Fake Face

Fake Face
101


__ADS_3

semua dibahas hari itu juga dan setelahnya baru memulai melakukan persiapan pernikahan, Choi shin sibuk, tidak akan sempat menyiapkannya sendiri jadi menyuruh Jeung sang sebagai kepercayaan nya sementara Jira mempercayakan ini juga kepada Mung seong


tapi karna sebelum ia berhenti dari pekerjaannya, ia masih butuh waktu untuk Jira pergi menemui para staff di agencinya terutama ceo


hari itu tiba, dimana hari libur Jira berakhir selama seminggu dan harus kembali bekerja


"halo, sayang?" sapa Jira


"yaa sayang, kamu sudah bangun?" sapa Choi shin


"iyaa, kamu dimana?"


"ditempat kerja"


"aku kesana boleh ya"


"boleh, ahh tapi sayang, kamu belum ada pengenalnyanya ya" kata Choi shin


"iya, gimana? ini dijalan lagi aku"


"yang kemarin? yang aku sempat kasih? dibawa?"


"iya dibawa, apa bisa yang kemarin saja"


"oh itu pengenal lama tapi biarin deh, datang saja, bawa pengenal lama juga gakpapa, aku akan beritahu semua karyawan ku soal siapa kamu"


"okeh sayang"


Jira bersiap untuk berangkat ke kantor Choi shin, tapi saat akan membuka pintu apartemennya, ia kaget Taehyung ada didepan apartemennya


"astaga, Taehyungie? kenapa mengagetiku? ngapain kamu?" tanya Jira


"ada siapa?" tanya Taehyung


"tidak ada"


Taehyung langsung mendorong Jira masuk dan mengunci pintu apartemennya..


"apa yang mau kamu lakukan? lepaskan" kata Jira


"ssst, sekali saja, kamu mau minta apa, aku kasih"


mendengar ucapan itu, karna memang Jira dasarnya mata duitan dan cewek materialistis, ucapan Taehyung itu menggiurkan sekali baginya


"jangan lama lama, kamu main lama" kata Jira


"iya, bentar ini"


jadi ia menuruti saja ketika Taehyung menarik tangannya dan membawanya ke dalam kamar dan bermain disana

__ADS_1


tapi memang bermainnya tidak lama tapi Jira harus ambil konsekuensi jika bermainnya kasar dan sakit, karna itu cara Taehyung agar cepat selesaikan hasrat nya


setelah selesai, Taehyung memeluk Jira. .


"aku mau pergi" kata Jira


"kemana?"


"aku ada urusan ke tempat orang lain"


"aku gimana?"


"iya gak papa, kamu disini saja dulu, aku pergi"


"yaudah, eh kamu jadi minta apa?"


"uang saja, transfer sekarang, diperjalanan aku nunggu, kalau gak masuk aku telfonin kamu tanpa berhenti" kata Jira


"iyaa iya, ini aku kirim ya"


"iya"


Jira pun bersiap siap akan pergi menemui Choi Shin, tapi didepan pintu apartemennya, saat Jira membukanya, ia kaget karna ternyata ayahnya terlihat dekati kamarnya


lalu ayah nya menyapanya..


"Jira, pergi kerja?" sapa Sung gun


"oh yaudah deh, nanti appa bawa kuncinya, appa titipin ke mama"


"appa mau kemana?"


"ke dalam"


"dalam apartemen ku? ada apa pa?"


"ambil barang appa di kamar, tapi sambil nunggu siang pergi keluar appa"


"ahh, appa, aku ambilkan saja deh barangnya"


"loh, katanya keburu ke tempat nya Choi?"


