
Andra memandang bangunan tinggi yang berdiri kokoh di depannya. Baru beberapa langkah Andra memasuki gedung itu, dia sudah dapat mencium aroma obat-obatan.
Andra mempercepat langkahnya melewati lorong-lorong rumah sakit. Lalu menghentikan langkahnya di depan ruang ICU dan masuk ke dalamnya.
Terlihat seorang dokter yang tampak sedang menunggu kedatangannya. Andra langsung mendekati dokter itu.
"Maaf dra, sebaiknya kamu cepat membayar administrasi yang sudah menunggak" Dokter itu menepuk pundak Andra. "Dan mencari dana untuk operasi ibumu" Dokter itu terus menatap sendu Andra.
"Operasi lagi dok?" Tanya Andra tak percaya. Dari mana lagi ia akan mendapatkan uang untuk operasi ibunya. Dia bahkan sudah di teror dengan biaya administrasi yang sudah menunggu beberapa bulan ini.
"Maaf ndra saya gak bisa bantu kamu lagi" Dokter itu terlihat sedih saat mengingat kalau Andra harus berjuang sendiri untuk biaya pengobatan ibunya ini.
Andra menghela kasar napasnya, dokter ini memang sudah banyak membantu dirinya. Bahkan memberinya pengobatan secara cuma-cuma. Tapi apalah daya dokter ini yang juga berkerja di rumah sakit ini. Yang memang mau tak mau Andra harus membayar uang pengobatan ibunya.
Andra memandang ke arah ibunya yang tengah terbaring di brangkar rumah sakit sambil terus menutup matanya. Andra berjalan mendekati ibunya. Melihat ibunya yang mulai tampak tua. Jujur, dia sangat merindukan ibunya, sudah beberapa hari ini ibunya tidak membuka matanya. Setelah operasi terakhir beberapa hari yang lalu, sampai saat ini ibunya tidak juga membuka matanya.
"Baiklah dok, saya akan berusaha" Andra tersenyum tipis pada dokter itu, lalu keluar dari ruangan itu.
Andra melangkahkan kakinya ke tempat administrasi. Setelah berdebat singkat disana Andra melanjutkan jalannya. Andra menghentikan kakinya saat tiba di pintu keluar. Menatap seseorang yang mendekat ke arahnya.
"Hay" Cewek itu menyapa ramah padanya.
"Ngapain lo di sini?" Taya Andra pada cewek itu yang tak lain ialah Aile.
Aile menatap heran Andra, kenapa juga dia ada di sini? Atau jangan-jangan dia stalking Aile. Aile menggelengkan kepalanya pelan. "Bukan urusan lo" Aile tersenyum tipis.
Andra menatap Indira(Aile) dari atas sampai bawah, memang semenjak sembuh dari kecelakaan itu Indira banyak berubah. Bahkan dari cara berpakaiannya terlihat sangat menarik, berbeda dengan Indira yang dulu, yang tampak lebih sederhana.
"Tumben lo gak barengan sama cowok lo" Andra pura-pura memperhatikan kanan dan kirinya, mencari sosok Artha yang memang dari tadi tidak ada.
"Banyak cerita lo" Aile mendorong pelan bahu Andra lalu berjalan angkuh memasuki rumah sakit.
"Tuh cewek" Andra tanpa sadar melupakan tujuannya yang hendak mencari uang, dan malah mengikuti Aile.
Aile yang sadar kalau di ikuti Andra tetap melangkahkan jalannya dan pura-pura tidak tahu. Lalu berhenti di lift. Menunggu lift terbuka.
"Eh lo mau ngapain sih?" Tanya Andra akhirnya.
__ADS_1
"Kenapa sih heboh banget" Aile menatap tajam Andra.
"Gue gak suka ya lihat lo keliaran di sini" Andra mencengkram kedua bahu Aile.
Aile tersenyum sinis. "Emang ni rumah sakit punya lo?" Tanyanya sambil memandang rendah Andra.
"Lo-" Andra tidak bisa melanjutkan kata-katanya karena seorang dokter mendatangi mereka. Dokter yang merawat ibunya tadi.
"Andra" Panggil dokter itu tampak terenagh-engah.
"Iya dokter Han?" Jawab Andra tampak mulai khawatir melihat ekspresi wajah dokter yang di panggil Han itu.
"Ibu anda, harus segera di operasi hari ini juga. Kalau tidak mungkin" Dokter Han tidak melanjutkan kata-katanya saat menyadari ada seorang gadis yang berdiri di belakang Andra.
