
setelah semua nya beres, Jira mengecek satu persatu seriap ruangan di apartemen itu, karna ia akan langsung berikan kepada ibunya dan semuanya lengkap, lalu ia pergi ke apartemen berikutnya, ia mengecek juga semua nya dan semua sudah lengkap dan ia pun pergi ke apartemennya pribadi, untuknya
semua disana juga sudah lengkap, baru setelah selesai, Jira memberikan uang tambahan kepada staff toko tadi
"iya sudah, semua sudah rapi, makasih kak" sapa Jira
"iya nuna kami pamitan pulang" kata staff disana
"eh ini ada untuk kalian bagi rata berempat ya"
"apa ini nuna?"
"uang buat kalian beli makan atau minuman jika haus"
"ahh nuna, tapi saya sudah dapat bayaran dari pak Jun ji tadi" kata mereka
"iya nuna jangan, kami juga dapat bayaran dari toko kok, setiap pengiriman barangnya" jawab yang lain
"kaaak, ambil saja, saya memberikan ini uang pribadi, buat berbagi juga, kalian kerja keras dan saya salut, semoga kalian selalu sigap dan tegas untuk pekerjaan" kata Jira
"ahh nuna makasih nuna"
semua memberikan terimakasih karna Jira selalu berlangganan juga untuk membeli beberapa barangnya disana
hari berlalu cepat, Jira pergi dari apartemennya mencari makan didekat dekat apartemennya sana dan selesainya baru ia pergi kerumah Sung gun untuk berpamitan pergi ke amerika
"appa" sapa Jira
"ya nak, tunggu bentar appa dikamar mandi"
"iya udah"
Jira masuk kamarnya dan membereskan baju bajunya, lalu ia pun keluar kamarnya mencari makanan didapur, setelah hanya mendapat kan mie cup dan ia masak air lalu menunggu sampai matang mie nya, Sun gun keluar dari kamar mandi menuju kamarnya dan mendekati arah anaknya
"sudah kerjanya? kapan balik ke kantor lagi?" tanya Sung gun
"besok pa, tapi mulai besok udah gak balik dulu soalnya sibuk banget urusan bangtan" kata Jira
"oh ya sudah gakpapa"
"oh ya pa, ini pa, buat papa" kata Jira memberikan sebuah kotak kecil
"apa ini? kamu beli makanan lagi?"
"tidak pa, bukan, buka saja"
"kok kunci?"
"itu ada 3 kunci buat appa semua, Jira sudah kasih nama buat gantungan setiap kuncinya biar apa gak lupa" kata Jira
"Jiraa tunggu, maksudnya apa? kok tulisannya ini mobil, kamar, apartemen, berangkas" tanya Sung gun
Jira pun menjelaskan tiap tiap kunci itu dan semua isi dari apartemen yang sudah disiapkannya, semua dijelaskan Jira dengan rinci
"nanti Jira antar appa kesana malamnya saja" kata Jira
"kamu serius nak? semua buat appa?" tanya Sung gun
__ADS_1
"iya buat appa lah, semua nya"
"kamu banyak sekali uang itu"
"kan Jira kerja, selama ini juga gak pernah kasih appa uang, appa terus kasih Jira saku meskipun Jira sudah bekerja"
"ya kan itu tanggung jawab appa nak"
"ya sama, appa.. Jira juga pengen bahagiakan appa, dan appa jangan kuatir, Jira sudah siapkan buat mama juga, semua nya lengkap, sama dengan appa" jelasnya
"astaga Jiraaa" ucap Sung gun memeluk anaknya terharu
sorenya Jira mandi, lalu ia bersiap pergi ke apartemen milik Sung gun dan sesampainya, Jira menjelaskan semua seisi apartemen itu dan semua dijelaskan Jira dengan rinci agar appa nya tidak bingung lagi
"gimana pa, appa suka kan? kalau masih kurang bilang aja pa, biar Jira belikan lagi" kata Jira
"sudah nak, ini sangat mewah dan mahal buat appa"
hari berlalu, Jira pergi ke dorm bangtan dan persiapan untuk pergi ke amerika bulan depannya, saat sedang santai di dorm bersama Namjoon dan Taehyung
tak lama telfon masuk dari Choi shin a dan Namjoon melirik siapa yang menelfon Jira
"emm aku pergi kebelakang dulu" kata Jira pada Namjoon dan Taehyung disana
Jira pergi ke belakang, Taehyung pun ikut pergi, jadi Namjoon malah mengikuti Jira
"halo" sapa Jira
"iya Jira, dimana?"
