Fake Face

Fake Face
95


__ADS_3

"apa alasannya tidak bisa?"


"karna.." ucap Jira bingung mengatakannya


"Jiraa?" ucap Choi shin a menyentuh tangan Jira


"karna saya bukan orang baik untuk anda"


"memang kamu kenapa?"


"saya... emm saya pikir saya bukan yang terbaik saja, saya rasa anda akan menemukan gadis lain"


"ya saya tanya, kenapa kamu? bukankah kamu juga gadis? bukankah saya juga berhak menentukan pilihan saya?" tanya Choi shin a dengan tegas


"iya pak, saya paham, tapi saya.. anda belum tau bagaimana saya dan siapa saya sebenarnya"


"siapa?"


"pak, saya tidak bisa menerima karna anda terlalu baik untuk saya, saya bukan gadis baik, sebaik yang anda tau" kata Jira menunduk


"saya tau" kata Choi shin a


"tau? tau bagaimana maksudnya?" tanya Jira bingung juga


"saya tau siapa kamu, saya tau semua nya tentang kamu, apapun cerita kamu, semuanya" kata Choi Shin a


"maksudnya gimana sih, aku beneran gak paham" tanya Jira lagi


"yaa, saya tau siapa kamu, saya tau kamu bukan gadis baik baik, saya tau siapa Jira dibalik wajah polos dan imut kamu, saya tau siapa saja lelaki yang memakai kamu untuk kamu peras saja uangnya" kata Choi shin a


"paak?" ucap Jira kaget


"saya tau story kamu dengan Hyun jun, dengan Judae yo, dengan Yung sooji, dengan Kang jae"


"paak? dari mana anda tau?" tanya Jira kaget


"yang penting yang perlu kamu tau, saya tau semua tentang kamu, sudah, itu saja" jelas Choi shin a


"Hayun atau pak Jeung?" tanya Jira


"apa mereka juga tau tentang kamu?" tanya Choi shin a menatapnya

__ADS_1


"ahh hanya Hayun sih, tapi Hayun saja tidak tau siapa saja lelaki lelaki itu"


"saya sudah tidak peduli Jira, saya hanya mengatakan tentang perasaan saya, yang tidak pernah berubah meskipun saya tau siapa kamu"


"pak, anda mengetahui semua tentang saya sebagian saja dari kehidupan saya, baiklah anda tau tentang story empat lelaki itu, tapi yang lain anda masih belum tau, bahkan diluar sana masih banyak pria memakaiku"


"ya memang itu kan alasan kamu menolak dan meminta saya membatalkan ini, karna saya belum tau kamu hanya soal mereka, saya berkali kali bilang, terimalah saya, berhentilah mengejar uang dengan cara buruk ini, aku akan memberikan semuanya yang kamu minta"


"pak, maafin saya, karna saya tidak akan bisa memberikan apa yang anda sudah berikan untuk saya, untuk itu saya berasa berat"


"saya memberikan apa? saya tidak memberikan apa apa kan, dibandingkan empat lelaki tadi"


"maksud saya soal hati" kata Jira


"Jira, saya mohon mulai lah menerima saya, saya akan menerima semua nya tentang kamu" kata Choi shin a dengan yakin


ia berpikir ia tidak bisa menerima Choi shin a, tapi ia tidak bisa menutupi hatinya, sejak Jira menginap di hotel yang sama dengan Choi shin a beberapa waktu lalu, memang Jira sudah merasakan hal lain, hal yang berbeda dari hal sebelum nya ia dengan lelaki lainnya


Jira menarik napas dan melepaskannya perlahan lalu ia yakin kan hatinya untuk menolak Choi shin a, karna ia tidak akan pernah bisa menjadi orang yang diharapkan oleh Choi shin a melihat siapa dirinya yang sering tidur dengan lelaki lain


"maafkan saya pak" kata Jira


"apa ada lelaki lain yang sudah memiliki hatimu?" tanya Choi shin a


seketika Jira terhenti, dan menjawab pertanyaan itu tanpa membalikkan badannya


"iya" jawab Jira berbohong


"apa aku boleh tau siapa?"


