
bahkan aksesoris printilan yang terbilang juga fantastis mulai dari tas, jam tangan, topi, kacamata, dan beberapa barang lainnya
staff disana tidak buta harga, mereka kerja dengan bangtan jelas paham berapa harga setiap aksesoris mahal, dan bisa membedakan barang KW dengan ASLI
"asli, aku baru sadar memang Jira beberapa kali pakai pakai beberapa barang brended sih"
"iya loh bener aku juga, baru ini sadar"
"aku saja bahkan gak sadar sama sekali ya baru mobil tadi" jawab Beong park
"aku paling dekat saja mana paham, dan baru pembahasan ini paham"
"hemm, siapa Jira itu sebenarnya?"
"hemm iya pantas dia pernah kan awal masuk kerja disini, soal gaji itu tidak masalah penting ada lah kesibukan untuknya kan?"
"ahh pantas, dari semua staff kalau gaji telat turun, Jira biasa saja loh"
"bener, Jira gak pernah bingung gaji turun, gaji telat, gaji apalah gangguang sistem lah"
"oh asli nya dia tajir melintir memang"
semuanya membahas membicarakan Jira, semua mereka bahas habis disana, staff lain memang baru menyadari
tentang Jira ini mungkin dari beberapa staff sudah tidak kaget karna sudah sempat berpikiran itu dan bahkan tau apa pekerjaan Jira diluar dari staff agenci dengan gaji kecil dimana bahkan untuk cagaran makan juga tidak akan cukup tapi tetap saja pernyataan pembicaraan hari ini cukup membuatnya kaget
bayangkan saja, gaji staff itu kecil, bahkan untuk makan tidak sampai kepikiran untuk bisa makan makan enak dan mahal, apalagi beli barang mewah tapi malah bisa punya barang diatas harga normal
yaa meskipun kualitas tidak akan menghianati harga tapi tetap penyebutan harga ketika mahal akan jauh berbeda dengan pikiran mereka yang tidak peduli soal kualitas
tapi sayangnya Beong park hanya membahas soal mobil dan berlanjut ke jalurnya juga, jadi tidak kepikiran membahas Jira akan keluar dari agenci, bahkan Beong park lupa seketika jika ia sudah diberitahu Jira soal kemunduran dirinya dari pekerjaannya jadi Beong park sama sekali tidak membahas soal Jira akan mengundurkan dirinya hari itu
pembahasan soal Jira didengar pula oleh member bangtan, mereka bertujuh tidak sama sekali kaget atas pembahasan hari ini tentang kekayaan Jira terutama Jimin
karna semuanya tau siapa Jira dibalik "staff" di agencinya
dimana permember nya pernah merasakan tidur bersama dan di puaskan oleh gadis polos tapi fake itu, dengan bayaran mahal tapi memang tidak pernah Jira mengecewakan soal urusan ranjangnya
tapi bahkan dimana semuanya tidak sadar bahwa mereka bertujuh adalah sama sama target sumber keuangan Jira kecuali Jimin
__ADS_1
karna Jira tidak pernah sama sekali meminta sepeser pun apapun itu kepada Jimin, meskipun berapa kali pun mereka bermain, sekalinya Jimin kasih pun, Jimin memberikan uang, barang brended, barang mahal, apapun dikasih, itu pun bukan atas Jira yang minta, yaa inisiatif Jimin saja
Jimin melihat Jira pergi, ia penasaran kenapa baru juga datang tapi malah pergi, Jimin keluar dan mengikuti perginya Jira, tapi ia melihat Jira masuk ruangan kerja ceo
sementara Jira yang menemui Sihyuk dan Kwan..
