
"kamu tidak sadar aku begini karna kamu" tanya Jira dengan kesal
"aku kenapa?" tanya Jimin tanpa bersalah
"masih aja tanya" ucap Jira
"aku tau, aku melakukan itu karna aku mencintaimu Jira, aku memberikan semua hati ku kepada kamu" jawab Jimin
"sejak kapan kamu menyukaiku? kenapa aku? bukannya Rain jauh lebih cantik? juga ada Hahyo yang fashion nya keren! juga ada oni Wook dan oni Sona, Kimi juga" kata Jira
"aku suka nya sejak awal itu kamu"
"kamu melakukan ini padaku dua kali, kalau aku hamil apa kamu bertanggung jawab?" tanya Jira
"aku tidak bermain kasar kamu tau itu kan" kata Jimin
"iya aku tau, bagaimana kalau aku hamil?" tanya Jira
"tapi aku kan tidak memasukkannya didalam" jawab Jimin lagi
"aku ini tanya bagaimana kalau aku hamil?" tanya Jira lagi
"aku.." kata Jimin bingung
"dah lah" jawab Jira
Jira pun pergi dan melepaskan tangan Jimin..
hari berlalu, seiring berjalannya waktu, banyak hal dalam hubungan antara kameramen dengan idolnya sudah sangat dekat
Namjoon merasa Jira sangat bisa memahaminya, Namjoon menyatakan perasaannya pada Jira saat mereka berada diruangan Song yung
"Jiraa, aku ketemu sama Kwan hyung dulu, kamu disini ya" kata Song yung
"oh, sama siapa?"
"sama Min oppa, Min oppa sudah disana"
"okeh"
"nuna, aku tugasnya selesai ini, aku pergi keluar dulu ya, kamu mau titip apa?" tanya Lee donghan
"apa ya? terserah deh, tapi bawakan aku susu beku"
"okeh"
tertinggal Jira dan Namjoon, Namjoon pun memanfaatkan nya dengan menyatakan perasaannya..
"Jiraa.." sapa Namjoon
"yaa?" jawab Jira sibuk dengan komputernya
"kamu sudah punya pacar?" tanya Namjoon
"aku belum pacaran" kata Jira
"masak sih, terus soal pak bos (Choi shin a)?"
"kamu tau darimana aku kenal dengan dia?"
"aku lihat dihape kamu kemarin ada bekas chat mu dengan dia"
"kamu baca semua?"
"iya"
__ADS_1
"aku sama pak bos cuma kenal biasa kok, deket biasa"
"tapi pacaran?"
"tidak Namjoonie, aku dan dia hanya dekat, dia pernah mengatakan suka tapi aku takut"
"takut?"
"karna dia itu kan bos besar, banyak lah pikiranku harusnya dia bukan menyukaiku" kata Jira
Jira menceritakan semuanya kepada Namjoon, merasa jika Namjoon tidak akan ada kesempatan mendekati Jira melihat saingannya adalah Choi shin a tapi yang nama nya Namjoon tidak mau menyerah sebelum mencoba
"kalau misalkan ada yang suka sama kamu selain dia gimana?" tanya Namjoon
"emm ya lihat dulu orangnya, kalau aku suka ya aku mau lah"
"memang nya dari semua member bangtan seluruh staff di agenci kita, siapa yang masuk tipe lelaki yang kamu sukai?" tanya Namjoon
"seperti Hobi" kata Jira
"kenapa Hobi?"
"karna dia baik, dia orang yang ceria dan tulus, aku ingin menemukan lelaki yang tulus" kata Jira
"kalau ada yang tulus selain Hobi?" tanya Namjoon
"menang ada?" tanya Jira
"adaaa, ada aja sih"
"siapa? kamu?"
"ahh kenapa aku?"
"ya kan selain Hobi yang dekati aku selalu kamu" kata Jira
"iya kah?" tanya Jira
"kalau iya?" tanya balik Namjoon
"ya gakpapa"
"aku suka sebenernya sama kamu, tapi aku takut ketahuan sama staff atau member lainnya, dan lagi takut kamu menolakku" kata Namjoon
"kalau sudah tau gitu, kita berteman biasa saja ya, aku gak akan menghindari mu kok"
"tapi kalau aku mau cium kamu?" tanya Namjoon
mendengar itu malah Jira memberikan pipinya..
