Fake Face

Fake Face
96


__ADS_3

"Yoongi oppa? kau ngapain?" sapa Jira


"aku main kesini lah, kamu sejak kapan disini?" tanya Yoongi


"Jira sejak pagi tadi disini" jawab Hoseok


"oh, kalian dengan siapa lagi disini?" Yoongi


"berdua saja sejak tadi, oni ku sedang pemotretan" jawab Hoseok


"ahh berdua ya?" jawab Yoongi


Jira melirik kearah Hoseok dan seolah paham, seketika Hoseok menjawab..


"ahh hyung, jangan berpikir buruk, kami tidak melakukan apa apa" kata Hoseok


"emm oh ya?" tanya Yoongi menunjukkan wajah tak percaya darinya


"yaa, aku serius, sejak tadi kami menonton saja" jawab Hoseok


mereka pun mengobrol disana bertiga, tapi Jira merasa terus risih karna Yoongi terus memperhatikannya diam diam dari Hoseok dengan mata nakalnya


tak lama ada telfon dari kakak perempuan Hoseok yang meminta jemputan untuk balik ke apartemen Hoseok dan Hoseok berpamitan untuk pergi dan menitipkan apartemennya kepada Jira dan Yoongi


"aku ikut Hobi" kata Jira


"loh, kan ada Yoongi hyung" kata Hoseok


"iya, aku ikut saja" kata Jira


"yaudah, bawa saja Hobi, aku bantu jagain apartemen kamu kok" kata Yoongi


Hoseok sebenarnya tidak enak harus membawa Jira menjemput kakaknya, tapi bagaimana lagi Jira memaksa dan Hoseok tau karna Jira juga takut jika hanya berduaan saja


mereka pun pergi, tapi sampai di depan, ternyata berpapasan dengan Taehyung baru datang


"Taehyung?" sapa Hoseok


"hyung? Jira? kalian dari mana?" tanya Taehyung


"dari apartemen ku lah" jawab Hoseok


"ahh maksudnya ini mau kemana?"


"mau jemput nuna ku, oh ya Jira ada Taehyung juga, kamu sama Taehyung dan Yoongi hyung deh" kata Hoseok


"oh, tapi"


"iya kan gak jadi berdua ada Taehyung ini, gak usah takut" kata Hoseok


"loh ada Yoongi hyung?" tanya Taehyung


"iya didalam, aku jemput kakakku, sana deh kamu sama Taehyung" ucap Hoseok menyuruh Jira ikut Taehyung


Jira akhirnya terpaksa ikut masuk keapartemen Hoseok, padahal Jira masih takut, apalagi tau tentang Taehyung dan Yoongi yang pernah sama sama bermain dengannya dan sama sama memiliki durasi lama bermain sampai membuat Jira lemas


tapi yang dipikirkan Hoseok hanya karna Jira takut sendirian dan berdua dengan pria lain tapi selepas itu yang Hoseok tau juga semua member bangtan tidak akan macam macam kepada Jira karna sama dengannya jika menganggap Jira adalah sahabat dan saudara mereka

__ADS_1


sementara Jira yang masuk kedalam apartemen Hoseok lagi, ia kicep, diam, dan melirik kearah Yoongi dan juga Taehyung yang ada disana juga saling tatap


"kenapa diam? sana, kemana, aku mau kedapur ini" kata Taehyung


"iyaa" jawab Jira


Taehyung berjalan kearah dapur, karna ia canggung mau bicara dengan Jira ada Yoongi, ia pun pergi, sementara Jira yang berdiri, berniat akan pergi tapi Yoongi juga ikut berdiri langsung menahan tangan Jira


"jujur saja, berapa kali main sama Hobi?" tanya Yoongi


"oppa.. apa yang kamu katakan? astaga uni sakit lepasin" kata Jira


"jujur saja Jira, aku tidak masalah kok, kamu main kan sama Hobi juga selain sama aku" kata Yoongi


"aku tidak pernah main sama Hobi, sekali pun" kata Jira


"apa kamu menemukan seorang penjahat mengakui dirinya adalah seorang penjahat didepan polisi?" tanya Yoongi


