Fake Face

Fake Face
102


__ADS_3

"nah jadi saya katakan, dia bernama Jin Ae Ra, kalau masuk sini tanpa sensorit, suruh masuk, tapi kalian telfon saya, saya yang akan memberikan kode sensorit nya" kata Choi shin


"siaap pak" jawab semua


"dan satu lagi, selama dia dikantor ini, dengan saya atau tanpa saya, turuti semua apa yang dia minta, tanpa menolak sedikit pun, setiap menyuruh apapun kepada siapapun, kalian bisa melapor saya, saya kasih bayaran sendiri setiap memberikan apapun diminta calon istri saya" kata Choi shin


"baik pak"


"untuk lainnya, bisa kalian tanyakan Jeung sang, saya sudah jelaskan semuanya" kata Choi shin


tak lama sampailah Jira di kantor Choi shin, ia pun berjalan kearah satpam, lalu menyapanya


"saya Jira, masih ingat?" tanya Jira


"ingat nona, silahkan masuk"


"ini saya kali ini bawa kartu nama dan alamat dari pak Choi" kata Jira


"siap nona, saya periksa dulu"


setelahnya baru Jira boleh masuk dengan tenang dan semua staff disana menyapa nya dengan ramah, padahal bukan karna Jira membawa kartu tanda masuk itu tapi karna sebelumnya Choi shin sudah memperingatkan agar mengenal siapa Jira


Jira masuk hingga sampai diruangan kerja utama milik Choi shin


"sayang" sapa Jira masuk tanpa mengetuk pintunya


"sayang, sini duduklah, ada apa?" tanya Choi shin


memang hanya Jira yang bisa melakukan itu dengan bebas, keluar masuk dengan santai tanpa mengetuk atau memberikan salam dulu kepada Choi shin padahal seluruh staff disana bahkan jabatan tertinggi seperti Jeung sang saja harus mengetuk lalu masuk menyapa dengan sopan mengucapkan salam (selamat pagi, siang, sore atau malam)


"kenapa sayang?" sapa Choi shin


"aku mau pergi bekerja dulu ya"


"loh kamu katanya mau berhenti?"


"iya, aku berhenti kan belum bisa langsung berhenti, masih harus sebulan kerja, selesaikan tanggungan yang dalam tugasku"


Jira berpamitan kepada Choi shin untuk pergi bekerja, karna Choi shin tau jika Jira datang memang untuk pamitan dan pamitan itu juga butuh waktu


"ya sudah hati hati, kamu bawa mobil saja datang ke kantor mu, jangan jalan atau nebeng teman kamu" kata Choi shin


"yaa, aku boleh minta uang? untuk bensin, tadi aku jalan bensinku habis"


"boleh, ini bawa saja" kata Choi shin


"apa?" tanya Jira


"kamu butuh uang cash apa transfer?"


"cash saja lah"


Choi shin memberikan dompet nya, ketika Jira melihat isi dompet itu sangat tebal dengan uang dan memberikannya begitu saja kepada Jira

__ADS_1


"kenapa kamu berikan semuanya?" tanya Jira


"pakai berapa saja kamu mau pakai" kata Choi shin


"ini banyak sekali, beberapa lembar saja cukup"


"bawa saja sudah sayang, sana, aku mau berangkat ke tempat ketemuan klien" kata Choi shin


Jira berpamitan, ia pergi, menuju agenci tempatnya bekerja


sesampainya, semua merasa asing dengan mobil yang tiba tiba masuk ke parkiran kantor itu, mereka memerhatikan jalannya mobil dan hingga saat Jira turun dari mobil nya betapa kaget semuanya yang lewat sana


Beong park yang juga baru datang, merasa kaget karna Jira membawa mobil mewah miliknya tanpa ragu menunjukkan siapa dirinya


"Jiraa?" sapa Beong park


"hai, Bong" sapa Jira


"kamu bawa mobil siapa?"


