
Aile menatap Artha sambil tersenyum manis. Lalu menghampiri Artha yang sudah menunggu di depan rumahnya dengan motor yang biasa ia pakai ke sekolah. Haduh pagi-pagi Aile sudah melihat orang ganteng.
"Kamu udah nunggu lama?" Tanya Aile sambil memakai helm yang di berikan Artha.
"Gak ah" Jawab Artha sambil tersenyum tipis.
"Ok" Ujar Aile saat sudah duduk rapi di belakang Artha.
"Gimana makanan kamu udah habis semua?" Tanya Artha di sela-sela perjalanan mereka.
"Gilak apa langsung habis semua" Aile menepuk pelan pundak Artha sambil terkekeh pelan.
"Ya kan mana tau" Artha cengengesan.
"Hahaha" Aile masih terus tertawa pelan.
Tidak butuh waktu yang lama akhirnya mereka sampai di sekolah tercinta.
"Nah!" Aile memberikan helmnya pada pada Artha dan langsung di terima oleh Artha.
"Eh lihat itu, si Indira makin hari makin lengket aja tuh sama Artha" Sindir sekumuplan cewek yang berdiri tak jauh dari Aile dan Artha. Artha juga lumayan terkenal di sekolah karena punya wajah yang super ganteng dan terkenal dengan sifat ramahnya.
"Iya sebel banget" Tambah salah satu dari mereka yang terdengar cukup jelas di telinga tajam Aile. Aile langsung menoleh ke arah mereka, menatap tajam dan tak suka. Mereka yang di tatap seperti itu langsung mengalihkan pandangan dari Aile.
"Dia kok jadi serem gitu sih?" Bisik salah satu dari mereka pada yang lainnya.
"Mana gue tau" Bisik lagi yang lainnya.
Aile terus menatap merka sampai Artha mengajanya masuk ke kelas.
"Udah gak usah di denger ucapan mereka!" Artha mengelus pundak Aile.
"Kamu kira aku perduli?" Tanya Aile langsung membuat Artha terdiam. Sepertinya ia salah bicara di saat suasana hati Aile sedang bermasalah.
__ADS_1
"Eh itu apa ramai-ramai?" Artha menunjuk pada mading sekolah yang tak biasanya di kerumuni masal gitu.
Aile melihat ke arah yang di tunjuk Artha, ya memang tampak ramai. Mau ikutan lihat juga pasti susah.
"Ayok lihat!" Artha menarik tangan Aile lalu berlari kecil menuju mading sekolah.
"Wah itu mereka" Ujar salah satu dari mereka yang melihat masing saat Aile dan Artha datang.
"Kenapa ya?" Tanya Artha ramah pada mereka.
"Tuh lihat aja sendiri!" Titah seorang cowok.
Artha dan Aile melihat beberapa poto mereka yang diam-diam di ambil saat di swalayan kemarin. Tampak Aile yang sedang berdiri dengan angkuhnya menunjuk ke arah seorang karyawan yang wajahnya di blur. Ya kalian tau kalau itu adalah Andra.
"Wah, keren banget ya lo di sekolah sok-sok an polos. Eh tapi di luar begitu, gak sopan" Ujar seorang cewek yang tiba-tiba berdiri di hadapan Aile dan di sebelah cewek itu berdiri Andra yang menatap penuh kemenangan pada Aile
"Maksudnya kak?" Tanya Artha polos.
"Yah, kok mau lo sih berteman sama dia?" Bukan mendapat jawaban Artha malah di tanya balik oleh cewek itu yang tak lain ialah Silla.
"Wah, udah berani ya sekarang sementang lo udah ada temen" Cibir Andra sambil berjalan mendekat pada Aile.
Semua siswa yang berkumpul di situ langsung bubar saat melihat pertengkaran akan di mulai. Pura-pura tidak tahu akan menyelamatkan mereka. Begitu lah pikir mereka.
Disini tinggallah Aile, Artha, Silla, Andra dan beberapa teman Andra yang hanya memantau dari jauh. Takut kalau ada guru yang akan lewat. Jadi mereka akan jaga-jaga.
