
Keesokan harinya Aku dan Daniel pergi ke
rumah sakit D-6 untuk menjemput kesya dan merawatnya di rumahku. Sebelum kami pergi ke Dimensi teknologi kami terlebih dahulu mampir ke Dimensi Magic untuk memanggil Lauren dan Evic.
Setelah tibanya di halaman rumah Evic, kami
melihat Arion sedang terburu-buru membawa sesuatu di dalam kardus dari rumah Evic. Aku pun penasaran apa isi kotak kardus tersebut dan mengapa Arion sangat senang menerimanya.
Setibanya di rumah Evic, Aku melihat dari jendela Lauren sedang membersihkan rumahnya. Aku dan Daniel pun membunyikan bel rumahnya. “Iyah siapa?” tegur lauren dari dalam rumahnya sambil membuka pintu. “Ini kami Alaric dan Daniel.” jawabku. “kelian rupanya.” Sahut Lauren.
Aku melihat Lauren yang sedang memegang
kemoceng. “Apakah kamu tidak ikut menjemput kesya dari rumah sakit.” Tanya Daniel pada Lauren. “Tidak., aku tidak ikut menjemputnya karena aku sedang banyak pekerjaan.” Jawab Lauren.
Tak lama kemudian Evic pun datang dari dalam kamarnya, mungkin dia baru selesai berkemas diri.
“Ohh, kelian sudah datang. Ku pikir kau akan
tak datang Alaric.” Evic.
“Tidak aku tidak akan melarikan diri.”
“berarti kau sudah setuju bahwa kesya akan tinggal di rumahmu.” Daniel.
“Tidak aku tidak setuju. Namun ayahku lah yang setuju.” Aku menoleh kearah Daniel dan melihatinnya.
"Apakah kamu memberitahukan pada orang tuamu bahwa kau adalah SPACE-TIME PART?" Tanya Lauren.
"Tidak dialah yang memberi tahukan pada ayahku bahwa kesya akan tinggal di rumahku." Aku menunjuk kearah Daniel.
"Apakah kamu marah padaku Alaric." Daniel datang mendekati Alaric.
"Bagaimana bisa orang tuamu menerima kesya menginap di rumahmu." Tanya Lauren padaku dengan penasaran.
"Itu bisa terjadi jika aku berbicara." Jawab Daniel dengan suara bangga.
“Ya sudah kalau begitu. Tak usah diperpanjang lagi ayo kita berangkat.” Evic
Kami pun berangkat pergi menuju rumah sakit
Dimensi teknologi. Evic pun membuka pintu Dimensi teknologi dengan alat seperti jam tangan. Setelah pintu Dimensi terbuka 100% kami pun langsung masuk ke dalamnya.
***
Beberapa detik kemudian kami sudah sampai
di rumah sakit Dimensi teknologi tepatnya di toilet rumah sakit. Kami pun berjalan menuju ruangan tempat dimana kesya dirawat, pada saat menuju ruangan kesya aku bertanya pada Evic tentang kardus yang di bawah oleh Arion. Evic pun menjawab bahwa isi kardus tersebut berisi buku-buku komik. Setelah mendengar jawaban tersebut aku terkejut mendengarnya karena Arion suka membaca komik rupanya.
Ditengah tengah perjalanan kami berpisah agar mempercepat proses keluarnya kesya dari rumah sakit. Aku dan Daniel terlebih dahulu pergi ke ruangan kesya, sedangkan Evic pergi untuk membayar uang rumah sakit kesya.
Setibanya di ruangan kesya aku melihat dia dan Loretta sedang berbincang-bincang membicarakan sesuatu. “Oh,,kelian sudah datang. Dimana Evic dan Laure.” Loretta melihat kami. “Evic sedang membayar uang rumah sakit sedangkan Lauren tidak ikut karena banyak pekerjaan rumahnya.” Daniel.
Melihat kami yang sedang mengobrol dengan
Loretta, kesya bertanya pada Loretta siapa kami. “Siapa mereka ini Loret.” Tanya kesya pada Loretta. “mereka ini adalah teman-temanku.” Jawab Loretta pada kesya.
“perkenalkan namaku adalah Alaric.” Ucapku
yang sedang memperkenalkan diri padanya.
“Sedangkan nama ku adalah Daniel.” Daniel.
“Namaku adalah Kesya. Senang berkenalan dengan kelian.” Sahut kesya pada kami berdua.
Tak lama kemudian Evic pun datang menghampiri kami, kelihatannya dia sudah selesai membayar uang rumah sakit Kesya. Setelah tibanya Evic, kami pun pergi membawa barang-barang kami dari rumah sakit ke rumah Loretta.
