Fake Face

Fake Face
84


__ADS_3

niat Jira adalah menginap diapartemen Namjoon dan mereka pun pergi..


sesampainya..


"disini? oh kalau ini aku kan sering lewat" kata Jira


"iya kan makanya searah, tapi Jimin juga akan mengambil di gedung ini juga" kata Namjoon


"Jimin? woo, ngapain dia malah ikut akan ambil disini?"


"ya gak tau, ini kan privasi banget memang apartemen nya"


setelah mereka masuk dan melihat seisi ruangan, Jira merasa bagus lah untuk dekor penataan barang barang disana


sorenya Jira menumpang mandi juga, lalu ia keluar dari kamar mandi itu dengan santainya berjalan kearah depan Namjoon


"Namjoonie, aku lupa membawa baju bersih, aku boleh pinjam 1 saja kaos mu?" tanya Jira


"Jiraa, ahh aku lupa bawa juga, kan masih didorm yang banyak, tapi aku bawa baju piyama tidurku" kata Namjoon


Namjoon memberikan setelan baju piyama tidurnya, dan Jira melihat baju itu saja sudah jadi mini dres jadi ia mengembalikan celananya saja, tapi saat Jira berjalan kearah salah satu kamar untuk mengganti bajunya tiba tiba Jira kaget karna Namjoon mengikutinya masuk kamarnya


"aku pernah melihatmu hanya dengan handuk saat kita dijepang, sejak itu aku selalu memikirkan kamu" kata Namjoon


Namjoon disana menyentuh pinggang Jira dan perlahan menyentuh handuk dipakai Jira dan membukanya seketika, Jira sedikit teriak tapi keburu Namjoon menciuminya dan mereka pun melakukan hubungan terlarang itu disana


Jira berpikir, ia begitu bersalah saat ini kepada Jimin karna melakukannya dengan Namjoon, satu member bersama Jimin, tapi Jimin yang menuduh semuanya dan seketika itu Jira menikmati permainan nya dan mengimbangi permainan Namjoon


hingga mereka selesai, keduanya tidur dan paginya sekitaran jam 4 pagi, Jira bangun lebih awal, seperti biasa dan melihat Namjoon masih tidur


setelah turun Jira pergi mandi lalu keluar dan mengeringkan rambutnya tapi terlihat Namjoon sudah bangun


"apa yang kita lakukan semalam?" tanya Namjoon


"ahh jangan berpura pura tanya, sudah sana bersihkan badanmu" kata Jira


Namjoon pergi mandi lalu keluar dan duduk di ujung tempat tidur itu


"Jiraa, kamu tidak akan mengatakannya kepada siapa siapa kan?" tanya nya


"ya kali aku bilang, sama saja aku mengatakan diriku bagaimana bersama mu semalam"


"ahh iya juga"


"gimana?" tanya Jira


"apa?"


"semalam?"

__ADS_1


"aku tidak yakin habis melakukan itu denganmu, maafkan aku"


"ahh sudah terjadi baru minta maaf" kata Jira


setelah mengeringkan rambutnya, Jira membantu Namjoon mengeringkan rambutnya dan Namjoon bisa tersenyum lebar dengan malu malu karna ia baru pertama kalinya melakukan ini dengan seorang gadis


setelah selesai, Jira pergi ke depan televisi apartemen Namjoon lalu membuka televisi nya


"Namjoonie, apa kamu tidak ada sediakan makan pagi?" tanya Jira


"aku tidak memasak, kan tidak bisa, apa mau kupesankan makanan?"


"ya lah, aku lapar"


"oh okeh"


tak lama pesanan datang dan mereka makan bersama, waktu berlalu, saat makan siang, Jira berpamitan pulang saja karna ia mendapatkan pesan dari Tarasha akan datang ke apartemennya untuk makan siang bersama


"yaudah ayo aku antar" kata Namjoon


"oh, naik apa? apa kamu bisa mengendarai mobil?"


