DIMENSION GUARD

DIMENSION GUARD
Rumor


__ADS_3

Sore hari ....


Erdu kembali ke rumah dengan jemputan mobil mewah yang biasa digunakan, tersirat senyum sepanjang langkah kaki berjalan turun dari mobil.


Tapi cukup jarang ketika dia sadar bahwa biasanya ada beberapa pelayan datang untuk mengambil barang-barang setelah dia kembali. Untuk sekarang halaman luar cukup sepi, bahkan satpam yang bertugas pun tidak terlihat dimana pun.


"Dimana semua orang ?." Erdu mencari.


Semua orang sedang berkumpul di dalam rumah, melihat para pelayan begitu banyak pekerjaan dan semua orang mengatur ruangan dengan dekorasi di setiap sudut.


Erdu tidak mendapat berita apa pun tentang acara khusus, dan sosok ayah berdiri mengatur para pelayan untuk menempatkan dekorasi sesuai perintah.


Dengan suasana hati yang sedang baik, Erdu berjalan mendekati sang ayah, seakan sudah lupa akan masalah-masalah dan pertengkaran sebelumnya.


"Ayah, ada apa ini, apa ada pertemuan keluarga besar." Bertanya Erdu yang merasa aneh.


"Ya bisa dibilang begitu, karena kakek Susuhunan Prabu Anyakra akan datang." Jawab ayahnya dengan wajah lemas.


Bagaimana pun kehadiran sang kakek jelas memberi tekanan besar terhadap Wira, karena dia harus mempertanggungjawabkan kepemimpinan atas klan Mataram yang mungkin masih jauh dari keinginan sang kakek.


"Kenapa begitu mendadak sekali." Erdu cukup terkejut untuk alasan acara di rumahnya.


"Entahlah, tapi sudah cukup lama, kakek kembali ke kediaman Mataram, dan para saudara yang lain akan kemari untuk menyambutnya." Balas Sang ayah dengan suara lemas.


Raut wajah Erdu terlihat tidak menyenangkan, karena dia sendiri mengingat banyak hal buruk akan mereka semua...."Hmmm, tapi...."


Tapi sejenak Erdu terpikir tentang hal lain, kehadiran sang kakek yang datang ke rumah bisa menjadi keberuntungan untuknya menunjukkan diri bahwa bukan lagi seseorang yang dianggap sampah.


Setelah bantuan Senior Setsu itu, kini Erdu mampu mengendalikan kemampuan energi tenaga dalam, meski bukan sesuatu yang besar, tapi ini adalah awal untuk bisa melangkah lebih jauh dan mendapat pengakuan para keluarga Mataram.


"Erdu kau bersiap-siaplah, karena sebentar lagi kakek akan datang." Ucap Wira.


"Baiklah."

__ADS_1


Berjalan naik menuju kamar di lantai dua, Erdu tanpa sengaja bertemu dengan kakak perempuannya, Nura, ini bukan hal aneh, karena memang mereka saling bersaudara dan tinggal di rumah yang sama.


Hanya saja ada yang berbeda dari hal biasa untuk Nura lakukan, dia datang mendekati Erdu dan menghentikan langkahnya. Ini cukup jarang terjadi, dimana hubungan saudara kakak beradik antara Nura, Erdu atau pun Agra tidaklah benar-benar dekat satu sama lain.


"Erdu..." Panggil Nura yang tanpa sengaja bertemu.


"Ada apa kak ?."


"Apa kau tadi ada urusan di kampus." Bertanya Nura.


Ucapan Nura tidaklah mengejutkan, dimana tempat itu sendiri adalah universitas untuk Nura belajar, sehingga bukan hal mustahil bagi dia melihat kehadiran Erdu di sana.


"Ya begitulah."


"Ada perlu apa kau di sana ?."


"Hanya sedikit urusan." Erdu pun menjawab seadanya.


"Memang benar, tapi untuk apa kakak bertanya, tidak biasanya kau begitu ingin tahu urusanku." Jawaban Erdu mulai berubah.


"Bukan hal penting, hanya saja aku mendengar jika kau bertemu Setsu dari temanmu." Balas pula Nura.


Teman yang Nura maksudkan adalah Askar, awalnya dia hanya ingin mengkonfirmasi jika ucapan Askar adalah benar mengenai kedatangan Erdu di kampus untuk bertemu Setsu.


