Fake Face

Fake Face
25


__ADS_3

Jira pun menyelesaikan telfonnya lalu pergi, saat keluar dari toilet, ia berencana memesan minuman lagi, ia ingin membeli milkshake original


setelah memesan nya, lalu menunggu, baru selesai ia pun membawanya, barulah Jira berjalan akan keruangan makan nya lagi, tapi..


"Jiraa" sapa Hyun jun


"oppa" sapa Jira kaget


"kamu ngapain disini?" tanya Hyun jun


"ahh. aku ada kerjaan,sama orang kantor"


"orang kantor? disini?"


"iya tapi karna week end jadi agak santai kerja di sini"


"ahh, sama siapa saja?"


"teman kerja saja"


mereka mengobrol, tapi Jira kaget karna Hoseok dan Jimin keluar dari ruangan mereka, ia pun menarik Hyun jun untuk bersembunyi


"kenapa? ada siapa?" tanya Hyun jun


"ssst, nanti kujelasin, aku pergi dulu ya" kata Jira


Jira pergi, mlengos ke salah satu sisi meja pemesanan baru berpura pura kembali lagi ke arah ruang makannya. barulah melihat Jira datang lagi mereka pun aman


"Jiraa. kupikir kemana, kok gak balik balik gitu" kata Hoseok


"iya, aku pesan minuman lagi, hehe" jawab Jira


"rasa apa?" tanya Jimin


"mau coba, enak ini kok, ini milkshake varian ori"


mereka pun kembali makan lagi, siangnya, Jira, Jimin dan Hoseok balik ke dorm, baru Jira mengirimi pesan kepada Ju dae yo jika jam itu juga, Ju dae yo pun mengiyakannya


Jira bersiap siap, ia berpamitan kepada Jimin dan beberapa teman staff disana, tapi ternyata Hoseok datang membawakan minuman


"Kyung oppa, aku pamitan pergi ya" kata Jira


"loh kok cepet amat? kamu dari mana sama Hoseok dan Jimin?" tanya Kyung min


"dari makan diluar bertiga, ini ada urusan lagi, jadi aku pamitan" kata Jira


"loh Jira, ini aku bawakan juice" kata Hoseok


"oh, juice apa?" tanya Jira


"avocado susu" kata Hoseok


"ooh, mau sih, tapi yaudah sini, aku bawa botol saja, aku ada urusan lain" kata Jira


Jira memasukkan juice ke botol lalu membawanya saja, karna ia suka juice buah terutama avocado, setelah pergi, Jira sampai di tempat janjian dengan Ju dae yo


di sama ia bingung yang mana yang nama nya Ju dae yo, padahal dia tidak tau sama yang namanya Ju dae yo, bahkan foto saja tidak tau


tak lama ia mengirimi pesan dan meminta ciri ciri Ju dae yo, lalu Ju dae yo mengirimi ia hanya memakai baju apa dan warna apa


Jira mulai mencari, lelaki kemeja dengan baju merah tua dengan rompis abu abu tua nyaris hitam, celana hitam dan topi hitam milik salah satu merk milik Street Shirt

__ADS_1


karna Jira tau Street shirt itu adalah salah satu toko dengan banyak lapak merk merk pakaian, tas, sepatu, dan yang lain dari perusahan perusahaan besar


"annyeong" sapa Jira


"annyeonghaseo" sapa lelaki itu


"Ju dae yo?" tanya Jira


"ahh, ya, Jira?"


"ya, aku" kata Jira


mereka pun bertemu akhirnya lalu duduk bersama, sebagai awal perkenalan, mereka mengobrol beberapa hal, tapi Ju dae yo tidak mengatakan bagaimana ia mendapatkan nomor Jira, Jira tak masalah karna ia masih akan menggali itu dari pria berikutnya


baru Jira kembali kerumahnya, sampai dirumahnya, Jira tidur, lalu sorenya ia bangun untuk bersiap siap bertemu Kang jae


"Jira, mau pergi lagi?" tanya Sung gun


"iya pa, aku ada janjian sama teman ku, aku pergi dulu ya pa" kata Jira


"Jira.."