***
Setibanya di depan rumah Loretta, aku
melihat rumahnya sangat besar dan mewah. Tak lama kemudian ada seorang laki-laki yang menyambut kami dan membawakan barang-barang yang kami bawak. Loretta pun menyuruh kami masuk kedalam dan mampir sebentar sebelum kami pulang
ke Dimensi kami.
Aku yang melihat rumah Loretta yang sangat
besar bertanya pada mereka, “Mengapa Kesya tidak tinggal disini saja.” Tanya
ku.
“Loretta sangat sibuk sehingga dia mungkin
tidak ada waktu mengurus Kesya.” Jawab Evic padaku.
“Tapi kan ada pembantu.” Ucapku.
“pembantu disini hanya membersihkan rumah
__ADS_1
dan membuat makanan saja. Jika tugas mereka selesai mereka akan pulang." Jawab Loretta padaku.
“Sudahlah Alaric terima aja.” Ucap Daniel
padaku sambil menepuk Pundak ku.
***
Setelah selesai mengobrol-obrol, kami pun pulang dan berpisah di rumah Loretta. Evic yang langsung membuka portal ke Dimensi magic, Daniel juga membuka pintu portal yang langsung ke rumahnya, Aku dan Kesya yang langsung membuka pintu ke rumahku.
Sebelum pergi Loretta memberi jam tangan pada kesya. Jam tangan itu seperti jam tangan yang Aku dan Daniel miliki yang dapat membuka pintu portal Dimensi.
Setelah memberikan jam tangan tersebut pada kesya, Aku dan kesya pamit dan membuka pintu portal ke dimensi Normal yang lebih tepatnya ke rumahku.
Setelah tiba di rumahku, Kesya terlihat sangat kagum melihat rumahku yang besar. Tak lama kemudian pelayan rumahku datang menghampiri kami dan mengangkat barang milik Kesya. Aku pun memberitahu pada pelayan ku untuk mengantarkan Kesya ke kamar yang sudah disediakan.
Setelah mereka pergi, aku pergi ke dapur untuk minum. Setibanya aku di dapur aku menyuruh pada pelayan ku untuk memasak sesuatu yang enak bagi Kesya dan aku.
Tak lama kemudian masakan yang aku minta pun
selesai di masakan, aku pun menyuruh pelayan ku untuk memanggil Kesya ke ruangan makan. Setelah kesya tiba, kami pun makan siang jam 2 siang.
Setelah selesai makan aku mengajak Kesya
untuk pergi keluar mencari pakaian untuk dia kenakan. Aku mengajak dia pergi ke MALL yang tak jauh dari rumahku. Jarak Mall dari rumahku sekitar 800 meter, sehingga dapat di tempuh dengan jalan kaki.
Namun sebelum kami pergi ke Mall, aku yang
sedang berada di ruang makan bersama Kesya mendengar suara mobil Ayah ku. Aku pun pergi ke halaman rumahku untuk menemui nya. Setibanya Aku di halaman, Aku melihat Ayah ku datang bersama sekretarisnya yang sedang tergesa-gesa.
Ketika aku ingin menghampirinya, Aku melihat supir ayah ku yang bernama Pak Anton berlari sangat cepat masuk ke dalam rumah.
“Ayah, mengapa pak Anton berlari kedalam
rumah.”
“Anton Ayah suruh mengambil koper ayah yang
ketinggalan di ruang kerja ayah.” Jawab ayah ku menjawab pertanyaan ku “Oh iya, temanmu yang ingin tinggal sementara di rumah kita sudah datangkah?” Ayah
“Sudah Ayah. Dia sekarang ada di ruang
makan.?”
“Syukurlah. Jadi ayah tidak akan risau
meninggalkanmu sendiri di sini.” Ayahku yang merasa lega mendengar perkataanku.
kantor keluar negeri ya ayah.”
“Nanti kalau Ayah pulang, Ayah akan membeli
oleh-oleh padamu.” Ayah. Pak Anton datang menghampiri kami sambil membawa koper
ayah yang ketinggalan di ruang kerja ayah.
“Baiklah Ayah.”
Tak lama kemudian Ayahku pun masuk kedalam
mobil bersama sekretaris dan bersama Pak Anton yang mengemudikan mobil ayahku. Setelah Ayahku masuk dia menurunkan kaca mobilnya dan mengucapkan agar aku menjaga rumah dengan baik, dengan keadaan mobil yang sudah berjalan.
***
Aku dan Kesya pun pergi Mall yang berada di
dekat rumahku dengan berjalan kaki. Dalam perjalanan Aku melihat dia berekspresi seperti banyak beban yang dia pikul. Melihat hal tersebut membuat diriku ingin menenangkannya dari hal yang dia pikirkan.