"aku panggil taksi kan"


"oh ya"


Jira diantarkan keapartemennya dengan Namjoon, setelah Jira turun, Namjoon lanjutkan jalan ke dorm bangtan..


"Jiraa mama bawakan makanan, mama siakan dulu ya" kata Tarasha


"iya ma"


"tunggu, ini kamu gak bersih bersih apa? kenapa lantainya kasar?"


"aku baru pulang dari dorm"


"ya bersihkan lah, sini mama bersihkan"


"ma, aku sudah menyapu kok"


"ya di pel gitu, biar mama yang mengepel, ini kamu siapkan makanannya"


"oke deh ma"


Tarasha memang sosok ibu yang bawel bahkan sampai sekarang, Tarasha tak segan memarahi anaknya jika bermalas malasan, tapi yang namanua ibu, marah karna ada alasab yang jelas dan baik juga untuk anaknya kan


setelah makan baru tarasha pamitan pulang dan Jira kepikiran meminta uang kepada Namjoon karna kan melihat apa yang sudah Jira berikan, Jira berpikir juga harus bisa memoroti Namjoon


"halo" sapa Jira

__ADS_1


"ya, Jira kenapa?" sapa Namjoon balik


"aku tadi lagi capek buat bersih bersih apartemen kan, kamu bisa gak kirimi aku uang buat aku beli pembersih lantai"


"oh bisa Jira, aku kirim berapa?"


"terserah deh, aku butuh uat beli pembersih lantai matic sama sekalian buat belanja dapur, bisa kan?"


"bisa bisa"


"aku tunggu ya, soalnya kan nanti malam aku balik lagi ke dorm"


"iya"


tak lama pesan masuk di hape pribadi Jira yang ternyata transferan masuk di rekening Jira dari Namjoon


setelah itu, Jira bersiap siap akan pergi tapi ada yang memencel bel apartemennya, Jira berjalan membukakan nya yang ternyata saat dibuka sudah ada Mung seong, teman lamanya


"Mung?" sapa Jira


"Jiraa, kamu sudah mau pergi bekerja?"


"tidak, aku ada urusan diluar tapi gak keburu, ayo masuk"


"yaa"


Mung seong pun masuk dan disana Mung seong menceritakan tentang pekerjaannya, ia meminta bantuan Jira untuk pekerjaan


sebenarnya jika tanya soal pekerjaan itu antara kepada Hay un atau Ra yao, tapi Mung seong tidak mau menanyakan kepada Ra yao, entah karna apa dirinya malas saja mau berurusan dengan Ra yao


sementara Hay un menjanjikan, karna belum pasti ia bisa membantu, bisa dikatakan Hay un memang yang sering membantu teman temannya untuk mendapatkan pekerjaan bahkan termasuk jira yang bisa bekerja di agenci bighit juga atas pemberitahuan dari Hay un


"oh aku tidak mengerti soal lowongan, di agenci ku juga gak ada tuh pekerjaan" kata Jira


"ya lain itu lah, ada info, kabari aku" kata Mung seong


"eh tapi Hayun sudah janji kan mau carikan"


"iya mau carikan dulu tapi belum dapat juga kan"


"gini deh, selama kamu nunggu Hayun dapat kerjaan untukmu, kamu ikut saya" kata Jira


"pekerjaan apa tuh Jira?" tanya Mung seong


Jira menjelaskan Mung seong yang harus bisa mengurus apa saja yang Jira butuhkan selama Jira sibuk di agenci atau dorm, intinya saat Jira bekerja untuk bangtan tapi saat lepas dari pekerjaan nya dikantor baru Jira bisa pergi kemana saja dan Mung seong harus terus ikuti Jira untuk menemani Jira


dan Jira menjelaskan secara rinci mulai dari tugas membersihkan apartemennya, apaetemen Sung gun dan apartemen Tarasha juga


semua dijelaskan termasuk dengan uang upah yang ditawarkan dan Mung seong dengan cepat tanpa basa basi menerima tawaran itu

__ADS_1


"okeh siap semua, aku terima pekerjaan tawaran kamu" kata Mung seong


__ADS_2