Dosen Jadul itu Suamiku

Dosen Jadul itu Suamiku
DJIS 76


__ADS_3

"Satria maksud kamu ziz?" Tanya Tante Rosa terkejut.


"Emmm…,......" Gumamnya pelan, ada rasa ragu dalam hatinya saat hendak meyakinkan Tante Rosa.


"Ziz, ditanya kok malah diam." Seru Tante Rosa sedikit kesal.


"Kayak mirip aja sih Tan,, dikit." Ucapnya seraya menggaruk-garuk kepala.


"Ya sudah." Ucap Tante Rosa dengan wajah kecewa.


Wanita paruh baya itu melangkah masuk ke dalam kamar setelah meletakkan bingkai foto ke atas meja. Hatinya benar-benar merasa kacau hari ini. Rasa rindu dan harapan besar untuk sang anak pulang dan bertaubat dengan kesalahannya di masa lalu terus ia gaungkan di dalam hati.


Aziz menatap punggung renta itu dengan perasaan bersalahnya karena berucap yang tak semestinya. Meskipun memang ia mengakui ada kemiripan antara foto anak berseragam SD di foto dengan pria yang ia temui di depan rumah tadi.


"Abang, ayo ke rumah pak LT." Ajak Naira menarik lengan Aziz


"Mau ngapain sih? Tadi pagi kan kamu udah kesana Ra." Tanya Aziz merasa malas.


"Ayo, tadi mbak alum katanya bikin kue enak, ayo kecana." Kata Naira merengek.


"Besok aja ya." Rayu Aziz. Gadis kecil itu semakin merajuk mendapat penolakan dari Aziz, apalagi jika bukan jurus andalan yang ia gunakan untuk merayu Aziz agar menuruti kemauannya.


Sedikit kesal Aziz akhirnya menuruti kemauan gadis kecil yang sudah menjadi bagian hidupnya selama ini. Hanya dia satu-satunya yang ia miliki sekarang setelah kedua orang tua dan kakaknya meninggal.

__ADS_1


Di dalam kamar, Tante Rosa tak kuasa menahan air matanya. Sejak melihat tubuh korban kecelakaan tadi ia masih terus teringat Satria, anak laki-laki satu-satunya yang selalu ia sebut dalam doa.


****


"Mas, aku kangen Naira, kita ke desa yuk." Ucap Karin setelah menyesap es teh buatannya sendiri.


"Iya besok kalau ada libur kita kesana, aku minta izin dulu sama bos." Jawab Rama mengusap kepala sang istri.


"Aziz katanya balik dari pondok ya mas? Aku lihat statusnya kemarin lagi bersihin kolam depan rumah." Kata Karin


"Iya udah sih katanya, mau kesana?" Tanya balik Rama melihat sang istri yang tiba-tiba tersenyum lebar mendengar ucapannya


"Emang boleh? Mas mau?" Tanya Karin menatap sang suami dengan serius


Tangan Rama terulur mengusap rambut Karin yang terlihat berantakan seraya berucap lembut.


"Yeeeiii…" ucapnya senang sembari menenggelamkan tubuhnya dalam pelukan Rama.


Dor dor dor


Pelukan mereka terlepas mendengar suara pintu di ketuk dengan keras. Dengan wajah kesal Rama turun dari dipan karena aksinya menjahili sang istri akhirnya batal.


"Mami?" Ucap Rama kaget melihat mertuanya berdiri di depan pintu dengan satu tangan menggenggam ponsel

__ADS_1


"Hape kamu mati? Tante Rosa masuk rumah sakit, kamu harus kesana sekarang." Ucap mami tanpa ba-bi-bu dengan wajah sedikit kesal.


"Astaghfirullah baru aja di omongin, ya udah iya aku siap-siap." Ucap Rama panik. Mami hanya memutar bola mata jengah melihat menantunya panik.


Karin terheran-heran melihat wajah Rama yang berubah setelah membuka pintu.


"Kenapa mas?" Tanya Karin


"Cepat siap-siap kita ke desa sekarang." Ucap Rama berlari masuk ke dalam kamar mandi. Karin hanya melongo mendengar ucapan Rama yang terkesan buru-buru. Saking tak sabarnya ia bergegas ke bawah menemui mami untuk mendapat penjelasan.


"Mi, ada apa sih?" Cecar Karin begitu maminya meletakkan ponsel di atas meja.


"Astaghfirullah Karin, bikin mami kaget aja, kenapa sih teriak?" Ucap mami kesal saking terkejut mendengar suara Karin didekat telinga.


"Mas Rama kenapa? Tadi mama ngomong apa? Kenapa ke desa sekarang?" Cecar Karin penasaran


"Satu-satu kalau ngomong."ucap mami mencubit bibir Karin dengan mulut mengerucut.


"Sakit mi." Protes Karin


"Tante Rosa masuk rumah sakit, daritadi Aziz nelpon ke hape kamu sama Rama tapi nggak di angkat, trus nelpon ke mami. Emang kalian ngapain sih sampe hape bunyi aja nggak denger." Cibir mami


"Itu hape di samping tv, yang satu di rebut Naina." Ucapnya menunjuk ke arah keponakannya yang santai di atas sofa sembari menonton kartun kesukaannya dengan ponsel milik Karin.

__ADS_1


Mami hanya mencebik lalu memutar arah masuk ke dalam kamar.


"Cepat siap-siap kita berangkat sekarang, perjalanan jauh." Ucap mami seraya berlalu.


__ADS_2