
tadinya Hay un menolak tapi ia memikirkan untuk tidak membawa mobil saja dan ia mau diantarkan oleh Jira, Jira bersiap siap, ia hanya pergi dengan baju yang biasa tidak ada rapi rapi karna berniat mengantarkannya juga
setelah sampai di tempat yang dituju, Jira pun ikut turun dan makan di caffe milik apartemen disana, sambil Hay un menunggu kepastian
Jira tau jika Hay un janjian dengan salah satu teman tidur nya dan Jira tak mempermasalahkan jika Hay un tidak mau mengatakannya
setelah Hay un pergi, Jira membayar minumannya dan akan menuju mobilnya lagi, tapi karna angin kencang diluar, ia merasa harus disana hingga angin sedikit meredah
"Jira" sapa Yoongi tiba tiba menyapa Jira
"Yoongi oppa?" sapa Jira senang
"kamu kok?"
"aku baru antarkan temanku ada urusan jadi mampir kemari, kamu?"
"apartemen ku dibelakang caffe ini, kamu kan belum sampai, ayo kesana"
"boleh nih?"
"iya, deket banget, mobilnya dibawa saja dari pada disini"
"iya udah"
"tunggu aku mau beli minuman, tunggu dulu ya duduklah" kata Yoongi
Jira ketemu dengan Yoongi di caffe itu karna ketidaksengajaan dimana Yoongi ternyata baru akan membeli minuman disana di cafe belakang apartemennya
mereka pun pergi, sesampainya diapartemen Yoongi, baru masuk, Jira melihat sekeliling ruangan itu dan membahas sedikit tentang beberapa barang disana
tapi yang terjadi bukannya fokus dengan pembicaraan, Yoongi tidak fokus dengan leher Jira
"kamu tidak biasanya mengikat rambutmu keatas seluruhnya begini?" ucap Yoongi
"kan gerah diluar juga"
"iya gerah tapi musim gugur, sering ada angin juga"
"iya gak masalah kan"
saat Jira disana, ia meminta ijin membuka lemari ed disana karna haus, tapi Yoongi datang dan memberikannya bir
"ini dia, kamu mau?" tanya Yoongi
"waah boleh, aku tidak minum cukup lama, sepertinya aku mau minum sedikit saja"
Jira disana terus dituangi minuman itu oleh Yoongi tapi Jira langsung paham dengan kesengajaan itu
"sudah sudah, aku tidak mau lebih mabuk, aku tau maksud kamu" kata Jira yang sudah mulai oleh
__ADS_1
Jira menarik tangan Yoongi dan masuk kamar lalu membuka perlahan baju yang dipakainya lalu menarik Yoongi dan menindihnya
dan mereka akhirnya melakukan itu pertama kalinya, tapi setengah permainan, Jira yang sedikit oleng tapi ia masih cukup sadar, ia malah merasakan kesakitan karna Yoongi bermain kasar
"sakit, udah, lepasin" kata Jira
"kamu yang minta"
"iya tapi terlalu kasar kamu, oppaaa udah" teriak Jira
Jira malah menangis dan membuat seketika Yoongi terdiam menahan tubuhnya lalu mengusap air mata Jira tapi masih melanjutkan permainannya
Jira memang selalu berusaha mengimbangi dan meskipun sakit, ia memberikan servis terbaik dan setelah bermain Jira tertidur
selang satu jam ia bangun melihat Yoongi masih bangun belum tidur..
