Fake Face

Fake Face
98


__ADS_3

"aku pamit" kata Jira


"yaa, kamu hati hati, aku mengantuk, tutup rapat pintu" kata Seokjin


hidup itu butuh banyak hal, membayar beberapa tagihan, baik biaya listrik, air dan juga bahkan Jira meminta beberapa barang untuk stok nya di JINERA apartemen juga bahkan seringnya meminta uang cash untuk mengisi berangkas uang untuk ayah, ibu dan miliknya sendiri


ia terus menyedot uang para lelaki selepas memakainya, apalagi tarif short time dengan long time berbeda jadi mau melakukan salah satunya juga tidak akan merasakan Jira nantinya rugi


ketika seperti yang ia dapatkan telfon dari Jungkook untuk mengajaknya melakukan hubungan terlarang itu dengan waktu cepat


"ya halo Jekey?" sapa Jira


"Jira dimana? aku mau main, bisa gak ya?"


"bisa, dimana alamatnya?"


"apartemenku saja lebih aman"


"aku pergi sekarang"


sesampainya di apartemen Jungkook, Jira mengetuk, Jungkook membawa masuk, lalu membahas bayaran


"berapa mahal short?" tanya Jungkook


"lihat per jam"


mereka berdebat dulu, sebelum akhirnya menerima tawaran Jira untuk keputusan keuangannya, dan mereka tanpa membuang waktupun melakukannya


yaa kehidupan memanglah suka begitu, berliku liku, ada pasang ada surutnya juga, dunia kejam? jangan sampai kamu nya lembek


suatu ketika dimana saat Jira kosong kerjaan, tidak ada jadwal diluar jadi ya di apartemennya saja


tapi sejak pagi, Jimin mengawasi apartemen Jira dan melihat setiap orang yang datang, mulai dari Mung seong dan juga Sung gun


merasa tidak ada jadwal Jira keluar apartemennya, sampai saat sorenya, baru dirasa aman, Jimin memencet bel apartemen Jira dan saat Jira membukanya seketika Jimin memaksa masuk, Jira yang kaget pun tidak bisa menolak


"Jiminie?" ucap Jira kaget


Jimin mengunci pintu apartemen Jira itu, lalu menyeret Jira masuk kamar Jira dan melakukannya dari sore itu hingga malam


"Jimin, aku minta maaf, jangan lakukan ini terus kepadaku" ucap Jira


"diam" bentak Jimin

__ADS_1


malamnya, ketika Jira melihat kearah Jimin dan merasa sudah tidur, Jira turun perlahan dari ranjang tapi ketahuan oleh Jimin, ternyata Jimin tidak tertidur


"kemana" ucap Jimin sambil menarik lengan Jira untuk tidak turun


"Jimin, tolong aku mau kekamar mandi, lepasin dulu, aku tidak akan kemana mana" kata Jira nemohon


"gak ada, kamu pasti mau pergi?"


"kan ini apartemenku, kamu bisa mencariku didalam sini saja, aku tidak kemana mana"


"awas saja ya tidak balik" kata Jimin


"iyaaa" ucap Jira


Jira turun dan pergi kekamar mandi, tapi karna kesal juga balik kekamar, ia memutuskan tidur di sofa depan televisi nya


baru tidur malah Jimin datang..


"kan aku sudah yakin kalau kamu tidak akan balik, ayo" ucap Jimin mengangkat tubuh Jira


"aku jalan dari kamar ke toilet itu sakit, aku sakit" kata Jira


"aku tidak peduli, aku kan bilang, balik cepat"


"kamu pikir kamu tidak? aku lebih tidak mengenal kamu"


dan saat sampai dikamar yang ada malah Jimin melakukan itu lagi, hingga paginya, Jira bangun, ia juga kembali mencoba turun tapi kakinya seperti mati rasa, dan saat ia berdiri, ia terjatuh


Jimin masih tidur dan tidak tau Jira jatuh, Jira mencoba berdiri dan duduk lagi diranjang tidurnya dan hanya bisa diam disana karna kesakitan


yang ada malah Jimin terbangun dan lagi lagi menarik Jira paksa untuk melakukannya lagi


