
Aile berjalan pelan saat memasuki kelas. Saat mereka sampai di pintu masuk, seluruh pasang mata sontak melihat ke arah mereka. Keadaan kelas yang tadinya diam kini pu berubah menjadi senyap.
Beberapa orang terlihat heran dengan penampilan Indira hari ini, dan tampak juga ada beberapa orang yang tengah berbisik-bisik. Aile mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan, detik selanjutnya Aile berjalan anggun menuju meja yang biasa di duduki Indira.
Setelah itu ke adaan kelas kembali normal.
"Eh, lo temenan sama Indira?" Tanya seorang cewek yang duduk tak jauh dari Artha. Artha tampak berfikir sebentar, kemudian mengedikkan bahunya sambil tersenyum samar.
"Ck, di tanyain pun" Cibir cewek itu kesal, lalu kembali ke aktifitasnya lagi.
Aile memandang sekilas ke arah Artha yang tak sengaja juga sedang memandangnya. Artha tersenyum kikuk saat Aile melemparkan senyuman padanya.
"Eh, lo udah sembuh ra?" Tanya cewek yang duduk di depannya.
Aile menatap cewek itu sambil tersenyum lembut. "Udah"
"Wah lo banyak berubah ya semenjak kecelakaan itu" Ujar cewek yang duduk di samping kiri Aile.
Aile hanya tersenyum singkat menanggapinya.
"Iya temen-temen lihat deh!" Kemudian beberapa cewek yang duduk di dekat Indira berkumpul melihat Indira.
"Maaf ya ra kami gak tau lo di rawat dimana, jadi kami gak bisa jenguk lo" Papar seorang gadis yang berwajah imut.
"Gak apa" Jawab Aila singkat. Orang tua Indira lah yang sebenarnya menutup rapat tentang kecelakaan itu, karna suatu alasan. Tapi yang namanya sekolah, mereka memang harus memberi tahu kalau Indira mengalami kecelakaan. Tapi tidak memberi tahu dimana Indria di rawat. Entah lah.
"Lo udah gak apa-apa kan?" Tanya cewek yang rambutnya di kucir dua.
"Sebenarnya..." Aile menggantungkan kata-katanya, melihat satu-satu wajah cewek-cewek yang sedang mengerubunginya.
"Kenapa-kenapa ra?" Tanya seorang cewek yang duduk di samping Indira, Aile menatap sekilas ke arah cewek itu.
"Sebenarnya, ada sedikit masalah sama ingatan gue" Jawab Aile, sebenarnya dia agak canggung juga pakai kata "gue".
"Yang bener?" Teriak cewek itu kuat dan tepat di telinga Aile. Teriakannya membuat beberapa cowok menatap kepo ke arah mereka.
"Eh, Arya mau gue colok mata lo?" Tanya cewek berkucir dua, saat cowok yang di panggil Arya itu malah terus-terusan melihat ke arah mereka.
"Sorry, sorry" Ujar Arya kemudian pura-pura sibuk memanikan hp nya.
"Eh, betulan ra lo lupa ingatan?" Tanya cewek yang lain.
Aile hanya tersenyum. "Maaf ya, gue juga lupa nama kalian" Aile mengusap pelan keningnya.
"Gilak ini, gue kira amnesia cuman ada di film-film" Ujar cewek yang duduk di depan Aile, sambil melongo menatap Aile tak percaya.
__ADS_1
"Suer" Aile tersenyum singkat.
"Ya ampun ra, gak tau gue mau bilang apa-apa lagi" Ujar histeris cewek yang duduk di sampingnya.
"Eh, pak Anto dah dateng tuh" Teriak cowok yang baru masuk. Membuat semua siswa yang ada di dalam kelas langsung duduk rapi di bangku masing-masing. Dan pelajaran pun di mulai.
°~°
"Indira nanti sebelum pulang sekolah kamu jumpai saya ya di ruang guru!" Ujar Pak Anto.
"Siap pak" Jawab Aile.
Setelah itu Pak Anto pun pamit saat mata pelajarannya sudah habis.
Aile terdiam sejenak, ternyata teman-teman Indira tidak terlalu buruk.