"mobilku"


"oh ya? waah"


"ayo masuk, kenapa diluar?" ajak Jira


mereka pun masuk dan setelah sampai di dalam, sembari jalan ke ruangan kerja, sembari mengobrol juga dengan Beong park


"kamu sejak kapan membawa mobil itu? aku baru tau kamu punya mobil semahal itu" kata Beong park


"setara lah, mahal sama lah, itu mahal juga aku sempat tau pasaran harganya loh"


"ahh biasa itu"


"kamu ternyata-" ucap Beong park terpotong


"ternyata apa? jangan menuduh nuduh orang sembarangan kamu" tanya Jira memotong pembicaraan itu


"gak nuduh, aku berdasarkan bukti saja, banyak uang nya juga kamu, kerja staff padahal gak seberapa lah buat beli mobil gini mana bisa"


"ah bisa aja kamu, biasa kok aku, eh iya, pak Sihyuk dan pak Kwan ada gak ya?" tanya Jira


"kenapa?"


"aku mau ketemu, aku mau berikan surat ini"


"surat apa? pengunduran diri?"


"iya"


"siapa? kamu? kenapa Jira?"


"ya aku mau berhenti saja, ingin santai saja lah dirumah saja"

__ADS_1


"iya paham deh, yang udah bisa bawa mobil keren"


"bukan karna itu Bong"


"ya apa dong? aku belum paham jalannya gimana kamu bisa sejauh ini loh tiba tiba saja bawa mobil"


"mobil itu udah lama aku beli kok" jawab Jira


"kenapa aku gak pernah tau? kenapa kamu gak bawa kesini?"


"ya gakpapa, gak enak saja sama staff lainnya kan"


"memangnya kenapa? gak ada yang bakalan bully yang ada ya deketin kamu, tau kamu sebenarnya tajir"


"nah itu, gak tulus dong"


"ya juga sih, eh tapi kan gak ada larangan buat bawa ke sini"


"ya memang gak ada, akunya saja gak mau bawanya"


"emm"


setelah masuk ruangan kerja, semua seperti biasa saja, bangtan juga melirik ke arah Jira juga seperti biasanya meskipun masing masing dari mereka menyimpan perasaan soal hubungan terlarang mereka


saat Jira akan keluar, Jira menaruh tasnya dulu dan pamitan keruangan ceo, Beong park mengatakan kepada para staff bangtan dan juga member bangtan disana soal mobil Jira bawa tadi


tapi Yoongi tidak memerhatikannya, ia fokus kepada Jira yang keluar dari sana, ia diam diam keluar dan menahan lengan Jira


"oppa?" sapa Jira kaget


"ssst, aku gak pernah lagi dapat jatah" bisik Yoongi


"okeh, kebetulan, aku butuh uang buat servis dua mobilku, kapan kamu mau?"


"malam ini, di apartemenku saja"


"bisa, aku akan datang di jam sembilan malam"


"okeh, aku tunggu beneran, kalau tidak datang, aku yang datang ke apartemen kamu"


"iyaaa"


masih sempat sempatnya Yoongi mencium bibir Jira dan berjalan pergi kembali masuk keruangan latihannya dimana disana sudah ada Beong park dan yang lain membahas Jira


dimana Beong park menjelaskan mobil dibawa Jira, ia juga mengatakan pasarannya yang sempat ia tau harganya, dan semua kaget, melihat bagaimana Jira berubah drastis


"serius kamu?" tanya Kyung min


"lihat saja ini tasnya" jawab Beong park"


"ah iya pantas saja, ini nih tas mahal banget" kata staff lain


"aku lihat sepatunya juga tadi dipakai, akhir akhir ini sepatu mahal juga loh" jawab Kyung min

__ADS_1


beberapa staff disana mulai menyadari tentang beberapa atribut dipakai Jira memang terbilang cukup mahal


ada yang mengatakan pernah melihat Jira memakai sepatu mahal, memakai kaos, celana, pakaian lain yang mahal juga


__ADS_2