
ia pikir sudah balik kekamar nya atau ada yang membawa staff lainnya tadi juga jadi sudah tidak ada disana
jadi Jimin membuka kamar nya tapi malah ia kaget karna Jira sudah ada didalam kamar itu dengan kondisi tanpa celana juga, hanya memakai baju atasan dengan celana dalaman saja
"Jiraa, kenapa disini?" tanya nya
tapi Jira masih saja diam dan hanya berjoget joget sendiri dengan musik yang ia nyalakan dari hapenya, musik luar negri karna Jira sangat suka musik musik dari amerika
Jimin mendekati Jira dan membantunya agar tidur saja, ia mencoba menarik lengan Jira, tapi yang ada Jira mendorong Jimin ke atas ranjang dan menindihnya
dalam mata Jira, Jimin terlihat adalah Hyun jun, jadilah Jira menciumi leher Hyun jun karna Jira tau Hyun jun suka Jira melakukan itu
tapi itu bukan Hyun jun, itu Jimin, Jimin yang dipaksa oleh Jira untuk berciuman ya nurut lah, Jimin suka pada Jira, Jimin juga mengharapkan ini terjadi
tambah lah yang terjadi saat Jira bangun dari menundih Jimin, ia berdiri didepan Jimin dan membuang semua pakaian yang ia pakai, kini Jira sudah tanpa busana sama sekali
"Jiraaa" ucap Jimin
"Hyun oppa, kamu kenapa mencintai ku? kamu kenapa baik padaku, aku tidak pantas untukmu, kamu bisa dapat wanita yang jauh lebih baik dari aku" kata Jira
"Jiraa ini Jimin" kata Jimin
"aku bertrimakasih besar kepadamu Hyun oppa, karna kamu lah orang yang merubah segala hal dalam kehidupan aku" kata Jira
Jira ternyata juga memikirkan tentang Hyun jun yang ternyata malah mencintainya, sejak melakukan itu dan seringnya melakukan itu, membuat Hyun jun jatuh cinta kepada Jira memang
tapi Jira tidak tau harus bagaimana, menyukai nya juga atau tidak, jadilah Jira mengatakan ungkapan itu kepada Jimin yang ia kira adalah Hyun jun itu, tapi beruntung Jira tidak mengatakan hal hal yang jauh tentang hubungan nya dengan Hyun jun didepan Jimin
dan Jira tetap saja memaksa Jimin dan membuka paksa baju Jimin lalu melakukan permainan itu, Jimin menikmati karna memang dasar nya ia begitu menginginkan kesempatan ini
membuat Jimin semakin mengimbangi permainan Jira, tapi Jimin mengakui Jira sangat mahir melakukan hubungan terlarang malam itu bersama nya
sekitar 3 jam berlalu, Jira belum bangun juga, sementara Jimin bangun duluan, Jimin memerhatikan wajah Jira yang masih tertidur disana, sambil menciumi pipi Jira
tapi tak lama Jira tersadar karna ciuman ciuman itu, seketika hampir teriak tapi Jimin menutupi bibirnya
"jangan teriak sembarang" kata Jimin
"Jiminie, apa yang kamu lakukan?" tanya Jira
"aku? kenapa tanya aku? kamu yang apa apa saja semalam memaksaku"
"memaksamu?"
"iya, memaksa melakukan itu, aku tidak mampu menolak"
"jadi semalam kita?"
__ADS_1
"iya lah, atas paksaan mu"
"kenapa kamu gak menolak saja, atau antarkan aku ke kamar, aku tidak sadar itu" kata Jira
"Jiraa aku sudah lakukan, kamu yang memaksa ku"
Jira seketika bersender senderan kasur itu dan memikirkan apa saja yang sudah terjadi semalam
"Jiraa.. siapa Hyun oppa?" tanya Jimin
"apa aku mengatakan tentangnya?" tanya Jira kaget
"aku hanya dengar kamu mengeluh karna Hyun oppa mencintaimu, itu saja, tidak ada apa apa lain kamu bicara"
"itu.."
