Dosen Jadul itu Suamiku

Dosen Jadul itu Suamiku
DJIS 40


__ADS_3

Apa tidak ada identitas korban sus?" Tanya dokter Hans 


"Saya tidak menemukan identitas korban di pakaian nya, sepertinya korban sedang jogging pak dan tidak membawa apapun di saku bajunya" jawab suster


"kita serahkan ke pihak berwajib saja, korban mengalami pendarahan cukup parah, stok kantong darah kita berkurang dan seperti nya korban punya trauma hingga membuat kondisi nya memburuk" terang dokter 


"Kalau begitu saya akan siapkan penanganan pertama" ucap suster kemudian pamit untuk menyiapkan ruang operasi.


Sementara itu di hotel Rama tidak langsung masuk ke aula tempat resepsi berlangsung, melainkan ke toilet untuk berganti baju terlebih dahulu. 


"Rama?" Panggil Ardi melihat Rama masuk ke toilet.


Rama menoleh ke sumber suara dan melihat bang Ardi juga berjalan ke arahnya. 


"Muka Abang kenapa?" Tanya Rama heran melihat raut wajah Ardi seperti kebingungan.


"Raisa .. Raisa sama Karin menghilang Ram" ucap bang Ardi menunduk sedih.


"A…ap..apa? Karin menghilang? Maksudnya?" Tanya Rama terkejut bukan main. 


Jantung Rama berdetak lebih kencang dari biasanya. Mendengar kabar Karin menghilang, separuh jiwanya juga serasa ikut menghilang. 


",Gimana ceritanya bang?" Tanya Rama lirih


"Arkan pergi kerumah barunya mencari Raisa dan Karin tapi mereka tidak ada dirumah, ponsel dan dompet mereka juga di rumah, hanya motor Karin yang tidak ada, Rama bertanya dengan tetangga tapi mereka semua tidak tahu karena sejak kemarin rumah itu sepi" ujar Ardi.


Deg.


"Bagaimana bisa bang? Ayo kita cari mereka, Raisa itu siapa?" Tanya Rama yang baru ngeh dengan nama yang baru ia dengar


"Calon istri Arkan" jawab Ardi 


"Calon istri? Bagaimana bisa Karin sama Raisa?" Tanya Rama


"Mami mengusir Karin, setelah kamu memutuskan pergi Ram, saat itu mbak Uti sama Arkan mengantar Karin untuk tinggal di rumah baru Arkan dan meminta Raisa menemani Karin di sana" cerita Ardi.


Deg


"Kenapa mami tega?" Ucap Rama lirih 


"Sudahlah, ayo kita cari mereka sebelum mami tahu" putus Ardi merasa frustasi


"Abang di sini saja temani mami, biar aku yang nyari mereka, aku akan lapor polisi" 

__ADS_1


"Nggak bisa begitu ram, kalau belum dua puluh empat jam kita belum bisa lapor ke polisi"


"Aku nggak peduli bang, aku pamit" ucap Rama berbalik arah meninggalkan Ardi yang terpaku di pintu toilet. 


Rama langsung menaiki ojek yang kebetulan lewat di depan hotel menuju ke kantor polisi.


"Cepat sedikit ya pak" pinta Rama pada tukang ojek. 


"Adik saya dan calon istri saya memang tinggal dirumah ini pak RT, kemarin kami masih berkomunikasi bahkan semalam saya juga menelpon calon istri saya, pagi tadi saya mencoba menghubungi mereka tapi tidak pernah terjawab." Ujar Arkan menceritakan kronologi menghilangnya Raisa dan Karin


"Tapi ponsel mereka dirumah pak, berarti mereka pergi tidak terlalu jauh, lagian pagi tadi istri saya masih sempat ngobrol dengan perempuan berjilbab di rumah bapak" ucap pak RT 


"Maaf pak, apa adik bapak biasa pakai baju olahraga kalau hari Sabtu Minggu?" Tanya seorang warga


"Iya pak, dia memang selalu jogging setiap akhir pekan" jawab Rama


"Berarti benar yang saya lihat di taman tadi, apa adik bapak rambutnya sebahu? Biasa di kuncir kuda?" Tanyanya lagi


"Iya pak, benar yang bapak sebutkan itu ciri-ciri adik saya, apa bapak melihat?" Tanya Rama kemudian


"Saya tadi lihat dia di taman duduk sendirian kayak orang melamu mm


On" ucap salah satu warga yang melihat.


"Enggak pak, saya cuma lihat sekilas saja, karena saya juga lewat taman naik motor bawa belanjaan dari pasar" jawab warga itu.


Arkan menelan kekecewaan, harus kemana lagi ia mencari keberadaan Raisa dan Karin. 