"oppaa, kenapa kamu masih saja bangun?" tanya Jira
"kamu pernah melakukannya ya?" tanya Yoongi
"ahh? apa maksudnya ya?" tanya Jira
"kamu kenapa pintar bermain seperti tadi, seperti sudah sering dan berpengalaman" kata Yoongi
"aku hanya mengimbanginya" kata Jira
tidak mau penolakan, Yoongi memaksa melakukannya lagi dengan sedikit kasar dan hingga Jira sudah benar benar sakit dan membuat Yoongi akhirnya berhenti juga karna kelelahan juga
mereka sama sama tidur hingga paginya. Jira bangun, ia pun menuju kamar mandi disana, dan keluar lagi dengan rambut basah yang sedang dikeringkan dengan handuk disana
"oppa, apa lagi, ini sudah pagi" kata Jira
"sekali lagi, semalam kan sekali" kata Yoongi
tapi Yoongi juga bangun, ia melihat Jira di kursi depan meja dikamar itu seketika Yoongi menariknya lagi dan memaksa kembali Jira melakukan itu dan masih saja melakukannya terasa sakit meskipun kedua kalinya
dan ketiga nya lagi lagi memaksa dimana akhirnya seharian melakukan hubungan terlarang itu dari malam, pagi, sore hingga malam lagi membuat Jira merasa meminta untuk selesai seharian itu saja
"yaudah iya aku antar kamu pulang" kata Yoongi
tapi malah membohongi Jira, dan malam itu melakukannya lagi, Yoongi menarik paksa lagi untuk Jira mau melakukannya lagi
akhirnya semalaman lagi menginap, dan saat paginya tiba, Jira pun bersiap siap, kali ini ia benar harus pulang karna harus ketemuan dengan Choi shin a
setelah sampai di dorm, Jira beristirahat sebentar, lalu bangun lagi, dan ia pun mandi, bersiap siap pergi, karna tidak ada Mung seong, jadi ia pergi sendiri
Jira keluar menuju parkiran mobilnya dan mulai jalan kearah tempat nya janjian dengan Choi shin a
sesampainya, Jira duduk dan melihat sekeliling tapi tidak ada Choi shin a, hingga pelayan disana menyapanya dan akhirnya Jira memesan dulu makanannya
__ADS_1
bahkan sampai makanan nya datang belum juga Choi shin a datang dan Jira mulai makan hingga makan setengah nya baru Choi shin a datang
"Jiraa" sapanya
"pak" sapa Jira
"kamu sudah sejak tadi ya? padahal kan janjiannya belum jam nya?"
"hehe iya pak, saya lupa tadi keburu tau nya belum jam nya jadi saya sekalian pesan makanan"
"oh yaudah, makan saja dulu"
"pak bos gak makan?"
"tidak, saya sudah makan tadi kesini"
"loh, terus kenapa ajak ketemuan dirumah makan, saya pikir mau makan juga"
"iya biar enak saja kalau bicaranya gitu"
"oh memang ada apa ya pak?"
"saya mau bicara sama kamu, soal..." ucapnya terhenti karna mengambil sesuatu di tas kerjanya
dan Choi shin a mengeluarkan kotak cincin untuk ia memberikan kepada Jira dan melamarnya
"apa ini maksudnya ya pak?" tanya Jira
"kamu mau tidak menjadi istriku?"
"wooh? astaga, uhuk uhuk" ucap Jira kaget dan membuatnya tersedak juga
"Jira ada apa?"
"pak, emm ini berlebihan deh, kita kan baru kenal"
"baru kenal gimana? setahun loh kita kenal"
"iya, tapi selama itu juga kita kan anggapannya baru sama sama dekat"
"iya, saya tau, tapi saya datang serius, membawa cincin untuk melamar kamu, saya yakin atas keputusan saya memilih kamu"
Jira pun menutup kembali kotak itu, lalu mendorong perlahan kedepan Choi shin a dan mengembalikan cincin itu
"paak, ini ambillah, bawa saja, anda akan menemukan gadis yang bisa menerima anda, dan jauh lebih baik dari saya" kata Jira
"Jiraa, kenapa? saya serius, saya benar benar mode serius, kamu tanya pada siapapun orang disekitar saya, saya tidak pernah seserius ini, saya bukan tipe lelaki mudah jatuh cinta" jelas Choi shin a
"iya pak, saya tau, saya paham, sedikit banyak saya juga tau lingkungan anda, tapi maaf pak, saya tidak bisa"
__ADS_1