
Flashback
"Mi, pak Rama di penjara?" Tanya Karin
"Di kantor polisi, penuhi panggilan orang tua Jihan yang laporin kamu karena nonjok Jihan kemarin" jawab mami
"Apa?" Tanya Karin terkejut.
Bu Maryam akhirnya menceritakan apa yang ia dengar dari Arkan dan Rama tadi saat sarapan.
Sejak awal Bu Maryam sudah menduga ada yang sengaja disembunyikan oleh anak dan menantunya itu perihal pernikahan mereka.
Karin tak kuasa menahan tangis mendengar cerita ibunya. Tapi tetap saja di sudut hatinya masih belum bisa menerima Rama sebagai suami.
Karin mengajak mami pergi ke kantor polisi, mami langsung setuju dan mereka sepakat pergi bersama.
"Mi, ada tamu, besan mami di bawah" bisik Aisyah saat Bu Maryam keluar dari kamar putri nya.
"Besan siapa Ai?" Tanya Bu Maryam berbisik
"Itu Tante nya Rama, nungguin di bawah sama adiknya almarhumah menantunya" jawab Aisyah
"Oh iya sudah kamu buatin minum kan?" Tanya mami
"Udah mi"
"Ya udah sana temani adik mu siap-siap, kita mau ke kantor polisi"
"Sekarang?" Tanya Aisyah
"Iya, kapan lagi Ai" ucap Bu Maryam berlalu.
Sampai di bawah Bu Maryam menyapa Bu Rosa yang datang bersama Aziz. Bu Maryam berbincang ringan dengan bu Rosa sembari saling mengenal satu sama lain.
Karena saat meninggal almarhumah, Bu Rosa sedang di rawat di rumah sakit.
"Jadi Rama baru cerita sama ibu kalau sudah menikah?" Tanya Bu Maryam
"Iya Bu, Rama tidak mau membebani saya katanya, bahkan dia sudah menceritakan semuanya bagaimana dia bisa menikah mendadak" jawab Bu Rosa.
__ADS_1
"Anak saya yang pertama sudah lama mengenal Rama dan almarhum Ramon Bu bahkan almarhum istri Ramon juga teman satu tingkat nya saat SMA hanya beda kelas" ujar Bu Maryam.
"Oh ya? Anak ibu yang mana ya? Soalnya anak saya Ramon banyak teman dan biasa juga dibawa ke rumah" seru Bu Rosa.
"Itu anak perempuan pertama saya yang berjilbab berdiri di tengah di sampingnya itu istrinya Rama, itu foto lama saat almarhum suami saya masih hidup" ucap Bu Maryam seraya menunjuk ke arah foto keluarga yang terpajang di dinding ruangan.
Bu Rosa memandang lekat atau persatu wajah di foto itu, matanya memicing kala melihat foto almarhum suami Bu Maryam.
"I…itu suami ibu?" Tanya Bu Rosa dengan perasaan bergetar.
"Iya, itu suami saya Bu, kenapa ya? Kok ibu kayak kaget begitu" tanya Bu Maryam merasa heran.
"Siapa namanya Bu?" Tanya Bu Rosa
"Biasa dipanggil pak Halim di sini, ada apa ya?" Tanya Bu Maryam lagi merasa penasaran
"Ha…Halim Abdullah bin Umar?" Tanya Bu Rosa lagi meneruskan nama panjang dan bin milik almarhum suami Bu Maryam
"Ibu kenal suami saya?" Tanya Bu Maryam terkejut
"namanya mirip kakak tiri saya yang hilang sejak kecil Bu, saya tiga bersaudara, saya dan ibunya Rama saudara kandung, Halim adalah anak bawaan dari bapak tiri saya karena ibu saya menikah lagi setelah bapak meninggal dengan duda satu anak" tutur Bu Rosa seraya memandang lekat bingkai foto yang terpajang rapi di dinding ruangan.
"Tidak ada yang tidak mungkin, apa ibu pernah melihat kalung liontin perak dari leher mas Halim?" Tanya Bu Rosa mengingat kalung pemberian almarhum orang tua nya dahulu untuk mencari saudara lainnya yang hilang.
"Liontin perak berbentuk bulat?" Tanya Bu Maryam meyakinkan
"Iya, bentuknya bulat, sayangnya saya tidak bawa, tertinggal di rumah" kata Bu Rosa
"Sebentar saya ambil dulu Bu, siapa tahu masih ada tersimpan" ucap Bu Maryam buru-buru masuk ke dalam kamar.