Tapi ada beberapa hal yang Nura tidak suka ketika membahas Setsu, dimana dia merasa tidak nyaman akan sosok lelaki jenius dan penuh hal misterius akan latar belakangnya itu.


"Teman kah ?" Tersenyum sinis Erdu ketika mendengar ucapan Nura... "Aku bahkan tidak merasa memiliki teman di sana."


"Dia bernama Askar."


"Ah... Askar, ya mungkin dari sebagian besar orang di sekolah, hanya dia saja yang bisa aku anggap teman, karena tidak perduli status ku sebagai putra klan Mataram." Jawab Erdu.


Anggapan Erdu bukan tanpa alasan, ya dari sekian banyak teman di sekolah, mereka hanya memanfaatkan status dan kekayaannya saja untuk mendapat keuntungan. Tapi Askar tidak perduli dan sampai sekarang jauh lebih akrab secara normal.

__ADS_1


Nura pun sedikit tersenyum mendengar ada orang lain dekat dengan adiknya..."Baguslah kau memiliki orang yang cukup akrab tanpa alasan."


Erdu memahami ucapan Nura, bagi mereka berdua dan juga saudara laki-lakinya, Agra, manusia yang bisa mereka anggap sebagai teman adalah omong kosong. Karena sebagian besar orang-orang itu hanya status dan kekuasaan dari klan Mataram.


"Tapi Erdu, jika pun kau memiliki urusan dengan Setsu, aku tidak melarang mu, tapi jangan sampai kau terlalu dekat dengannya, karena banyak rumor buruk mengenai dia." Sedikit peringatan dari Nura kepada Erdu.


Raut wajah Erdu berubah drastis, jika awalnya dia masih bersikap tenang dan santai menanggapi perkataan Nura, tapi setelah ucapan tidak nyaman mengenai Setsu dia dengar, membuat Erdu merasa kesal.


"Bagaimana bisa kakak bicara seperti itu terhadap orang yang sudah menolong ku." Jawab Erdu dengan nada tinggi.


"Erdu, kau harus tahu, beberapa orang yang dekat dengan Setsu selalu mendapat hal buruk dan terkadang berakhir di rumah sakit, ada pula yang hilang tanpa kabar." Nura tahu dengan kabar dari mulut ke mulut di lingkaran para mahasiswa.


"Biar pun begitu, aku tidak perduli." Tegas jawaban Erdu.


"Aku hanya ingin kau baik-baik saja."


Erdu tidak menyukai ungkapan Nura..."kenapa kau berlagak menjadi seorang kakak di waktu sekarang, sejak dulu kau benar-benar membelaku, ketika orang lain mengolok-olok ku sebagai sosok sampah di klan Mataram."


Ada hal tidak biasa yang Nura rasakan dari dalam tubuh Erdu, aura kuat penuh emosi dan juga tekanan energi muncul. Ini menjadi kali pertama dia melihat Erdu mampu mengendalikan kekuatan tenaga dalam.


"Erdu kau...!!?." Terkejut Nura saat menyaksikan kekuatan energi Erdu.


"Apa kau lihat ini kakak, jika bukan karena Senior Setsu aku berhasil menggunakan kekuatan tenaga dalam. Sedangkan apa yang keluarga ini lakukan, hanya menjadikanku bahan ejekan." Ucap Erdu.


Erdu berjalan pergi meninggalkan Nura, masuk kedalam kamar dengan semua emosi yang bercampur aduk. Sedangkan Nura masih berdiri diam melihat kemarahan adiknya.


Ini jelas menjadi kejutan bagi Nura, karena untuk banyak alasan ungkapan Erdu adalah benar, para saudara di dalam klan Mataram membuat Erdu frustasi.


Tapi untuk satu orang yang membantunya, tentu membuat Erdu bahagia, dimana saat ini dia tidak akan lagi dianggap sebagai sampah klan. Hanya saja Nura merasa tidak nyaman, karena sudah banyak hal Ayah mereka lakukan, membawa para ahli pengobatan, membeli peralatan mahal, atau pun obat langka untuk membantu Erdu, namun hasilnya nihil.


Sedangkan dari satu kehadiran bernama Setsu dia mampu membuat keajaiban yang dianggap mustahil bagi mereka semua.


"Aku penasaran, apa yang sebenarnya Setsu lakukan kepada Erdu." Gumam Nura sendiri.

__ADS_1


__ADS_2