Fake Face

Fake Face
49


__ADS_3

"okeh. tunggu disini, aku akan mengunci kamarnya dari luar" kata Ju dae yo


setelah minum lalu membawa satu gelas air putih lagi, tapi adik laki laki Ju dae yo menyapanya


"hyung, kamu bawa siapa kedalam kamarmu?" tanya adiknya


"Lee dong, kenapa? apa ada yang melarang? aku tidak pernah melarangmu juga saat kamu ketahuan jalan dengan perempuan disalah satu hotel" kata Ju dae yo


"oya aku tau, tapi aku hanya tanya, mengapa kamu membawa kerumah ini? tidak bayar hotel atau apartemen saja?" tanya Lee dong


"aku tidak butuh hotel kalau rumah dan kamarku lebih nyaman, lagipula dia bayaran mahal, mau dimana saja juga aku bisa bayar dia mahal asalkan aku tidak lagi keluar uang buat bayar hotel itu lagi" kata Ju dae yo


"oh kamu membayar nya?"


"iya, tpai dia pacarku, jadi jangan ikut campur deh dek, aku tidak pernah kan tanya siapa gadis yang kamu bawa di hotel waktu itu"


"dia temanku" jawab Lee dong


"ya siapa lah dia, mau siapa kamu juga, aku tidak ada urusan, itu urusanmu kan, sudah lah aku harus pergi lagi"


disana Lee dong hanya diam, karna skakmat dari hyung nya juga membuatnya kalah omongan


dan adik Ju dae yo adalah Lee dong han


masih ingat siapa Lee dong yang dimaksud? yaa dia orang yang sama dengan editor kedua di agenci bangtan untuk staff editing video bangtan bersama Song yung


tapi Lee dong tidak sadar gadis dibawa kakaknya adalah staff yang sama di tempat kerja nya yaitu Jira, sementara Ju dae yo setelah membawa air pun masuk kekamarnya


"ini nimumnya" kata Ju dae yo


"ya. terimakasih" kata Jira


Ju dae yo duduk disamping Jira dan menatap tajam kearah Jira yang sedang minum, Jira menahan tersenyum nya agar tidak tersedak


"oppaaa kau sedang apa, kenapa menatapku tajam dan sedekat ini" kata Jira


"aku masih bingung sama kamu, aku itu orang nya pelit loh Jira, itu asal kamu tau saja"


"emm lalu?"

__ADS_1


"ya setiap kamu minta seperti awal tadi, aku merasa aku rela membayarkannya, kamu tau sendiri berapa jumlah uang aku kasih? sudah 4 millyar itu, bukan uang kecil" kata Ju dae yo


"lalu?"


"ya aku masih senang saja melihatmu disini bisa bersamaku melakukannya, jujur saja awal aku ketemu kamu, aku tidak yakin"


"tidak yakin karna apa?"


"karna aku lihat kamu sangat terlihat polos, malah kupikir kamu masih sekolah SMA, tapi pas dekat dan kenalan lama aku malah kaget melihat wajah imut kamu dan aslinya jauh berbeda" kata Ju dae yo


"jangan bilang begitu, bukankah semua manusia memiliki cerita hidupnya? yang mungkin saja malah menjadi topengnya" kata Jira


"ya itulah"


"ini gelasnya, taruh kan" kata Jira


ju dae yo meletakkan gelas lagi kemeja nya disana dan langsung membalikkan badan dan menindih tubuh Jira


"bagaimana jika aku mulai mencintai kamu?" tanya Ju dae yo


"ahh oppa apa yang kamu katakan? bukannya sudah kita komitmen untuk tidak ada rasa suka selama kita melakukan hubungan terlarang?"


"ya aku tidak mau, tapi bagaimana lagi?"


"yaitu kamu"


"oppaaa"


tanpa basa basi lagi, Ju dae yo memulai permainan nya, dan mereka melakukan hubungan terlarang itu lagi untuk kedua kalinya, dan di permainan kedua ini lah Ju dae yo mengatakan perasaan suka nya kepada Jira


tapi tidak ada respon positif dari Jira, jangankan Ju dae yo, yang terbilang baru kali kedua bermain, Hyun jun saja yang cukup terbilang lelaki yang memiliki hubungan terlarang dengan Jira yang paling kaya dan paling lama, tapi Jira tidak memberikan respon positif juga


sementara Ju dae yo yakin atas perasaannya, karna ia merasa jika ia memang berbeda dari sebelum nya saat belum dengan Jira


bukan hal rahasia lagi jika Ju dae yo adalah lelaki pelit dan perhitungan, jangan kan pada orang lain, pada pacarnya saja terdahulu juga pelitnya minta ampun, tapi dengan Jira, ia tidak pernah hitung berapa ia keluarkan uang


setelah selesai nya, Jira mandi, mengeringkan rambutnya, disusul Ju dae yo juga mandi untuk bersiap siap mengantarkan Jira pulang


setelah sampai di apartemen itu, Ju dae yo tidak ikut masuk, hanya antar kan hingga lobi utama pintu depan saja

__ADS_1


"aku pergi dulu" kata Ju dae yo


"oh yaa oppa, byebye"


Jira masuk ke apertemen nya, lalu memasukkan uangnya didalam berangkas, ia berpikir jika ia harus membagi uang 4 millyar itu ke berangkas apartemen yang dua lagi


jadilah Jira membaginya menjadi 1,5 millyar untuk isi berangkas di apartemen Sung gun, dan 1 5 millyar yang sama juga untuk isi berangkas di apartemen Tarasha sisanya 1 millyar untuk apartemennya


hari itu juga Jira pergi ke apartemen masing masing ayah dan ibunya untuk meletakkan kedalam berangkas lalu ia pun pergi kembali kerumahnya untuk ia tidur dulu


setelah dirumahnya, Jira pun istirahat, lalu bangun dan pergi ke dorm bangtan lagi, untuk kali itu ia menginap karna bangtan harus mengurus untuk salah satu acara award lagi


setelah di dorm Jira pun menyiapkan kamera nya untuk merekam kegiatan bangtan latihan sebelum ke acaranya nanti


"Jiraa kamu sudah datang?" tanya Kyung min


"iya, baru juga"


"gak ada kabar dari Dong?"


"Dong? tidak ada, kemana dia?"


"dia tadi pamitan pulang sih sama aku, tapi belum balik juga"


"ahh, biar aiu telfon" kata Jira


Jira menelfon Lee Donghan, Lee donghan dikamar mandi nya masih mandi sebelum berangkat lagi ke kantor agenci, ternyata Lee donghan melupakan hapenya yang tertinggal di meja makan nya, dan Ju dae yo baru selesai menyiapkan makanan yang ia beli dan akan makan dimeja itu melihat ada telfon masuk di hape adiknya


saat melihat nama dikontaknya, Ju dae yo kaget karna yang menelfon itu adalah Jira..


ia mengenali foto profil milik Jira adalah foto Jira saat di jepang kemarin, karna foto profil itu juga ada di foto tangkapan layar hape Jira


melihat nomornya juga sama dengan nomor milik Jira, seketika itu Ju dae yo mengangkatnya tapi sayang hape milik adiknya di privasi, jadi tidak bisa mengangkatnya kalau tidak tau nomor sandi privasinya


karna gemas dan rasa penasaran juga, Ju dae yo mengantarkan hapenya kepada adiknya yang dikamar mandi


"Dong..." teriak Ju dae yo


"yaaa hyung, apa?" jawab Lee donghan

__ADS_1


"hapemu ada telfon"


"yaa tunggu"


__ADS_2