
karna sama sama sibuk inilah jadi sama sama tidak tau kabar terbaru masing masing dari mereka
"aku nyoba kesini kok ada kayanya kehidupan haha" sambar Jeung sang
"haha bisa saja, ayo masuk duduklah"
"diluar sajalah, kena angin luar enak"
"iya udah, ayo duduk, gimana kabarmu sejak pindah kerjaan waktu itu?"
"ah itu pindah lagi sekarang aku menetap kok di kantor perusahaan ku"
"jadi dimana?"
"jadi ikut sama bos besar ku di perusahaan agencinya"
"waah kaya raya dong jadi bos besar sekarang"
"apa sih, bukan aku bos besar tapi aku ikut bos besar"
"ya namanya bos besar, bayarannya mahal kan? siapa itu namanya bos mu aku pernah dengan dia"
"Choi shin a" kata teman Mung seong itu
tamu yang dimaksud tersebut adalah Jeung sang, Jeung sang bekerja sebagai asisten dan tangan kanan dari Choi shin a
Mung seong tau betul siapa Choi shin a itu sebagai bos besar penyelenggara award award resmi di korea
"terus makin banyak uang apa kamu masih sama sering melakukan hubungan terlarang itu?" tanya Mung seong
"ahh? iya gak sering sih, tapi aku ambil cuan buat jualin mereka saja"
"wah gila kamu, banyak keuntungan?"
"ya begitulah"
tak ada yang tau kecuali Mung seong jika Jeung sang adalah lelaki yang berhidung belang, suka tidur dengan gadis gadis
"aku pernah lihat seorang gadis nih cantiiiik banget sayangnya polos, dia ibu imut lucu gitu, eh bos besar ku suka sama dia juga dong"
"oh ya? siapa gadis itu? artis kah?"
"bukan, malahan kamu tau gadis itu kerjaannya apa? kameramen nya bangtan"
"bangtan? oh. yang terkenal itu? BTS bukan?"
"iya dia, nah gadis ini yang disukai bos ku nih kameramennya mereka, aku udah lupain suka sama dia, karna bos ku suka sama dia dong"
"cantik?"
"imut dia, lucu, polos gitu, jadi pengen rasa tuh gadis gadis polos begitu kalau ditiduri gimana"
__ADS_1
"husss kamu ini"
"iya beneran, bos ku kan orangnya begitu ya, ke cewek dianggapnya ya seharga uang saja, bisa dia bayar buat merendahkan cewek itu kan, tapi sama dia ini loh, astaga kepincut bener tuh bos besarku"
"waah beruntung tuh gadis dong?"
"banget lah, bos besar Choi shin a, siapa yang tak kenal ya kan?"
"hemm"
"Jiraaa Jiraa.. dia benar benar cantik dan polos, kalau sama bos besar ya seperti anak dengan bapaknya kali. sama aku aja udah kaya keponakan sama pamannya" kata Jeung sang
"siapa tadi kamu sebut nama dia?" tanya Mung seong
"Jiraa"
"Jira? emm tunggu, ini bukan?" tanya Mung seong
"iya ini bener dia"
"kamu tau dia siapa?"
"siapa? iya kok kamu kenal ya?"
"dia itu teman ku yang dulu waktu menginap buat kerja kelompok disini kamu kasih permen tuh"
"loh, itu bukannya teman kamu yang itu namanya Kyung rae?"
"Jira? tunggu, terus berarti sama Hayun kenal juga?"
"kenal lah, Jira dan Hayun malah sampai ke SMA nya"
"oh yah?"
Jeung sang mengenal Hay un teman Jira dimana ternyata Hay un dan Jeung sang memang saling kenal dan anggap saja Hay un ini adalah Jira, sementara Jeung sang adalah Hyun jun
jadi mereka memiliki hubungan terlarang juga untuk Hay un mendapatkan uang dan memoroti Jeung sang untuk kekayaannya saja
ya sama lah dengan yang dilakukan Jira kepada Hyun jun kan tapi ibaratkan nya Mung seong ini sendiri adalah Jun ji, dimana dia tau sahabatnya sering melakukan hubungan terlarang tapi dia tidak pernah tau jika hubungan itu dengan Jeung sang
dan keduanya juga tidak tau Jira dan Hay un memiliki pekerjaan yang sama sekarang sebagai pemain cinta terlarang itu
dari sini lah Mung seong mencetitakan kepada Kyung rae tentang bos besar Jeung sang itu karna Kyung rae juga tau siapa Choi shin a
tapi Kyung rae menceritakan juga kepada Kyung min, kakak laki lakinya
dari sinilah masalah mulai terbuka, dimana saat Jeung sang juga memanggil Hay un lagi untuk melakukan hubungan itu lagi, dengan bayaran pembelian mobil yang diminta oleh Hay un
Hay un datang dan melakukan hubungan terlarangnya dengan Jeung sang, yaaa sama sama terbilang hubungan mereka persis seperti hubungan Jira dengan Hyun jun tanpa ada sedikit beda sama sekali
setelah melakukan itu barulah Jeung sang membahas dan menceritakan semua kepada Hay un tentang Jira
__ADS_1
"loh jadi kamu kenal juga?" tanya Hay un
"dia adalah gadis yang ditaksir oleh bos besar ku"
"pak Choi?"
"iya"
"ahh bagaimana bisa bos mu suka? apa mereka pernah melakukan seperti kita?"
"tidak sama sekali, aku jamin belum pernah mereka melakukannya"
Jeung sang menjelaskan semua dari awal bagaimana bos besarnya menyukai Jira, dan disini lah Hay un mulai memahami tentang Jira
hingga akhirnya Hay un masuk ke grup untuk menyapa Jira, karna Hay un juga terbilang jarang sekali masuk ke grup karna kesibukannya juga
dan karna tidak ada notice apa apa digrup dari Jira, akhirnya Hay un menghubungi Jira dan Jira mengangkatnya
"halo" sapa Jira
"Jiraa, ini aku Hayun"
"iya Hayun, aku simpan nomor kamu masih kok"
"Jira, kemarin aku tidak bisa datang ke reuni teman teman, kamu datang ya?"
"gak juga sih Hayun, aku juga ada kerjaan di waktu sama, makanya sampai sekarang gak on di grup juga"
mereka membahas dengan pesan chat pribadi disana hingga mereka mengatur ketemuan, dan Jira menyanggupinya untuk malam nanti ketemuan
sampai di tempat janjian mereka di salah satu cafeteria, mereka akhirnya bertemu lagi dengan kondisi yang jauh berbeda dari sebelumnya
kenapa? karna baik Jira dan Hay un sudah sama sama menenteng tas mahal dan membawa mobil masing masing
"Jiraaaaa" teriak Hay un
"Hayun, astaga, kita ketemu lagi"
setelah ketemu dan mereka melepaskan rindu dengan banyak cerita, dimana Hayun akhirnya mengakui kepada Jira tentang pekerjaannya yang tidak begitu mengahasilkan uang tapi bisa membuatnya membeli banyak barang mahal
"Jira, aku mau bicara kepadamu tapi aku hanya baru bicara terbuka kepadamu" kata Hay un
"soal apa?" tanya Jira
"pekerjaanku, pekerjaan sampingan ku, tapi janji tidak membenciku setelah ini"
semua dijelaskan Hay un membuat Jira juga terkejut pastinya karna memang Jira juga sedang menjalani pekerjaan sampingan yang sama
"kamu jangan menghindari aku karna ini ya" kata Hay un
"Hayun, aku mau jujur juga ya sebenarnya aku juga sama"
__ADS_1
"sama?"