Sebenarnya bukan teman-teman Indira yang menjauh, tapi Indira lah yang mengasingkan dirinya sendiri. Indira hanya takut kalau teman-temannya akan terkena masalah saat dekat dengannya. Semua ini terjadi saat awal-awal Indira jadi bullyan Andra.
"Hey, apa yang kau pikirkan?" Aile tersadar saat seseorang duduk di sampingnya.
"Oh, bukan apa-apa tha" Aile membereskan buku-buku pelajrannya dan memasukannya ke dalam tas.
"Kalian sejak kapan dekat?" Tanya cewek yang duduk di samping Aile tadi. Sepertinya dia tipe orang yang banyak tanya dan banyak bicara.
"Oh iya lo kan lupa ingatan ya, jadi nama gue lo juga lupa" Tutur cewek itu. "Anyuta" Jawabnya sambil tersenyum ramah.
Artha hanya memandang Aile dan Antara. Mungkin ia akan bicara saat-saat tertentu saja.
"Oh iya ra, gue Rista" Ujar cewek yang duduk di depannya, entah sejak kapan cewek ini ikut dalam pembicaraan antara Aile dan Anyuta. Aile menyambut ramah uluran tangan Rista.
"Lucu banget ya, kayak pertama ke temuan aja" Ujar Anyuta sambil tertawa pelan.
Aile ikut tertawa, memang benar ini pertemuan pertama mereka kan?.
"Oh iya ra, lo ingat sama kak Andra gak?" Tanya Rista pelan, lebih terdengar seperti bisikan.
"Mmmm" Aile bergumam pelan, kemudian menggelengkan kepalanya.
"Wah, bagus lah kalau gitu" Kata Anyuta.
"Ada apa emangnya?" Tanya Aile pura-pura tak mengerti.
"Tidak bukan apa-apa" Jawab Rista cepat.
"Ekhm" Artha berdeham cukup kuat, membuat Aile, Anyuta dan Rista langsung melihat ke arahnya.
__ADS_1
"Kenapa melihat seperti itu? aku hanya berdeham" Ujar Artha gugup saat mereka melihat tidak suka ke arahnya.
"Lo Artha, ini kan kumpulan cewek. Ngapain cobak ikut-ikutan?" Anyuta menatap Artha sinis.
"Ah, kalian gak mau kemana gitu?" Tanya Aile tiba-tiba. "Ini jam istirahat kan?"
"Iya, gue laper ni" Papar Rista.
"Yaudah ke kantin yuk!" Ajak Anyuta semangat.
"Iya, ra lo harus lihat ulang sekolah kita" Tambah Rista semangat.
"Boleh juga, tapi Artha ikut juga ya" Ujar Aile sambil melirik ke arah Artha.
"Oh yaudah gak masalah" Jawab Anyuta.
Setelah itu mereka pun pergi ke kantin. Tapi saat di tengah jalan tanpa di sengaja mereka jumpa Silla dkk.
"Oh dah sembuh ya?" Ujar Silla sambil menghalangi jalan Aile.
Aile menatap Artha, Artha yang mengerti maksud dari Aile langsung berbisik di telinga Aile.
"Dia ini si Silla" Bisik Artha hampir tak terdengar. Untungnya Aile punya telinga yang cukup tajam.
"Mmmm" Aile mengangguk pelan.
"Ck, sementang lo udah ada temen, gue di kacangin ya?" Silla menatap sinis Aile.
"Maaf, bisa minggir gak? kamu mau ke kantin" Ujar Aile santai.
"Eh lo?" Silla tampak tak terima dengan perkataan Aile.
"Udah lah kak, jangan cari ribut lagi!!" Ujar Artha sambil menggengam tangan Aile, kemudian pergi meninggalkan Silla yang tampak sedang menahan emosinya.
"Eh, tunggu!" Teriak Anyuta dan Rista berbarengan, saat Aile dan Artha pergi begitu saja tanpa menunggu mereka.
"Dasar Silla" Anyuta berdecak sebal disamping Rista.
"Udah jadi ke biasaan dia kali suka cari masalah" Tambah Rista.
"Kalian main tinggal-tinggal aja" Ujar Anyuta saat sudah berjalan di samping Aile lagi.
"Maaf, tadi Artha main tarik-tarik tangan gue" Aile menatap sinis pada Artha.
"Ok,ok" Anyuta penepuk pelan pundak Aile.
__ADS_1