"di dorm bangtan pak"
"tidak sih pak, sudah lepas jam kerja saja cuma lagi santai, kenapa ya pak?"
"tidak, aku sebenarnya ingin bertemu kamu, aku baru saja beli makanan, kalau tidak bisa ketemu diluar, aku antarkan ke dorm bangtan ya"
"oh, makanan pak? kok repot begini? jangan lah pak"
"loh Jiraa ini sudah dibeli loh, mau ku kasih siapa"
"ahh"
"aku antar ya, aku tau daerah mana dorm bangtan kok, tapi pastinya tempatnya aku tidak tau, kalau begitu kirim lokasi nya boleh ya"
"iya pak, saya kirim"
Jira menutup telfonnya dan mengirim alamatnya sambil berjalan kembali kearah sofa dorm bangtan depan televisi
"nuna Jiraa" sapa Jung sung
"yeeah" jawab Jira
"aku boleh tanya tanya padamu?"
"apa?"
"Kimi itu anaknya bagaimana?"
__ADS_1
"Kimi? aduh aku gak terlalu dekat sama dia, dia banyak banget waktu sibuknya sih aku taunya, tapi baik kok anaknya" kata Jira
"punya pacar?"
"gak ada sih, gak tau lagi, aku gak pernah tau"
Jung sung menanyakan Kim in kepada Jira dan menjelaskan jika menyukai Kim in, Jira membolehkan saja mereka dekat tapi tidak sampai mengganggu urusan pekerjaan
"oh ya gakpapa lah, namanya suka, siapa larang?" tanya Jira
"iya sih, tapi aku takut nuna sama peraturan kan gak boleh pacaran"
"ya bukan gak boleh sih, itu kan cuma penekanan saja, boleh nya boleh, tapi pekerjaan harus diutamakan"
"iya juga sih, tapi kalau misalkan Kimi mau padaku, terus kita berpacaran gimana?"
"ya terserah kalian, jangan pernah libatkan hubungan dengan pekerjaan itu saja deh pesanku"
"emm"
mereka diam beberapa menit, karna Sonara sedang melewati mereka lalu melanjutkan lagi obrolan nya dengan Jung sung meminta bantuan Jira mendekatkan dirinya dengan Kim in
"loh, jadi kalian belum dekat?" tanya Jira
"hehe iya belum, aku takut, gak berani ngomongnya"
"astaga, mana ada begitu sih Jung, kamu itu laki loh"
"ayolah bantu aku nuna"
"gak ada, aku gak mau bantu"
"nunaaa" rengeknya
"Juuuung enggak deh, kamu itu laki, bisa berusaha sendiri, aku yakin kamu dekati dia dengan baik baik tidak akan dia tolak" kata Jira
"hem jadi gak mau bantu?"
"enggak, aku gak mau bukannya benci atau gak suka ya, aku mau kamu itu atas usaha sendiri"
"ehhm"
"udah,semoga berhasil"
Jira pun pergi, tapi ternyata menemui Kim in di ruangan wardrobe bangtan di dorm itu
"Kimi" sapanya
"ya oni"
"dicari sama Jung sung"
"Jung sung? ahh ada apa?"
"tau, sana deh cari dulu, sini aku bantu tulis, sampai mana ini"
"ini oni, bagian lemari paling bawa, tulis di kotak laporan yang ini ya"
__ADS_1
"okeh okeh, sudah sana" kata Jira