Saat menunggu Bu Maryam, Aziz pamit untuk keluar sebentar ada keperluan yang ingin ia beli di toko yang mereka lewati tadi.
Bu Rosa memandangi semua foto yang terpajang di dinding ruangan. Ia tidak salah mengenali foto saudara tirinya yang hilang sejak kecil, tahi lalat dan lesung pipi di sebelah kanan adalah ciri-ciri saudara tirinya yang hilang. Beruntung almarhum bapak tirinya pernah memberikan pertanda sebuah foto usang dan sebuah liontin perak sebelum meninggal.
"Silahkan dinikmati Bu, maaf ya tunggu sebentar, mami masih mencari barang miliknya" ucap Aisyah menghampiri Bu Rosa dengan menggendong Naira yang tertidur pulas.
"Naira tidur itu?" Tanya Bu Rosa terharu melihat cucunya berada di tangan yang tepat.
"Iya Bu, sejak kami bawa pulang kesini, Naira rewel terus mungkin teringat ibunya, tapi dia langsung diam jika yang menggendong adik ipar saya, Arkan."Jawab Aisyah
__ADS_1
"Oh ya? Mbak anaknya ibu Maryam?"
"Bukan, saya menantunya, istri dari Ardi kakaknya Arkan" ucap Aisyah
"Oh .. trus istrinya Rama mana?"
"Karin lagi di atas Bu sementara siap-siap mau ke kampus" ujar Aisyah mencoba menutupi permasalahan yang tengah mereka hadapi.
"Oh, mahasiswi di kampus Rama ya?"
"Hehe iya Bu, baru juga semester satu"
"Oh iya iya .. Rama juga nggak cerita kalau sudah menikah, setahu kami dia memang sering nggak pulang kerumah karena harus lembur, itu alasan Rama setiap kali kami menghubungi nya, kami pikir pekerjaan nya memang sedang padat saja, rupanya dia sudah menikah" ujar Bu Rosa menghapus air di sudut matanya.
"Apa Rama tidak bercerita atau meminta izin pada ibu?" Tanya Aisyah. Bu Rosa menggeleng.
"Yang setahu kami, Rama merasa bersalah sudah menyentuh Karin adik ipar saya, dan satu hal lagi kalau dia kenal dengan preman tua itu, kami pikir memang dia pernah terlibat atau punya masa lalu kelam dan ingin menghindari saja, makanya kami langsung menerima pinangannya malam itu" cerita Aisyah
"Rama memang mengenali preman tua itu mbak, Rama dan almarhumah adiknya pernah di sekap oleh preman tua itu dan anak buahnya di sebuah rumah kosong dan tidak di beri makanan, karena di jadikan tawanan sebagai penebusan hutang orang tuanya pada rentenir di tempat kami berasal dulu" lanjut Bu Rosa.
"Beb…benarkah? Jadi benar cerita Rama?" Tanya Aisyah terkejut mendengar penuturan Bu Rosa
"Iya mbak, bahkan Rama sampai sekarang masih trauma dengan tragedi penculikan itu, orang tua Rama sudah meninggal semua, dan adiknya juga menyusul dua tahun lalu karena kecelakaan di depan toko kue Pendopo cake and bakery." Kata Bu Rosa membuat Aisyah semakin terkejut.
"Pendopo cake? Itukan tempat kecelakaan Karin juga Bu, apa mungkin adik Rama kenal dengan Karin?" Tanya Aisyah mencoba mencari tahu lebih dalam
"Saya kurang tahu kalau itu mbak, saya baru setahun ini hidup menumpang dengan Rama setelah anak saya Ramon meninggal karena kecelakaan" kata Bu Rosa.
"Oh ya?"
"Iya mbak, adik Rama mengalami kecelakaan saat akan menyeberang jalan. Hanya itu yang saya tahu mbak, Rama memang punya trauma sejak tragedi penculikan itu, preman tua itu sudah berkali-kali keluar masuk penjara, dan terakhir berita yang saya dengar kalau dia sudah di penjara karena laporan warga yang tidak nyaman dengan perilakunya selama ini" jelas Bu Rosa
"syukurlah, apa Rama sudah cerita ke ibu tentang pernikahannya? Lalu darimana ibu tahu rumah kami?"
"Aziz yang tahu mbak, katanya dia sudah meminta izin pada Rama semalam"
"Oh jadi begitu" ucap Aisyah
tanpa mereka sadari rupanya sejak tadi Karin mendengar semua percakapan mereka dari tangga.
__ADS_1