
Hyun jun mencium kening Jira disana, lalu mengatakan sebuah hal "selamat beristirahat, sampai jumpa lagi ya" barulah Hyun jun masuk mobil dan pergi
tapi ternyata kejadian itu diketahui oleh Jong hi, Jong hi berpapasan baru datang akan kerumah Jira malah tak sengaja melihat Jira bersama lelaki itu
"Jiraaa" teriak Jong hi
"Jongi?" sapa Jira kaget
"siapa lelaki itu?" tanya nya
Jira lanjutkan jalannya sambil diikuti oleh Jong hi juga, sbari Jira menjelaskan tentang siapa lelaki tadi
"dia temanku" kata Jira
"bohong, jangan bohongi aku ya, siapa dia? pacarmu kan?"
"pacar? Sooji kamu tuduh pacarku juga, setiap ada lelaki selalu dituding pacarku, apa salah aku berteman sama lelaki?"
"beda nya kamu itu dekat nya sama lelaki tadi aku lihat dia mencium keningmu" kata Jong hi
"lalu apa kabar kamu?" tanya Jira
"kenapa aku?" tanya Jong hi lagi
"ya kamu bukannya adalah anak dari istri papa ku?"
"ya teruuus?"
"apa kamu lupa kalau kamu yang mengambil kehormatanku?"
"kenapa selalu dibahas itu lagi sih?" tanya Jong hi
"karna memang kamu penyebabnya"
"ya tapi kan aku sudah menebusnya, dari awal masuk hingga lulus kuliah, sama sekali lo Jira kamu tidak keluar uang, bahkan meminta makan kepada aku" kata Jong hi
"oh, ya kamu memberikan semua itu tidak sebanding dengan apa yang sudah kamu rusak" kata Jira
"tapi karna aku kan akhirnya kamu kenal dengan Sooji, aku tau semua isi dirumah ini atas pemberian uang dari Sooji" kata Jong hi
"wajar kan aku mendapatkannya? aku melayaninya" kata Jira
"yaaa tapi hargai lah, aku, kalau bukan karna aku juga kamu tidak bisa sebahagia ini mendapatkan banyak uang"
Sung gun baru sampai dirumah anak nya itu, ia turun karna merasa aneh dengan sepeda motor milik anak tirinya kenapa terparkir di rumah Jira
Sung gun melirik kearah Min saa, tapi Min saa juga mengangkat kedua bahunya yang artinya juga tidak tau, dan saat itu juga betapa kagetnya Sung gun ketika apa yang ia dapatkan faktanya
"kalau bukan karna kamu juga aku tidak akan kehilangan kehormatanku" kata Jira
"Jiraaaa" teriak Sung gun
seketika Jira kaget, begitupun Jong hi, karna tidak ada yang tau kedatangan Sung gun yang juga bersama Min saa dan kedua anak mereka disana, alhasil mereka mendengar semua ucapan Jira
__ADS_1
"papa, sejak kapan kamu disana?" tanya Jira
"jawab pertanyaan papa, Jira, apa benar yang kamu katakan itu?" tanya Sung gun
"emm.." ucap Jira menunduk ketakutan
"jawab" bentak Sung gun
"i.. iya pa" jawab Jira
"dia yang memperk*sa mu?" tanya Sung gun
"iya pa" kata Jira lagi
"kenapa kamu tidak menolak?"
