Fake Face

Fake Face
27


__ADS_3

"oh ya udah, aku tunggu saja"


"hari ini ketemuan dulu sebentar bisa? ada yang mau aku bicarakan tapi harus ketemu langsung" kata Jira


"bisa, mau dimana?"


"biasa saja, di Toffu resto, aku akan mereservasi untuk tempatnya, kamu pergi langsung sampai bilang ke meja yang sudah dipesan aku" kata Hyun jun


"baiklah"


Jira menutup telfonnya, tapi ternyata sejak tadi telfonan, Jimin menguping, tapi Jimin masih belum ngeh arah pembicaraan Jira ditelfon dengan orang itu


tak lama Jimin kembali lalu disusul oleh Jira juga kembali ke sofa depan televisi itu lagi yang masih ada Hoseok juga Jimin


"Jiraa" sapa Hoseok


"yeeah?" jawab Jira


"siapa tadi telfon, aku tadi penasaran jadi lihat, tapi kontaknya lucu" kata Hoseok


"oh teman biasa"


"laki laki? perempuan? kok ada emoji apartemen gitu?" tanya Hoseok


pertanyaan yang begituuuu sangat mewakili semua yang didalam isi hati Jimin juga


"oh iya karna dia punya apartemen, teman ku kan yang punya apartemen, dia saja"


"oh ya?"


"emm, eh Hobi, aku pamit pergi dulu ya, Jimin, aku ada urusan" kata Jira


"oh urusan? kok mendadak? aku temani?"


"tidak usah lah, deket, hanya di Tofu resto" kata Jira


"oh okeh"


Jira pun pergi, lalu tak lama Jira pergi, Jimin berpamitan pergi juga, tanpa curiga Hoseok akhirnya masuk kamarnya untuk rebahan sambil menonton youtube


Jimin mengikuti Jira, dengan mobil, sesampainya di Toffu resto, ia turun juga mengikuti jalannya Jira


"selamat datang di Toffu, restoran dengan lengkap pelayanan, ada yang bisa kami bantu?" sapa pelayan disana


"saya cari meja atas nama pak Hyun jun" kata Jira


"oh siap, mari saya antarkan" kata salah satu pelayan disana yang lainnya

__ADS_1


Jira pun pergi bersama pelayan itu, dan sesampainya, sudah ada penjaga pintu ruangan tertutup itu, lalu Jira masuk keruangan itu atas izin dari pelayan yang mengantarkannya tadi


karna penasaran, Jimin mendekati arah ruangan itu, tapi satu dari dua penjaga khusus yang dibayar untuk jaga pintu disana setiap Hyun jun datang dengan urusan terkait Jira juga, jadi harus benar benar privasi


"maaf pak, disini sudah ada orangnya" kata salah satu penjaga


"oh, ada acara apa pak didalam?" tanya Jimin


"maaf pak, saya juga tidak tau, syaa hanya ditugaskan menjaga pintu ini"


"oh" jawab Jimin


Jimin pun pergi menuju kearah pelayan yang tadi mengantarkan Jira lalu menanyakan ada acara apa didalam tapi karna memang pelayan disana semua satupun tidak ada yang tau pasti, jadi ia tidak mengatakan apapun


"saya hanya tau memang kalau gadis muda itu datang tadi, selalu akan di privasi, mungkin dia adalah adik, kerabat atau apa mungkin dari pelanggan kami juga" jelas pelayan


"ohh tidak tau jadi ada berapa orang didalam?"


"gak bisa dipastikan pak, biasanya juga beberapa orang, bahkan biasa sendiri, gadis itu saja"


"oh, berarti kalau reservasi, pakai nama siapa? gadis itu?"