"beneran?" tanya Namjoon
"iyaa"
dan Namjoon sedikit ragu mencium Jira tapi karna kelamaan itu membuat terbatalkan karna keburu Lee donghan balik
"nunaa Jiraa, ini gak ada deh susu beku nya, stoknya baru masukin, belum beku, mau kamu minum atau ditaruh di freezer dulu?" tanya Lee donghan
"ahh, iya udah biar aku yang taruh, ini lanjutin" kata Jira
Jira pun pergi, tinggallah Namjoon dan Lee donghan disana sambil mengobrol membahas video video disana
hari berlalu, Jira yang sedang duduk sendirian di ruangan editor, Jira duduk di meja milik Song yung disana, tadinya sama Song yung dan juga Lee donghan, tapi tidak tau kemana
sementara Kyung min yang menyapa Namjoon menyuruhnya untuk ke ruangan Song yung
__ADS_1
"Jiraa, gimana sama videonya?" sapa Yoongi
"ini oppa masih dikerjakan, coba lihat dulu yang short nya, bagus gak?" tanya Jira
"dimana?"
"komputer 3"
Namjoon pergi bersama Yoongi, tapi setelah mengobrol dengan Jira, tak lama Yoongi mendapatkan telfon dan ia pergi keluar ruangan untuk angkat telfonnya
"halo ya, ya" jawab Yoongi diluar yang berjalan terus kearah ruangan latihan
"hyuung, kemana Namjoon hyung?" tanya Jimin
"ahh, diruangan editor" kata Yoongi
"okeh"
Jimin yang mencari Namjoon untuk urusan live nya nanti malam, menuju keruangan editornya
sementara Namjoon merasa aman melihat sekelilingnya dan tidak ada orang
Namjoon pun mendekati arah pipi Jira, ia mengendus leher Jira dan membisikkan sesuatu
"kenapa wangi mu segar?" bisik Namjoon
"ssstt, ah Namjoonie" kata Jira yang masih sibuk dengan komputernya
"aku cium sedikit saja" bisiknya
"emm" jawab Jira santai
saat akan mencium, dan sudah menempel bahkan bibir nya di pipi bagian bawah telinga, seketika Jimin yang membuka pintu itu hanya diam dan menatap Namjoon dan Jira disana
"hyung.." ucap Jimin
seketika Namjoon melepaskan ciuman nya dari pipi Jira dan berdiri
"Jimin, kenapa kamu tiba tiba masuk?" gerutu Namjoon
"aku mau tanya soal live ku nanti malam, tapi sepertinya aku mengganggu" kata Jimin
"Jimin kamu melihat semuanya?" tanya Namjoon
"yaa" jawab Jimin santai, Jimin malah melirik tajam kearah Jira, Jira menunduk
Jimin pun keluar dari sana, Namjoon menyusulnya dan Jira masih diruangan itu
Namjoon menjelaskan tapi Jimin lebih yakin atas apa yang dia lihat tadi, jadi Jimin hanya diam saja
selesai menjelaskan, Namjoon merasa Jimin bisa memahami nya tapi padahal tidak, hanya saja Jimin menutupi rasa kecewanya
hari berlalu, dimana Jimin memberikan makanan kepada Yoongi diruangan Yoongi karna belum makan tapi melihat Jira sedang dengan kameranya disofa dekat ruangan Yoongi
Jimin segera memberikan makanan itu dan cepat cepat pergi karna ia akan menemui Jira, dan Jira sudah tidak ada, tapi Jimin tetap mencari keberadaan Jira dan ia menemukan Jira di ruangan wardbrobe dorm itu bersama Je wook
"hai Jimin" sapa Je wook yang akan keluar
"hai nuna" sapa Jimin
Jira mendengar Je wook menyapa Jimin seketika menoleh dan menyapa Jimin juga
"hai Jiminie" sapa Jira
Jimin menarik tangan Jira disana
__ADS_1
"auh, Jimin, kenapa sih kasar, kan bisa menarikku dengan lembut" kata Jira