"dia pacarmu?"
"bukan, dia mantan, iya mantan" kata Jira
"oh, jadi ceritanya kamu melarang dia mencintaimu karna sudah mantan gitu?"
"iya gitu" jawab Jira tanpa banyak kata
Jira pun berdiam kembali, ia melihat jam dikamar itu menunjukkan masih kurang 15 untuk jam 4 pagi, jadi Jira masih diam disana, memikirkan yang terjadi lagi sambil menunggu jam 4 sekalian
tapi tak lama Jimin mendekati wajahnya dan menatapnya lalu berkata..
Jira hanya diam dan menghindari Jimin, tapi saat akan turun dari ranjang kasur itu, Jimin menahan tangan Jira dan juga kakinya agar tidak turun, seketika itu Jimin menindih tubuh Jira
"aku cinta sama kamu" kata Jimin
"karna masalah semalam?"tanya Jira
"bukan, aku suka sama kamu sejak awal kita ketemu waktu kamu awal melamar pekerjaan, dan karna kejadian semalam aku berani mengatakan ini sekarang" kata Jimin
Jimin menciumi bibir Jira, tapi Jira menahan dan mendorong Jimin, lalu ia bisa terlepas lalu turun dan pergi ke kamar Je wook
"Jiraa, semalam kamu kemana? kok gak tidur dikamar?" tanya Je wook
"aku? oh di ruang tamu" kata Jira
"astaga kenapa?"
"aku habis minum oni, aku lagi ada masalah"
"wooh iya kah? terus?"
__ADS_1
"ya tidur disana jadinya hehe"
"astaga, yaudah sana mandi, kita kan cepat harus kerja lagi"
"ya oni"
Jira mandi, lalu bersiap siap pergi ke agenci bersama bangtan, karna bangtan akan tag vocal untuk single baru mereka
setelah sampai, mereka bersiap siap, tapi karna tag vocal tidak membutuhkan kameramen dulu, jadi yang mengurus hanya 1 staff kameramen saja yaitu Kyung min, selaku kepala staff kameramen nya
Jira sendiri yang sibuk dengan urusan hasil rekord nya, ia pun beberapa kali pergi bersama Song yung untuk mebgurus pengeditan video bersama Lee dong juga
saat sibuk bekerja, Kwan menyapa Jira
"Jira bangtan dimana?" tanyanya
"kan tag vocal pak, single baru mereka"
"oh iya, persiapan single baru ya?"
"iya kenapa pak?"
"nanti bilang deh kamu kesana, suruh rapat di ruangan rapat ya, sekarang saya tunggu, mau bahas soal ke luar negri lagi" kata Kwan
"ohh keluar negri pak? kemana kalau boleh saya tau?"
Jira penasaran keluar negri mana, ia berharap bangtan jadwal kali ini ke amerika tapi bukan..
"ke jepang" kata Kwan
"ahh baiklah pak, saya akan kabari yang lain"
berharap ingin ke amerika agar sekalian bisa menemui ibunya tapi itu tidak bisa, alhasil Jira mengurungkan niatnya lagi menemui sang ibu
Jira memanggil bangtan untuk melakukan rapat nya bersama, dan setelah rapat, Jira akan pergi karna sejak tadi ia mendapatkan telfon dari nomor baru dihapenya
ia takut itu penting karna telfon beberapa kali kepadanya, Jira yng keluar paling akhir tiba tiba Jimin menahan tangannya
"Jiminie" ucap Jira
"aku ingin lagi semalam" Kata Jimin
"aah, bicara apa kamu ini, jangan sembarangan, kita ada di kantor, bukan waktunya bahas ini"
Jira pun melepaskan tangan Jimin dan pergi meninggalkan Jimin disana, setelah pergi, Jira mendapatkan telfon dari Ju dae yo
"anyeong" sapa Jira
__ADS_1
"Jira kan? ini aku Ju dae yo" kata Ju dae yo
"ahh kenapa ya oppa? telfon aku, aku masih ditempat kerja"