Dosen Jadul itu Suamiku

Dosen Jadul itu Suamiku
DJIS 29


__ADS_3

Adik kamu tetap salah Ar, seenaknya saja pukul anak saya" tuding pria paruh baya yang biasa akrab di panggil bos Han di pasar induk.


"Adik saya memang salah, kalau bapak mau kita selesaikan jalur hukum ayo saja, bukan cuma adik saya yang bisa di penjara, tapi Jihan juga harus di penjara, mereka saksi pak" balas Arkan sembari menunjuk ketiga sahabat Karin, Dani, Miftah dan Abdul yang duduk di pojok kursi. 


Brak 


"Saya tidak terima anak saya di penjara, dia anak baik-baik tidak pernah bicara buruk di rumah" ucap bos Han menggebu.


"Oh ya? Kalau begitu boleh saya izin, saya panggil semua teman anak bapak, mari kita buktikan kalau anak bapak gadis baik-baik, gadis baik tidak akan menjual dirinya demi ambisi" ucap Arkan spontanitas membuat bos Han meradang dan hampir memukul Arkan juga Rama. 


Perdebatan itu di tengahi oleh polisi, hingga bos Han akhirnya terdiam setelah mendapatkan teguran dari polisi tentang tindak pidana kekerasan. 


Penyelesaian tidak ada ujung, karena bos Han tetap kekeuh membela sang anak, dan Arkan serta Rama tetap membela Karin. 


Hingga saat perdebatan tengah menegang, Karin datang bersama dua orang petugas dan seorang wanita lagi dengan tangan di borgol. 


Tentu saja semua yang ada di dalam ruangan tercengang. Dani, Mifta dan Abdul juga tak menyangka Karin akan datang bersama polisi dan satu orang lagi teman mereka dengan tangan di borgol.

__ADS_1


Tak lama Jihan juga datang dengan di dampingi polisi dan ibunya yang mendorong kursi roda.


Bos Han sempat menggertak sang istri dan anaknya tapi sahutan dari arah pintu membuat bos Han terdiam dan langsung menunduk.


"Mau sampai kapan papa membela anak kurang ajar itu? Gadis baik nggak akan menggoda teman saya dengan memasukkan obat ke dalam minuman teman saya" hardik Juan kakak kandung pertama Jihan seraya menunjuk pada Arkan.


Bos Han mendingak dan melihat arah telunjuk sangat anak yang mengarah pada Arkan yang duduk bersedekap.


Sorot matanya langsung mengarah pada sang anak gadis yang ia bela mati-matian sejak tadi. Jihan langsung menunduk begitu menatap sorot mata papanya. 


"Karin memang salah, memukul Jihan, tapi saya tahu siapa Karin, dia tidak akan memukul jika tidak ada yang menyerangnya lebih dulu, dan adik saya juga salah karena sudah bicara tidak sopan dan menyakiti Karin dengan ucapan fitnah yang sama sekali tidak pernah terjadi pada Karin. Dan yang patut di salahkan adalah wanita itu, dia yang sudah membuat berita palsu dan memfitnah Karin serta suaminya" ucap Juan berbicara panjang lebar tanpa peduli tatapan orang tuanya juga seisi ruangan.


Pak Supri tersenyum melihat sikap anak buahnya yang tidak goyah, tetap tidak membela siapapun tetapi memberikan solusi dari perrselisihan yang terjadi. 


Karin memeluk Arkan begitu mendengar pembelaan Juan kepadanya, sedangkan tangan Rama mengusap rambutnya pelan. 


Bos Han langsung terdiam begitu mendengar ucapan sang anak yang justru membela Karin. Ia benar-benar kesal dengan sang anak yang tidak memihaknya sama sekali, tapi di satu sisi ia bangga anaknya tidak pandang bulu, sama seperti didikannya selama ini. 

__ADS_1


Dan disudut hatinya yang terdalam, ia benar-benar merasa salah dalam mendidik anak perempuan satu-satunya yang selalu ia bangga-banggakan selama ini. 


Kenyataan lain yang baru ia tahu selama ini membuatnya hatinya teriris, ia gagal dan sudah gagal mendidik anak perempuannya. 


Bos Han akhirnya memilih duduk dengan lesu dan membiarkan polisi mengambil keputusan. 


Karin di nyatakan salah karena melakukan tindakan kekerasan berkali-kali pada Jihan, dan Jihan juga salah karena sudah terhasut oleh gosip tidak berfaedah yang di buat oleh teman sekelasnya yang sudah menjadi tersangka.


Permasalahan itu akhirnya selesai dengan jalan kekeluargaan, Jihan tidak di tahan dan biaya pengobatannya di tanggung lunas oleh Rama, sedangkan tersangka yang tak lain adalah Santi terpaksa menunggu surat panggilan dari kampus dan menandatangani surat perjanjian untuk tidak mengulangi kesalahannya. 


Jika Santi masih melakukan hal demikian, ia siap untuk di penjara sesuai undang-undang yang berlaku pasal fitnah dan pencemaran nama baik. 


Santi masih bisa melanjutkan kuliah, meski harus mendapatkan teguran keras dari pihak kampus. 


Dani, Miftah dan Abdul tersenyum, tidak sia-sia perjuangan mereka membela Karin hingga harus berbohong pada orang tua mereka karena mengerjakan tugas kampus dan menginap di rumah teman, meski pada kenyataannya mereka semalam merasakan nikmatnya jeruji besi.


Bos Han akhirnya meminta maaf pada Rama, Karin dan Arkan, juga ketiga sejoli yang rela berkorban demi sahabat nya. 

__ADS_1


Juan tahu papa nya merasa malu karena ia sudah membuka aib adiknya di depan banyak orang. Tapi Juan juga tahu bagaimana tipikal papanya selama ini. 


Karin akhirnya meminta maaf pada Rama karena telah mengucapkan kata-kata tak pantas semalam dan hari ini ia tahu jika Rama bukanlah orang yang salah seperti anggapannya selama ini.


__ADS_2