DIMENSION GUARD

DIMENSION GUARD
Asrama


__ADS_3

Sea kini menempati gedung asrama putri kelas reguler, semua memang tampak berbeda dari sebelumnya, dia yang selalu pulang pergi ke rumah, kini tinggal dalam ruang sempit bersama teman satu kamar.


Tapi jika harus dibandingkan dengan asrama lelaki, Asrama wanita jauh lebih terawat, bersih dan tertata rapi, tidak banyak wanita bermasalah datang ke sekolah ini, walau pun ada bisa di hitung dengan jari, dua kaki dan dua tangan.


Sosok wanita rajin, cerdas dan tegas, itulah gambaran sifat dari Sea, seakan genetik Zam sebagai komandan pasukan militer Elementor khusus melekat di wataknya, sedangkan kecantikan luar biasa, hidung mancung, mata tajam serta rambut hitam lurus diberikan oleh almarhum ibunya.


Tentu akan beda ceritanya, jika wajah dan fisik yang Sea miliki berasal dari komandan Zam, semua lelaki jelas tidak ingin melihat Sea memiliki jakun, karena sudah berbeda gender.


Kehadiran Sea disambut oleh para penghuni asrama wanita lain, dimana kekaguman akan sosok murid kelas Elite seperti dirinya sangatlah luar biasa, berjuluk 'Ratu Duri' penuh wibawa dan kekuatan tingkat tinggi.


Dibawa naik ke lantai 7 oleh seorang wanita paruh baya yang sudah berusia di atas 40 tahun, dialah penjaga asrama, Ibu Esti Kinasih, terbilang cantik untuk wanita seusianya, jauh lebih muda 15 tahun dengan memanfaatkan kekuatan tenaga dalam agar mengurangi penuaan di wajah.


Mereka berjalan menuju satu ruang kamar ujung lorong lantai tujuh, berhenti tepat di depan pintu, penjaga asrama, ibu Esti Kinasih menunjukkan sikap tegas tanpa memandang siapa pun murid yang harus dia awasi.


"Nona Sea, mulai sekarang ini adalah ruang kamar anda, Aku tidak pernah membedakan siapa pun dibawah pengawasan ku, dan jika anda melanggar peraturan dan kode etik penghuni asrama, hukuman tetap berlaku, tidak perduli anda anak presiden atau pun anak ku sendiri." Ucap Ibu Esti Kinasih dengan tatapan mata penuh ketegasan.


"Aku mengerti ibu asrama." Sea pun menjawab patuh tanpa perlu bertanya.


"Di dalam sudah ada satu orang yang menjadi teman kamar anda, berbaik hatilah, karena aku tidak ingin mendengar keributan."


"Aku akan berusaha."


Sea memasuki kamar dengan membawa koper besar yang berisi pakaian dan semua kebutuhan pribadi, tepat ketika dia membuka pintu, satu sosok wanita berambut merah berbaring di atas ranjang, penampilan santai hanya menggunakan pakaian dalam, dan tertawa keras selagi menonton sinetron malam dari ponselnya.


Tapi ketika mendengar suara pintu terbuka, melihat Sea masuk, wanita rambut merah itu pun diam seketika, memperhatikan Sea yang menaruh koper di atas tempat tidur.


"Oh jadi kau yang akan menjadi teman sekamar ku mulai sekarang, perkenalkan aku Redia Tyran, kau bisa memanggilku Red."


"Aku Sea Vilanova, salam kenal."


"Aku sudah tahu kok, kau ratu duri dari kelas Elite tingkat 1 A."

__ADS_1


"Jika bisa aku lebih ingin, kau memanggilku sesuai nama yang aku miliki dan juga sekarang aku kelas reguler D."


"Baiklah Sea, aku dari kelas 1 reguler tingkat B."


"Ya salam kenal."


Red memperhatikan Sea, dimana dia sekarang mulai membenahi isi dalam koper untuk ditempatkan ke lemari pakaian, itu bukan hal aneh, tapi yang membuat Red cukup antusias menyambut Sea adalah alasan kenapa dia ada di asrama kelas reguler.


Lepasnya Sea dari kelas Elite memang menjadi kejutan besar bagi setiap murid sekolah Elementor 3 ini, seakan tidak lagi perduli tentang kedudukan dan status sebelumnya, karena dia bisa saja mendapatkan kembali lencana itu dengan mudah, tapi sampai sekarang Sea masih belum melakukan gerakan.