"dia memaksaku pa" jawab Jira menunduk
seketika itu pula Sung gun menampar keras kearah pipi Jong hi yang akhirnya membuatnya terpental
melihat kejadian itu, Min saa bukan membela Jong hi padahal anak kandungnya tapi malah membawa anak anak nya yang masih kecil untuk masuk ke kamar Jira
"Jira mama pinjam kamar" bisik Min saa
"iya ma" jawab Jira
dan apa yang dilakukan Sung gun setelah menampar, ia merasakan kecewa besar kepada anak tirinya, bagaimana tidak, ia berusaha menerima kedatangan anak tirinya itu jika kerumahnya
tidak ada kata baik baik saja dari seorang ayah, karna ia sudah lalai menjaga anak gadisnya
Sung gun marah besar disana, bahkan Sung gun kembali memanggil Min saa yang sudah menidurkan kedua anak nya yang masih kecil kecil itu
"sekarang bahas disini, selesai kan malam ini, apa kamu tidak terima aku memukul anakmu?" tanya Sung gun kepada Min saa
"aku pasrah pa" kata Min saa
"kenapa kamu pasrah? apa kamu sebenarnya tau masalah ini?" tanya Sung gun
"aku merasa ini juga kesalahanku, aku tau jika Jong hi mengambil satu kunci rumah ini dan membiarkannya karna aku berpikir jika tidak akan ada apa apa dengan mereka" kata Min saa
Sung gun menarik lagi napasnya perlahan lalu mencoba mengatur napas nya itu lagi
"maafkan aku, aku harus menceraikan kamu" kata Sung gun
"paaa" ucap Jiraa kaget
"aku tidak bisa lanjutkan kehidupan ini dengan kamu karna aku terlanjur terluka karna anakmu" kata Sung gun
"aku tau, aku akan menerima ini" kata Min saa
"urusan anak anak, aku yang akan membawa mereka untuk tinggal dengan ku" kata Sung gun
"tidak perlu, aku masih bisa menjaga mereka"
__ADS_1
Min saa pun membawa kedua anaknya pergi, ia meninggalkan rumah Jira, tapi karna tidak tega juga, Sung gun mengantarkannya pulang, dan malam itu juga Min saa meminta agar Sung gun mengantarkannya kerumah orang tuanya
setelah mereka pergi, Jong hi juga pergi, disinilah sikap mulai dendam kepada Jira dari Jong hi
hari berlalu, paginya, saat Jira bangun, terasa dunia ini sudah tidak asik lagi, kejadian semalam seperti mimpi baginya, ia tidak percaya semua terjadi tepat didepan matanya
ia pun bersiap siap karna harus kembali ke agenci, sesampainya di agenci, ia mendapatkan kabar jika kantor akan pindah ke tempat yang jauh lebih layak
"Jira" sapa Kwan
"ya oppa?" sapa Jira
"bulan depan, lepas gajian, kita pindah ke gedung baru, kamu bisa kan datang untuk membantu kita juga"
"woah, serius ini, siap aku bisa"
"okeh nanti ada yang mau ditanyain, tanyakan langsung ke pak Sihyuk saja"
"siap"
Jira kembali ambil kamera nya dan berjalan kearah ruangan latihan bangtan
bangtan sudah berkumpul disana, duduk santai dan istirahat juga
"baru latihan oppa?" sapa Jira kepada Kyung min
"yaa, ini istirahat, aku baru menyutingnya" kata Kyung min
"ahh"
"Jiraa" panggil Namjoon
"yeeah?" sapa Jira
"sudah tau kantor akan pindah gedung?"
"tau kok"
"ya sudah, akhirnya bisa dapat gedung lebih layak kita Jira" kata Namjoon
"ahh ini belum seberapa, berjuang lebih keras, jangan muda merasa jika kalian sudah menjadi lebih baik lagi" kata Jira
"siap buk" jawab Seokjin
"wooh ibu? kau memanggil ku ibu? ibu negara atau ibu kota?" jawab Jira
"haha bisa saja Jiraa" jawab Seokjin
hari berlalu, dimana saat tiba waktunya kepindahan mereka, Jira bersama para staffnya juga pindahan
skip ~
selesainya, mulai besoknya, pergi ke kantor yang baru, Jira yang beberapa hari menginap di dorm membantu kepindahan agenci juga, akhirnya bisa kembali pulang kerumahnya lagi
__ADS_1