"selamat pagi pak" sapa Jira
"pagi, masuk lah Jira, duduk" sapa Kwan
"ada apa ya?" tanya Sihyuk
disana ia menjelaskan ia akan memutuskan berhenti pekerjaannya karna ia ingin berhenti bekerja untuk menikah, tapi ia tidak menjelaskan menikahnya akan dengan siapa dan bagaimana kepada mereka berdua, hanya mengatakan akan berhenti kerja untuk fokus berumah tangga saja
"kamu serius Jira menyelesaikan kontraknya?" tanya Kwan
"ya pak, saya akan menikah, jadi saya pikir saya harus ikut dengan suami"
"tapi tau kan soal persyaratan untuk berhentinya? kamu masih butuh proses untuk menyelesaikan urusan mu yang masih dikerjakan" kata Kwan
"ya pak, saya tau"
"sebulan bisa? kalau kurang dua bulan, karna melihat kerjaan, kamu butuh nya" kata Kwan
"yasudah, tapi kalau sampai dua bulannya ya sebisa kamu menyelesaikan dengan baik saja" kata Kwan
"ya pak"
"baiklah kalau keputusan kamu seperti itu, sebenarnya saya sudah siapkan kontrak baru, untuk semua staff juga sih, karna kan juga saya sudah persiapkan untuk gedung baru" kata Sihyuk
"ya pak, saya berharap semoga semua urusan pekerjaan dengan agenci berjalan dengan lancar, saya permisi pak" kata Jira
"Jiraa" sapa Sihyuk saat Jira baru akan buka pintu untuk keluar
"ya pak?"
"terimakasih atas dedikasihnya selama ini untuk saya, untuk agenci, untuk staff lain dan untuk bangtan" kata Shihyuk
"sama sama pak, sudah menjadi keluarga untuk saya berada ditengah kalian, terimakasih kesempatan pekerjaan ini" jawab Jira
__ADS_1
"saya pikir kamu adalah staff paling lama bersama kami, dari kami merintis hingga kami dititik ini, syaa berat kamu pergi tapi itu pilihan kamu sendiri kan, semoga kamu selalu baik baik saja" kata Kwan
"semoga saja ya pak, makasih pak, semoga agenci terus berkembang"
"kamu kalau ada butuh soal pekerjaan, cari kepada kami ya, kami akan kasih posisi ini lagi untukmu, karna bagaimana pun kamu adalah staff bersejarah" jawab Sihyuk
"siap pak"
Jira pun keluar dari ruang kerja itu, tapi tiba tiba saja seseorang menariknya ketika baru saja ia menutup pintu ruangan ceo
"Jiminie?" ucal Jira
"diam" ucap Jimin
Jimin ternyata mengikuti kemana Jira pergi setelah ia mendengar kan semua cerita dari Beong park, ia berniat akan menanyakan kepada Jira tapi yang ada ia malah mengetahui jika Jira menemui ceo dan membahas pengunduran dirinya dari agenci
"kenapa kamu melakukan ini?" tanya Jimin
"kamu bicara apa?"
"kamu mau berhenti dari agenci?"
"iya, aku capek, aku ingin istirahat"
sayangnya Jimin tidak tau alasan Jira berhenti bekerja karna akan menikah, ia hanya mendengarkan jika Jira berhenti kerja saja, Jira juga tidak mengatakan alasannya, sampai saatnya Jimin nanti tau dengan sendirinya
"kenapa kamu tinggalin aku?" tanya Jimin
"gak salah? kamu kan yang ninggalin aku lebih dulu?"
"gak ada ya aku ninggalin kmu, kamu yang melangkah sangat jauh Jira" kata Jimin
"jauh apa? bagaimana kamu bisa menuduhku? kamu tidak sadar menyakitiku?"
"aku tidak menyakitimu, aku selalu mencintaimu, tapi aku kecewa kamu selalu bermain cinta" kata Jimin
"kenapa kamu kecewa? cinta bukannya menerima apa aadnya?"
"dimana ada pria menerima perempuan selalu tidur sama pria lain?"
__ADS_1
"banyak kok" ucap Jira mendorong Jimin
tapi Jimin menarik kembali Jira dan mendorongnya ke tembok sembari ia menatap lebih tajam Jira