"Sea jika boleh tahu kenapa kau ada di kelas reguler."


"Aku kalah taruhan, sehingga lencana kelas Elite ku hilang."


"Soal itu aku sudah mendengarnya, karena orang yang mendapatkan lencana mu adalah teman satu kelasku."


"Begitukah, dia cukup beruntung."


"Tidak banyak kelas elite mau bertaruh lencana denganku."


"Bagaimana dengan nilai poin siswa, kau banyak mendapat penghargaan dari sekolah dalam berbagai Event di luar, apa itu tidak cukup membawamu kembali."


"Ada alasan lain kenapa aku tidak melakukannya, tapi kelas reguler bukan sesuatu yang buruk."


"Ya kau bisa menjadi siswa terbaik di kelas reguler tanpa perlu memikirkan murid jenius lain di kelas elite."


"Itu salah satunya, aku hanya memikirkan perkataan seseorang."


"Apa yang dia katakan ?."


"Tidak perduli kau ada dimana, kau seperti apa dan apa yang kau lakukan, semua tergantung kepada dirimu sendiri, orang lain hanya para penonton saja."

__ADS_1


Red mengangguk-angguk kepala secara otomatis, dia merasa paham untuk ucapan inspiratif dari Sea... "Tapi tetap saja, cukup disayangkan kau harus menempati kategori D."


"Aku tidak masalah untuk itu." Jawab Sea yang tersenyum kecil.


Tapi Red memperhatikan dengan seksama bahwa di balik senyuman itu, ada alasan lain yang membuat Sea menikmati statusnya di kelas reguler.


*******


Malam semakin larut, semua lampu pun telah dipadamkan karena sudah memasuki jam tidur bagi para penghuni asrama.


Sea jelas merasakan perubahan yang terjadi pada ranjangnya, tidak nyaman dari kualitas kasur atau pun suasana sempit sedikit pengap jika harus dibandingkan dengan kamar dirumahnya sendiri.


Sea perlahan membuka mata dengan wajah kusut tanpa bisa tidur nyenyak, membolak-balik badan, mencari posisi nyaman dan pada akhirnya bangun.


"Besok aku akan minta ibu asrama untuk mengganti kasur ini." Gumamnya sendiri.


Melihat jam di ponsel menunjukan pukul 1 malam, jelas belumlah bisa dikatakan pagi, tapi mata Sea tidak mau terpejam untuk tidur.


Tapi tiba-tiba saja mata Sea seperti mencari, dia menoleh ke luar jendela karena ada sesuatu yang dia rasakan begitu jelas, aura seseorang penuh keakraban berada tidak jauh dari tempatnya sekarang.


"Ini aura kekuatan kak Askar, kenapa muncul di sekitar sini." Gumam Sea penasaran.


Mengambil jaket serta alas kaki, Sea kemudian melihat keluar, mengambil pegangan antara besi-besi di dinding, mengaktifkan Elemenstator dan mulai melompat naik ke atas gedung asrama dari jendela kamar.


Tidak mungkin bagi penghuni asrama keluar menggunakan tangga, karena bisa saja berpapasan dengan ibu penjaga, dan mendapat teguran atas pelanggaran jam malam.


Bagi Sea ini bukan hal sulit jika menggunakan kekuatan tenaga dalam, tapi tidak bisa juga di katakan mudah, dimana harus memiliki kelincahan untuk menggapai satu persatu pegangan yang ada di sekitar. Cepat Sea sudah sampai di atas gedung, dia bisa melihat Askar sedang berdiri sendirian.


Tapi seakan tidak berani menampakan diri, Sea masih bersembunyi di pinggiran gedung. Merasa gugup, malu dan juga bingung ketika harus menyapa Askar di saat seperti ini.


"Apa yang sedang kau lakukan Sea." Suara itu terdengar dari samping dan sosok Askar tiba-tiba saja muncul hingga mengejutkannya.

__ADS_1


Pegang tangan dan pijakan kaki terlepas, Sea jatuh dari atas gedung lantai 12, cepat Askar menangkap kemudian dia tarik kembali ke dalam pelukan.


__ADS_2