"oppa, apa yang kamu katakan?" jawab Jira sedikit nada


seketika Yoongi melepaskan tangan Jira karna melihat Taehyung kembali datang


"Jira, hyung?" sapa Taehyung


Jira berjalan kearah meja makan disana dan diam disana, tapi tak lama Taehyung juga duduk disampingnya dan menatap tajam ke kedua matanya


"kamu tidak ingin main lagi?" tanya Taehyung


"apa Taehyung? jangan aneh aneh, ini bukan apartemen kamu" kata Jira


"gak akan aku mau main lagi"


Jira berpindah lagi ia berpindah ke depan televisi tapi malah keduanya juga ikut duduk disana, Taehyung duduk disebelah kiri Jira sementara Yoongi di sebelah kanan Jira, keduanya menghampit Jira


tak lama Hoseok pun tiba..


"katanya jemput oni?" tanya Jira


"iya mau minta anter langsung pulang aja sih katanya"


"ooh"


mereka duduk berempat dan disana Jira lebih lega karna Hoseok sudah datang dan sudah ada yang menjaganya


tidak ada lagi yang Jira takutkan untuk ketakutannya terhadap Yoongi dengan Taehyung yang akan menggarapnya


hari berlalu, ketika bangtan datang ke dorm, Jira juga sibuk dengan beberapa urusan juga


"Jiraa, aku pergi ke agenci sama Min hyung" kata Beong park


"oh berdua?"


"katanya sih sama Dong"


"ooh, bukannya Yung oppa sudah di agenci sejak tadi pagi?" tanya Jira


"oh iya, itu, ini sama Dong lagi kok, ikut juga"

__ADS_1


Kyung min, Beong park, Lee donghan, ketiganya pergi ke agenci


Song yung dan staff kameramen lainnya juga sudah di agenci, Jira urusan di agenci selesai jadi ia ke dorm saja


"kamu sudah kan urusannya?" tanya Beong park


"sudah, ini makanya kesini"


"yaudah, di laptop ruangan editor ada 2 short video, kamu lihat deh, sekalian editkan"


"dari kamera siapa"


"Rain sama Sun oppa"


"okay"


Jira pergi ke ruangan editor, ia tidak tau jika di dorm sedang tidak ada staff lain siang itu, hanya ada member bangtan dan itupun hanya tersisa 3 yaitu Yoongi, Jimin dan Taehyung


sisanya, yaitu Namjoon sedang mengurus untuk single rapp nya duet dengan Hoseok, Seokjin dan Jungkook sedang ada acara mc


saat melihat dari sekotak kaca yang ada dipintu ruangan editor disana, Jimin melihat Jira sendirian dan ia pun masuk, lalu duduk disamping Jira


"Jiminie?" sapa Jira


"berapa kali main sama permember bangtan?" tanya Jimin


"apa yang kamu tanyakan?" ucap Jira berpura pura bingung


"aku tau kamu pernah main dengan semua member bangtan, apa yang ada dipikiran kamu? kenapa kamu main sama mereka?" tanya Jimin


Jira berhenti dari kerjaannya di laptop itu dan menatap kearah kedua mata Jimin disana


"asal kamu tau, ya kamu penyebab semuanya?" tanya Jira


"aku?" tanya Jimin bingung


"kamu kan yang menuduhku sudah tidur dengan Namjoon. aku tidak pernah melakukan itu dan aku akhirnya melakukan nya"


"hemm mengakui juga?"


"yaa. semua karna kamu"


"semua member yang kamu pakai?" tanya Jimin


"Hobi tidak" jawab Jira


"kenapa?"


"aku tidak tega"


"kamu menyukai dengan tulus?"


"bukan soal tulus, tapi dia sudah kuanggap kakak terbaik, lalu bagaimana seorang kakak dan adik bermain?"


Jimin tak habis pikir Jira sudah melangkah sangat jauh, Jimin kira itu hanya gertakan saja, tapi sejak Jimin tau semua itu ketika Jira bermain dengan member lain


rasa tulus cinta nya berubah menjadi rasa nafsu saja kepada Jira, meskipun masih menyimpan rasa sayang

__ADS_1


__ADS_2