
tapi satpam jaga tadi mengikuti nya dengan lift berikutnya..
sampai di lantai itu, kedua satpam terus mengejar Jira hingga bertemu dengan Jeung sang
"nuna, ayo keluar, anda tidak bisa masuk sembarangan tanpa ada kartu pengenal" ucap satpam yang mengejar Jira
"ahh itu, pak Jeung" teriak Jira
"nuna, tolong jaga sikap anda disini" kata satpam
"nuna Jira?" sapa Jeung sang
"oh" ucap satpam itu kaget karna Jeung sang menyapa Jira dengan sopan
"ini Jira, dan kenal dengan pak bos, tapi Jira peraturan memang harus ditegakkan ya, kamu bisa turun dulu, biar saya bantu untuk kepengurusan kartu sensorit dan pengenalnya" kata Jeung sang
"kan sudah sampai sini masak harus mengurus? ayo antarkan saya saja keruangan pak Choi" kata Jira
karna kelamaan menunggu, Jira melihat sekeliling sana dan mencari pintu yang ia pernah ingat ucapan Choi shin tentang ruangannya yang paling ujung dengan bukaan dua pintu berwarna coklat kehitaman
seketika itu Jira memaksa berjalan hingga masuk tanpa mengetuk ruangan itu padahal dua satpam tadi dan Jeung sang sudah menahan Jira
"pak" sapa Jira seketika membuka pintu ruangan itu dan masuk kedalamnya
"Jira" sapa Choi shin
"maaf pak, gadis ini kemaksa masuk saya sudah larang karna tidak memiliki kartu pengenal" kata satpam disana
"iya pak, saya sudah jelaskan, pak Jeung juga jelaskan peraturan masuk kantor tapi memaksa masuk" jawab satpam satu lagi
tapi Jeung sang tidak menjawab apa apa disana dan hanya diam disana, karna ia lupa sebenernya sudah dapat perintah dari bosnya itu soal Jira masuk bisa kapan saja boleh masuk
tapi Jeung sang bagaimana juga kan hanya bekerja, apalagi Jira memang tidak membawa kartu pengenalnya
"Jeung, saya sudah bilang kan, Jira yang datang, bersikaplah yang sopan?" tanya Choi shin dengan tegas
"iya pak" jawab Jeung sang
"Jira, saya pernah kasih kartu alamat nya kan? kemana? disitu ada pengenal nya buat masuk, itu saja kamu bawa bisa masuk kok" kata Choi shin dengan lembut nya
"di tas yang satunya, aku lupa, baru ingat didepan, kupikir tidak ada kepentingan dan sudah sampai disini juga kan" jawab Jira dengan polosnya
"ahh iya iya tidak apa apa, duduklah"
"kamu marah kepadaku?" tanya Jira
"kapan aku pernah marah?" tanya Choi shin
"tapi kenapa mereka memarahiku?" tanya Jira
"tidaaak, mereka tidak memarahimu, hanya butuh kartu pengenal yang pernah aku berikan kepada mu"
melihat wajah Jira yang kusut karna ini, Choi shin meminta yang lain keluar
"sudah gakpapa, kalian bisa pergi saja" kata Choi shin kepada para staffnya yang lain
__ADS_1
tertinggal Jira disana bersama dengan Choi shin, Choi Shin pun duduk disamping Jira lalu menyapanya dan mengajaknya mengobrol sambil ia menatap wajah Jira
"Jira kenapa gak bilang kesini?" tanya Choi shin
"aku mengganggu kamu ya?" tanya Jira
"ahh tidak sama sekali kok, tidak"
"aku datang cuma mau bilang, kenapa kamu menemui appa dan mama ku?" tanya Jira
"aku hanya meminta restu mereka Jira, juga meminta buat bantuan mereka membantuku meyakinkan kamu"
"kamu tidak perlu melakukan itu pak"
"Jira, apa kamu benar benar menolakku?"