"bukan, selalu reservasi, dari atasan saya, atas nama Hyun jun, meskipun gadis tadi datang, entah sendirian, atau sama appa nya untuk makan, reservasi nya selalu atas nama itu" kata pelayan


"ahh baiklah terimakasih"


dan disana Jimin mulai satu persatu mendapati bukti tentang siapa orang orang disamping dan sekliling Jira


meninggalkan Jimin diluar menunggu Jira, Jira didalam menyapa Hyun jun, lalu seperti biasa, cipika cipiki, dan duduk bersama


"emmm, pak" sapa Jira


"Jiraa, duduklah" jawab Hyun jun


disana Jira membahas tentang tawaran bermain oleh Hyun jun, tapi karna tidak mau bertele tele, jadi Jira memulai membahas nya


"soal tawaran main lagi pak, saya mau bahas" kata Jira


"bukannya tadi sudah ya? pulang dari kerjaan kamu kan?" tanya Hyun jun


"bukan pak, aku tidak bahas itu, itu sudah dibahas juga kan tadi?" jawab Jira


"oh. lalu?"


"emm main ini berapa kali?"


"kan ini baru minta jatah ketiga" kata Hyun jun

__ADS_1


"iya karna baru, kemarin 2x main karna atas bayaran membelikan apartemen 2 unit, ini ketiga. aku bisa minta apartemen lagi 2 unit" kata Jira


"ohh gampang itu, kalau gitu akan 2 kali stok main ku ya?" tanya Hyun jun


"iya"


"okeh, gampang, aku siapin" kata Hyun jun


Jira mengatakan disana jika untuk 2 unit apartemen yang ini sekarang ia meminta agar 2 unit apartemen itu dijadikan satu unit saja, jadi untuk satu pintu masuk saja


"bisaa, itu bisa diatur, semua akan kusiapkan saja nanti ya" kata Hyun jun


"hemm, makasih pak tampan" kata Jira dengan wajah imut dan manja nya


"iyaa, jadi aku siapkan semuanya, nanti kamu balik, sudah siap semua kamu pakai"


"beneran?"


"iya, beneran"


"baiklah pak"


makanan pesanan pun datang, jadi membuat mereka harus diam dulu menahan pembahasan, karna tidak mungkin mereka akan melanjutkan obrolan saat ada pelayan pengantar makanan juga kan


setelah pelayan keluar, baru membahas lagi, soal 2 unit apartemen untuk Jira, dimana Hyun jun penasaran, bukannya kemarin sudah membelikan 2 unit apartemen juga


"Jiraa" sapa nya


"yeeah pak?" jawab Jira


"bukannya aku sudah belikan 2 unit apartemen kemarin? itu untuk apa? kenapa kamu tidak menjadikan satu seperti permintaan barusaja?"


Jira menjelaskan 2 unit apartemen kemarin akan ia berikan kepada ayah dan ibunya, ia juga menceritakan jika ayah dan ibunya sudah berpisah


jadi keinginan Jira tetap mulia memberikan masing masing 1 apartemen untuk ayah dan ibunya sendiri sendiri, semua dijelaskan oleh Jira kepada Hyun jun, disanalah Hyun jun merasa Jira memang benar, bagaimana pun buruknya seorang ayah dan ibu, tetaplah mereka adalah malaikat kehidupan bagi sang anaknya


setelah makan, Jira berpamitan pergi


"aku pergi lagi ya" kata Jira


"iya. ini kemana?"


"kantor"


tak lama saat bersiap siap pulang, malah klien kantor kerja Hyun jun meminta agar dimajukan pertemuannya, jadilah Jira pergi sendirian meninggalkan Hyun jun


setelah keluar, Jimin melihat Jira keluar, tapi Jimin tidak mengikuti Jira lagi, karna ia tau Jira akan kembali ke dorm lagi, dan Jimin masih mengawasi ruangan itu hingga akhirnya beberapa penjaga tadi pun selesai tugasnya, lalu bubar dan kembali ke tugas mereka lagi

__ADS_1


tak lama beberapa orang masuk ruangan yang sama, dipikiran Jimin, mungkin Jira didalam sana sendirian, tapi mengapa sampai dijaga oleh dua penjaga itu?


__ADS_2