Sebelum kami pergi ke Mall Aku mengajak dia
pergi ke taman tempat Aku dan kawan-kawanku sering bermain dan menghabiskan waktu. Aku mengajak dia mengelilingi taman tersebut sambil bercerita tentang kelakuan lucu diriku dan kawan-kawanku pada saat di taman tersebut. Kesya yang mendengar cerita ku ketawa dan seketika ekspresi wajahnya berubah menjadi senyuman yang manis dan menenangkan hati yang melihat senyumannya.
Ketika kami berdua berjalan-jalan di taman
kami melihat penjual Es krim dan kami pun membeli Es krim tersebut. Sambil berjalan-jalan di taman, kami memakan es krim yang kami beli dan juga saling berbicara tentang diri kami.
Di sela pembicaraan kami berdua, datang
seorang anak yang berpakaian kaus putih bercelana biru pendek dan bertopi merah
menghampiri dan menyapa nama kami berdua. Pada saat itu kondisi taman sedang sepi bahkan tidak ada satu orang pun selain kami berdua dengan anak tersebut.
“Hello Kesya dan Hello juga untuk
SPACE-TIME PART Alaric.”
Mendengar Namanya di panggil Kesya melihat
__ADS_1
Anak tersebut. Namun yang tak terduga yang memanggil nama kami tersebut adalah
Natan sang SPACE-TIME PART.
“Natan... Sedang apa kau di dini.” Aku yang
menghalau Kesya dengan tanganku.
“Sedang apa ya aku datang kesini?” dengan
ekspresi yang sedang berpikir.
Mendengar jawab tersebut yang seolah-olah
tak tau apa yang terjadi membuatku jengkel dan marah.
“Baiklah...Baiklah… Aku datang kesini hanya untuk bertemu dengan dirimu. Aku rindu kau Alaric.?” Menunjuk padaku
“jangan bercanda kau.” Teriakku padanya.
“Iya… Dan aku juga rindu dan ingin bertemu
dengan adik kesayanganku.”
Mendengar hal tersebut membuat Aku terkejut. Namun Aku tidak menganggapnya sebagai gurauan saja.
"Apa? adik katamu"
"Ya. Kesya adalah adik tersayang ku. " Natan yang berjalan kearah Kesya. "Apakah kamu tidak mengetahui nya bahwa Kesya adalah adikku."
"Tidak aku tidak percaya."
mendengar jawabanku tiba-tiba Nathan berhenti melangkah dan kembali berbicara pada ku.
"Jika kau tidak percaya tanyakan langsung aja pada adikku Kesya." Nathan.
mendengar hal tersebut aku pun bertanya pada kesya tentang apakah dia adalah adiknya Nathan. Namun kesya tidak menjawabnya melainkan dia mengeluarkan air matanya.
Melihat Kesya mengeluarkan Air matanya seolah-olah Nathan adalah kakaknya membuat hatiku bimbang dan pikiran ku kacau.
"Apakah sudah jelas Alaric?" Nathan melanjutkan langkahnya menuju kesya.
Melihat Nathan yang berjalan kearah kesya dan ingin memeluknya, Aku menarik Kesya langsung ke belakangku. Melihat hal tersebut tiba-tiba Natan tersenyum sinis padaku.
“Kenapa Alaric. Apakah aku tidak dapat
berbicara dengan adikku?”
“-“ Aku
“Kenapa Alaric??? Apakah kamu tidak mau
menjawab?”
Mendengar pertanyaan itu membuat Aku tidak
dapat menjawabnya mengapa aku menarik Kesya ke belakangku.
“Baiklah Alaric jika itu yang kamu minta.”
Seketika Natan yang mengaktifkan magenya dan ingin mengeluarkan fire sword (pedang api). Namun sebelum Natan mengeluarkan fire sword, Kesya mengucapkan “Stop… Jika kakak ingin bertemu dan berbicara dengan ku tak usah ada pertarungan.”
Setelah mendengar perkataan Kesya, Natan
meng nonaktifkan mage.“ Baiklah jika itu mau mu adikku. Dan Alaric jangan pernah untuk ikut campur dalam permasalahan ku dengan adikku dan jangan pernah halangi aku ingin berbicara dengan adikku jika kamu ingin selamat.” Bisik Natan pada telinga kiri ku.
“Baiklah. Sampai sini dulu pembicaraan
kita SPACE-TIME PART Alaric semoga pertemuan kita kedepannya semakin membaik dari pada hari ini. Bye.” Seketika Natan yang berada di depan kami langsung menghilang dari hadapan kami berdua.
Setelah Natan pergi menghilang, Aku dan
kesya pun melanjutkan perjalanan kami pergi ke Mall.
***
Biodata
Nama: Lauren
Umur: 18 tahun
Tinggi: 167 cm
Hobi: Berkebun
Warna rambut: Ungu
__ADS_1
Warna Mata: Hitam
Warna kulit: Putih