"aku bicara belum selesai, aku bilang tadi, kamu tidak perlu melakukan itu, menemui appa dan mama ku meminta bantuan mereka karna percuma, mereka tidak akan membantu, hanya mengatakan saja kepadaku dan keputusan balik kepadaku" kata Jira
"aku hanya butuh bantuan mereka, siapa tau ambil hati mereka, mereka membantuku"
"mereka sudah meyakinkan aku buat memutuskan apa nanti dan sekarang keputusan aku.. emm.. aku mau" kata Jira
"mau?" tanya Choi shin dengan tatapan ragu
"mau menerima kamu lah" jawab Jira
"serius Jira?" tanya Choi shin dengan semangat
"iya serius"
"banyak jawabannya"
Jira menjelaskan satu persatu alasan dia menerima Choi shin, Choi shin masih merasa ini seperti tidak nyata
"tapi ada lagi satu hal" kata Jira terpotong
"tapi? apa?" tanya Choi shin
"tapi aku tidak mau pacaran, aku mau menikah dan merayakannya langsung" kata Jira
"kenapa?"
"biar semua orang tau, kamu menikahiku dan serius kepadaku"
"ah kamu serius?"
"serius lah, gimana?"
"deal, aku akan suruh Jeung sang siapkan semuanya"
"yaa, kamu semua yang mengatur gakpapa, aku minta satu saja untuk warna tema pernikahannya berwarna..." ucapan Jira terpotong
"coklat muda" jawab Choi shin
"ahh kenapa tau?"
__ADS_1
"karna aku lihat dominan di apartemen kamu dan kedua orang tua mu adalah warna itu"
"iya, itu aku yang ambil konsep warna nya, yaudah aku minta itu saja, lainnya apa deh kata kamu"
"untuk dress code nya?"
"ya sama pokoknya semua konsepnya coklat muda"
"baiklah sayang" kata Choi shin
"wooh" ucap Jira kaget mendengar Choi shin memanggilnya sebutan sayang
"kenapa? salah ya?"
"tidak sayaang" jawab Jira dengan imutnya
"beneran ini? aku seperti mimpi saja deh"
"kenapa lagi?"
"kamu memanggilku sayang?"
"kamu duluan kan?"
"makasih Jira, kamu menerima aku"
"iyaa"
"terus kamu mau kemana setelah ini?"
"pulang"
"ini buat bensin"
bahkan Jira mendapatkan uang untuk bensin saja sebanyak tujuh juta, dan itu sudah begitu banyak untuk bensin, bukan main kekayaan Choi shin yang akan lebih banyak lagi memanjakan Jira nantinya
beberapa hari berikutnya mereka berdua mengatur ketemuan dengan ayah ibu Jira, mereka akan membahas semua persiapan
ketika selesai jalan berdua dengan Choi shin, Jira kembali ke apartemen nya bersama Choi shin untuk membahas ini dengan ayah ibu Jira, jadi karna ayah ibu Choi shin sudah tidak ada, jadi mereka hanya perlu membahasnya dengan ayah ibu Jira
setelah bertemu dan menjelaskan semuanya atas keputusan ini, Sung gun dan Tarasha mempercayai semua keputusan mereka
"kami minta support dari kalian paman, bibi, untuk kelangsungan pernikahan ini" kata Choi shin
"kami akan membantu doa untuk kelancaran ya, kami memberikan kepercayaan penuh atas apa yang diputuskan" kata Tarasha
"terimakasih ma" jawab Jira
"yang penting saling terima kekurangan pasangan masing masing itu saja pesan appa ya" kata Sung gun
Sung gun memberikan masukan untuk Jira, sebagai anak satu satunya, karna sungguh dalam hatinya, Sung gun merasa kehilangan meskipun Jira berjanji tidak akan meninggalkan atau melupakannya tapi rasa berat masih begitu nyata
Sung gun memberikan masuk untuk kedepannya nanti baik Jira dengan Choi shin agar tidak ada apapun masalah ditutupi, semua wajib di ceritakan kepada pasangan, apapun itu sebagai tanda menghargai pasangannya
Tarasha juga memberikan masukan soal kekurangan memang akan selalu ada, tapi lihat bagaimana menyikapinya saja
__ADS_1