Fake Face

Fake Face
Pertemuan Tak Terduga


__ADS_3

"Artha pamit dulu ya tante" Ujar Artha sambil salim pada mamanya Aile.


"Oh iya, udah malam juga ini" Mama Aile balas tersenyum pada Artha. "Hati-hati ya di jalan?" Tambah mama Aile lagi.


"Iya tante" Artha melihat Aile sebentar. "Kamu gak mau pulang juga? Biar aku antar" Tanya Artha.


"Eh, aku di sini aja" Jawab Aile.


"Kamu pulang aja Ai, selama beberapa hati ini gak ada pulang ke rumah" Mama mengelus pelan pundak Aile.


"Tapi kan ma" Aile mencoba protes.


"Udah gak apa, Dira biar mama yang jaga" Mama tersenyum.


"Yaudah deh" Akhirnya Aile menuruti perintah mamanya.


"Yaudah yuk Ai!" Ajak Artha.


"Eh, aku naik taksi aja" Tolak Aile.


"Gak apa, lagian juga kita kan se arah"


"Ok" Aile kemudian memeluk singkat mamanya, lalu memberikan senyuman pada Dira yang masih tak sadarkan diri.


Setelah itu Aile dan Artha pergi meninggalkan pekarangam rumah sakit.


"Ai lo gak mau mampir kemana dulu gitu?" Tanya Artha sedikit berteriak untuk mengalahkan angin malam.


"Ke swalayan aja, ada yang mau aku beli" Jawa Aile yang ikut-ikutan berteriak.


Tak butuh waktu lama, Artha menghentikan motornya saat melihat swalayan yang tampak ramai.


"Ok sampai" Ujar Artha sambil tersenyum.


"Hahah, kayak nya kamu suka banget ya senyum?" Tanya Aile sabil tertawa renyah.


"Gak juga" Artha ikut-ikutan tertawa.


"Tunggu, jangan di lepas dulu!" Teriak Aile pada Artha saat hendak membuka helmnya.


"Kenapa?" Tanya Artha yang sedikit kebingungan.

__ADS_1


Ckrek. Satu gambar berhasil Aile ambil melalui hp nya. "Hahahha muka nya lucu" Aile menunjukkan hasil potretannya pada Artha.


"Tapi masih tetap ganteng kan?" Ujar Artha dengan penuh percaya diri.


"Ck" Aile berdecak pelan, memang iya Artha mau di apakan juga tetap ganteng. Dasar orang ganteng.


"Yaudah yuk" Artha jalan duluan masuk ke swalayan.


"Lo gak mau beli sesuatu gitu? Biar aku yang bayarin" Tanya Aile saat memasuki pintu masuk.


"Haha, gak usah aku bawa uang juga kok" Artha tersenyum manis pada Aile.


"Ok!" Aile berhenti bentar mengambil troli dan mendorong nya ke arah Artha. "Kamu yang bawa!" Titah Aile lalu meninggalkan Artha di belakangnya.


"Eh, kamu sering jalan-jalan bareng Dira gak?" Tanya Aile saat sedang memilih beberapa cemilan yang ingin ia makan.


"Gak sering juga, bisa di hitung jari lah" Jawab Artha sambil terus memperhatikan Aile yang dengan ganas mengambil banyak sekali makana ringan. "Itu kamu sendiri yang makan?" Tanya Artha saat melihat troli belanja sudah penuh setengah.


"Iya" Jawab Aile singkat. Masih fokus dengan kesibukannya.


"Emang habis?" Tanya Artha lagi.


Aii menatap kesal Artha, sungguh konsentrasi nya terganggu karna ocehan Artha. "Diem dulu ah, lagi konsen juga" Jawab Aile kembali melihat-lihat cemilan kesukaannya.


Beberapa menit kemudian. "Oke, udah siap" Ujar Aile senang saat troli belanjaan sudah penuh dengan cemilan miliknya. "Punya kamu mana Tha?" Tanya Aile saat melihat Artha tidak mengambil apapun.


"Gak usah deh Ai, lagian ni udah penuh punya kamu semua" Artha menunjuk troli yang sudah penuh.


Aile cuman cengir. "Yaudah yuk ke kasir" Aile membantu Artha mendorong troli, tidak berat sih. Tapi apa salahnya jika Aile membantu, lagi pula itu kan belanjaan miliknya semua.


"Ini mas" Aile membantu mengeluarkan belanjaannya saat sudah di meja kasir.


"Oke mbak" Ujar mas penjaga kasir melihat sekilas belanjaan Aile lalu melihat ke arah Aile. Tiba-tiba saja tubuhnya terasa kaku, terkejut melihat orang yang ada di depannya.