"Jimin, tolong, aku tidak akan pernah untuk tidur lagi sama member mana pun, aku janji" kata Jira memohon lagi


"yaa, bagus itu kamu harus lakukan, aku tau kamu sering melakukannya tapi ini hukuman atas kamu bermain dengan hatiku" kata Jimin


tapi yang ada malah Jimin tetap memaksa melakukan itu lagi dan lagi, tidak tau bagaimana lagi rasa sakit di rasakan Jira atas kelakuan Jimin itu


dan itu terjadi selama dua hari penuh, dimana Jira dipaksa melayani Jimin selama Jimin meminta nya, tapi Jimin melakukan tidak ada lagi kata berhenti


hingga di hari keduanya...


Jimin melihat Jira benar tidak bergerak karna kesakitan akibat ulahnya, Jimin memeluk Jira disana, Jira menangis lagi mengingat dirinya sangat sakit dan ia begitu menyesal sampai berurusan dengan Jimin sejauh ini

__ADS_1


"aku sakit, kamu bilang kamu mencintai aku? kenapa melakukan ini?" tanya Jira dengan nada pelan


"aku melakukan ini karna rasa sakitku tapi aku tidak rela kamu bersama pria lain, aku ingin kamu milikku penuh" kata Jimin


hingga Jimin merasa puas dan terbalaskan semuanya, Jimin pun hanya mencuci wajahnya dan pergi, sambil mencium bibir hingga leher Jira ia pun berpamitan juga


"makasih tiga hari ini ya, aku mencintaimu, aku menikmati tiga hari kita" kata Jimin berbisik


Jira hanya diam di ranjang tidurnya, sampai Jimin di apartemen nya baru Jimin pergi mandi dan berendam untuk waktu cukup lama yaitu sekitar dua jam


sementara Jira..


Jira yang masih diatas ranjangnya, ia hanya menutupi tubuhnya dengan selimut, lalu menangis kesakitan, sakit fisik dan sakit hati menjadi satu, tak lama ayah ibunya datang..


Jira susah untuk bangun tapi tidak mungkin Jira turun karna ayah ibunya akan tau dan akan marah, ia hanya diam diatas ranjang tidur nya dan berpura pura sedang sakit saja


"nak, kamu tidur?" tanya Tarasha


"ahh iya ma, badanku tidak enak"


"ke dokter ya Jira" kata Sung gun


"tidak pa, cuma butuh istirahat saja kok, kalian kok tumben kesini, ada apa ya pa? ma?"


"jangan remehkan sakit gitu, ayo pergi" kata Tarasha


"maa. beneran, aku gakpapa, kalian kenapa? ada apa kok datang?" tanya Jira


kedatangan Sung gun ternyata membahas untuk kedatangan Choi shin a menemui mereka, mereka berdua menjelaskan ternyata Choi shin a menemui mereka untuk meminta restu menikahi Jira


"serius? ini serius? pak Choi menemui kalian?" tanya Jira kaget


Sung gun menjelaskan semua bahkan Choi shin a meminta bantuan ayah ibu Jira untuk Jira bisa menerimanya, tapi di apakan juga Jira lah yang anaknya jadi butuh tawaran dulu kepada Jira kelanjutannya


"kami mengatakan, untuk ini urusannya kan sama kamu, jadi appa bilang ke dia buat dia bilang ke kamu sendiri" kata Sung gun


"jadi dia pernah melamar kamu tapi kamu menolaknya ya?" tanya Tarasha


"maa, apa lagi yang dia katakan?" tanya Jira kaget


"dia hanya bilang dia pernah melamar didepanmu tapi di tolak, gitu saja bilang pada kami" jawab Tarasha


"tapi dia masih berusaha untukmu menemui kami, sepertinya dia tulus menurut appa" kata Sung gun

__ADS_1


"mama rasa juga lah, dia baik kan anaknya? sopan dan ramah" jawab Tarasha


__ADS_2