"yaa pa"


"kemarin mama titipkan ini buatmu" kata Sung gun


"apa ini pa?"


"gak tau, apa, buka saja, kan bukan hak appa buka, ini dari mama buat kamu katanya"


"oh, yaudah Jira bawa saja deh pa, makasih ya pa, aku pergi dulu"


"iyaa"


"selamat datang nuna" sapa pelayan disana


"yaa, terimakasih"


pelayan disana beberapa pada ingat jika siang tadi gadis yang baru masuk itu juga datang, tapi bukan dengan lelaki yang sama, tapi lelaki berbeda..


sementara yang sekarang, Jira janjian dengan Kang jae, Jira yang sampai sana mencari lelaki berpakaian hoodie hitam langsung ketemu, karna saat itu pelanggan hanya datang 5 orang saja termasuk dirinya, dan hanya ada satu lelaki yang memakai baju hitam apalagi hoodie


"Anyeong" sapa Jira


"ahh Anyeong" sapa balik Kang jae


"Kang jae?"


"iya, ahh Jira, duduklah"


"yaa"


"silahkan duduk"


"yaa"


mereka mengobrol disana, lalu tak mau berbasa basi Jira menanyakan bagaimana tentang cerita penyebaran nomor nya dan disana Kang jae menjelaskan semuanya seperti yang ia janjikan


dimana menurut kesaksian Kang jae, Jong hi memberikan kepada semua teman teman ditongkrongan jika ia memiliki gadis yang bisa dipakai, dengan bayaran mahal, Kang jae bilang jika Jong hi mengatakan servis apapun dari gadis itu (Jira) akan tidak merugikan meskipun harga mahal, jadi Kang jae penasaran dan ia pun menghubungi Jira


"emm" ucap Jira

__ADS_1


"kamu sudah lupa sama aku?" tanya Kang jae


"emm?" ucap Jira bingung


"aku juga salah satu teman tongkrongan Jongi kok, aku perna ketemu kamu waktu itu awal pertama Jongi membawamu di trek motor kan?"


"ahh.. iya, oh kamu disana?"


"iya, disana, aku suka sih pertama kali kamu datang disana, banyak teman ku disana membicarakanmu"


"oh ya? membicarakan soal apa?"


"soal kamu teman Jongi, karna semua tau Jongi bagaimana"


"oh"


"memang kamu sama Jongi apa?"


"amma Jongi menikah dengan appaku, jadi kami saudara tiri saja"


"ahh, tapi boleh aku tanya?"


"apa?"


"waktu itu kan kau sama Jongi kalau gak salah diberikan kepada Sooji?"


"oh, iya"


"memang kenapa kamu diberikan kepada Sooji?"


"emm, tidak perlu aku menceritakan semua privasi ku kan?"


"emm iya juga"


mereka memesan makan dan datang, lalu menghentikan obrolan mereka dengan makan, baru selepas makan mereka pun mengobrol lagi, sebelum mereka juga pulang


"Jira, aku antar" kata Kang jae


"malam ini, aku tidak bisa pakai motor" kata Jira


"oh bener, nanti masuk angin, yaudah naik taksi biar aku bayarin ongkos nya"


"boleh kalau gitu"


setelah mendapatkan taksi, Kang jae menyapa supirnya


"pak, antarkan dia kemana dia mau, ini saya bayar, ada sisanya ambil saja" kata Kang jae


"baik pak" jawab supirnya


tapi saaj Jira membuka pintu taksi, Kang jae menahan tangannya


"kenapa?" tanya Jira


"tapi kamu bener bisa dipakai?" tanya Kang jae


Jira melirik tajam kearah Kang jae sambil ia menatapnya dan mengatakan kebenaran tentang ucapan Jong hi


"memang bisa, tapi kan sudah dibilang Jongi, mahal"


"tidak masalah, berapa kamu minta"

__ADS_1


"okeh bahas di lain hari, aku harus pulang kerumah"


__ADS_2