"iya gakpapa, aku ambilkan, tunggu disini pa"


Jira masuk kamar appa nya mengambilkan tas milik appa nya dikamar itu, lalu memberikannya lagi keluar, Jira melarang appanya di apartemennya hari ini karna Jira akan pergi ke tempat Choi sementara didalam kamar apartemennya ada Taehyung


Sung gun merasa aneh, tapi ia menghargai privasi anaknya jadi tidak masalah


"oh, yaudah nak hati hati ya, kamu mau pulang jam berapa? appa berangkat kerja siang ini, ke apartemen mama saja ya" kata Sung gun

__ADS_1


"oh yaudah pa"


Sung gun pergi, Jira juga bersiap akan pergi, Jira akan ke kantor Choi shin meskipun ia telat dua jam karna sedang bermain dengan Taehyung


Taehyung nya bangun, ia bersiap siap, ia pun pergi dari apartemen Jira, ketika keluar dari kamar Jira dan berjalan ke arah lift, Taehyung tidak menyadari jika Tarasha baru saja keluar dari lift


Tarasha bahkan seperti tidak asing kepada Taehyung, Tarasha merasa sepertinya Taehyung dari kamar anaknya, tapi Tarasha berhenti melihat karna Taehyung sudah masuk lift dan tertutup pintu lift nya


ketika Tarasha masuk, ia melihat pintu kamar Jira sedikit terbuka, ia mendekatinya dan saat melihat kasurnya sangat berantakan


Tarasha mau bersihkan tapi ia takut jika disalahkan Jira apalagi ia tau Jira paling menjaga privasi kamarnya, jadi Tarasha tidak membereskannya dan menutup pintu kamarnya saja


beberapa hari berikutnya, sejak memutuskan menerima lamaran dan mempersiapkan pernikahannya dengan Chon shin, Jira tidak mau ditinggal sendirian, ia selalu menyuruh ayah ibunya menginap


"ma, pa, kesini siapa?" tanya Jira dalam grup chatnya bertiga dengan Tarasha dan Sung gun


"appa sibuk lembur kerjaan laporan sayang, kalau mau datang ke apartemen saja gakpapa" kata Sung gun


"sayang, kamu kesini saja tidak masalah, mama lagi gak enak badan ini"


kuatir tidak enak badan kata ibunya, Jira pun pergi ke apartemen ibunya saja


yaa ia tau jika ayah ibunya memiliki pekerjaannya masing masing jadi pasti sibuk, jadi Jira lah yang bergantian untuk menginap di apartemen appa dan mamanya kalau keduanya tidak bisa datang


Jira juga tidak mau jauh sedikit saja dari Mung seong, ia akan terus didekat Mung seong sebagai penjagaan juga, mengingat ia lagi banyak masalah dengan beberapa pria terkait hubungan terlarangnya


"halo, Seong? dimana?" tanya Jira


"ini di tempat untuk dekorasi acara, aku lagi sama Jeung" kata Mung seong


"ahh yaudah kalau gitu lanjutkan saja"


"kenapa? kamu butuh apa?"


"tidak ada, aku tidak butuh kok, ini mau pergi ke tempat kerja Choi saja"


"oh yaudah, kupikir ada apa"


tapi karna Mung seong juga sibuk mengurus membantu Jeung sang menyiapkan pernikahan Jira dengan Choi shin jadinya tidak bisa terus Jira mengintilinya


jadi Jira hanya perlu kesana sini, ke Tarasha, ke Sung gun, jika Mung seong sibuk


Jira pun pergi, selama perjalanan, ia berjalan dengan santai, entah sejak ia menerima lamaran itu, ia merasa bisa menjadi dirinya sendiri dengan mobil mewah, menenteng tas mahal dan baju baju mahal tanpa menutupi nya lagi


karna selama kerja di agenci bangtan, ia tidak dilarang memakai baju bagaimana dan barang barang apa, tapi ia cukup lah untuk sadar diri nya hanya staff biasa


aneh gak sih kalau ada staff yang ber-style sama atau melebihi idolnya? jadi tidak mungkin Jira menunjukkan kekayaannya sementara staff lain memiliki style biasa saja


sementara Choi shin turun tangan untuk memberi tahu semua kepada seluruh staff tanpa terkecuali tentang hubungannya dengan Jira

__ADS_1


Choi shin menemui dulu Jeung sang, menjelaskan semuanya tentang permintaannya tentang urusan Jira


lalu setelahnya baru ia menjelaskan bahkan memberikan foto Jira untuk lebih detail kepada seluruh staff disana tanpa terkecuali


__ADS_2