"Kalau tidak kenapa dok?" Tanya Aile penasaran.
Dokter Han sedikit terkejut dengan saat melihat Aile. "Kalau tidak-"
"Dokter" Seorang suster tampak setengah berlari mendekat ke arah mereka. "Dokter, pasien ruangan x sedang kritis, apa tindak lanjut yang akan kita lakukan" Jelas suster itu, sambil menyebut kan ruangan ibunya Andra di rawat.
Andra tampak terkejut dan langsung berlari menuju ruangan ibunya. Masih sama seperti tadi, ibunya juga belum membuka matanya. Melihat ke arah layar pendeteksi detak jantung(Maaf ya gak tau juga apa namanya😂). Tampak di layar itu eta jantung ibunya Andra mulai melemah.
"Tapi dra, kamu harus membayar tagihan terlebih dulu. Maaf saya tidak bisa membantu kamu lebih jauh" Dokter Han tampak ikut sedih, ini juga sudah ketentuan dari pihak rumah sakit, kalau tidak mengikuti aturan dia bisa-bisa akan di pecat.
"Dokter saya mohon!" Andra berlutut di kaki dokter itu sambil menangis. "Hanya ibu yag saya punya dok, saya mohon" Artha memeluk kaki dokter itu. Saat ini hanya memohon lah yang ia bisa, mau minta kepada siapa lagi. Ayahnya? Bahkan ayahnya juga sudah tidak perduli dengan kehidupannya dan ibunya.
"Andra saya" Dokter Han menepuk pelan pundak Andra.
"Dokter" Panggil seseorang tiba-tiba.
Dokter Han tampak kaget melihat yang memanggilnya ialah Aile.
Andra memandang Aile marah, kenapa dia mengikuti smpai ke sini. Dan lihat ia sedang menatap Andra angkuh.
"Maaf nona harus melihat ini" Ujar Dokter Han merasa tidak enak.
Andra kemudian berdiri sambil menghapus kasar air matanya. "Ngapain lo ke mari" Teriak Andra marah.
__ADS_1
Dokter Han meneguk ludahnya saat melihat Andra memarahi Aile.
"Dokter Han kemari lah!" Aile bahkan menghiraukan teriakan Andra itu.
Dokter Han dengan langkah cepat mendekati Aile.
"Ya nona" Ujar Dokter Han sopan.
"Ada apa dengan pasien itu?" Bisik Aile pelan sambil menunjuk ibunya Andra.
Dokter Han menjelaskan secara singkat sambil berbisik pelan.
Andra melihat tajam Aile yang tengah berbisik-bisik pada dokter Han. Tiba-tiba pertanyaan muncul, kenapa dokter Han terlihat sangat hormat pada Aile. Lalu ia menepiskan pertanyaan itu saat dokter Han kembali berjalan ke arahnya.
"Cepat bawa pasien ke ruang operasi!" Perintah dokter Han kepada para suster.
Andra masih melongo, kenapa tiba-tiba dokter Han mau mengoperasi ibunya?
"Dokter bagaimana dengan pembayaran?" Andra ingin meyakinkan kalau ia sedang tidak bermimpi.
"Berterima kasih lah pada nona Aile" Dokter Han kemudian meninggalkan Andra yang masih menatap ibunya yang dibawa menuju ruang operasi.
Aile menatap Andra singkat lalu beranjak pergi.
"Tunggu!" Teriak Andra lalu berjalan mendekati Aile.
"Ini rumah sakit, tolong kecilkan suaramu" Aile mengingatkan.
"Lo, apa hubungan lo dengan dokter Han?" Tanya Andra sambil terus menatap Aile. "Dan kenapa dokter Han memanggilmu Aile?"
"Aile itu hanya nama tengah, dan masalah ada hubungan apa gue dengan dokter Han lo gak perlu tau" Jawab Aile datar.
"Lo seharusnya gak usah ikut campur urusan gue" Andra mencengkram dagu Aile. "Gak usah sok baik lo"
"Oh, jadi lo lebih milih nyokap lo meninggal dari pada gue bantu?" Tanya Aile menepis tangan Andra. "Ayolah Andra, gue bukan ikut campur urusan lo, tapi gue mau bantu nyawa orang" Aile tersenyum manis pada Andra.
"Gue pasti ganti uang lo" Teriak Andra saat Aile hendak pergi meninggalkannya.
__ADS_1
"Hahaha, terserah lo mau bayar atau gak" Aile terkekeh pelan, lalu kembali ke tujuan awalnya datang ke rumah sakit