"Lo jangan sok gaya banget deh ra, dasar gak tau diri" Silla mendorong kuat bahu Aile.
Aile menatap tangan Silla yang mendorongnya tadi. "Itu tangan lo bisa di jaga gak sih?" Tanya Aile lalu menatap Silla tajam.
Silla yang tidak pernah di tatap seperti itu oleh Indira, menela kasar ludahnya. 'Ni orang kok jadi aneh gini?' Batin Silla.
"Suka-suka gue dong" Silla mencoba mengabaikan tatapan Aile.
__ADS_1
"Heh, sementang bokap lo kepala sekolah, jadi lo bisa berbuat seenaknya gitu?" Tanya Aile yang kini maju mendekati Silla.
"Ra" Artha menahan tubuh Aile agar tidak mendekati Silla. Artha tau kalau Aile sudah pakai kata "Lo" "Gue" berarti kesabaran Aile sedang di ambang batas.
Aile menghela napasnya pelan, mencoba meredam emosinya yang belakangan ini mudah sekali terpancing.
"Wah ternyata kamu udah jadi pawangnya Indira ya tha?" Silla terkekeh pelan melihat perubahan Indira(Aile).
"Lo gak usah ikut campur" Andra tampak marah saat Artha menenangkan Aile.
"Apaan sih lo kak?" Teriak Artha. Bagaimana mungkin ia tidak ikut campur. Dia sudah berjanji pada mama Aile untuk menjaga Aile.
"Udah tha!" Ujar Aile pelan, lalu memandang ke arah Andra dan Silla secara bergantian. "Ya, mungkin lo kira gue bakalan terpuruk gitu, kalau kalian nyebarin poto-poto gue yang lagi emosian di luar sana" Aile tersenyum sini.
"Lihat aja, mulai besok lo gak bakalan bisa kerja di swalayan itu lagi" Ancam Aile pada Andra.
Wajah Andra langsung pucat pasi. Ingatannya kembali pada tadi malam, saat Aile berkata bahwa ia mengenal pemilik swalayan itu. Kalau sampai benar, dia pasti akan kehilangan pekerjaan sampingannya.
"Kamu kerja di swalayan itu Dra?" Tanya Silla tak percaya.
"...." Andra tak menjawab pertanyaan Silla, dan malah pergi.
"Huh" Aile tersenyum puas melihat wajah Andra yang pucat pasi. "Yuk tha!" Aile berjalan duluan meninggalkan Artha.
Artha mngejar Aile. "Kamu beneran kenal sama pemilik swalayan itu?" Tanya Artha memastikan.
"Iya" Jawab Aile singkat.
"Jadi kamu beneran mau buat Andra di pecat dari pekerjaannya?" Tanya Artha lagi tak percaya.
"Aku gak bakalan setega itu Tha, tadi itu cuman ancaman doang" Jawab Aile pelan. Ia, seburuk apapun perlakuan orang itu pada Indira, Indira pasti tidak akan senang kalau Aile melakukan hal yang dapat merugikan orang lain. Ya, Indira memang selalu seperti itu. Itu lah yang membuat kedua tampak sangat berbeda, terkadang Aile juga merasa tidak cocok dengan sikap Indira yang manis dan lemah lembut. Berbalik dengan sikapnya yang angkuh dan mudah emosian.
Ayolah, Aile juga tidak mau seperti ini. Ia sangat ingin hidup seperti anak kembar pada umumnya. Namun perbedaan itu memang sangat terlihat, bahkan dari kecil. Sedari kecil saja Aile selalu lompat-lompat kelas karena kepintarannya. Dan yang dia ingat, ia hanya sekali berada dalam kelas yang sama dengan Indira, yaitu kelas satu SD. Setelah itu bahkan Aile harus pergi keluar negeri untuk melanjutkan studinya di usianya yang masih bisa di bilang kecil.
__ADS_1
Bahkan mereka sudah seperti orang yang tak mengenal satu sama lain. Mereka juga sangat jarang kontakan.
Aile juga sering bertanya pada mama nya, apakah Indira merindukan dirinya. Ya, tapi kalian bisa tau jawabannya, Indira bahkan mengatakan tidak mengingat Aile sama sekali.