Di tengah kekalutan, Arkan teringat dengan satu nama yang pernah di ceritakan oleh Raisa. 


"Pak RT, dan warga saya minta tolong, kalau mereka pulang kembali kerumah ini kabari saya segera" pinta Arkan pada aparat desa dan warga.


"Baik pak Arkan" ucap pak RT dan para warga.


Arkan pergi ke tempat dimana Raisa bekerja, ia berharap mereka ada di butik twin's galery dan dalam keadaan baik-baik saja.


Sementara itu Rama yang baru tiba di kantor polisi Langung melaporkan kehilangan Karin dan Raisa. beruntung Rama punya kenalan yang memang bertugas sebagai seorang polisi sehingga laporannya bisa di proses.


"Jadi kamu sudah menikah ram?" Tanya pria muda seusianya yang berseragam polisi itu


"Iya Gas"


"Kapan terakhir komunikasi dengan istri mu?" Tanya laki-laki bernama Bagas itu

__ADS_1


"Sekitar dua Minggu yang lalu, lebih Kayaknya" jawab Rama


"Hah? Yang jelas ceritakan kronologi nya, kalau begitu kenapa baru melapor?" Tanya Bagas 


Rama akhirnya mau tidak mau menceritakan kronologi permasalahan rumah tangga nya hingga akhirnya Karin menghilang seperti cerita kakak iparnya.


"Semua laporan kamu sudah saya simpan, kita tunggu hasil penyelidikan dari pihak kepolisian, karena ini belum dua puluh empat jam jadi belum bisa di proses" ucap Bagas akhirnya setelah menyimpan data laporan kehilangan dari Rama.


"Baik gas, tolong kabari saya secepatnya kalau sudah ada kabar baik" ucap Rama menjabat tangan rekannya. 


Rama pamit, dan seorang anak buah polisi masuk ke ruangan Bagas melaporkan sebuah kasus.


"Korban tidak memiliki identitas, kami sudah mencarinya bersama pihak rumah sakit, tapi tetap tidak mendapatkan petunjuk" ucap pria berseragam polisi yang baru memasuki ruangan Bagas.


Rama samar-samar mendengar percakapan dua anggota kepolisian itu, ia teringat tragedi kecelakaan yang terjadi hari ini saat ia melintas jalanan padat dan macet tak jauh dari kompleks perumahan mertuanya. 


Batin Rama bergejolak antara ingin masuk kembali ke ruangan Bagas atau meneruskan langkahnya pulang ke hotel.


Akhirnya Rama memilih duduk di teras mushola depan ruangan Bagas. Ia menunggu polisi yang baru masuk ke dalam ruangan Bagas tadi.


Setelah lama menunggu akhirnya polisi tadi keluar dan Rama menghampirinya


"Pak, maaf apa tadi ada kecelakaan di jalan xxxx?" Tanya Rama mencoba berbicara untuk mendapatkan informasi


"Oh iya pak, tabrakan antara mobil minibus dan pengendara motor, satu orang tewas dan beberapa lainnya mengalami luka-luka dan satu pejalan kaki mengalami koma, kami masih menyelidiki penyebab kecelakaan terjadi, dan satu korban tanpa identitas, kami masih berusaha mencarinya hingga bisa bertemu dengan keluarga korban." Jelas pak polisi bernama Agus.


"Pak bisa antar saya menemui para korban? Saya kehilangan istri dan calon istri kakak ipar saya, kami sedang mengadakan resepsi salah satu saudara tapi istri saya dan calon istri kakak ipar saya tidak ada kabar sejak pagi." Terang Rama menceritakan kegelisahan nya


"Tapi ini belum dua puluh empat jam pak, belum bisa di proses, sebaiknya bapak buat laporannya dulu" ucap pak Agus 


"Tolonglah pak, saya sudah bicara dengan Bagas di dalam" ucap Rama memohon 


"Maksudnya Pak Bagas atasan saya?" Tanya pak Agus 


"Iya pak, dia rekan saya" jawab Rama 


Nampak polisi itu menghela nafas berat, antara bingung dan ragu. 


"Ya sudah, ayo saya antar ke rumah sakit, kita lihat siapa tahu diantara para korban ada istri bapak dan calon istri kedua bapak" ucap pak Agus


"Calon istri kakak ipar saya pak" protes Rama membenarkan ucapan pak Agus


"Ah ..ya ya…ayo kita ke rumah sakit" ucap pak Agus.

__ADS_1


Rama akhirnya mengikuti langkah lebar pak Agus di depannya. Dalam hati ia berdoa semoga saja di antara para korban ada Karin istrinya.


__ADS_2