"Eh kamu?" Aile menunjuk mas penjaga kasir yang tak lain ialah Andra. Kenapa bisa ia ada di sini? Dia kerja di sini? Pertanyaan itu langsung muncul di benak Aile.


"Kak Andra?" Tanya Artha yang juga tak percaya dengan yang ia lihat. Orang yang biasanya terkenal bejat di sekolah, ngapain juga di sini. Dan apa-apaan wajah datarnya itu.


"Oh, kalian" Ujar Andra yang mencoba mengabaikan tatapan penasaran Aile dan Artha. Kemudian mulai menghitung belanjaan Aile.


"Oh, jadi kamu kerja paruh waktu di sini ya?" Tanya Aile datar. Sambil menatap Andra angkuh.

__ADS_1


'Apa-apaan sikap nya itu?' Tanya Andra dalam hati, mulai kesal karena Aile menatap rendah padanya.


"Iya, kenapa?" Balas Andra sambil menatap Aile.


"Sombong banget sih" Ujar Aile, lalu memainkan hp nya. "Eh tapi kok bisa ya orang kayak kamu di terima kerja disini?" Aile menatap Andra lagi.


"Udah ah Ai, udah malam ini!" Bisik Artha, takut Aile membuat ke kacauan.


"Diem kamu!" Bentak Aile sambil melirik Artha tajam.


"Emang ada urusannya sama lo?" Tanya Andra sinis. "Di luar sekolah aja lo sok begaya begini, tapi di sekolah..." Andra tidak melanjutkan kata-katanya. Balas memandang rendah Aile.


"Eh aku kenal lo sama pemilik swalayan ini" Aile menatap Andra sambil tersenyum manis. "Kalau aku bilang, dia punya karyawan yang gak sopan sama pelanggan apa ya tanggapan nya?" Aile menaikkan alisnya, menatap Andra yang wajahnya sudah memerah.


"Lo cari gara-gara ya sama gue" Andra berjalan memutari meja kasir. Lalu berhenti tepat di depan Aile.


Sontak saja Teriakan Andra membuat semua pengunjung melihat ke arah mereka. Beberapa karyawan yang lainnya juga langsung datang menghampiri Andra. Mencoba menahan Andra yang memang mudah emosian.


"Maaf mbak atas perlakuan teman saya" Ujar seseorang pada Aile lalu juga meminta maaf pada Artha.


"Seharusnya kan dia yang minta maaf mas, bukan mas. Yang salah kan dia" Aile menatap sinis Andra yang sudah di pegang karyawan lainnya.


"Udah ah" Artha menepuk pelan pundak Aile. Mencoba menenangkan Aile. Sebenarnya sih Aile, hanya ingin memanasi Andra. Si cowok kurang ajar yang sudah seenaknya membully adiknya. Emang ia salah?


"Ok" Aile mengepalkan tangannya, geram melihat Andra yang menatap tajam padanya.


"Yaudah mas tolong di hitung lagi belanjaan teman saya!" Ujar Artha pada seorang karyawan yang lain.


Setelah membayar semua belanjaannya, Aile meninggalkan swalayan dengan perasaan senang. Yah, dengan membuat Andra marah seperti itu membuat ia senang bukan main.


"Hahhaha" Aile tertawa saat mereka sudah keluar swalayan. "Kamu lihat gak wajah kesalnya tadi" Tanya Aile pada Artha.


Artha hanya tersenyum. "Iya, kamu seneng banget kayaknya?"


"Jelas" Jawab Aile dengan mata berbinar-binar. Dia sungguh tak menyangka kalau akan berjumpa dengan Andra di sini, di salah satu swalayan milik papanya.


"Yaudah lah, pulang udah malam juga" Artha melihat jam tangan nya. Sudah menunjukkan pukul 21.35.


"Tapi belanjaannya banyak banget" Ujar Aile sambil mengangkat dua kantung besar belanjaan miliknya, tidak berat sih. Makannya Aile sanggup ngangkatnya, eh tapi kan Aile memang kuat.


"Yaudah taruh didepan satu, satu nya lagi kamu pegang" Artha mengambil satu kantung plastik belanjaan Aile.

__ADS_1


"Ok" Aile kemudian duduk di belakang Artha.


Lagi lagi, tanpa mereka sadari Andra diam-diam memperhatikan kedekatan Artha dengan Indira(Aile). Entah kenapa jantungnya bergemuruh melihat Indira tertawa bahagia dengan Artha. Apalagi saat Artha dengan seenaknya menepuk pundak Aile tadi. Membuat emosinya ingin meledak saja.


__ADS_2