"kamu tidak akan pernah tau siapa"


Jira berjalan pergi, membayar bill nya di meja kasir dan meninggalkan tempat itu lalu Jira pergi ke coffe toffe, menenangkan dirinya dulu


Jira merasa tidak ada pria yang membuatnya bisa jatuh cinta, jadi jika dikatakan dia sedang ada lelaki lain seperti dikatakannya kepada Choi shin a tadi, itu bohong seketika Jira pun masih diam menikmati segelas kopi susunya


ia bingung harus apa dan bagaimana, ia benar benar merasa takut dan canggung hingga saat duduk disana, beberapa orang disana heboh membicarakan sesuatu, Jira awalnya tidak peduli karna mungkin itu urusan mereka juga kan mau gimana


tapi seketika ia menjadi penasaran saat salah satu dari mereka menyebutkan sebuah kata


"ih J-hope kalau lihat aslinya sebenarnya tampan loh ya, malah lebih manis dan tampan dari member lain"

__ADS_1


"iya iya, betul kamu, dia kan paling sedikit fans kan, tapi benar tampan"


dan mendengar kata Jhope, seketika Jira mengingat itu adalah nama panggung dari Hoseok bangtan, ia langsung berlari menuju ke parkiran dan melihat sudah banyak yang menemani Hoseok disana


"hobi" sapa Jira sedikit teriak


seketika itu lah Hoseok menoleh dan menyapa Jira, dan karna disana cukup ramai, jadi Hoseok meminta untuk boardiguardnya menarik Jira untuk masuk ke mobilnya


seketika itu Jira masuk dan bersama Hoseok pergi dan Hoseok membawa pergi Jira kembali keapartemennya


"ayo masuk" ajak Hoseok setelah sampai di depan kamar apartemennya


Jira hanya diam, ia berpikir, ia takut terjadi yang sama dengan apa yang dilakukan member lain kepada Jira sebelum sebelumnya


bukan apa, karna Jira tidak mungkin menolak jika Hoseok yang mengajak dan lagi pula Jira tidak mungkin untuk melakukan hubungan itu, karna dari semua member bangtan, hati besar dan terdalam Jira sudah anggap Hoseok adalah sahabatnya, sudah seperti kakak untuknya, jadi tidak tega harus melakukan itu


"ayoo masuk, malah diam disitu, apa mau diluar saja?" tanya Hoseok


"ahh iya, tapi didalam kamu sama siapa?"


"sendirian sih, oni ku biasanya datang, tapi hari ini malah dia deadline buat pemotretannya"


"ahh"


Jira masih berdiri diluar, dan Hoseok melihat kearah Jira masih diam disana seketika menyambungkan dengan pertanyaan Jira dan Hoseok langsung paham


"astaga, kamu takut aku apa apain?" tanya Hoseok


Jira tersenyum dengan malu malu dan dengan polosnya, tapi Hoseok meyakinkan dirinya tidak akan melakukan apapun kepada Jira


Jira akhirnya masuk karna ia percaya pada Hoseok, dan benar, selama Jira disana, sama sekali Hoseok tidak bersikap sedikit saja kurang ajar, yaaa.. mereka sangat dekat memang disana, menonton, cerita dan mengobrol


tapi seharian disana, sorenya Yoongi datang dan tidak tau jika ada Jira di apartemen Hoseok


"siapa?" tanya Jira


"tidak tau, aku lihat dulu ya" kata Hoseok


Hoseok membukakan pintunya dan saat Jira mengenali suara Yoongi, ia mengintip dari ruangan televisi di apartemen Hoseok


"Jiraa" sapa Yoongi kaget

__ADS_1


__ADS_2