulis, jika jenis Elemenstator yang aku gunakan adalah peningkatan kekuatan fisik saja." Jawab Askar.


"Apa aku harus percaya dengan omong kosong ini." Balas Gustav.


"Aku tidak memaksa Anda untuk percaya atau tidak, tapi aku hanya menggunakan peningkatan kekuatan fisik, bukan yang lain."


Hembusan nafas berat dari mulut Gustav tidak bisa memaksa Askar menceritakan lebih banyak mengenai rahasia yang dia sembunyikan. Dia memang memiliki wewenang di dalam sekolah, tapi Askar berbeda, dia spesial, sangat istimewa dan dilindungi oleh pihak militer Nasional tentang apa pun yang berkaitan mengenai dirinya.


"Tapi katakan kepada ku Askar, kenapa kau ingin kembali bersekolah, bahkan memilih kelas Reguler yang jelas tidak bisa memberikan kelayakan atas semua keistimewaan mu."


"Apa itu penting tuan Gustav, aku tidak perduli dengan kelas Elite, yang aku inginkan sekarang hanya bisa merasakan hidup damai sebagai siswa sekolah secara normal." Jawaban Askar adalah yang menjadi tujuan hidupnya sekarang.

__ADS_1


Tentu ada alasan dibalik pernyataan Askar, itu karena dia sudah terlalu banyak hidup dalam kejamnya peperangan, melihat begitu banyak penderitaan, dan membawa kematian bagi siapa pun yang melawan.


Cukup dengan hidup Askar sebagai seorang yang berjuluk 'Overlord', kini dia tidak lebih menjadi murid sekolah, hidup damai dan menikmati waktu luang untuk segala hal yang telah dia korbankan.


__ADS_2