Fake Face

Fake Face
51


__ADS_3

seolah Jira paham dari itu karna ia bilang jika tidak ada hubungan apa apa dengan Seo joon tapi Taehyung bicara jika mereka sering kirim pesan membuat Jimin kesal merasa dibohongi, tapi member lain tidak ada yang sadar kode Jimin itu


"ahh itu memang iya, tapi maksudnya aku bukan Seo joon oppa" kata Jira


"loh, siapa? aku kenalin itu kan sama Seo joon hyung bukan yang lain" tanya Taehyung


"iyaaa bukan dari oppa oppa di hwarang kok" jawab Jira


"terus?"


"aku ingin ketemu sama aku gak tau dia siapa tapi aku ingat wajahnya tampaaan sekali" kata Jira


"idol? aktor? atau apa?" tanya Taehyung


"aku gak tau" jawab Jira


"kapan ketemu?"


"award kita terakhir, bulan lalu kan?"


"siapa sih, kamu gak pernah bilang"


seketika Beong park menyeletuk..


karna ia tau saat itu siapa yang Jira maksud, tapi Beong park juga tidak tau siapa pria itu


"ahh aku tau, kelihatan aku waktu itu, Jira melihat nya" jawab Beong park


"serius Bong?" tanya Jira


"emm, ada, waktu itu pakai baju hem warna coklat muda kan? emm cream cream gitu, warna coklat soft" kata Beong park


"kamu tau siapa?" tanya Taehyung


"aku ingat tapi aku tidak tau namanya" jawab Beong park


"ya sama aja namanya" kata Taehyung


seketika Jira senang karna ada yang tau, Jira tersenyum lebar kearah Beong park menanyakan banyak hal


"tau kan? ingat wajahnya?" tanya Jira kearah Beong park


"ingat kok" jawabnya

__ADS_1


"kalau sama aku? dia mau tidak?" tanyanya


"gak tau deh Jira, dia kan aktor, bisa saja suka bisa saja enggak, karna siapa tau dia ada pacar"


"ahh iya juga" kata Beong park


"siapaaaa sih, kalian gak tau sih namanya" gerutu Taehyung


Jira bingung mau mengatakan itu siapa namanya karna memang ia tidak tau siapa lelaki itu, tapi ia yakin dia adalah aktor


hari berlalu, dimana Jira dan semua bersiap siap untuk acara award itu, semua sibuk mengurus kedatangan bangtan di gedung acara, saat jalan menuju ruang ganti untuk bangtan, Jira tak sengaja menabrak salah satu lengan seseorang tapi karna baik Jira dan orang itu sama sama sibuk, jadi tidak mempermasalahkan dan membiarkannya saja melanjutkan pekerjaan masing masing mereka


setelah semua berlalu, Jira sibuk dengan urusannya bersama Kyung min diluar ruangan sementara bangtan didalam masih make up dan melakukan persiapan lainnya


saat Jira keluar, beberapa orang masuk keruangan itu dimana ternyata penyelenggara acara termasuk pengawas seluruh channel di korea meminta untuk para staff gedung mengantarkannya satu persatu masuk ruangan persiapan idol dan penyanyi yang akan mengisi


"selamat siang pak" sapa Kwan


"siang siang, ini selaku atas saya, juga pengawas semua channel mau melihat persiapan untuk bangtan" kata staff utama bos besar disana


"ahh ini bangtan sonyeondan itu kah?" tanya bos besar


"ya bigboss, ini bangtan"


"Anyeong Haseyo" kata semua staff disana termasuk bangtan dengan nada sopan


mereka pun keluar dari ruangan itu, tapi saat akan keluar baru juga membuka pintu, mereka berpapasan dengan Jira dan Kyung min


tentunya keduanya menyapa ramah orang orang itu karna merasa asing, tapi ternyata, bos besar malah tertarik kepada Jira, Jira pun sama, malah tertarik kepada bos besar disana


setelah Jira masuk, bos besar yang bernama Choi Shin A itu menanyakan kepada asisten pribadinya disana bernama Jeung sang


"Jeung, mereka berdua tadi siapa?" tanya Choi shin a


"ahh mungkin mereka staff dari agenci bangtan sonyeondan tadi" kata Jeung sang


"emm, apa mereka berpacaran?" tanya Choi shin a


"ahh siapa? mereka berdua tadi? gak tau juga pak" kata Jeung sang


"ahh yasudah lupakan saja"


sementara Jira juga menanyakan siapa mereka yang masuk tadi

__ADS_1


"itu tadi siapa pak?" tanya Jira kearah Kwan


"itu tadi pemilik gedung, penyelenggara setiap award disini" kata Kwan


"ahh" jawab Jira


saat acara akan dimulai, member bangtan duduk


sambil menunggu gilirannya untuk tampil, mereka masih melihat untuk idol lainnya tampil lebih dulu


saat Jira pergi ke kamar mandi, Jira mendapatkan pesan dari Kang jae tapi karna masih jam kerja, jadi ia tidak membukanya sama sekali, hanya melihat notice di layar hapenya itu


setelah ia akan keluar, ia mendapatkan pesan masuk dari Mung beong, teman sekolah SMP nya saat sudah di korea, dan itu membuat Jira harus membukanya karna biar tau kapan dan dimana akan mengadakan pertemuannya nanti


setelah membuka dan tau dimana juga kapannya, Jira kembali keruangannya, tapi ia berpapasan dengan bos besar itu tadi lagi yaitu Choi shin a


tentu Jira memberikan senyum sapanya sebelum ia masuk keruangan nya agar terlihat lebih sopan juga..


antara yakin atau tidaknya tentang dugaan Jeung sang tentang bos besarnya itu, baru saja bingung dengan keyakinan itu, tak lama malah bos nya itu benar benar meminta bantuan Jeung sang untuk bisa berkenalan dengan Jira


"Jeung" panggil Choi shin a


"ya pak bos?"


"saya ingin kenalan dengan dia, bisa bantu saya atur ketemuan saya sama dia, tapi jangan buat dia terganggu pekerjaannnya" kata Choi shin a


"oh gadis itu?" tanya Jeung sang


"iya dia, tadi yang baru masuk, dan tersenyum kepada kita" kata Choi shin a


"siap pak bos, saya akan mencoba membantu"


sebagai asisten pribadi, sekaligus tangan kanan, kepercayaan Choi shin a bukanlah posisi mudah didapatkan oleh Jeung sang, bahkan ia masih harus menempuh banyak nya ujian demi ujian, intinya bukan hal yang mudah sampai ia ada dititik sekarang


jadi ia harus bisa membantu, meskipun dalam hatinya, ia merasa jika ini adalah hal yang sangat tidak masuk akal untuk seorang Choi shin a meminta berkenalan dengan seorang gadis


karna melihat bagaimana sikap Choi shin a selama ini, Jeung sang tau jika bos nya itu sangat pemilih, tipe kriteria gadis yang akan disukai oleh Choi shin a bukan gadis biasa, cukup terbilang banyak syaratnya


tapi bertemu gadis itu, hanya seorang staff biasa, malah membuat nya jatuh cinta


Jeung sang pun turun tangan, ia mencoba menunggu sampai moment dimana Jira keluar dari ruangannya saat sendiri, tapi sayangnya selalu keluar dengan temannya, dan teman lebih sering dengan orang yang sama saat awal pertama kali Jeung sang berpapasan dengan Jira


suara telfon Jeung sang berbunyi, ia melihat dari bos besarnya

__ADS_1


"halo, pak bos" sapa Jeung sang


"bagaimana Jeung?" tanya nya


__ADS_2